Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 98. ORANG YANG BERHARGA.


__ADS_3

Ethan kembali dengan perasaan kecewa. Ia belum bisa menemukan Yara. Meskipun Sandy mengatakan bahwa Yara dan Yuka adalah orang yang sama, yaktu Yara. Tapi hatinya yakin bahwa sosok yang di temuinya itu bukan Yara yang ia kenal.


" Bagaimana kalau kita menempatkan mata mata di sana.? Ucap Rayson memberi usul.


" Tidak mudah mendekati mereka, entah siapa pendukung di belakang Sandy, selama ini aku dan dia selalu menjadi nomor satu dan nomor dua. Tidak pernah berubah." Ucap Ethan.


" Aku akan cari cara untuk menyelidiki mereka. Aku sungguh curiga, yang kita lihat pasti itu bukan Yara. Aku yakin sekali." Ucap Rayson.


" Aku juga merasa demikian, jika benar itu adalah kembaran Yara, maka dimana Yara.." Ucap Ethan sedikit frustasi.


" Aku akan menyelidikinya. " Ucap Rayson.


" Ngomong ngomong, aku belum memberi tahumu, Sean dia.. Tertangkap orang tuanya siang ini, dan dipaksa menikah besok." Ucap Rayson lagi.


" Kau bantu dia melarikan diri saja. Lalu bawa dia ke negara A, disana ada kediaman lama milik kakek. Suruh dia tinggal di sana sementara waktu ini." Ucap Ethan.


Terlalu banyak yang harus Ethan pikirkan. Tapi dia juga tidak bisa menyepelekan begitu saja nasib teman nya. Orang tua Sean sudah merencanakan sebuah pernikahan untuk Sean, tapi itu bukan keinginan Sean pribadi. Lebih tepatnya Sean dipaksa menikahi gadis yang sama sekali tidak ia cintai.


Sean sudah kabur dari keluarganya selama 2 tahun belakangan ini. Dan selama itu juga, sean tinggal sendiri di sebuah penthouse. Walau begitu, Sean tergolong pria mapan yang sudah sukses di usia muda, karena ia mampu membanvin perusahaan nya sendiri tanpa sepengetahuan orang tuanya.


Dan orang tuanya selalu menganggap Sean anak yang tidak berguna. Itulah sebabnya Sean di paksa menikah untuk menyokong bisnis keluarganya. Padahal Jika Sean mau mempublikasikan dirinya pun, ia bisa dikatakan pria idaman wanita, dan incaran para mertua.


" Baik, aku dan Jilian akan bergerak malam ini." Ucap Rayson.


..........


Di belahan negara lain..


" Ayolah Jack, aku tidak apa apa .. Sungguh, aku sudah bisa bernafas dengan stabil. Hubungi kakak aku mohon, aku ingin bicara dengannya." Ucap Yara.


Yara dan Jack, saling keras kepala.. Yara ingin menghubungi kakaknya, ia ingin meminta gar kakaknya mengijinkan dirinya kembali ke negara Indonesia. Tapi Jackson lebih keras kepala lagi, ia kukuh tidak mau memberikan ponselnya kepada Yara. Karena Jack tahu, Tuan mudanya itu pasti akan luluh jika mendengar rengekan adik nya.


" Tidak, kau tidak bisa kembali kesana. Kau akan kembali dalam bahaya lagi Yara. Biar tuan muda dan tuan Sandy yang menangani disana. Semakin cepat selesai maka semakin bagus bukan.? " Ucap Jack.


" Jack, semuanya tidak semudsh yang kau pikirkan. Aku terkutuk Jack.. Dan segel itu, masih berada di kediamanku." Ucap Yara.


" Bagaimana bisa alu melupakan segel itu." Ucap Jack menepuk kening nya.


" Biar aku yang memberitahu tuan muda, dan tuan muda yang mengambilnya." Ucap Jackson.


" Jack, ayolah.. Kau temanku kan.?? Kau sudah seperti kakak ku, kau tidak menyayangiku.?" Ucap Yara.


" Justru karen aku sangat menyayangimu aku tidak mau sesuatu kembali terjadi padamu Yara.. Kau sudah seperti adik kecil bagiku, kau tahu itu.?? Aku tidak mau nyawamu kembali dalam bahaya." Ucap Jackson.

__ADS_1


" Tapi itu semua adalah masalahku, kakak ku tidak ada sangkut pautnya. Aku yang memulai, biar aku yang mengakhiri." Ucap Yara membujuk.


" Tidak Yara, maaf.. Kamu istirahat saja yang tenang disini. Hingga kondisi dan keadaan mu sudah benar benar pulih, baru kita bahas masalah itu lagi." Ucap Jackson.


Jackson hendak melangkah pergi meninggalkan Yara, namun kemudian Yara berteriak.


" Jika menunggu ku sembuh maka semuanya akan terlambat Jack.!" Ucap Yara.


Jackson menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghadap Yara.


" Apa yang terlambat.??" Tanya Jackson.


" Kurang dari dua bulan lagi, aku dan kakak berulang tahun, saat itu.. Akan ada tanda seperti tato naga di punggungku, kau ingat kan.?? Aku terkutuk.. Jika sampai hari itu tiba dan aku belum menyelesaikan masalahku, maka akan sulit mematahkan kutukan itu. Dan jika itu terjadi, maka aku akan mati dalam waktu satu tahun." Ucap Yara.


Jackson tentu terkejut, ia tahu Yara memiliki kutukan, tapi ia tidak tahu bahwa ada jangka waktu kehidupan jika kutukan itu tidak dipatahkan. Jackson menjadi bingung sendiri, satu sisi ia tidak ingin Yara menghadapi bahaya lagi, tapi disisi lain semua itu tidak akan berakhir jika bukan Yara yang mengakhirinya.


" Tolong Jack.." Ucap Yara memohon.


" Aku akan menolongmu, tapi nanti setelah seminggu kamu beristirahat, dan kamu benar benar pulih dan sembuh." Ucap Jackson.


Jackson berjalan menghampiri Yara dan mengusap kepala Yara dengan sayang.


" Yara.. kamu adalah adik bagiku. Adik yang terbaik yang aku punya. Aku tidak pernah tahu siapa keluargaku, aku besar di jalanan dan di didik menjadi pembunuh bayaran. Hingga aku bertemu denganmu, aku merasa memiliki keluarga. Jadi aku tidak mau satu satunya keluargaku terluka." Ucap Jackson dengan sungguh sungguh.


" Kau tidak menganggap Caleb.?" Ucap Yara dengan senyuman.


" Baik, aku janji akan istirahat dengan baik. Tapi kamu juga harus ingat janjimu, saat aku sembuh nanti, bawa aku kembali ke tanah air." Ucap Yara.


" Hmm... Kalau begitu istirahatlah, jangan terlalu lama membuka selang oksigen, paru paru mu akan bermasalah nanti." Ucap Jackson.


" Iya... " Ucap Yara.


Jackson pun melangkah pergi, keluar dari kamar rawat Yara.


' Terimakasih kalian semua yang selalu mendukungku. Aku tidak menyangka, rupanya banyak yang menyayangiku, aku pukir aku akan selamanya hidup sendirian. Ayah, ibu, kakak.. Tunggulah aku, ketika aku bebas dari kutukan itu nanti, aku akan menebus semua waktu yang hilang dengan kalian semua.' Batin Yara bermonolog.


Entah mengapa tiba tiba saja terlintas bayangan wajah Ethan di oikiran Yara , lalu Yara mengingat kembali foto selfie Ethan yang pernah dikirimkan kepadanya.


" Pfft... Si wajah datar, Sedang apa dia disana.?" Ucapnya tanpa sadar.


" Eh.. Kenapa juga aku memikirkan nya." Ucap nya setelah menyadari ucapan nya barusan.


" Tapi kenapa aku merasa ada yang mengganjal dihatiku, seperti ada yang kurang." Ucap nya bergumam.

__ADS_1


Yara tanpa sada merindukan sosok Ethan, tanpa ia sadari. Yara terlalu keras mengontrol dirinya sendiri, ia terlalu fokus pada balas dendam dan masalahnya, hingga ia lupa bahwa dirinya juga butuh hal lain dalam hidup, Yaitu cinta.


Di belahan negara lain..


Saat ini Rayson tengah beraksi. Ia dan beberapa tim lainnya sedang menyusup di kediaman keluarga Theron, Yaitu orang tua Sean. Theron adalah nama keluarga besar Sean, dan Sean bernama lengkap Sean Theron. Sementara Jilian, ia memantau Sean dari tempat yang lebih tinggi .


" Dia ada dikamar lantai 4, saat ini Sean tengah mondar mandir. Sepertinya dia habis di hajar keluarganya." Ucap Jilian.


Jilian memantau Sean dari kejauhan, ia menggunakan teropong senapan nya.


" Gila, lantai 4. Anak buah kita yang menyusup sebagai pelayan mengatakan bahwa ada sekitar 8 pria terlatih berdiri di depan kamar Sean saat ini." Ucap Rayson.


" Aku akan memberi sinyal pada Sean menggunakan laser ku." Ucap Jilian.


Jilian menyalakan laser nya kearah Sean. Dan di seberang sana, Sean menerima sinyal laser dari Jilian, ia pun tersenyum terlihat raut kega di wajahnya.


Sementara itu, Rayson kini tengah memanjat dinding kamar Sean dengan sebuah alat canggih bernama telapak kaki cicak, Rayson merambat perlahan dan akhirnya ia sampai di balkon kamar Sean.


" Ray, kau datang.. Aku tahu kalian akan datang." Ucap Sean.


" Hmm.. Bagaimanapun kita belum ingin di tinggal menikah sahabat." Ucap Rayson.


" Terimakasih." Ucap Sean.


"Sekarang, kau pergilah menggunakan alat ini. Jalan belakang sudah penuh dengan anak buah kita yang menyamar sebagai pelayan. Lalu datang ke bukit belakang, dan jemput Jilian. Segeralah ke bandara, Ethan sudah menyiapkan pelarian ini untukmu." Ucap Rayson.


" Lalu bagaimana denganmu.?" Ucap Sean.


" Tanganku sedang gatal, jika kau tidak keberatan aku ingin memberi sedikit pelajaran untuk keluargamu." Ucap Rayson.


" Aku tidak keberatan." Ucap Sean.


Rayson tersenyum, lalu segera memeasangkan alat yang dia namai telapak kaki cicak pada Sean.


" Good luck brother, sampai ketemu lagi." Ucap Rayson.


Sean memeluk Rayson, lalu langsung turun dari balkon kamarnya. Setelah Sean sudah menghilang, kini giliran Rayson yang beraksi. Ia memanaskan jari jari tangan nya, memutar kepalanya dan bahunya lalu berkata..


" Keluarga parasit, Biar aku beri pelajaran bagaimana menjadi keluarga yang baik." Ucap nya , lalu.


BRAKK.!!!


BUGH.!!

__ADS_1


CTAK.!!


TO BE CONTINUED...


__ADS_2