Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 115. Bom Telepon.


__ADS_3

Di ruangan lain, Yara dan Ryu memperhatikan interaksi Kristin dengan Ronald. Yara tidak menyangka kisah masalalu Kristin begitu menyedihkan. Demi mengejar cinta karna haus kasih sayang, Kristin rela berubah menjadi orang lain dan menyembunyikan jati dirinya. Tetapi karena ia bertemu dengan pria yang salah, bukan cinta dan kasih sayang yang ia dapatkan, justru sebuah penghianatan.


" Ternyata kisah ini sangat panjang.. Kakek kita adalah dalang utama dari semua ini. Kakak akan meminta penjelasan kepadanya saat kakek kembali nanti. Bertahun tahun menghilang dan hanya memberi kabar lewat pesan singkat, dia tidak tahu masalah yang dia buat merambah semakin besar begini." Ucap Riu.


Mendengar Ryu berbicara tentang kakek nya, Yara jadi teringat dirinya belum memberi tahu kakaknya bahwa sang kakek telah tiada. Yara mentap Ryu bingung.. Ia bingung apakah ia akan memberi tahu kakak nya atau tidak. Tapi jika tidak di beri tahu maka keluarganya akan terus menunggu kakeknya.


" Kenapa adik.? Kamu terlihat bingung.?" Ucap Ryu menyadari tatapan adiknya.


" Kakak.. Sebenarnya kakek sudah tidak ada." Ucap Yara.


DEG.!!


Ryu terkejut, sangat terkejut..


" Apa maksudmu ... Kakek tidak ada.." Ucap Ryu .


" Kakek sudah lama meninggal, dan yang selama ini berkirim pesan dengan kalian adalah Kristin. Itu sebabnya Kristin tahu segala hal tentang keluarga Maxwell kita." Ucap Yara.


Ryu masih mencerna kata demi kata yang Yara ucapkan. Ia masih tidak menyangka, kakek nya yang selama ini ia cari keberadaan nya ternyata sudah tidak ada di dunia ini.


" Lalu dimana makam nya.?" Ucap Ryu.


" Di markas besar Mavros drakos di Negara Y. Kristin mengubur kakek di di sebelah makam ayahnya. Kristin bilang kakek harus menemani ayah nya di sana, jadi Kristin mengubur kakek disana." Ucap Yara.


Ryu langsung memeluk Yara.. Ia menyalurkan kesedihan hatinya. Ryu selalu menunggu saat saat sang kakek kembali. Tetapi kini ia harus menerima kenyataan pahit.


" Kak.. " Ucap Yara.


" Kakak tidak apa apa.." Ucap Ryu.


Padahal sebutir ari mata telah jstuh dsri sudut matanya tanpa Yara ketahui.


" Nanti kita pindahkan makam kakek di negara C di kediaman besar kita. Ayah selalu bilang bahwa kakek sangat menyukai suasana di Negara C. Kakek pasti akan suka." Ucap Ryu.


Yara hanya mengangguk, Yara menyadari kesedihan kakak nya itu. Walau bagaimanapun mereka kembar, hati mereka bisa saling merasakan satu sama lain.


Mereka kembali melihat Cctv, terlihat Kristin yang terus berteriak menggila. Sementara Ronald, dia hanya bisa diam mematung melihat keadaan Kristin yang begitu kacau.


Di tempat lain..


Ethan, Bara, Rayson, dan Jilian telah kembali ke kediaman Ethan. Tetapi kini mereka tengah duduk di ruang tengah dengan serius. Karena mereka kedatangan seorang tamu.


" Aku akan kembali ke Nusa kambangan. Maaf kan aku yang tidka mengetahui kabar bahwa kau tertembak." Ucap Roger..


Ya, tamu yang tengah duduk di ruang tengah itu adalah Roger. Mereka kebetulan sampai di kediaman Ethan bersamaan.


" Kau sudah tidak berharap aksn ayah atau ibumu lagi.?" Tanya Ethan.


" Tidak.. " Sahut Roger.


" Kau yakin? Jangan sampai suatu hari nanti tiba tiba kau terlibat seperti sebelumnya." Ucap Rayson.


" Aku yakin.. Jika mereka akhirnya tewas, tolong kabari aku." Ucap Roger.


" Kau tahu, kau adalah pria yang baik. Hati hati di jalan. Setelah semuanya berakhir, mari kita mulai semuanya dari awal. Aku sebagai adikmu, dan kau sebagai kakakku." Ucap Ethan.


" Selamat tinggal." Ucap Roger.

__ADS_1


Roger bangun dari duduknya. Ia menghela nafasnya pelan lalu melangkah pergi dari kediaman Ethan dan mengudara dengan helikopternya.


" Dia bersungguh sungguh.. " Ucap Jilian bingung.


Setelah Roger pergi, Ethan dan yang lain nya kini masuk kedalam kamar mereka masing masing karena hari sudah larut malam. Namun Entah apa yang terjadi, Ethan tidak bisa memejamkan matanya.


' Kenapa aku merasa sesuatu yang besar akan terjadi.. ' Batin nya bermonolog.


" Jika sebelumnya Jilian mengatakan bahwa ia melihat anggota GHOST di tempat kemarin, apakah ada campur tangan GHOST di perang kemarin.. Aku selalu merasa Yara ada kaitan nya dengan GHOST, Jika benar maka.. " Ucap Ethan menggantung.


Saat dirinya masih sering keluar masuk kediaman Yara, ia sering mendengar nama GHOST di sebut sebut. Ethan sudah mencurigai Yara, bagi Ethan GHOST adalah kelompok membahayakan. Karena sejauh ini tidak pernah ada yang tahu siapa pemimoin GHOST, hanya namanya yang terkenal, yaitu..


" Ryuchie.. Sebenarnya siapa dia.. Kenapa aku tidak pernah bisa mendapatkan sedikitpun info atau fotonya. Hanya namanya saja yang di kenal dunia bawah.Memgapa Yara bisa berhubungan dengan kelompok GHOST. " Ucap Ethan.


Ethan membuka laptopnya, tengah malam ia berada di ruang kerja nya. Ia tengah mencari tahu tentang pria bernama Ryuchie yang di kenal sebagai pemimpin GHOST.


" Tidak ada nama belakang atau sebagainya, orang ini benar benar sulit di cari tahu. Tidak ada markas.?? " Ucap Ethan bingung.


" Menurut info yang ada disini, mereka tidak ada markas, Jika tidak ada markas, lalu dimana mereka melakukan pertemuan atau sebagainya.? Oh ya ampun, Yara ku terlibat dengan dunia bawah yang membahayakan. Jika di lihat dsei namanya, kemungkinan Ryuchie ini orang daei Negara J." Ucap Ethan.


Kemudian Ethan mencari cari kelomook mafia terkuat di Jepang, ada beberapa nama Ryuchie yang ia temukan. Beberapa nama itu juga memiliki tingkatan usia dari pria tua hingga yang seumuran dengan dirinya.


" Oh Astaga, Aku harus segera mencari tahu sebenarnya dengan siapa Yara selama ini bekerja sama. Eh, tapi tunggu.. Jika Yara adalah kelompok GHOST, bukanjkah berarti Jack dan Caleb juga sama.? Tapi selama Yara menghilang saat itu aku enyelidiki mereka , tapi mereka hidup biasa saja. " Ucap Ethan.


Semakin di pikir, semakin sulit. Semakin berusaha di cerna, semakin mustahil hasilnya.


Begitu kurang lebih yang Ethan pahami saat ini.


Hingga akhirnya ia pun menyenderkan dirinya di kursi kerjanya, lalu memejamkan mata.


Ke esokan harinya..


Ring.... Ring... Ring....


Suara telepon berbunyi nyaring bagaikan alarm jam beker. Namun yang punya telepon itu masih asik dengan alam mimpinya.


Ring... Ring... Ring...


Telepon itu kembali berdering, dan akhirnya yang punya telepon itu bangun.


" Halo.." Ucap Yara.


" Selamat pagi sayang, katakan dimana kamu tinggal sekarang. Aku akan datsng menemuimu." Ucap pria di seberang sana.


Yara membuka matanya, dan melihat siapa yang menghubunginya itu.Yara terkejut saat melihat nama Ethan teroampang disana.


' Bodoh, aku mengangkat panggilan tanpa melihat siapa yang menghubingiku.' Batin Yara bermonolog.


" Yara.. " Panggil Ethan.


" Hmmm.." Sahut Yara.


" Katakan dimana kau tinggal sekarang. Aku ingin mengunjungimu." Ucap ethan.


" Tidak usah.. " Ucap Yara.


" Kenapa.? Atau aku harus bertanya pada Sandy.?" Ucap Ethan.

__ADS_1


" Tidak perlu, kau tidak perlu datang." Ucap Yara.


" Tapi aku merindukanmu." Ucap Ethan.


DEG.. DEG..


' Jantung s* alan.. Kenapa malah berdetak kencang begini.' Batin Yara bermonolog.


" Aku tidak merindukanmu." Ucap Yara.


" Jadi kapan kamu mulai merindukan aku.?" Tanya Ethan.


Yara mematikan panggilan nya, jantung nya benar benar tidak aman saat ini. Tapi telepon itu kembali berdering.. 5 panggilan, 7 panggilan, 11 panggilan, hingga akhirnya di pa ggolan ke 15 Yara mengangkat kembali telepon nya.


" Apa kau *******, Terus terusan menghubungiku.??"


" Jika kamu tidak memberi tahu alamat rumahmu yang baru, terpaksa aku akan meminta Bara untuk melacakmu." Ucap Ethan.


" Haihh... Sudahlah, kita bertemu saja diluar." Ucap Yara akhirnya.


" Baik.. Dimana.?" Tanya Ethan.


" Mmmm.. aku akan menuliskan alamatnya kepadamu " Ucap Yara.


" Oke.. Samlai bertemu nanti." Ucap Ethan.


Yara langsung mematikan sambungan telepon nya. Lalu mengirimi Ethan sebuah alamat.


" Dia seperti hantu di pagi hari." Ucap Yara.


" Siapa.??"


" HUA ASTAGA.!!" Teriak Yara terkejut karena tiba tiba di sebelahnya ada Ryu yang sedang mendekatkan wajah nya kearah Yara.


" Kakak, kakak mau aku mati jantungan.? Astaga.. Aku sangat terkejut." Ucap Yara.


" Ya ampun, Melihat duplikat wajahmu sendiri saja kau kaget begitu.." Ucap Ryu.


" Ya bagaimana tidak, tiba tiba kakak muncul begitu saja." Ucap Yara.


" Maa.. Maaf.. kamu dapat telepon dari siapa.? Pagi pagi berisik sekali telepon mu." Tanya Ryu.


" Bukan siapa siapa hehe.." Ucap Yara dengan cengiran.


" Yara..." Panggi Ryu seakan tahu Yara membohonginya.


" Sungguh tidak ada.." Ucap Yara.


" Kalau begitu, kaka pinajm ponselmu." Ucap Ryu sembari mencoba mengambil posel Yara.


" Tidak boleh." Ucap Yara panik.


" Berikan pada kakak, atau kakak gelitiki perutmu.. Satu... Dua... " Ucap Ryu.


" Tidaaaakkk... " Yara langsung lari dan pergi memeasuki kamar mandi membawa serta ponselnya.


" Huffft... Adik ku sedang jatuh cinta.." Ucap Ryu sembari membaringkan dirinya di ranjang Yara.

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2