
Jackson dan Caleb menceritakan semua kisah awal pertemuan mereka dengan Yara, dan perkenalan Yara yang menyamar menjadi seorang laki laki bernama Yhingga berujung dengan kasus Ethan yang selalu gagal di bunuh dan membuat Yara dalam masalah besar. Jack juga menceritakan tentang Mahkota berduri yang juga memburu Yara, sekaligus mengakibatkan kematian Bima.
Ryuchie yang mendengar cerita dari Jackson dan Caleb sangat tidak menyangka bahwa adik kembarnya yang seorang perempuan bisa se hebat itu juga. Meskipun begitu, Ryu juga tetap kesal karena adiknya selalu di manfaatkan.
" Sudahlah, Untuk sekarang kalian adalah orangku. Bantu aku mencari keberadaan adikku." Ucap Ryu akhirnya.
" Itu pasti tuan, aku dan Jack selalu menganggap Yara adalah adik kami. Selama sebulan ini juga kami tak hentinya mencari keberadaan Yara."
" Terimakasih. Dan untuk pria bernama Ethan si breng*ek itu, aku akan membuat perhitungan yang pantas untuknya. Lalu Mahkota berduri itu.. Berani sekali orang itu menyentuh anggota keluarga Maxwell." Aura Ryu sangat menyeramkan menurut Jack dan Caleb. Padahal wajah Ryu biasa saja, bahkan terkesan manis. Mungkin karena mereka terbiasa melihat Yara.
" Aku akan pergi dan menyelidiki semuanya. Ini kontak ku, jika ada sesuatu kalian bisa menghubungiku." Ucap Ryu yang akhirnya pergi dari apartmen itu.
Ryu kembali membelah jalanan di kota jakarta pada sore itu menuju penthousenya. Ia menggunakan mobil Ferrari dan sengaja ia buka atap nya. Saat Ryu sedang mengantri menunggu lampu merah, tiba tiba sebuah mobil Lamborghini berwarna putih juga berhenti tepat di sebelahnya. Ryu dengan santai hanya fokus melihat kedepan tapi lain hal nya dengan pengemudi Lamborghini itu.
" Itu... Aku tidak salah lihat kan. Sosok itu, seperti Y.. " Ucap pengemudi mobiil Lamborghini yang ternyata adalah Bara.
Ryu kebetulan menoleh kekiri dan Bara pun semakin terkejut. Yang di lihatnya itu benar benar Y yang mereka cari.
" Dia masih hidup, aku harus beri tahu Ethan." Dengan panik Bara mencari ponselnya dan mencoba menghubungi Ethan. Namun tiba tiba mobil Ferarri itu melesat membelah jalan. Bara yang panik akhirnya ikut melesat mencoba mengikuti Ferarri itu sembari menghubungi Ethan.
" Than, aku menemukan Y.. " Ucap Bara setelah panggilan itu tersambung.
" Aku sedang mengikuti mobilnya, Akan aku kabari lagi nanti." Akhirnya Bara memutuskan panggilan itu dan fokus mengikuti mobil Ferrari yang di kemudikan Ryu.
Merasa mobilnya di ikuti, Ryu langsung menambah kecepatan mobilnya dan melesat jauh meninggalkan mobil Lamborghini milik Bara.
" Belum apa apa sudah banyak yang mengikutiku." Ucap Ryu sembari tersenyum smirk. Tak lama ia pun sampai di penthouse nya.
Disisi lain, Ethan yang mendapat kabar dari Bara langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Yara di daerah tepat menghilangnya Yara .
" Aku mencarimu dari seluruh pelosok Negeri hingga belahan dunia lain dengan rasa bersalah yang tidak bisa kumengerti, dan kau.. bisa bisa nya hidup di sekitarku tapi tidak kembali. Nayara Valerie kau sungguh berani." Ucap Ethan marah sembari melihat foto Yara saat Yara tidak sengaja terpotret di kediaman kakek nya.
Tak lama terdengar mobil Bara, dan Bara sendiri yang berlari langdung menghampiri Ethan.
" Than, kau sudah menyuruh anak buahmu mecarinya kan?" Ucap Bara sembari terengah engah.
" Kau lacak semua cctv di tempat yang kalian lewati sebelumnya." Ucap Ethan
Tanpa sahutan, Bara langdung masuk kedalam ruangan khususnya dan meretas rekaman semua cctv tempatnya melihat Yara.
' Mengapa tidak ada.. Bagian saat di lampu merah, hingga jalan jalan lain nya tidak ada satupun rekaman cctv yang menangkap nya.' Ucap Bara keheranan.
" Ada apa.?" Tanya Ethan
" Rekaman cctv sudah lebih dulu di retas orang. Tidak ada satupun cctv yang menangkap nya." Ucap Bara dengan jari jari nya yang sedang fokus membenarkan cctv.
" Bagaimana bisa? apakah ada orang lain di belakangnya." Ethan terlihat begitu emosi.
" Sudahlah, aku tidak percaya kita tidak bisa menemukannya selama ia masih di negara ini." Ucap Ethan lalu ia pun pergi dari ruangan Bara.
Di tempat lain..
Ryu sendiri sedang duduk di atas sofanya, dengan laptop di pangkuan nya dan jari jari yang seperti sedang berperang.
" Kalian tidak akan bisa menandingi kejeniusanku, Coba saja kalau kalian bisa." Ucapnya.
Ternyata yang menghapus rekaman cctv itu adalah Ryu sendiri. Sebelumnya Ryu mencari tahu siapa yang mengikutinya, lalu ia menghapus rekaman dirinya di sepanjang jalan yang ia lewati hari ini.
" Bara Clarke, Dia adalah Hacker jenius milik Blood. Jadi dia juga salah satu orang nya si breng*ek Ethan. Mari kita main kucing kucingan." Ucap nya dengan senyum Smirk.
Ryu langsung mencari semua data diri dari anggota Blood, tidak sulit membobol sebuah sistem keamanan yang di terapkan oleh Blood, mengingat dirinya adalah ketua Mafia Ghost, dan Hacker paling jenius di negaranya.
Dengan waktu singkat, ia sudah menemukan nama nama di belakang Blood, lalu ia juga mencari tahu anggota keluarga Todd yang telah membesarkan Yara sekaligus memanfaatkan Yara. Mengingat itu, Ryu kembali berwajah muram.
" Ck! hanya keluarga kecil yang sudah terpecah berai. Gila harta membuat mereka saling menggigit seperti seekor anjing." Ucap nya sembari melihat satu persatu anggota keluarga itu.
__ADS_1
Ring.. ring.. ring...
Tiba tiba ponselnya berbunyi, Ryu sempat terkejut saat tahu siapa yang menelepon. Tapi lalu ia kembali berwajah biasa.
" Jangan katakan padaku paman kecil sudah mengetahui dimana aku sekarang?" Ucapnya pada si penelepon.
" Tuan muda, anda benar benar selalu membuat orang terkejut. Saya di kabari oleh tuan besar beliau memarahi saya karena tidak bisa menjaga anda, sekarang katakan dimana anda berada?" Ucap Derico yang terdengar seperti ibu ibu yang sedang mengomel.
" Aih... Paman kecil anda terlalu berlebihan. Siapa yang bisa menyakiti seorang Ryuchie.?" Ucapnya menyombong.
" Tuan muda, anda mungkin terkenal di negara kita, tapi tidak disini. Apakah anda datang untuk adik kembaran anda.?" Tanya Derico.
" Hm.. Aku sudah tahu bahwa adik kembaranku ternyata seorang gadis. Paman kecil aku sedang sangat marah saat ini, Kau cepat hancurkan keluarga Todd itu tanpa sisa. Beraninya mereka menggunakan adikku untuk mendapatkan harta yang tidak seberapa itu." Ucap Ryu.
Derico sempat terkejut mendengar Ryu yang ternyata sudah mengetahui jati diri kembarannya yang ternyata seorang gadis.
" Tuan muda tenang saja, saya juga marah kepada mereka. Tidak akan ada yang saya lepaskan walaupun itu lalat di rumahnya. Lalu sekarang anda berada dimana? apakah ada padukan khusus yang mengawal anda?" Tanya Derico.
" Aku sendirian, aku tidak mau mengundang banyak perhatian. Aku di penthouse milik ayah yang selalu ayah gunakan saat berkunjung ke negara Indonesia. Tapi aku juga sudah menyelidiki pria bernama Ethan ketua Blood itu. Dia juga harus di tuntaskan." Ucap Bara dengan mata yang berapi api.
" Anda baru tiba tapi sudah mengetahui banyak hal, baiklah saya akan segera menuju kesana. Tuan muda, anda sebaiknya jangan keluar lagi karena di negara ini musuh nona muda sangat banyak. Takutnya mereka menargetkan anda, bagaimanapun rupa kalian sama."
" Paman kecil tenang saja, cepatlah kemari dan jangan banyak berpikir." Ucap Ryuchi lalu langdung mengakhiri panggilan itu.
" Ck, aku malah sangat bersemangat untuk menipu orang orang breng*ek itu. Kira kira apa yang akan mereka lakukan jika melihatku berdiri di hadapan mereka ya?" Ucapnya pada dirinya sendiri.
Di tempat lain..
Di bagian negara C, beberapa hari sudah berlalu Nayara Valerie tengah berolah raga, ia sudah semakin pulih dari kondisi sebelumnya. Kini ia sudah terlihat sangat segar.
" Nona, tolong jangan memforsir diri anda sendiri terlalu keras, anda baru sembuh. Semingguan ini anda selalu berlatih olah raga berat, takutnya anda sakit nona." Ucap dokter Li yang sedari tadi membujuk Yara namun tak di indahkan oleh Yara.
" Dokter, aku hanya olah raga ringan. Ini belum seberapa dengan pemanasan di markas saat itu." Ucap Yara menyangkal.
" Aiih.. memang saudara kembar, kalian sama sama keras kepala. Saya dudah menyiapkan sarapan anda nona, dan ada hal yang ingin saya katakan. Kondisi tuan besar kian memburuk, saya harus kembali ke mansion hari ini. Apakah nona tidak apa apa sendirian?" Tanya dokter Li kepada Yara. Seketika Yara menghentikan aktifitas boxingnya dan menatap dokter Li.
" Jantungnya lemah nona, baliau sempat mendapatkan transplantasi jantung 2 tahun yang lalu. Namun akhir akhir ini kondisinya kian memburuk bahkan lebih parah dari sebelum melakukan operasi." Ungkap dokter Li sendu.
Dokter Li bahkan Derico sudah memberi tahu Yara, jika Yara sudah siap kembali kedalam keluarga Maxwell maka dokter Li siap mengantarkan nya. Namun Yara selalu mengatakan belum siap. Bahkan baik itu dokter Li dan Derico belum mengatakan kepada tuan besar Maxwell dan yang lain nya, bahwa mereka sudah menemukan Nayara.
Mendengar apa yang di ucapkan dokter Li, entah mengapa hati Yara sedikit sakit. mungkin karena mendengar orang tua kandungnya sendiri menderita. Namun sisi lain hatinya mengatakan dirinya belum siap menemui orang tua kandung nya.
" Dokter Li kembali saja, aku tidak apa apa sendirian." Ucapan Yara itu justru semakin membuat dokter Li makin sendu dan tentu saja Yara menyadari hal itu.
" Beri aku waktu beberapa hari untuk berpikir dokter. Aku akan segera kembali menemui mereka." Dokter Li tersenyum cerah mendengar penuturan Yara.
" Baiklah nona, saya akan menunggu kabar baik itu. Saya pamit nona, jika ada sesuatu yang anda butuhkan anda bisa menghubungi saya. Ada beberapa pengawal rahasia yang menjaga kediaman ini agar nona tidak terganggu mereka sengaja sembunyi. " Ungkap Dokter Li.
" Aku sudah tau dimana mereka berada, anda tidak perlu khawatir dokter Li." Ucap Yara sembari menepuk pundak dokter Li.
Ucapan Yara itu langsung membuat dokter Li kaget, namun juga dia bisa segera menetralkan kagetnya. Karena bagaimana pun Yara juga seorang pembunuh bayaran dan kelompok dari Blood sebelumnya.
" Baiklah nona, saya pamit." Yara hanya mengangguk. Dokter li pun pergi dari sana.
Yara kembali menatap kesuatu titik yang hanya terlihat pohon bambu disana.
' Aku selalu merasa seseorang tengah menatap ku dari sana. Meskipun ada banyak pengawal rahasia disini, tapi entah mengapa seakan ada orang lain disana.' Ucap Yara dalam hati.
Namun Yara belum memiliki keberanian untuk melihat dan mencari tahu siapa itu. Hampir satu minggu ia tinggal disana, selama itu juga ia merasa ditatap seseorang.
Yara pergi dari halaman itu dan masuk kedalam rumah. Ia mengecek ponsel yang di berikan oleh Dokter Li. Baru dua hari yang lalu ia meminta dokter Li untuk membelikan nya sebuah ponsel. Karena Yara ingin mengabari Jack dan Caleb.
" Tidak sia sia aku mengingat nomor Jack."
Yara mengetik sesuatu dan menghubungi Jackson.
__ADS_1
Ring... ring.. ring..
" Nomor siapa ini?" Ucap Jack yang memandangi ponselnya.
" Ada apa.? " Tanya Caleb.
" Ini ada nomor baru menghubungiku, dan sepertinya ini nomor luar negeri." Jawab Jackson.Panggilan itu sempat mati, namun kembali berdering lagi.
" Angkat saja." Jackson pun mengangkat panggilan itu.
" Halo.."
Brak!
Tiba tiba Jack melepaskan genggaman ponselnya, Caleb yang melihat itu langsung mengambil ponsel Jack.
" Halo siapa ini.. Ya.. Yara.?"
Caleb sampai ikut terkejut.
" Yara kau dimana, apakah kau baik baik saja, bagaimana keadaanmu." Caleb sangat antusias mendengar suara Yara. Sudah sebulan lebih mereka mencari keberadaan Yara, dan kini Yara sendiri yang menghubunginya.
" Ya tuhan.. Sungguh demi apapun juga, aku sangat senang mendengar suaramu. Yara, kau di luar negeri?"
" .... "
" Kami baik baik saja Yara, kau jangan khawatirkan kami."
"... "
" Baiklah, kami akan menunggumu kembali. Kau tahu Jack masih belum sadar dari terkejutnya. Dia seperti orang bodoh sekarang." Ucap Caleb, Jack memang masih ternganga ditempat.
" .... "
" Hahahaha.. Baiklah, Yara ada kabar baik. Kami bertemu dengan kakakmu."
Ucapan Caleb itu membuat Yara di seberang sana diam.
" Yara, kau sangat beruntung memiliki kakak sepertinya. Kau sudah bukan putri yang di sia siakan lagi. Kakak mu sedang membalaskan dendam mu kepada keluarga Todd dan Akan segera mengurus Blood." Ucap Caleb.
"..... "
" Baiklah aku tidak akan memberi tahu keberadaan mu pada kakakmu, Oke, Sampai bertemu lagi." Panggilan pun di akhiri.
" Caleb, beri tahu aku, aku tidak bermimpi kan? Itu tadi sungguhan Yara.? "
" Hahahaha... Tampangmu ini, lihat lah. seperti orang dungu. Itu tadi benar benar Yara." Ucap Caleb.
Jack langsung menghembuskan nafas lega, Khle khawatiran nya tidak terjadi, dan justru menerima kabar baik.
" Syukurlah, tapi dia menggunakan nomor luar negeri, dia berada dimana?"
" Dia di negara C, seseorang menyelamatkan nya saat ia terjun ke laut hari itu. Pak Bima sungguh sangat memikirkan keselamatan Yara, jika tidak maka tidak bisa di pastikan nasib Yara hari itu."
Di kediaman Todd, Derico tengah berbicara hal serius dengan seluruh keluarga Todd. Terlihat disana ada Carig Todd, Tsania, Darren dan istrinya Megan. Mereka nampak sangat serius dengan pembicaraan Derico.
" Saya sudah melihat semua proposal pengajuan kerjasama milik tuan Todd, Namun saya juga mendapatkan sebuah informasi bahwa seharusnya setengah dari saham perusahaan kalian ini adalah milik cucu angkat mendiang tuan Todd terdahulu apakah benar?"
DEG.!
Terkejut Carig, Tsania, Darren, dan Megan. Hal itu sudah di tutup rapat setelah kematian Bima, bagaimana ada yang tahu.
" Oh, untuk masalah itu.. Putri angkat kami telah meninggal tuan Derico, jadi harta dan saham miliknya di limpahkan kepada Darren putra kami, karena sebelumnya mereka memiliki perjanjian pernikahan." Carig, sebisa mungkin menutupi kenyataan.
" Iya kah?? Tapi aku belum meninggal loh, Aayah angkat.."
__ADS_1
DEG.!
Terkejut lagi lagi mereka terkejut, mereka melihat Yara. Sosok yang mereka coba singkirkan selama ini. Namun.. apakah itu adalah Yara yang sebenarnya?