Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EP.113. RAYSON kesal.


__ADS_3

Tiba tiba ada beberapa helikopter yang mendarat di tengah hamparan ilalang itu, dan turun lah beberapa orang yang yara kenal. Salah satunya langsungbberlari menghampiri Yara.


" Kakak.. " Ucap Yara.


" Kamu baik baik saja kan.?" Ucap Ryu khawatir.


Ryu dan rombongan nya segera datang menyusul setelah mendapat pesan dari mata mata yang mengikuti Yara bahwa Yara pergi ke hutan sendirian menggunakan taksi. Roger yang curiga adiknya di culik pun langsung melacak keberadaan taksi itu dan datang menyusul.


" Sedang apa kau disini.?! Aku menyuruhmu melindungi adik ku bukan mencelakainya." Ucap Ryu pada pria yang menembakan anak panah pada Yara.


" Hehehe... Aku hanya penasaran seperri apa adikmu. Rupanya benar benar seperti dirimu." Ucap pria tadi.


" Siapa dia kak.?" Tanya Yara.


" Dia si tangan kiri, yang menangani Mavros drakos di Negara Y, dia baru tiba disini tadi." Ucap Ryu.


Yara menatap pria yang dinamakan si tangan kiri itu.


" Kenapa kau menatapku begitu.? Jangan jangan kau jatuh cinta pada pandangan pertama denganku." Ucap si tangan kiri.


" Kenapa kau harus di panggil tangan kiri? Memangnya kau tidak punya nama.? Dan lagi sikap mu barusan, tidak sopan." Ucap Yara.


" Kau.. Tentu saja aku punya nama. Perkenalkan, namaku Lucas, Si tangan kiri GHOST." Ucap Pria itu.


" Karena kau seumuran denganku.? Jadi aku tidak perlu menganggapmu senior.." Ucap Lucas lagi.


" Dasar kepala batu." Ucap Ryu.


" Terimakasih.. " Ucap Yara menjabat tangan Lucas, dan Lucas terkejut dengan hal itu. Itu pertama kalinya ia menyentuh tangan lawan jenis. Lucas pun langsung melepas jabatan tangan Yara.


" Te.. Terimakasih untuk apa.?" Ucap Lucas gugup seketika.


Yara menatap pria di hadapannya itu dengan bingung.


" Dia phobia perempuan adik." Ucap Ryu.


" Oh.. Maaf kalau begitu." Ucap Yara.


" Lucas, terimakasih karena kau telah menjadi orsng kepercayaan kakak ku, dan melindunginya dengan segenap hati. Karena mu, nyawa kakak ku terselamatkan. Aku benar benar mengucapkan terimakasih banyak padamu." Ucap Yara bersungguh sungguh.


Anehnya, Yang di ajak berbicara malah terlihat linglung. Entah apa yang sedang dirasakan nya.


" Lucas.!!" Bentak Ryu.


" Ah, iya..? Maaf aku sedikit tidak fokus. Mm.. Itu tugasku sebagai tangan kiri, kak Ryu juga sudah seperti kakak ku." Ucap Lucas.


Yara terkejut, Rupanya Lucas berani memanggil kakak nya dengan sebutan Kakak, itu berarti hubungan diantara mereka memang begitu dekat.


" Siapa kakakmu, aku bukan kakakmu. Adikku hanya satu, Yara." Ucap Ryu.


" Oh ayolah.. Kau tidak pernah menolak atau marah saat aku panggil kakak kan. Kak Yara, mulai hari ini kakak juga adalah kakak ku." Ucap Lucas.


Yara tidak menyangka, si tangan kiri yang selama ini selalu di ungkit oleh Sandy dan Ryu ternyata masih seumuran dengan nya. Jika seumuran dia saja bisa memusnahkan Mavros Drakos bagaimana saat dewasa nanti.


" Baik.. Adik Lucas, berdiri di sana. Aku akan memanahmu." Ucap Yara.


" Tidak mau, enak saja.. " Ucap Lucas.


" Bukankah kau adikku? Adik harus menurut ucapan kakak nya loh.." Ucap Yara.


" Tidakkk... " Teriak Lucas dan langsung pergi dari sana.


" Dari mana kakak menemukan makhluk sepertinya itu.? Energik sekali." Ucap Yara.


" Hahaha.. Dia memang begitu, Oiyah, dia memiliki kepribadian ganda. Saat ini ia memperkenalkan dirinya sebagai Lucas, Lucas memiliki sifat yang riang dan ceria. Kepribadian yang satunya berbanding terbalik, Dingin, pemarah, tanpa perasaan, Namanya Anthony. " Ucap Ryu menjelaskan.


Yara sediki terkejut, kakak nya saja sudah termasuk memiliki kepribadian ganda, tapi rupanya ada orang yang benar benar memiliki kepribadian ganda.


" Ohhh... Lalu bagaiaman mereka bisa bertukar.? Maksudku, kapan mereka akan bergantian muncul.?" Tanya Yara.


" Tidak bisa di tebak.." Ucap Ryu.


" Mmm... Akan sulit menghadapinya." Ucap Yara.


" Sudahlah, ayo kembali. Kakak hampir saja akan menghancurkan Roger seutuhnya, bagus dia masih punya otak untuk tidak menyakitimu." Ucap Ryu.

__ADS_1


" Hmm.. Ayo." Ucap Yara.


Mereka semua pun pergi dari sana.


Di tempat lain..


Di rumah sakit, Ethan tengah berjalan mondar mandir tidak jelas. Padahal siang tadi ia seperti benar benar telah melewati kematian, tetapi sekarang ia seperti orang kesetanan.


" AARGGH.!! " Teriak Ethan.


" Lihat, dia benar benar gila sekarang." Ucap Jilian.


" Itu resikonya, Salahnya sendiri terlalu memaksa Yara. Sudah tau Yara tidak semudah itu di luluhkan." Ucap Rayson.


" Than.. Jika tiba tiba Yara datang dan melihatmu mondar mandir begitu lincah, aku yakin dia akan langsung mengetahui bahwa kau sudah menipunya dengan berpura pura mati." Ucap Jilian dengan kekehan.


" Diam kau, jika sampai dia dengar itu pasti perbuatanmu." Ucap Ethan menunjuk Jilian.


" Yara kau datang.." Ucap Rayson.


Ethan yang mendengar itu langsung lompat ke ranjang dan berpura pura tidur. Jilian dan Rayson yang melihat itu pun tertawa terbahak bahak.


" Lihat, dia benar benar ketakutan." Ucap Rayson.


Ethan langsung membuka matanya dan duduk memelototi kedua teman nya itu.


" Kalian cari mati huh.?! " Ucap Ethan.


" Tidak kami sedang mencsri hiburan, dan kebetulan kau bisa menghibur kami." Ucap Rayson.


" Sialan kalian berdua." Ucap Rayson.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara pintu di ketuk.


Ethan langsung kembali berpura pura tidur, khawatir yang datang adalah Yara.


" Selamat sore tuan , pasien bernama Bara datang mengunjungi tuan Dominique." Ucap Seorang perawat daei balik pintu.


Jilian langsung bangun dan membuka pintu kamar rawat Ethan. Terlihat Bara yang tengah duduk di kursi roda dan seorang perawat di belakang Bara.


" Sobat, bagaimana keadaan mu.?" Ucap Jilian.


" Buruk, semua temanku tidak ada satupun yang mengunjungiku sejak aku dibawa kemari semalam. Akhirnya aku yang mencari mereka kemari." Ucap Bara dengan wajah sinis.


" Hehehe.. Lupa.." Ucap Jilian sambil tersenyum canggung.


Memang mereka tidak mengunjungi Bara sejak semalam. Mereka sibuk dengan rencana Erhan yang berpura pura sekarat, agar bisa mendengarkan pengakuan dari Yara.


" Kau boleh pergi." Ucap Rayson pada perawat yang mendorong kursi roda Bara.


" Baik tuan Silvester." Ucap perawat itu.


" Sudah.. Jangan kebanyakan drama. Untuk apa kau mengambek begitu, kau bukan perempuan." Ucap Rayson.


" Teman sedang marah, bukan nya di hibur malah mengatai ku seperti perempuan. Katakan, mengapa kalian begitu kejamnya meninggalkan aku seorang diri di kamar rawat yang sunyi itu.? Apakah kalian lupa dengan pertemanan kita selama ini.?" Ucap Bara merajuk.


" Aih.. Sudahi aktingmu itu, menggelikan. Kami sibuk dengan rencana Ethan." Ucap Jilian.


" Rencana apa.? Bukankah kita sudah menang.?" Ucap Bara.


Ethan yang nama nya di sebut sebut pun tiba tiba bangun dan duduk tegak seperti mayat yang tiba tiba bangun dari kematian. Hal itu membuat Bara terkejut hingga bangun dari kursi rodanya dan berlari


" HUUAA..!! MAYAT MATI. BUKAN, MAYAT HIDUP.!! " Teriak Bara tidak jelas.


" Mayat.. Mayat.. Kau mendoakan aku mati.?" Ucap Ethan.


Bara mengelus elus dada nya sembari nafasnya naik turun.


" S*alan kau Than, kau mau membuatku mati muda? Aku belum menikah. Untung jantungku tidak loncat keluar dari tempatnya." Ucap Bara masih terkejut.


" Lebay.. " Ucap Ethan sambil memutar bola matanya.


" Kenapa dia bisa begitu? Apakah dia salah makan obat.?" Tanya Bara pada yang lain.

__ADS_1


" Dia sedang kesal karena rencana nya tak berjalan mulus." Ucap Rayson dengan kekehan nya.


" Rencana ? Rencana apa.?" Tanya Bara.


" Dia.. "


" Diam kau, jangan bahas hal itu lagi." Ucap Ethan kesal.


" Dih, sok sok an mengambek. Mengambek saja kau, tidak ingat umur." Ucap Jilian.


" Memangnya hanya anak kecil yang boleh mengambek." Ucap Ethan tambah kesal.


" Sudah.. Sudah.. Biarkan dia berdamai dengan dirinya sendiri. Dia baru saja minum cairan pembasmi serangga, jadi begitu." Ucap Rayson.


" RAYSON SILVESTER.!! " Teriak Ethan.


" Apa.?? Sudah, kau sibuk saja merajuk, tidak mau memikirkan langkah selanjutnya ya sudah." Ucap Rayson.


" Langkah apa.?" Tanya Ethan.


" Tentu saja langkah untuk membuat Yara semakin dekat denganmu Ethan Dominique.. Haissh.!! Kau benar benar buta dalam masalah asmara. " Ucap Rayson kesal.


" Ekhem.!! Bagaimana caranya.? " Ucap Ethan membenarkan nada bicaranya sebaik mungkin.


" Cih, baik kalau ada maunya." Sindir Bara.


" Diam kau.!! " Ucap Ethan.


" Katakan, bagaimana caranya.??" Ucap Ethan lagi.


" Kau sudah dengar sendiri kan, dia mengakui perasaan nya padamu? Tinggal bagaimana kalian meresmikan hubungan kalian." Ucap Bara.


" Tapi dia belum 19 tahun, apakah boleh menikah.?" Ucap Ethan.


Rayson, Bara, dan Jilian menepuk kening mereka secara bersamaan.


" HAIIHH..!! " ucap mereka bertiga. Sementara Ethan hanya menatap bingung ketiga teman nya.


" Ethan Dominique, ku rasa kau harus les tentang asmara terlebih dahulu dengan Sean. Kau benar benar sudah tidak tertolong. Pertama kau membuat gadis mu kabur, sekarang kau ingin menikahinya tanpa tahu perasaan nya.??" Ucap Rayson.


" Kau yang bilang aku harus meresmikan hubungan ku dan Yara." Ucap Ethan polos.


" Hubungan asmara itu banyak tahapnya Than, sekaramg kau baru di tahap petani yang baru saja menanam bibit. Belum masuk ke kategori bibit itu bertunas sama sekali." Ucap Rayson.


" Bisa tidak bicara dengan bahasa manusia.? Aku sama sekali tidak mengerti arti pembicaraan mu." Ucap Ethan.


" Kau saja yang jelaskan, aku menyerah." Ucap Rayson kepada Bara.


" Begini Than, kau dan Yara baru saja saling mengetahui bahwa kalian saling suka kan.? Sekarang aku tanya, apakah sudah ada status kekasih diantara kalian.?" Tanya Bara.


" Mmm.. Seharusnya sudah." Ucap Ethan.


" Kok seharusnya, kalian sudah jadian atau belum.? " Tanya Ethan.


" Aduh, kepalaku sakit. Aku tisak mengerti ucapana kalian, bisa tidak bicara yang simpel." Ucap Ethan kesal.


" Kalau begitu kau harus membaca novel romansa agar otakmu sedikit terisi dengan hal hal tentang asmara." Ucap Jilian.


" Kau pikir waktu ku se senggang itu.?" Ucap Ethan.


" Sekarang bersiaplah. Serahkan semuanya kepada kami, biar kami yang atur, kau hanya harus mengikuti arahan kami." Ucap Rayson.


" Bersiap untuk apa.?" Tanya Ethan.


" OH MY GOD.!! Rasanya ingin aku patahkan lehernya jika tidakningat dia temanku." Ucap Rayson gemas.


" Sabar Ray.. Sabar.. Ethan bisa mati jika kau patahkan lehernya." Ucap Jilian dan Rayson yang memegangi kedua pundak Rayson.


" Kenapa kalian berdua memegangi pundak ku.?" Ucap Rayson bingung.


" Bukannya kau mau maju dan mematahkan lehernya.?" Ucap Jilian.


" AAARGGGHH. !!! Bisa gila sungguhan aku punya teman seperti kalian." Ucap Rayson mengacak rambutnya frustasi.n


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2