Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 147. SEASON 2. Vaye dan kekuatannya.


__ADS_3

Setelah sekolah berakhir, Vaye pun membereskan semua perlengkapan sekolahnya. Ia laku kemudian bangun, dan hendak keluar. Namun tiba tiba tangan nya di cekal oleh Nicholas, lalu di tarik keluar dari kelas.


Timothy yang melihat itu pun langsung mengejar mereka berdua, bagaimanapun Vaye terlibat dengan Nicholas karena dirinya. Semua anak disana juga melihat itu, dan mulai menebak nebak kira kira Nicholas akan melakukan hal apa pada Vaye.


Nicholas menarik Vaye menuju ke atap sekolah. Vaye tidak melawan sedikitpun karena ia tidak mau yang lain menjadi semakin heboh. Dan setelah mereka berdua sampai di atas, Nicholas menghempaskan Vaye begitu saja


" Heh! gadis cupu. Kau bilang kau ingin melawan ku bukan?" Ucap Nicholas.


" Jadi kau sungguh ingin melawanku?" Ucap Vaye.


" Kenapa? Kau takut, huh?" Ucap Nicholas.


Sebenarnya Vaye tidak takjt sedikitpun dengan Nicholas, hanya saja ia terlalu malas jika harus mengeluarkan kekuatan nya. Vaye ingin menjalani hari hari yang biasa saja tanpa menarik perhatian orang lain.


Vaye memutar tubuhnya hendak pergi meninggalkan Nicholas, tetapi Nicholas mencekal tangan nya.


" Kenapa kau pergi? Kau takut, huh? Bukankah tadi kau yang sok jagoan menantangku?" Ucap Nicholas.


" Nic lepaskan Vaye." Ucap Timothy yang sampai disana.


" Apa urusanmu? Oh.. Aku lupa, kalian kan sepasang kekasih. Anak haram, dan gadis cupu yang aneh." Ucap Nicholas.


" Kau boleh menggangguku, tapi jangan mengganggunya. Masalahmu adalah denganku, bukan dengannya." Ucap Timothy sambil meraih tangan Vaye, kini Vaye seakan menjadi rebutan.


" Tapi dia juga sudah menyinggungku. Dan lagi pula, orang yang berteman denganmu, maka adalah musuhku." Ucap Nicholas, sambil menarik tangan Vaye kuat kuat.


" Nicholas!" Bentak Timothy, sambil menarik tangan Vaye dari Nicholas.


Vaye memutar bola matanya kesal dan dengan kasar melepaskan kedua tangannya dari Nicholas dan Timothy.


" Hentikan, bisa tidak!" Bentak Vaye.


Baik Nicholas dan Timothy pun kini saling tatap dengan tatapan permusuhan.


" Vaye pergilah, ini urusanku." Ucap Timothy.


" Cih, sok melindungi kekasih. Aku selalu penasaran, padahal kau anak haram, tapi kau sok bijak." Ucap Nicholas.


" Bisakah kau hentikan itu? Apakah kau sebegitu senangnya menghina seseorang hanya karena statusnya? Apa kau pikir itu lucu? " Ucap Vaye menatap tajam Nicholas.


" Dengar! Tidak ada anak yang ingin dilahirkan di luar ikatan pernikahan. Anak itu sama sekali tidak berdosa, dan tidak bersalah. Siapa yang ingin dilahirkan seperti itu? Bisakah kau tidak menghina secara verbal begitu?" Ucap Vaye lagi.


" Kenapa? Apakah kau juga anak haram?" Ucap Nicholas tersenyum smirk.

__ADS_1


PLAK!!


Vaye menampar Nicholas hingga senyum di wajah Nicholas berubah menjadi amarah.


" Beraninya kau.."


PLAK!!


" Vaye, jangan." Ucap Timothy.


Nicholas semakin marah, nafasnya memburu dan tatapan nya benar benar di penuhi amarah. Ia hendak menampar balik Vaye namun dengan gerakan cepat Vaye menangkis tangan Nicholas dan membanting Nicholas ke lantai, lalu mencekik leher Nicholas.


" Sekali lagi kau berani menghina seperti itu, aku tidak akan segan segan mematahkan kedua tanganmu. Dengar itu Nicholas." Ucap Vaye, lalu bangun dari atas tubuh Nicholas dan pergi meninggalkan Nicholas juga Timothy.


Timothy ikut pergi mengejar Vaye, sementara Nicholas.. ia merasa kesal, karena lagi lagi ia dengan mudah dikalahkan oleh Vaye.


" Tidak bersalah, tidak berdosa? Heh!! Jika dia tidak bersalah dan tidak berdosa, setidaknya dia akan tahu diri sedikit." Gumam Nicholas.


" Kenapa gadis cupu itu sangat kuat, aku dua kali dibanting ke lantai olehnya." Gumam Nicholas lagi.


Nicholas bangun dan berdiri menatap kebawah, dan terlihat disana Vaye berjalan menuju ke mobilnya dsn di kejar oleh Timothy. Terlihat mereka berdua saling bicara sebentar sebelum akhirnya Vaye masuk kedalam mobil dan pergi dari sana.


" Dia berpenampilan cupu, tapi bisa membawa mobil. Dia juga bisa bela diri, apakah dia menyembunyikan identitasnya?" Gumam Nicholas.


Nicholas turun dari motor, dan memberikan sekantong besar yang entah apa isinya pada tunawisma pinggir jalan. Lalu Nicholas juga membagikan amplop pada anak anak kecil disana.


Terlihat Nicholas tersenyum begitu ramah pada anak anak kecil itu, dan mengusap kepala mereka. Anak anak itu juga terlihat tampak akrab dengan Nicholas, hingga kemudian Nicholas pergi.


" Sebenarnya dia itu baik atau jahat? Kenapa di sekolah dia menjadi perundung, tapi dia sangat peduli dengan tunawisma." Gumam Vaye.


" Kak, sudah penuh, ya? Totalnya sekian." Ucap pegawai pom.


" Ah, baik.. Ini." Ucap Vaye dan membayar tagihan pom nya.


Setelah membayar, Vaye pun pergi dari sana. Tujuan nya saat ini adalah pulang, karena ia merasa lelah di sekolah.


Tak lama, Vaye sampai di apartemen nya, ia menaiki lift lalu menuju unit apartemen nya.


Di tempat lain, Nicholas baru saja sampai di unit apartemen nya, tetapi kemudian ia melihat seorang wanita yang berdiri di depan pintu masuk unit nya.


" Nicho, kamu sudah pulang?" Ucap wanita itu.


" Untuk apa anda datang kemari? Apalah anda ingin pamer karena sebentar lagi akan menikah dengan ayahku?" Ucap Nicholas.

__ADS_1


" Nicho, tante tidak bermaksud seperti itu. Tante hanya.."


" Hanya tidak kuat hidup susah di luar sana, dan ingin segera menjadi nyonya kaya, benar? Ck..ck.." Ucap Nicholas memotong ucapan perempuan itu.


" Nicholas, jika kamu tidak setuju papamu menikah dengan tante, maka tante akan menurutinya. Tante tidak mau merusak hubungan kalian." Ucap perempuan itu.


" Sejak kau datang dan mengatakan pada ibuku tentang siapa dirimu, hubungan keluargaku menjadi hancur. Dan hari ini kau mengatakan hal itu padaku, kau mau menipu siapa??" Ucap Nicholas.


" Jika sekarang kau mengatakan hal itu, kenapa tidak dari dulu saja kau diam? Tidak udah datang pada keluargaku, dan mengatakan hubungan mu dan ayahku pada ibuku. Kenapa tidak dari dulu saja, huh!!" Bentak Nicholas.


Perempuan itu pun langsung terisak, ia menunduk dan menghapus air matanya yang mengalir. Kemudian ia mencoba menyentuh tangan Nicholas, tapi langsung di tepis begitu saja oleh Nicholas.


" Sekarang kau mengatakan begini, dengan beruraian air mata seakan aku lah penjahat disini. Kau tahu, karena dirimu ibuku menjadi gila!!" Ucap Nicholas begitu emosi.


" Pergi dari sini." Ucap Nicholas.


" Nicho, tante minta maaf.." Ucap perempuan itu sambil terisak.


" PERGI!!" Bentak Nicholas.


Nicholas mendorong wanita itu dan ia memasuki unit apartemennya. Nicholas tak bisa lagi menahan air matanya, ia menangis tersedu sedu duduk di balik pintu kamarnya.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.."


Nicholas terisak, sampai ia merasakan sesak didadanya.


Sementara wanita tadi, ia pun pergi dari depan pintu unit apartemen Nicholas dengan masih terisak.


' Tante juga tidak mau seperti ini, Nicho..' Batin wanita itu, dan pergi dari sana.


Malam pun tiba, seperti biasanya Vaye akan mencari makanan di mall untuk makan malamnya, ia baru saja selesai bertelepon dengan ayah dan ibunya, yaitu Ethan dan Yara yang terus menanyakan keadaan nya.


Saat pintu lift terbuka, ia melihat ada Nicholas dengan mata sembabnya. Bahkan Nicholas tidak menyadari bahwa Vaye ada di dalam lift yang sama dengan dirinya. Vaye sampai bingung, karena tatapan Nicholas sangat kosong.


' Kenapa dia terlihat seperti tidak memiliki nyawa? ' Batin Vaye.


Nicholas turun di lantai 15, dimana disana adalah taman. Vaye mengingat dilantai itu, pagar pembatas sangat rendah. Ia khawatir Nicholas melakukan hal nekat, jadi ia mengikuti Nicholas.


Setelah sampai di taman, Nicholas hanya duduk diam di gazebo sambil melihat pemandangan kota Jakarta yang padat. Vaye yakin, sesuatu telah terjadi pada Nicholas.


Nicholas bangun dan berjalan mendekat ke pagar pembatas, dan dengan sigap Vaye manarik tangan Nicholas hingga Nicholas terkejut.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2