
Terdengar langkah kaki yang semakin mendekat kearah Yara.
" Tebakan ku benar. Pak Bima ingin membunuhku." Ucap Yara dalam hati.
Namun yang Yara dengar selanjutnya membuat Yara terkejut. Bima menangis pelan sembari mengusap kepala Yara.
" Apa yang harus saya lakukan nak." Ucap Bima. Seolah Bima sedang dalam keadaan kebingungan.
" Apa ini.. mengapa pak Bima menangis, bukankan sebelumnya dia bilang hanya butuh waktu." Ucap Yara dalam hati bingung.
Bima bangun dari duduknya, lalu berjalan hendak keluar. Tiba tiba Yara membuka matanya dan memanggil pak Bima.
" Kenapa bapak tidak membunuhku.?" Ucap Yara yang membuat Bima terkejut.
" Nona Yara.? maaf saya masuk kedalam kamar nona." Ucap Bima yang langsung gugup.
" Kenapa pak Bima tidak melakukan apa yang disuruh orang itu.? Bukannya mereka meminta pak Bima membunuh saya.?" Ucap Yara yang bangun dari ranjang nya dan berjalan mendekati Bima dengan membawa pistol.
" Nona.. sudah tahu.? " Ucap Bima gugup.
" Pegang ini pak. Jika memang nyawaku harus berakhir hari ini, aku tidak apa apa. Setidaknya aku mati di tangan pak Bima. Aku tidak ada penyesalan. Di dunia ini tidak ada yang menginginkan aku hidup, atau bahkan sekedar menyayangiku. Hanya pak Bima, satu satunya orang yang berpihak padaku disaat semua orang memukulku. Jadi kalau sekarang aku harus mati di tangan pak Bima , aku tidak apa apa." Ucap Yara sembari mengarahkan pistol yang kini di pegang Bima ke kepalanya sendiri.
Sementara kini Bima justru terjatuh di lantai dan menangis tersedu sedu.
" Dari pada nyawa bapak yang terancam, akan lebih baik bapak membunuhku sekarang. Jackson dan Caleb mereka sudah aku buat mabuk parah. Jadi tidak akan sadar jika ada suara tembakan." Ucap Yara lagi.
" Saya tidak bisa, maaf nona.. Saya tidak bisa menyakiti anak baik sepertimu." Ucap Bima sembari menangis.
Seketika Yara sendiri menjatuhkan air matanya. Namun langsung segera di hapus.
" Apakah pak Bima bisa menceritakan kepadaku, sebenarnya mengapa orang itu menginginkan nyawaku.? Siapa dia.?" Ucap Yara.
__ADS_1
" Jika nona tau, takutnya dia akan turun tangan sendiri. Ini adalah hutangku dimasa lalu, akan saya bayar sendiri." Ucap Bima sembari menunduk.
" Orang yang menghujani para bawahan Leon pagi ini.. Itu pak Bima, benar.?" Ucap Yara yang seketika membuat Bima langsung memandang Yara.
" Nona ada di sana.?" Ucap Bima.
" Aku adalah orang yang menyandera Leon. Sekarang Leon ada ditangan tuanku." Ucap Yara jujur.
" Kenapa nona terlibat begitu dalam.? " Ucap Bima dengan khawatir.
" Aku hanya berhutang nyawa kepada tuanku. Saat itu aku masih satu tim dengan Caleb dan Jackson dalam satu kelompok pembunuh bayaran bernama God's warning. Aku mendapat misi untuk membunuh tuanku yang sekarang ini, namun tak disangka sangat sulit membunuhnya. Dan orang yang menginginkan nyawa tuanku yang sekarang itu menarik uang nya, hingga ketua kami marah dan menyuruhku untuk kembali membunuh tuanku. Tapi justru aku sendiri yang tertangkap. Dan berakhir begini. " Ucap Yara.
" Nona , jangan terlalu terjun terlalu dalam, saya mohon.. " Ucap Bima.
" Lagi pula aku sudah menarik perhatian orang orang itu. Aku sudah menceritakan alasanku, Siapa yang menginginkan nyawaku , bisa pak Bima ceritakan.?"
Bima bangun dari duduk nya.
Bima membawa Yara memasuki ruang kerja nya. Lalu membuka sebuah brankas dan mengeluarkan sebuah kotak kayu. Bisa di bilang kotak kayu itu sudah tua terlihat dari ukiran nya. Bima memberikan nya kepada Yara.
" Apa ini pak.?" Ucap Yara bingung.
" Itu, adalah identitas aslimu nona." Ucap Bima.
Yara membuka kotak kayu itu yang ternyata ada sebuah liontin giok berwarna hitam berukir naga dengan nama Yara di di belakangnya.
" Ini , giok? Tapi kan kakek mengadopsi ku karena aku pernah menyelamatkan nyawanya dulu." Ucap Yara.
" Sebenarnya ada rahasia besar dibalik kejadian itu. Bisa di bilang, kecelakaan itu sebenarnya disengaja ." Ucap Bima. Namun justru membuat Yara semakin bingung.
" Aku tidak mengerti maksud pak Bima apa , bisa katakan lebih jelas.?" Ucap Yara.
__ADS_1
" Nona Yara, sebenarnya nona memang di titipkan kepada tuan besar dari awal. Namun karena sebuah alasan, tuan dengan berat hati menitipkan nona di panti asuhan hingga keadaan membaik. Dan setelah keadaan membaik, tuan sengaja berpura pura terkena serangan jantung saat di taman, dimana ada nona yang sedang duduk sendirian. Dan secara tidak langsung membuat alasan agar nona kembali kesisi tuan besar dengan cara mengadopsi nona. " Ucap Bima menjelaskan.
" Jadi, sebenarnya aku punya keluarga.? " Ucap Yara dengan tatapan tidak percaya.
" Benar, keluarga nona adalah.. " Ucap Bima tertahan.
" Jangan disebutkan.! Aku tidak ingin dengar. " Ucap Yara yang memotong perkataan Bima.
" Nona, saya harap nona tidak membenci orang tua kandung nona. Saya tahu siapa mereka dan dimana mereka berada, jika nona mau saya bisa antar nona kepada mereka. " Ucap Bima lagi.
" Mereka tidak mencariku itu sudah membuktikan bahwa mereka akan lebih baik tanpa diriku." Ucap Yara dengan senyum pahit.
" Tidak , nona.. Ini ada hubungan nya dengan mengapa saya harus membunuh nona. Tolong nona jangan salah paham dan mengambil kesimpulan yang salah. " Ucap Bima yang mencoba meyakinkan Yara.
" Nona.. Saya dan tuan besar adalah salah satu pendiri mahkota berduri. " Ucap Bima yang membuat Yara kaget.
" Apa.!" Ucap Yara.
" Kami membuat keputusan yang salah. Dulu kami mendirikan kelompok itu adalah untuk melindungi nyawa anggota satu sama lain. Hingga tanpa kita tahu semua nya sudah di akusisi oleh seorang wanita dengan latar belakang hebat. Dan berakhir sebagai mafia tersembunyi. Hingga akhirnya saya dan tuan besar memutuskan untuk keluar dari lingkaran itu, tuan besar sudah mewanti wanti datang nya hari dimana akan ada perang darah. Tapi tidak disangka, nona terlibat. Hingga mau tidak mau saya kembali. "
" Jadi ini semua adalah karena aku yang terlalu ceroboh.?" Ucap Yara sambil mencerna perkataan Bima.
" Ini bukan salah nona, sama sekali bukan salah nona . Saya akan dengan sekuat tenaga melindungi nona." Ucap Bima.
" Tapi, kalau mereka tahu pembunuh yang mereka sewa adalah aku, mengapa tidak menangkap aku secara langsung.?" Ucap Yara bingung.
" Saya tidak tahu, mungkin nona ada dalam perlindungan orang yang nona bilang tuan itu, jadi sulit menangkap nona. " Ucap Bima.
Yara memikirkan nya lagi, saat ia bergerak sendirian, memang dengan mudah di temukan oleh orang orang itu. Tapi saat dirinya ada di sekitar Ethan dan teman teman nya, ia aman.
" Baiklah, karena ini adalah masalah besar yang aku buat. Maka biar aku sendiri yang selesaikan. Dan tentang siapa keluarga ku, Aku belum ingin tahu ." Ucap Yara yakin.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..