
Di bandara International, berjalan seorang wanita yang begitu cantik dan menawan. Rambut perak nya berkibar dengan indah, sangat kontras dengan jaket hitam yang ia kenakan. Tubuh tinggi nan ramping, siapa saja yang melihatnya akan terpesona. Tidak hanya pria bahkan wanita pun terpesona melihatnya.
Bibir plumpy dengan mata jingga ke emasan nya yang indah, sungguh menarik perhatian. Banyak pasang mata yang saking terpesona nya hingga menabrak sesuatu di depan nya. Nayara Valerie Maxwell. Berjalan dengan langkah indahnya menyusuri lorong bandara International menuju pintu keluar.
' Aihh.. Tidak aku menjadi pria, tidak aku menjadi wanita mengapa selalu menarik perhatian. Padahal aku sebisa mungkin tidak menggunakan barang yang mencolok.' Batin Yara bermonolog.
Yara sengaja datang sendirian, ia tidak membawa serta sang kakak ataupun siapapun. Dia benar benar datang sendirian ke Indonesia. Jangan bilang tidak ada yang menolak cara Yara ini, semua orang menolak cara Yara kembali ke Indonesia tanpa pengawalan terutama sang ibu.
Bagaimanapun dia sudah dikenal dunia, siapa yang tahu nanti akan ada musuh bisnis atau penjahat yang menyerangnya. Ibunya sangat khawatir dengan hal itu. Tetapi mereka melupakan satu hal, Yara adalah ketua mafia Mavros drakos, siapa yang berani menyakiti atau menyinggung nya.?
Yara menaiki sebuah taksi, dan pergi menuju ke suatu tempat.
' Satu tahun lebih aku tidak melihat kota ini, banyak yang berubah.. Apakah dia masih menungguku.' Batin nya bermonolog.
Tak terasa lamunan nya itu mengantarkan nya ke depan gerbang sebuah kediaman yang tak asing lagi di ingatan nya. Bahkan warna cat nya pun tidak berubah.
" Nona, anda mencari siapa.??" Tanya seorang yang juga Yara kenali, tetapi sepertinya orang itu tidak mengenali Yara.
" Lama tidak bertemu, Noah.. " Ucap Yara.
Noah tentu terkejut, gadis cantik berambut perak itu adalah Yara.
" Ya.. Yara.. ??" Ucap Noah.
" Tolong berikan ini pada ketuamu." Ucap Yara, ia sengaja tak menyebut nama Ethan langsung.
" Ya.. Yara, tunggu.. Kaubtidak masuk kedalam?" Ucap Noah.
Yara hanya tersenyum, lalu kembali menaiki taksinya dan pergi. Noah yang tersadar dari linglungnya pun palgsung masuk kedalam mencsri keberadaan Ethan.
" Ketua..!" Teriak Noah.
" Ketua.. dimana ketua.??" Tanya Noah pada rekan rekan nya.
" Kenapa kau teriak teriak.?" Tanya Rayson.
" Ya..Yara.. Kembali. Dia menitipkan ini padaku untuk diberikan pada ketua." Ucap Noah gelagapan.
Rayson terkejut, ia langsung mengambil sebuah map yang di bawa Noah dan langsung masuk mencari keberadaan Ethan.
" THAN.!!" Teriak Rayson.
" Astaga Ray, kenapa kau teriak teriak begitu?" Ucap Bara.
" Yara.. Dia kembali." Ucap Rayson.
__ADS_1
DEG.!!
Ethan langsung berdiri dari duduknya.
" Dia menitipkan ini." Ucap Rayson
Ethan langsung mengambil map itu dan membukanya. Ethan tersenyum saat melihat isinya, ia pun langsung berlari meninggalkan teman teman nya.
" Hey.." Teriak Rayson.
" Titip ibuku." Teriak Ethan dari jauh.
" Dasar, dia terlalu bahagia. Eh, ngomong ngomong apa isi suratnya tadi.??" Tanya Jilian.
" Entah.. Sudahlah, tunggu kabar baiknya saja." Ucap Rayson.
" Dimana Ethan nak." Ucap Liana yang baru saja keluar dari kamar nya.
" Bibi, putramu sedang menjemput calon menantu untukmu." Ucap Jilian.
" Ah.. Benarkah.??" Ucap Liana bahagia.
" Mm.. Benar." Ucap Jilian.
Sementara itu, Ethan sendiri kini tengah mengendarai mobilnya sambil tersenyum bahagia. Ia tak bisa lagi menyembunyikan rona bahagia di wajahnya. Ia tersenyum, tetapi juga matanya berkaca kaca. ia terlalu bahagia hingga tak bisa berkata kata.
" Akhirnya.. " Gumam nya.
Ethan berlari memasuki sebuah wahana bermain yang besar, wahana itu tak asing lagi baginya. Tiap kali ia merindukan Yara nya, ia selalu kesana dan menghabiskan waktunya disana berlama lama sembari mengenang kenangan manis dengan Yara dulu.
Ia berlari sangat kencang hingga ia beberapa kali menabrak orang yang lewat dihadapan nya. Dan akhirnya ia sampai di depan sebuah bianglala yang tengah berputar. Ethan mencari kesana kemari sosok yang di rindukan nya itu, namun tak menemukan nya. Hingga nafasnya tersenggal senggal saking kencang nya ia berlari, ethan menyendu.
' Apakah aku terlambat? Apa dia sudah pergi.?' Batin Ethan bermonolog.
Saat Ethan berjongkok karena kelelahan, tiba tiba sepasang kaki berdiri di hadapannya. Ethan tersenyum, ia pikir itu pasti Yara nya.
" Ya..ra.." Ucap nya melemah.
Rupanya yang berdiri di hadapan nya itu bukan Yara, tetapi seorang remaja yang menjual aksesoris.
" Tuan, beli lah jepit bunga ini, ini adalah bunga keberuntungan. Tersisa satu, sepertinya tuan adalah orang yang berjodoh dengan bunga ini. Berikan ini kepada orang yang tuan cintai, maka kalian akan selamanya bersama." Ucap gadis itu.
Remaja itu menunjukan sebuah jepit bunga berwarna perak dengan titik jingga di tengah nya. Hal itu mengingatkan Ethan pada rambut dan mata Yara. Ethan oun menerimanya, lalu membayarnya. Konyol memang seorang Ethan Dominique percaya dengan hal hal seperti itu.
" Ekhem.. Rupanya tuan Ethan penyuka jepit jepitan.??"
__ADS_1
DEG.!!
Suara itu, suara itu adalah suara yang sangat di rinduinya. Ethan langsung berbalik dan ia tersenyum saat melihat sosok itu. Sosok itu adalah gadisnya, kekasihnya, cintanya, Yaranya.
Tetapi senyum Ethan perlahan pudar, saat ia tak melihat respon dari Yaranya itu.
" Ya.. Yara ... " ucap Ethan.
" Hmm..?? Apakah ada yang bisa saya bantu tuan Ethan.?"
DEG.!!
Ethan memucat, itu yang ia takutkan, Yaranya tak mengenalinya lagi.
" Sayang.. " Ucap Ethan lagi.
" Anda memanggilku apa barusan.? Apakah kita sedekat itu.??" Ucap Yara.
Ethan terdiam.. Hatinya sesak, ternyata benar.. Yaranya tak mengenalinya lagi.
" Kita tidak hanya dekat, tapi sangat dekat.. Sangat sangat dekat." Ucap Ethan menyendu.
" Oh.. Lalu, apakah anda membeli ini untuk pacar anda..?? " Ucap Yara.
Yara memperlihatkan sebuah kotak beludru yang sebelumnya Ethan bawa. Ethan terkejut, bagaimana bisa kotak itu ada di tangan Yara.
" Anda ingin melamar kekasih anda disini.??" Ucap Yara.
" Ya.. " Sahut Ethan dengan tatapan lurus kearah Yara.
" Manisnya.. Sayangnya ini sudah jatuh, dan aku yang menenukan nya, jadi ini milikku." Ucap Yara.
" Kamu boleh mengambilnya.." Ucap Ethan.
" Begitu saja.??" Ucap Yara.
" Eh.???" Sahut Ethan bingung.
" Jadi jika suatu hari aku juga jatuh di jalan dan orang lain menemukan aku lalu memintaku darimu kau akan memberikan nya begitu saja.?? " Ucap Yara kesal.
Ethan tersenyum, lalu langsung memeluk Yaranya itu.
" Tidak akan pernah.. Aku tidak akan pernah memberikan mu kepada siapapun. Aku bahkan tidak akan pernah membiarkan mu jatuh. Kamu Yaraku, milikku." Ucap Ethan.
Yara tersenyjm lalu membalas pelukan Ethan yang begitu erat nya itu.
__ADS_1
" Aku tahu.. " Ucap Yara.
TO BE CONTINUED...