Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 36. Berperan menjadi dirinya sendiri.


__ADS_3

Yara hanya tersenyum kearah Bara. Dan senyuman manis Yara menambah kadar Rina merah di pipi Bara.


" Ayo cepat." Ucap Bara yang sudah semakin salah tingkah.


Sementara Yara kini memiliki ide gila. Yara sekalian saja mengerjai para pria yang sudah menjerumuskan nya kedalam ide gila itu.


" Hehehe.. Berikan sedikit pelajaran kepada kalian para pria sialan seharusnya tidak apa apa kan.? " Ucap Yara dalam hati dengan seringai Iblis nya.


" Aduh, kak Bara.. kenapa jalan nya cepat sekali.?" Ucap Yara memulai akting nya.


Sementara Bara kini mematung di di tempat.


Juga semua orang di kantor yang menyukai bara pun merasa terkalahkan karena melihat betapa cantik dan lemah lembut nya Yara kini.


" Kak Bara, aku sudah memulai peran ku sebagai Nayara loh.. " Ucap Yara yang berbisik di telinga Bara.


Seketika Bara menelan air liur nya, Jantung nya berdegup kencang. Namun pandangan nya seketika takut ketika melihat sosok pria yang berjalan mendekat kearah nya.


" Aish.. Nona tidak boleh panggil sembarangan loh, nanti pacarmu marah." Ucap Bara menyelamatkan diri.


" Pacar..? Oh, kak Bara mengkhawatirkan si sayangku.? Dia tidak ada disini kan, lagi pula aku hanya panggil kamu kakak saja." Ucap Yara dengan gaya imut nya. Namun Bara hanya diam saja.


" Oh, Sayangku ini ternyata pandai menggoda temanku yah.??" Ucap Ethan tiba tiba yang mengagetkan Yara.


Yara pun langsung diam membeku mendengar suara yang sangat di kenalnya itu.


" Bagus yah kau, aku menyuruhmu berakting menjadi pacarku, malah menggoda Bara." Ucap Ethan berbisik di telinga Yara.


Yara pun berbalik badan menghadap Ethan. Dan Betapa terkejutnya Ethan, melihat Yara yang terlihat sangat cantik itu.


" Emmm.. Karena kau sudah datang, maka ayo kita berangkat." Ucap Bara yang memecah keheningan.


Bara langsung lari menuju lobi, sedangkan Yara dan Ethan kini masih saling bertatap tatapan.


"Matilah aku, Kenapa tuan diam saja. Aku harus bagaimana.?" Ucap Yara dalam hati.


" Sayang, kamu sudah datang..? Aku sudah lelah berdiri loh.." Ucap Yara yang membuyarkan lamunan Ethan.


" Oh, Emm.. kalau begitu ayo kita berangkat. " Ucap Ethan yang memberikan lengan nya kepada Yara. Menyuruh Yara menggandeng tangan nya.

__ADS_1


" Menurut saja, ini hanya akting kan."Ucap Ethan berbisik.


" Cih, apa dia pikir aku takut. Siapa takut, hanya berakitng saja. " Ucap Yara dalam hati dan langsung menggandeng tangan Ethan.


Ethan dan Yara pun pergi dari sana, di iringi tatapan iri dari para karyawan wanita penggemar Ethan dan Bara. Dan diantara mereka ada seseorang yang mengenali wajah Yara. Yang tak lain adalah Grace, teman Yara yang berkhianat dan menjadi teman Megan.


" Tidak mungkin, bukankah Megan bilang dia sudah mati.? Aku harus beri tahu Megan." Ucap Grace.


Saat ini Yara dan Ethan sudah berada di mobil.


" Rencana sedikit berubah, Karena hari ini adalah ulang tahun kakek ku, jadi sekalian saja kita merayakan ulang tahun nya. " Ucap Ethan kepada Yara.


" Eh, ini.. Bukannya kita hanya datang ke keluarga besar tuan saja tuan.? " Tanya Yara.


" Kenapa.? kau takut ada yang mengenali wajahmu.? Aku sudah tahu kau ini mirip dengan sosok Nayara Valerie yang sudah mati itu. Itu sebabnya aku memberikan identitas nya juga untuk mu. Seharusnya kau sudah menghafal sifat asli dari Nayara itu kan.? " Ucap Ethan berpura pura tidak tahu.


" Iya tuan" Ucap Yara.


Setelah percakapan itu pun, baik Yara ataupun Ethan diam masing masing. Hingga tak terasa mereka sampai di kediaman utama keluarga besar Dominique.


" Aku harap kau tidak mengecewakan aku , nama baikku tergantung dari sikap mu." Ucap Ethan.


Mereka pun memasuki rumah kediaman itu, seketika semua mata memandang kearah Ethan dan Yara.


Ethan dan Yara berjalan dengan santainya menuju tempat sang kakek yang kini hanya bisa duduk di kursi roda nya.


" Selamat ulang tahun kek. " Ucap Ethan kepada pria tua yang tak lain adalah John Dominique, kakek nya.


" Anak ini, Sudah berapa kali kakek bilang sering sering lah pulang. Kau ini apa sudah tidak menyayangi kakek mu ini.?" Ucap John.


John ini adalah satu satunya orang yang menyayangi Ethan.


" Tentu saja aku paling merindukan kakek, hanya saja beberapa waktu ini aku sangat sibuk. Yang penting kakek selalu sehat saja." Ucap Ethan.


Keakraban Ethan dan sang kakek nya itu membuat beberapa pasang mata merasa emosi bahkan iri. Diantara mereka bahkan seperti mendendam yang tak lain adalah Ronald ayah kandung Ethan.


" Ini adalah Nayara Valerie, calon istriku." Ucap Ethan memperkenalkan Yara kepada kakek nya.


" Bagus.. bagus.. Anak baik, kamu cantik sekali nak." Ucap Jhon yang memuji Yara.

__ADS_1


" Terimakasih kakek, selamat ulang tahun, semoga kakek selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan." Ucap Yara.


" Anak baik, nikmatilah pesta ini. Kakek sudah terlalu tua, tidak bisa berlama lama duduk. Ethan, ikut kakek ke kamar sebentar, kakek merindukanmu anak nakal ." Ucap Jhon.


Ethan pun langsung mengambil alih kursi roda sang kakek dari tangan Ansel , Ansel ini adalah paman kecil nya Ethan.


" Sayang, kalau kamu lelah, kamu bisa istirahat saja di ruang istirahat. Ada di sebelah sana. " Ucap Ethan kepada Yara , dan menunjuk sebuah Ruangan yang bertuliskan ruang istirahat.


" Baiklah.. " Ucap Yara singkat.


Ethan pun pergi bersama kakek nya. Dan Yara, kini ia berbalik badan dan pergi meninggalkan sekelompok orang dengan tatapan tajam nya itu.


" Tatapan mereka lebih tajam dari pada pedang katana. Lebih baik aku cari aman saja. " Ucap Yara.


Yara pun berjalan ke sembarang arah untuk berkeliling melihat lihat. Dan tak sengaja bertemu dengan orang di masa lalu nya. Orang yang membuat nya harus berakhir berpura pura menjadi pria. Yang tak lain adalah Darren dan Megan.


" Yo.. ternyata benar ucapan mu sayang, dia masih hidup. Tapi.. Sedang apa dia disini.? Tidak tahu malu datang ke pesta orang terkaya. Mau cari sugar Daddy kah.?" Ucap Megan yang kini berkacak pinggang di hadapan Yara.


Sementara kini Yara tentu saja hanya diam.


" Tidak jawab, kau malu hah.?" Ucap Megan lagi.


" Kenapa aku harus malu.? Kau tidak salah berkata.? Disini orang yang seharusnya malu adalah kamu. Perebut calon suami orang, jadi selingkuhan bertahun tahun, sampai hamil di luar nikah.." Ucap Yara penuh penekanan.


Tiga kata itu berhasil membuat hati Megan tertusuk, dan membungkam mulut Megan. Karena yang di katakan Yara itu benar.


" Sayang, dia menindas ku.." Rengek Megan kepada Darren.


Sementara kini Darren sendiri masih terkesima dengan kecantikan Yara di depan nya kini.


" Oops.. Sepertinya suamimu sedang terpikat kecantikan ku.." Ucap Yara meledek Megan.


" Kau.!!" Ucap Megan sembari mendorong Yara.


Yara yang hilang keseimbangan pun hampir terjatuh, beruntung ia terjatuh di pelukan seorang pria yang memakai topeng.


" Kau tidak apa apa nona.?" Ucap Pria itu.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2