Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 129. Memperkenalkan Yara pada dunia.


__ADS_3

Di belahan negara lain..


Ethan tengah berkaca kaca.. Saat ini dirinya menonton acara ulang tahun perusahaan keluarga Maxwell. Jika itu dulu, mungkin Ethan tidak akan tertarik sama sekali menonton acara seperti itu. Tetapi dirinya tengah menunggu seseorang yang sudah setahun lebih itu tidak pernah berhubungan lagi. Bahkan Ethan tidak tahu apakah orang itu masih hidup atau tidak.


Tidak bertemu bahkan tidak saling kontak, karena kesetiaan mereka tengah diuji. Saat ini Ethan benar benar bahagia, hingga ia menangis haru.


" Yaraku... Dia masih hidup. Syukurlah.."


Ethan melihat Yara yang berjalan dengan anggun nya, sorotan kamera benar benar hanya berfokus kearah Yara. Gadis yang dulu terlihat seperti laki laki itu, kini terlihat sangat cantik dengan jati dirinya yang asli. Rambut perak nya berkibar, mata jingga ke emasan nya benar benar mempesona setiap orang yang memandang.


" Kekasihku memang sangat cantik." Gumam Ethan.


Tiba tiba Rayson dan Jilian masuk dengan berdesakan.


" Than.!!! Yara Than.. Yara.." Teriak Jilian heboh.


" Aku tahu.. " Ucap Ethan.


" Astaga, cantik sekali dia.. Bagai dewi yang jatuh dari surga. Akh.. Menyesal aku menjadikan nya adik angkat." Ucap Jilian lagi.


Dan hal itu benar benar langsung mengundang tatapan tajam Ethan. Merasa dirinya di tatap , Jilian pun menyengir kuda.


" Ehehehe. Bercanda Than, jangan serius begitu wajahmu. Tapi aku serius, Yara sangat cantik sekarang. Terlihat 100% auranya, dia terlihat dewasa." Ucap Jilian lagi.


" Rupanya dia sangat kuat, bisa melewati kutukan itu. Ketakutan kita semua sudsh terjawab. Hey sobat, kau sungguh tidak khawatir dia melupakanmu?? Apalagi dia bertransformasi begitu? Aku tidak yakin isi ingatan nya juga tidak berubah." Ucap Rayson.


Sejujurnya itu juga yang menjadi ketakutan Ethan, Ethan takut jika Yara sudah benar benar melewati kutukan itu dan berubah sepenuhnya, Yara akan melupakan nya. Melupakan cintanya kepada Ethan.


" Jika memang demikian, maka aku akan membuatnya mengingatku lagi." Ucap Ethan.


Tiba tiba mereka bertiga tegang saat melihat sesosok pria yang tidak pernah mereka tahu sebelumnya menghampiri Yara dan memeluknya akrab. Jika Sandy, tentu mereka mengenalnya, tetapi pria ini , mereka tidak mengenal nya.


" Than.. " Gumam Jilian.


Terlihat Yara tersenyum begitu akrab dengan sosok itu, bahkan Yara tengah berdansa saat ini dengan nya.


Tatapan Ethan menggelap, ia hendak bangun dan langsung menyusul terbsng ke Negara C. Tetapi Jilian menghadang tangan nya.


" Kau mau apa.?? Jangan berbuat bodoh Than, kita tidak tahu dia siapa, bisa jadi dia saudara Yara kan." Ucap Jilian mencoba ber pikiran positif.


" Benar Than, lagi pula mereka terlihat seumuran." Ucap Rayson.


Dan kata kata Rayson itu makin membuat wajah Ethan makin menggelap. Bagaimana pun dirinya menyadari perbandingan usia antara dirinya dan Yara bisa di bilang sangat jauh. Ethan menjadi semakin berpikiran sempit. Ia merasa tak percaya diri. Bagaimana kalau Yara nya jatuh cinta dengan pria itu yang seumuran? Bagaimana jika Yara nya tidak mau dengan dirinya karena bertambah tua, apalagi sudah setahun lebih mereka tidak bertemu.


" Ehhh... T.. Than, bukan begitu maksudku. Me.. Mereka seumuran bisa jadi mereka teman, atau seperti yang Jilian bilang, mungkin dia saudara Yara. " Ucap Rayson membenarkan kata katanya.


" Wahhh... Rayson.. Kau menghancurkan perasaan Ethan saja. Than, dengar. Walau pun kita ini sudah tua tapi ketampanan kita tidak kalah dengan pria yang seumuran Yara itu. Kita masih mempesona, dan aku yakin Yara tidak akan berpaling darimu." Ucap Jilian.


" Jadi kau mau bikang dia lebih tampan dariku.??" Ucap Ethan.


" Eh, bukan.. Bukan. Bukan begitu maksudku, maksudku.."


" Sudahlah, lebih baik kalian berdua keluar, mood ku jadi rusak gara gara kalian." Ucap Ethan mengusir Rayson dan Jilian.


" Aduh, kau si.. pakai salah bicara " Ucap Rayson menyalahkan Jilian.


" Kau duluan yang mulai, jangan lupakan itu." Ucap Jilian membela diri.

__ADS_1


" KELUAR.!! " Teriak Ethan.


Semakin kesal saja dirinya.. Akhirnya Jilian dan Rayson pun keluar dari ruangan itu sebelum macan kumbang itu mengamuk.


Setelah Rsyson dan Jilian keluar, Ethan kembali memandangi layar laptopnya, tetapi acara siaran langsung itu sudah berakhir, yang artinya pesta disana pun sudah berakhir.


" Siapa pria muda itu, beraninya menyentuh tangan Yara ku. Dan beraninya dia berdansa dengan Yara ku, aku saja belum pernah. ARGGH.!!" Teriak Ethan frustasi.


TOK.. TOK.. TOK..


Suara pintu di ketuk.


" Jika kalian masih ingin membuatku kesal, lebih baik pergi. Atau aku temoatkan kalian di Afrika." Teriak Ethan.


" Ini ibu nak.." Suara seorang wanita.


Mendengar suara itu, Ethan langsung bergegas bangun dan membuka pintu.


" Ibu, kenapa ibu datang kemari, mana perawat.?" Ucap Ethan langsung menyambut sang ibu.


Ya, waktu berlalu banyak hal yang terjadi. Ethan dan Liana sudah berbaikan. Liana mencoba menjelaskan apa yang terjadi kepada Ethan, dan akhirnya Ethan mengerti bahwa dirinya selama ini telah salah menilai ibunya. Mereka pun kini tinggal bersama. Ethan membawa Liana untuk tinghal di kediaman nya.


" Ibu bosan di kamar, jadi ibu mencarimu." Ucap Liana.


Tetapi walau mereka sudah berbaikan, Liana sudah tidak punya banyak waktu lagi hidup di dunia. Dokter memvonisnya hanya bisa hidup antara 1 sampai 2 tahun sejak terakhir kali Ethan mengunjungi kediaman ibunya. Dan saat ini Liana yang lemah tengah berdiri dengan kepala nya yang sudah tidak berambut lagi.


" Astaga ibu, di luar dingin. Ayo.. " Ucap Ethan.


Ethan menggendong sang ibu lalu membawa sang ibu masuk keruang kerjanya. Ethan meletakan sang ibu di sofa, lalu ia menyelimuti kaki sang ibu dengan selimut yang tersedia di sofa.


" Apa ibu mengganggu pekerjaan mu nak.? " Tanya Liana.


" Ibu menyuruhnya membuat teh jahe, ibu ingin minum itu. Juga, dikamar sangat membosankan.." Ucap Liana.


" Baiklah, kalau begitu ibu duduk saja disini denganku." Ucap Ethan lalu merebahkan kepalanya di pundak sang ibu.


Hening.. Mereka saling tenggelam dalam pikiran masing masing. Begitu banyak waktu yang terbuang sia sia hanya karena kebencian yang tidak mendasar.


" Ibu.. " Panggil Ethan.


" Hmm.. " Sahut Liana.


" Apa ibu tidak membenciku.?" Tanya Ethan.


Pertanyaan itu sering ingin dia ucapkan, tetapi selalu takut akan jawaban sang ibu. Tetapi kini, ia memberanikan diri untuk bertanya. Agar dia tahu salahnya, dan meminta maaf juga memperbaiki kesalahanya.


" Kenapa ibu harus membencimu.? Ibu sama sekali tidak membencimu." Ucap Liana lembut.


Ethan mengeratkan pelukan nya pada sang ibu. Ia benar benar merasa sangat bersalah kepada ibunya, bertahun tahun lamanya ia membenci malaikat yang melahirkan nya itu.


" Maaf.. " Ucap Ethan.


" Hei... Apa yang harus di maafkan. Kamu tidak bersalah sayang." Ucap Liana mengusap kepala Ethan.


Ethan meneteskan air matanya. Bukan nya Ethan cengeng, hanya saja laki laki pun bisa merasakan sakit dan menyesal. Dan saat ini Ethan tengah benar benar menyesali kebodohan nya.


" Aku putra yang bodoh." Ucap Ethan.

__ADS_1


" Kamu tidak bodoh, ibu yang bersalah." Ucap Liana.


Terkadang, Ethan malu ketika mengingat mendiang Roger. Roger tetap mencintai ibunya, seberapapun bersalahnya ibunya itu. Bahkan Roger memperjuangkan ibunya hingga detik terakhir hidupnya.


" Ibu boleh minta sesuatu.?" Ucap Liana.


" Katakan, apapun itu aku akan memenuhinya untuk ibu." Ucap Ethan semangat. Itu adalah kali pertamanya Liana meminta sesuatu.


" Ibu ingin melihatmu menikah sebelum ibu pergi." Ucap Liana..


DEG.!!


" Ibu, jangan berkata seperti itu ibu pasti akan melihat ku menikah, dan akan hidup lebih lama sampai melihatku punya anak." Ucap Ethan.


" Itu bagus.." Ucap Liana.


Ethan bangun dari pundak sang ibu yang melemas, rupanya Liana tertidur di tengah obrolan mereka.


TOK.. TOK.. TOK..


Suara pintu di ketuk.


Erhan tidak mau membangunkan sang ibu, jadi ia bsngun perlahan dan membuka pintu. Terlihat perawat yang selalu merawat Liana membawa dua gelas teh jahe.


" Maaf tuan muda, saya mau mengantarkan teh nyonya. " Ucap pelayan itu.


" Ibuku sudah tidur, berikan itu padanya jika sudsh bangun. Sekarang bantu aku untuk menyiapkan kamar ibuku." Ucap Ethan.


Ethan menggendong Liana, lalu berjalan masuk kedalam kamar Liana. Perawat itu membantu menatakan bantal agar tidur Liana nyaman.


" Selamat malam ibu." Ucap Ethan, lalu mencium kening ibunya.


...........


Di belahan Negara lain, Yara tengah berdiri di balkon. Tatapan nya menerawang jauh, entah apa yang dipikirkan nya. Ryuchie yang sedari tadi mencari Yara kini berhenti dan menatap sang adik yang tengah melamun.


" Kamu merindukannya.??" Ucap Ryu membuyarkan lamunan Yara.


" Kakak ... Kenapa kakak disini.?" Ucap Yara terkejut.


" Sejak acara selesai, kamu tidak terlihat. Ayah dan ibu khawatir jadi menyuruh kakak mencarimu. Kamu ingin kembali.??" Ucap Ryuchie.


Yara sendu, ia dilema..


" Kakak sudah bicara kepada ayah dan ibu tentang hubunganmu dengan Ethan." Ucap Ryu.


Yara terkejut dan langsung memandang sang kakak.


" Mereka tidak setuju.. " Ucap Ryu menggantung.


DEG.!!


" Jika dia tidak melamarmu langsung pada ayah dan ibu. Jika kamu mau kembali ke tanah air sekarang, maka kembalilah.. " Ucap Ryu memegangi pundak Yara.


" Tapi ini belum 2 tahun.." Ucap Yara polos.


" Jadi kamu mau menunggu sampai 2 tahun pas.?" Ucap Ryu.

__ADS_1


" TIDAK." Sahut Yara cepat. Ryu terkekeh dengan tingkah adik kembarnya itu. Yara yang malu pun langsung sembunyi di pelukan sang kakak.


...TO BE CONTINUED.. ...


__ADS_2