
Yara bersimpuh dihadapan Roger, guna mengecek keadaan Roger.
" Ro.. Roger, tolong bertahan. Sandy Tolong cepat panggilkan ambulance, cepat.!!" Teriak Yara.
" Tidak perlu Va.. Lerie.. Aku senang akhirnya kamu melihatku.." Ucap Roger dengan senyuman.
Yara menangis, air matanya mengalir deras, apa yang dia lakukan.. Rupanya dia tidak bisa membaca gelagat aneh pada Roger.
" Roger, dengar.. Aku tidak akan memaafkan mu, kau harus diam.. Ambulance akan datang." Ucap Yara.
" Terlambat.. Valerie.. Terimakasih karena kamu selalu baik kepdaku.. Aku memang pria bodoh seperti yang kamu katakan.. Aku terlalu lemah dalam menghadapi ibuku." Ucap Roger.
" Roger, diam.. Aku mohon, dimpan energimu hingga Ambulance datang." Ucap Yara dengan isak tangis nya.
" Tidak Valerie.. Ini adalah rencanaku.. Aku ingin agar akulah yang membunuh ibuku.. Agar aku tidak selalu lemah.." Ucap Roger.
Yara melihat kearah dimana Ethan dan Kristin sebelumnya berkelahi. Dan rupanya Benar, Kristin tergeletak bersimbah darah.
" Roger.. " Ucap Yara merasa bersalah..
" Jangan merasa bersalah Val..erie.. Uhuk.!! Itu adalah keinginanku.. Ini tidak akan berakhir, jika aku tidak membuat jalan." Ucap Roger.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Tangis Yara pecah.
Yara memeluk Roger yang mulai melemah dihadapan nya itu. Kondisinya benar benar sudah sekarat.
" Kenapa kau melakukan ini.. Kau tidak harus berkorban seperti ini. Kau tidak harus mengorbankan dirimu sendir. Aku dan Ethan.. Memiliki banyak jalan untuk menangkap Kristin.." Ucap Yara terisak sembari memeluk Roger.
" Karena.. ak..u mencintaimu.. " Ucap Roger dengan nafas tersenggal.
Yara terkejut mengetahui jawaban yang Roger berikan. Ia memang tak pernah menyadari bahwa Roger kemungkinan besar menyukainya. Yara hanya menganggap Roger sebagai teman dan penyelamatnya sat dulu ia terdampar di laut Nusa kambangan.
"Dan rasa cinta itu kian mem.. besar setiap harinya. Hanya saja.. Ak..u tidak panta..s untumu. Va.. Valerie.. Hiduplah de..dengan.. Bahagia.." Ucap Roger .
__ADS_1
" Kau akan baik baik saja, tolong bertahanlah.." Ucap Yara mengusap air mata Roger.
Roger menggeleng, lalu Roger melihat Ethan yang berdiri di belakang Yara.
" Maaf.. " Ucapnya kepada Ethan.
Ethan masih berdiri dengan pandangan tak oercaya kearah Roger.
" Jika ada kehidupan selanjutnya.. Mari kita menjadi saudara kandung yang saling mengasihi. Tetapi di kehidupan selanjutnya, aku tidak akan mengalah.. Aku pasti akan memperjuangkan Valerie ku.." Ucap Roger dengan senyuman.
Namun kemudian senyumnya perlahan memudar, ia terpejam dan tak membuka matanya lagi. Yara langsung menangis terisak memeluk Roger. Ethan yang tadinya hanya berdiri saja, perlahan ia bersimpuh di belakang Yara dan memeluk Yara serta jasad Roger yang masih terduduk. Sebutir air mata lolos dari ujung matanya.
Ya, Roger meninggal dengan damai dalam pelukan orang orang yang ia kasihi. Ethan, adiknya yang ia sayangi, dan Yara gadis yang teramat sangai ia cintai. Roger membuat jalan hidupnya sendiri, dan mengakhiri nya dengan cara nya sendiri.
Ia memisah dari anggota keluarga Dominique demi agar bisa menemukan jasad sang ibu tercintanya. Ia mencari tahu keseluruh pelosok negeri, hingga belahan negara lain nya, ia berjuang, bertarung dengan keadaan dan dirinya sendiri hingga ia menjadi pria kuat dan berkuasa, hanya agar ia bisa menemukan sang ibu..
Lalu saat pada akhirnya ia menemukan sang ibu yang sangat ia cintai dan rindukan, rupanya sang ibu tidak menginginkan nya. Sang ibu, tega ingin mengakhiri hidupnya. Apalagi sang ibu berkeinginan untuk menyakiti dua orang terkasihnya yang belum lama ini selalu berada disisinya dan membantunya.
Roger.. Akhirnya memilih untuk mengakihiri cerita hidupnya. Ia membawa serta ibu tercintanya. Ibu yang walaupun begitu kejamnya..ia tetaplah ibunya. Menurut Roger, jika tidak bisa berkumoul dengan damai di dunia ini, maka lebih baik mereka berkumpul di liang lahat saja.
Roger Dominique, telah meninggalkan dunia ini dengan damai.
Sementara itu, Kristin kini masih hidup, tetapi ia tengah sekarat.. Ia tengah terlentang ditengah hamparan rumput, sebelah matanya melihat bagaimana puteranya meninggal di pelukan Yara dan Ethan dengan damai, Hati kecilnya merasakan sakit, sakit yang teramat sangat.
Padahal ia selalu berkata menyesal telah melahirkan Roger, dan selalu berkata bahwa ia hanya akan memanfaatkan cinta dan kasih sayang Roger padanya. Rupanya hari kecilnya justru terasa sakit bagaikan ada sebilah pedang yang saat ini menyayat nyayat dirinya.
Luka tembak yang Roger berikan kepadanya bahkan tidak terasa. Roger menembaknya tepat di perut Kristin. Tiba tiba air matanya mengalir.. Kristin menangis, itu adalah tangisan pertama nya secara sadar tanpa pengaruh obat apapun setelah kepergian nya dari kediaman Dominique beberapa tahun silam .
" Ro.. Roger.. Maaf kan ibu.." Ucap Kristin.
Memang penyesalan akan selalu datang di akhir cerita. Setelah dirinya merasa bahwa dirinyalah yang paling hebat, paling berkuasa dan tidak membutuhkan siapapun.. Rupanya setelah ia sekarat, ia baru menyadari.. Betapa bodohnya dirinya, menuntut dendam tidak berkesudahan, hingga ia memforsir dirinya sendiri untuk membenci putra kandungnya sendiri.
Dan kini, Kristin menyesali perbuatan nya.. Ia ingin berlari dan memeluk jasad puteranya yang malang itu. Tangan nya perlahan bergerak seakan ingin menggapai Roger yang sast ini di bawa menggunakan tandu oleh petugas ambulance.
__ADS_1
" Roger.. " Ucapnya lirih.
Perlahan pandanhan nya menjadi gelap, ia pun memejamkan matanya.
Kristin Evron, telah meninggal dengan rasa penyesalan yang dalam. Ia meninggal sendirian, mengenaskan, dan menyedihkan. Kristin termakan oleh ambisi dan dendamnya sendiri, ia tidak pernah menyangka akan ada hari dimana dirinya akan seperti ini. Menyesali semua perbuatan nya, terutama kepada Roger, putranya.
Roger di bawa ke rumah sakit, walaupun ia telah meninggal dunia di pelukan Yara, tetapi prosedur tetap harus di lakukan, Roger harus menjalani operasi untuk mengeluarkan dua timah panas yang bersarang di tubuhnya, dan menjalani prosesi pemakaman.
Dan disinilah mereka saat ini, di sebuah rumah duka. Terpampang foto Roger yang memang tidak lernah tersenyum selama hidupnya sebelum bertemu Yara. Dan. Juga tulisan tulisan belasungkawa dari semua rekan bisnis Roger.
Ethan mengatakan bahwa Roger tertembak oleh saingan bisnisnya, dan tidak selamat saat dilarikan kerumah sakit.Tenrubsaja mereka harus berbohong, tidak mungkin jika mereka mengatakan bahwa Roger meninggal karena perang dunia bawah.
" Sayang.. Sudah, jangan menangis." Ucap Ethan kepada Yara.
Yara tak hentinya mengeluarkan air mata, walau ia sudah tidak terisak tetapi matanya tidak bisa berhenti menangis.
" Bagaimana Kristin.?" Ucap Yara dengan suara serak nya.
" Dia sedang dibawa kemari setelah menjalani prosedur, juga prosesi pemakaman." Ucap Ethan.
Yara menatap foto Roger juga foto Kristin saat masih muda dulu. Air matanya benar benar tak bisa berhenti.
' Beristirahatlah dengan damai.. Roger. Kau dan Ibumu akhirnya bisa bersama. Walaupun cara yang kamu gunakan sangat salah, tetapi aku sangat sangat berterimakasih kepadamu. Terimakasih karena kamu tetap menjadi pria baik, terimakasih untuk cinta yang begitu besar, yang tidak pernah aku sadari selama ini. Perjuanganmu telah berakhir, selamat jalan.. ' Batin Yara bermonolog.
Tak lama, peti mati berisi jasad Kristin pun di bawa masuk dan di letakan di sebelah kanan Roger. Ibu dan anak yang tidak pernah bersatu saat hidup, kini tidur berdampingan dalam kematian.
Meskipun orang orang disana bingung mengapa tiba tiba ada jasad Kristin disana, tetapi mereka tetap diam. Mereka tidak berani menyinggung seorang keluarga besar seperti keluarga Dominique.
Akhirnya prosesi pemakaman pun di
langsungkan. Roger dan Kristin di makamkan di dalam satu liang kubur yang sama bersama sama. Banyak orang yang mengiringi kepergian Roger dan Kristin. Anak buah Roger yang selalu setia disisi Roger pun ada disana, mereka menyamar sebagai teman bisnis, paling banyak diantara mereka mengatakan bahwa Roger adalah penyelamat hidup mereka.
Bahkan dari kejauhan, ada sesosok wanita paruh baya yang terlihat pucat dan terus memegangi sapu tangan nya untuk menutup mulut nya yang terus terusan terbatuk.
__ADS_1
' Selamat jalan Kristin.. Maafkan aku yang sudah merusak kebahagiaan mu, dengan hadir di antara kalian. Aku sangat menyesal.. ' Ucap wanita itu, kemudian berbalik dan pergi.
Ethan merasakan ada orang yang terus menatap kearah nya, ia menengok ke arah dimana ia merasakan tatapan itu, Namun saat ia menengok, ia hanya melihat bayangan punggung seorang wanita yang menjauh dari sana.