
Kristin terus berteriak mengatakan hal hal yang tidak wajar, ia terus menyumpah serapahi Yara hingga akhirnya Ia kembali hilang kesadaran.
" Nona, ini sudah karut malam. Lebih baik nona Istirahat." Ucap pelayan yang berjaga malam.
" Hmm.. Tolong kau siapkan dia, kita akan pindahkan dia kesebuah tempat yang terbengkalai besok. Cari sebuah tempat uang sepi, semakin sepi semakin bagus." Ucap Yara.
" Baik nona." Ucap pelayan itu.
Yara pun pergi dari ruangan itu. Kini informasinya sudah Jelas, baginya sudah tidak ada yang ia perlukan lagi dari Kristin. Dan untuk hal terakhir, sesuai janjinya, maka ia akan mempertemukan Kristin dengan Roger.
..........
Ke esokan harinya..
Yara dan semua timnya sudah siap, mereka akan melakukan perjalanan di jam 4 pagi.
Bukan tanpa alasan Yara melakukan itu, karena jika menunggu siang, bisa dipastikan Ethan akan dstang menemuinya. Lebih baik ia bergerak cepat.
" Ayo.. Bawa dia keluar." Ucap Yara.
Kristin di seret oleh dua orang pria berbadan besar, Ia terlalu lemas hingga tak memiliki tenaga sedikitpun untuk memberontak, Karena Yara telah menyuntikkan pelumpuh saraf pada Kristin dan kini obat itu tengah mulai bekerja.
" Nyonya, hari ini aku akan menepati janjiku, aku akan mempertemukanmu dengan putera mu. Untuk terakhir kali sebelum aku mengeksekusimu." Ucap Yara.
Mereka semua pun masuk kedalam mobil masing masing, Kristin dimasukkan kedalam mobil Van besar berwarna putih bersamaan dengan Yara. Setelah itu mobil mobil mereka pun melaju pergi dari kediaman Yara.
Sepanjang jalan, mereka tidak merasakan keanehan. Hingga saat memasuki daerah yang sepi, tiba tiba beberapa mobil Jeep mengejar rombongan mobil Yara dan menghadang dari deoan dan belakang.
" Nona kita dikepung. Nona tetap didalam mobil, mobil ini anti peluru." Ucap Ralf yang mengemudikan mobil.
" Baik." Ucap Yara.
Semua anggota Ghost yang mengawal mobil itu pun kini saling berperang. Mereka masing masing menggunakan senjata tajam. Yara melihat dari dalam mobil situasinya tidak menguntungkan bagi timnya, musuh terlalu banyak. Hingga tiba tiba pintu mobil di buka dari luar dan terlihat seorang pria memakai topeng yang bertemu tatap dengan Yara.
' Dia.. ' Batin Yara bermonolog.
Tanpa ragu, pria itu menodongkan pistolnya kearah Yara. Mau tidak mau Yara mengangkat kedua tangan nya. Pria itu menarik tangan Yara hingga masuk kedalam pelukannya lalu membalik tubuh Yara menghadap kedepan. Kini pistol itu berada tepat di pelipis Yara.
" Jika kalian ingin dia hidup, maka jangan halangi kami." Ucap pria itu.
Semua anak buah Yara terkejut melihat Yara disandera.
" NONA.!! " Ucap Ralf.
" Biarkan kami pergi, maka kami akan melepaskan dia, atau dia akan mati." Ucap pria bertopeng itu lagi.
Semua anak buah Yara menatap Yara, dan Yara pun mengangguk.
" Buang senjata kalian.!" Ucap pria bertopeng.
Semua orang pun perlahan membuang senjata mereka masing masing.
__ADS_1
" Jangan sampai aku memeriksa kalian dan menemukan senjata. Jika itu terjadi dia akan aku tembak saat ini juga." Ucap Pria bertopeng itu lagi.
Yara mengangguk kan kepalanya, ia memberi kode agar semua senjata yang ada dibalik pakaian mereka juga dilepas. Dan anak buah Yara pun melakukan nya. Kini mereka semua tidak bersenjata.
" Ikat mereka semua." Ucap Pria bertopeng itu.
Kemudian anak buah dari pria bertopeng itu pun mengikat semua anak buah Yara. Anak buah si pria bertopeng sedikit kebingungan, mengapa ketuanya hanya memerintahkan untuk di ikat, biasanya jika bertemu musuh maka akan langsung mereka habisi ditempat.
Setelah semua nya telah di ikat, pria bertopeng itu melepaskan Yara lalu berjalan menuju mobil Van. Sementara Yara kini tengah berdiri dengan ditodong pistol oleh beberapa anak buah pria bertopeng. Sementara pria bertopeng itu kini menggendong Kristin yang hanya bisa melihat tanpa bisa bergerak atau berbicara.
Kini Kristin di pindahkan kedalam mobil milik pria bertopeng itu. Setelah semuanya sudah lengkap, mobil mobil Jeep itu pun pergi meninggalkan Yara dan anak buahnya yang terikat. Yara hanya menatap lurus mobil mobil itu hingga hilang di balik kabut pagi. Pikirannya masih mengingat kata Maaf dari pria bertopeng itu sebelum melepaskannya tadi.
' Aku sudah menebak dia tidak akan bisa tahan untuk tidak menyelamatkan ibunya. Roger Dominique.. Kau mengecewakan.' Ucap Yara dalam hati.
Ya, pria bertopeng itu adalah Roger. Selama beberapa hari ini ia berusaha mencari ibunya, namun tidak pernah membuahkan hasil. Hingga Roger memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti Ethan, Rayson, Sean, Bara dan Yara. Dan hasilnya mereka hanya sering mengunjungi rumah Yara.
Dari sana Roger Yakin, bahwa ibunya ada di kediaman Yara. Namun beberapa kali ia mencoba membobol sistem keamanan kediaman Yara , ia selalu gagal. Dan akhirnya ia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk memantau kediaman itu dari jauh kalau kalau ada pergerakan dari Yara.
Hingga tibalah pagi ini Roger mendapatkan kabar dari anak buahnya, bahwa mereka melihat adanya pergerakan Yara, dan Kristin yang mereka cari cari.
" Nona, nona tidak apa apa.?" Tanya anak buahnya.
" Aku tidak apa apa." Ucap Yara.
Dengan teliti, Yara membuka ikatan ikatan tali ditangan anak buahnya. Dan kini semuanya sudah terlepas.
" Siapa pria itu nona.?" Tanya Ralf.
" Putra dari wanita itu. " Ucap Yara.
" Sudahlah, lebih baik kita semua kembali sekarang." Ucap Yara.
Dan akhirnya mereka semua pun kembali. Rencana Yara untuk mengeksekusi Kristin gagal.
..........
Sementara itu, Roger memerintahkan dokter untuk memeriksa kondisi ibunya, ia tidak tahu apa yang terjadi pada ibunya yang terlibat seperti mayat hidup.
" Apa yang terjadi.??" Ucap Roger pada sang dokter.
" Tuan muda, nyonya di suntikan obat pelumpuh saraf." Ucap sang dokter.
Roger terkejut, ia tidak menyangka Yara setega itu menyuntikkan obat pelumpuh saraf pada ibunya. Roger tidak tahu saja betapa kejam nya Kristin.
" Lakukan apapun untuk membuat ibuku sembuh kembali." Ucap Roger.
" Baik tuan muda." Ucap sang dokter.
Pandangan mata Roger menggelap, ia tersulut amarah karena mengetahui kondisi ibunya yang terlihat sangat menderita, setelah sebelumnya ia melihat Kristin di ikat rantai oleh Yara dari panggilan Video beberapa hari yang lalu.
" Valerie.. kamu sangat kejam." Ucap Roger.
__ADS_1
..........
Siang harinya, Ethan benar benar datang sesuai tebakan Yara. Namun kali ini Ethan datang bukan untuk mengejar cinta Yara tapi memberitahukan kabar bahwa Roger telah melarikan diri.
" Yara, aku minta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaanmu." Ucap Ethan menyesal.
" Sudahlah.. Aku tahu mengapa kamu tidak mengurungnya seperti tahanan, bagaimanapun dia kakakmu. Sekarang Kristin sudah tidak dalam pengawasan kita lagi, berharaplah setelah pengaruh obat itu hilang Kristin tidak akan membuat kekacauan. Karena anggota Mahkota berduri dan Mavros drakos ada disini saat ini." Ucap Yara.
Ethan benar benar menyesali keputusannya memberikan kesempatan bagi Roger. Jika ia tahu akhirnya begini, maka ia akan mengikuti saran Yara untuk mengurungnya.
" Apakah kau tahu tempat tempat milik Roger.?" Tanya Yara.
" Aku tidak tahu, dia memimpin mafianya sendiri. Walau tidak sebanyak Blood tapi juga tidak bisa diremehkan. Bisa dikatakan kekuatan nya dengan Blood hampir seimbang." Ucap Ethan.
" Semoga saja Kristin tidak memanfaatkan kebaikan hati Roger. Bagaimanpun Roger sangat haus kasih sayang ibunya." Ucap Yara.
Tidak bisa dipungkiri memang, seorang anak yang sekian lama ditinggalkan oleh ibunya lalu bertemu kembali, pasti ingin menebus hari hari itu dengan ibunya. Jika itu adalah orang biasa, mungkin tidak apa apa. Namun kondisi nya tidak sesederhana yang terlihat.
Kristin, dia wanita kejam yang mampu memanfaatkan siapa saja agar tujuannya tercapai. Terbukti dari ia membunuh siapapun yang menghalangi jalan nya, tidak mungkin jika Kristin tidak akan memanfaatkan kasih sayang tulus dari putranya.
Ethan menghubungi teman teman nya, agak melacak keberadaan Roger kesegala tempat. Ia sangat berharap Roger dapat ditemukan, dan mereka bisa mengambil Kristin kembali.
" Aku sudah menghubungi yang lain, mereka sedang melacak Roger." Ucap Ethan.
Yara menatap Ethan dalam dalam, kemudian ia berkata.
" Tidak akan mudah menemukan mereka, kau tahu rumah bagi anak laki laki.?? Itu ibunya.. Jika saat ini ia sudah bertemu dengan ibunya, maka akan sulit menemukannya lagi." Ucap Yara.
" Maksudmu.??" Ucap Ethan bingung.
" Cinta pertama seorang anak laki laki.. Adalah ibunya. Bagi anak laki laki ibunya adalah rumah untuk kembali. Apalagi situasi yang dialami Roger ini sedikit berbeda.. Dia mungkin terlihat keras dan kejam di luar, namun hatinya akan melembut, jika itu mengenai ibunya, dan aku sangat yakin itu " Ucap Yara.
Dan entah mengapa Ethan menjadi sendu. Yara melihat kesedihan dimata Ethan, Yara tahu, saat ini mungkin Ethan sedang memikirkan ibunya.
" Dan kau tahu, patah hati paling besar dan paling dalam yang di rasakan oleh anak laki laki, itu adalah saat melihat ibunya terluka, bahkan meninggal. Saat itu terjadi, maka hancurlah hatinya. Dan saat ini, aku pastikan dia sudah mendendam denganku." Ucap Yara yakin.
" Ethan, Kristin memberitahuku tentang ibumu yang diracuni perlahan. Aku hanya bisa menyampaikan ini, sebenci apapun kamu dengan ibumu, dia pasti punya lebih dari sebuah alasan. Jangan sampai setelah ibumu pergi, kamu baru menyadarinya. Dan ketika semua itu terjadi, maka yang tersisa hanya sebuah penyesalan." Ucap Yara lagi.
" Akan aku pikirkan." Ucap Ethan.
" Jika kamu butuh bantuan, maka aku akan siap membantu. Tentang Kristin Evron.. Kita susun ulang rencana. Bagaimanapun dia tidak bisa di biarkan begitu saja. Dua kelompok mafia, akan sangat gawat jika ia menggabung keduanya untuk menyerang kita." Ucap Yara.
' Meskipun kakak ku bisa mengatasinya, tapi aku tidak mau sembarangan menggunakan anggota GHOST.' Batin Yara bermonolog.
" Baiklah, kalau begitu aku akan pulang. Jika ada sesuatu terjadi kamu harus segera menghubungiku oke." Ucap Ethan.
" Hmmm.. Hati hati dijalan." Ucap Yara.
Akhirnya Ethan pun pergi dari kediaman Yara.
" Yara, Tuan muda Ryu sudah tahu kabar tentang Kristin yang dibawa pergi Roger. Dia mengerahkan beberapa ahli terlatih untuk membantu kita menemukan keberadaan Kristin." Ucap Kackson.
__ADS_1
" Memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari kakak." Ucap Yara sembari menghela nafasnya.
...TO BE CONTINUED.....