
Yara dan Ethan kini berada di kediaman Ethan. Setelah percekcokan manis, mereka akhirnya kembali. Ethan sengaja membiarkan Yara mengendari motornya, dan ia mengiringi Yara di belakangnya. Bagi Ethan, dirinya tidak perlu mengengkang kesukaan Yara. Justru ia bangga karena kekasihnya itu serba bisa dalam berbagai hal.
" Ekhem, jadi kalian sudah sudah jadian.?" Tanya Rayson.
" Sudah."
" Belum."
Sahut Yara secara bersamaan. Hal itu membuat Rayson, Bara dan Jilian tersenyum senyum geli sendiri.
" Kita sudah resmi jadian sayang." Ucap Ethan.
" Jadian kepalamu, kau memaksaku." Ucap Yara.
" Aku tidak peduli, intinya sekarang kau kekasihku, dan peraturan masih tetap berlaku loh." Ucap Ethan.
" Peraturan apa.?" Tanya Yara bingung.
" Satu kali menolak, satu kali cium." Ucap Ethan enteng.
" UHUK.!! UHUK.!! " Jilian tersedak bir yang saat ini ia minum.
" Kau ini, minum bir saja tersedak. Apa kemampuan minum mu berkurang.?" Ucap Bara.
" Woi Than, kau bicara yang benar sedikit bisa? Asal bilang cium cium saja. Kau tidak kasihan dengan kami yang jomblo ini.?" Ucap Jilian.
Sementara yang di bicarakan hanya cengar cengir saja.
" Bicara dengan orang yang sedang jatuh cinta itu percuma." Sindir Rayson.
" Hei, karena kalian resmi jadian mana pajak nya.?" Ucap Bara.
" Pajak apa.?" Ucap Ethan dan Yara bersamaan.
" Pajak jadian lah.. Orang jaman dulu kalau baru saja jadian akan memberikan pajak kepada teman teman nya. Mana pajak kami.?" Ucap Bara.
" Kata kata dari mana itu.?? Mana ada orang resmi pacaran harus bayar pajak." Ucap Ethan tidak percaya.
" Dih.. Kau tidak percaya.? Aku pernah membaca sebuah artikel lama kisaran tahun 2022 an, ada sebuah tren yang sempat menyebar luas bahwa pasangan yang resmi jadian akan mentraktir teman teman nya, mereka menamakan itu pajak jadian atau PJ." Ucap Bara.
" Nyeh.. Kau itu terlalu kuno." Ucap Rayson.
" Aku tidak meminta pendapatmu tentang teori yang aku temukan ini loh." Ucap Bara.
" Sudah.. Kok malah kalian yang ribut. Hey Yara, kamu benar benar sudah menerima Ethan sebagai kekasihmu.?" Tanya Jilian.
" Tidak.." Ucap Yara.
" Sayang.. Satu kali menolak satu kali cium loh, kamu sudah menolak 2 kali nanti aku cium 2 kali." Ucap Ethan.
" Mana ada orang memaksa sepertimu ini." Ucap Yara.
" Sudahlah, jangsn ditanya tanya. Aku dan Yara.. Kami sudah resmi berpacaran. Dan untuk seterusnya, Yara adalah kekasihku." Ucap Ethan.
__ADS_1
" Tap.. "
" Tiga kali menolak, tiga kali cium.." Ucap Ethan.
" Aku tidak bilang menolak." Ucap Yara cepat.
" Berarti kamu sudah menerimaku." Ucap Ethan dengan senyuman.
' Sialan, aku terjebak. Haihh...' Batin Yara bermonolog.
...........
Di tempat lain..
Malam hari di sebuah ruangan gelap, terdengar bunyi bunyi rantai saling beradu. Tak nampak sedikitpun bayangan disana, hingga berbunyi rantai yang terjatuh.
KLANG.!!
Suara itu menggema di ruangan.
Dan tak lama seorang pengawal masuk kedalam ruangan itu untuk memeriksa lalu..
" UGH.!!"
BRUK.!!
Pria yang masuk tadi terjatuh tak sadarkan diri.
Tak lama sebuah sosok menyelinap keluar dari ruangan gelap itu menggunakan pakaian pria yang terjatuh tadi.
TOT.!!! TOT.!!! TOT.!!! TOT.!!!
Bunyi alarm gawat darurat.
" Kristin melarikan diri.!!!" Teriak pria itu.
Ya, Kristin.. Ia seharian berusaha melonggarkan jeratan rantai di tangan nya, hingga tangan nya berdarah darah. Ia seakan tidak merasakan sakit sedikitpun, kulit tangan nya terkupas dan telihat ceceran darah di rantai yang melilit kedua tangan nya. Kristin melepaskan kedua tangan nya itu dengan paksa dengan cara menarik tangan nya sekuat tenaga nya.
Semua orang langsung sibuk, mencari. Ryu dan Yara yang tengah beristirahat pun terbangun dan terkejut saat mendengar Alarm berbunyi.
Yara mengambil senjata nya yang ia letakan di bawah bantal untuk berjaga jaga, lalu berjalan keluar dari kamarnya.
" Nona, sebaiknya nona tetap di kamar, Kristin melarikan diri, dan pasti saat ini dia tengah berkeliaran dengan sembunyi." Ucap Ralf yang berjaga di depan kamar Yara.
" Bagaimana ia bisa lari, apakah kalian sudah mengecek cctv?" Ucap Yara.
" Kami lalai nona, maaf. Cctv sedang di pantau saat ini, Kristin membunuh salah satu penjaga dan kabur menggunakan pakaian penjaga itu." Ucap Ralf.
Tak lama , Ryu pun datang menghampiri Yara.
" Adik, kamu baik baik saja kan.?" Tanya Ryu.
" Aku baik kak, bagaimana Kristin.?" Tanya Yara.
__ADS_1
" Dia melarikan diri menggunakan mobil siaga. Tim GHOST sedang memburunya." Ucap Ryu.
" Kakak merasa dia benar benar sudah gila, dia tidak memperdulikan keadaan nya sendiri. Dia menarik paksa kedua tangan nya, hingga berdarah darah." Ucap Ryu.
" Semoga tim kita bisa menemukan Kristin dan menangkap nya kembali." Ucap Yara.
Hingga hari berganti siang, Yara, Ryu dan yang lain nya masih terjaga untuk menunggu kabar tentang Kristin. Namun tak kunjung mereka mendapatkan kabar.
" Adik, kamu istirahat saja." Ucap Ryu.
" Tidak kak, aku memiliki firasat buruk tentang ini." Ucap Yara.
" Apapun itu, kakak akan menanganinya. Oiya, hubungi Ethan dan timnya, takut nya Kristin menyerang ke kediaman Ethan." Ucap Ryu.
Yara membelalakan matanya, bagaimana bisa dia lupa akan hal itu. Ia pun langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya, ia mencari ponselnya dan menghubungi Ethan. Hari masih terbilang pagi, karena jam masih menunjukan pukul 06.00 pagi hari jadi panggilan itu sedikit lama terhubung.
Namun Yara terlihat sangat cemas dan khawatir, sampai akhirnya panggilan itu tersambung.
" Halo, Ethan kau tidak apa apa kan.? Apakah semalam terjadi sesuatu di kediamanmu.?" Ucap Yara panik.
" Sayang, kamu kenapa.? Suaramu terdengar panik.? " Tanya Ethan dengan suara berat dan serak khas bangun tidurnya.
Yara yang mendengar suara berat itu seketika tersihir sejenak. Betapa menenangkan nya suara itu, berat dan terdengar merdu memanggilnya sayang. Tunggu, sayang?? Yara seketika tersadar kembali.
" Siapa sayangmu, aku bertanya serius Ethan apakah di kediaman mu terjadi sesuatu?" Tanya Yara.
" Tidak ada, bisakah kamu bicara pelan pelan? Kenapa kamu terdengar panik.? Apa sesuatu terjadi.?" Tanya Ethan.
" Kristin melarikan diri semalam, aku tidak tahu kemana dia pergi, tim yang memburunya juga belum memberi kabar." Ucap Yara kelepasan membahas tim nya.
" Sayang, tenangkan dirimu oke.. Bisa kamu beri tahu aku kamu tinggal dimana sekarang? Aku akan kesana." Ucap Ethan.
" Tidak untuk sekarang, Jika tidak terjadi sesuatu denganmu maka syukurlah. Aku akhiri panggilan ini." Ucap Yara lalu segera mematikan panggilan telepon nya sepihak.
' Bagaimana ini, aku tidak bisa begoni selamanya kan..' Batin Yara bermonolog.
Sementara di kediaman Ethan, Ethan tersenyum sendiri.. Yara nya diam diam peduli dengan nya.
" Gadis itu memang lain di mulut lain di hati. Tapi sekarang masalah baru muncul lagi.. Kristin.. " Ucap Ethan.
Ethan langsung mengirimi teman teman nya pesan, bahwa Kristin telah melarikan diri.
" Yara menyebut tim nya sedang mencari keberadaan Kristin, sebenarnya dimana dia tinggal. Dia tidak memberi tahuku, juga tidak mengijinkan aku mengantar nya pulang. Misterius sekali kekasihku itu.. Sabar Ethan, Yara bukan gadis biasa yang bisa mudah di luluhkan." Ucap Ethan.
Sementara yang di cari cari oleh semua orang, saat ini ia sedang duduk di pinggiran jalan, ia sedang memakan makanan orang lain dengan paksa. Berhari hari ia sengaja tidak makan, tujuan nyabadalah membuat dirinya kurus agar bisa melepaskan diri.
" Berikan makananmu, kau tidak tahu aku siapa hah?!" Ucapnya memalak seorang anak kecil yang juga seorang tunawisma.
" Tapi bibi, Aku juga belum makan." Ucap Anak itu.
" Itu urusanmu, berikan.!!" Ucap nya lalu Kristin merebut paksa nasi bungkus milik anak jalanan itu.
Kristin telah banyak merampas dengan paksa makanan milik orang lain. Dan milik anak kecil ini adalah yang ke 3 . Kristin terlalu kelaparan, hingga tak pandang pandang memakan makanan itu.
__ADS_1
' YARA... KARENAMU AKU BEGINI, AKU AKAN MEMBUNUHMU, AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAU HIDUP BAHAGIA DAN MENIKMATI APA YANG SEHARUSNYA MENJADI MILIKKU, DENDAM INI.. AKAN SEGERA AKU BALASKAN. MATA DI BAYAR MATA, DARAH DI BAYAR DARAH. NAYARA VALERIE.. KAU AKAN MATI.' Batin Kristin bermonolog, mengutuk Yara dengan pandangan matanya yang hanya satu, tatapan itu kosong namun dingin dan penuh kebencian.
TO BE CONTINUED...