
" Aku sudah selesai sarapan, aku akan kembali kedalam untuk melapor kepada Ketua." Ucap Yara berpamitan.
" Oke." Ucap rekan rekan nya.
Yara berjalan masuk kedalam. Rumah Ethan memang tidak bisa di bilang sangat besar, tapi tanah nya sangat luas. Dalam satu tanah pekarangan itu, Ethan mendirikan Rumah nya, 3 Kamp yang berisi kamar kamar bagi anak buah nya. dan beberapa tempat berlatih.
" Y.. Kesini." Panggil Jil yang terlihat begitu antusias.
" Ada apa .?" Tanya Yara.
" Panggil aku Kakak, mulai sekarang kau adalah adik ku." Ucap Jilian.
" Kau tidak sakit kan.?" Tanya Yara.
" Tentu saja tidak. Ini karena kita berdua sudah melakukan pendekatan semalam. Kita bahkan saling berbagi rahasia. Jadi, panggil aku kakak. Cepat panggil aku kakak." Ucap Jilian.
" Baiklah.. Ka.. kakak.. " Ucap Yara ter gagap.
" Bagus, akhirnya aku punya seorang adik. Hahaha.. " Ucap Jil bangga.
" Y, masuk kedalam ruang kerja ku." Ucap Ethan.
" Baik Tuan." Ucap Yara.
" Cih, Than.. kau jangan menakuti adik ku. Awas kau." Ucap Jilian mengancam Ethan.
Yara berjalan mengekor di belakang Ethan, dan masuk kedalam ruang kerja.
" Kau, kenapa kalian tiba tiba akrab.? " Tanya Ethan pura pura tidak tahu.
" Saya juga tidak tahu tuan, Jil yang tiba tiba berbuat baik begitu. Saya juga sedikit tidak nyaman. " Ucap Yara.
" Jil? panggilan mu padanya bahkan sudah sangat akrab. Apa ada rahasia diantara kalian.?" Ucap Ethan mencari tahu.
" Rahasia.??" Ucap Yara bingung.
" Cih, lihat dia.. bersama Jil dia langsung jujur tentang identitas nya, tapi dengan ku tidak mau jujur." Ucap Ethan dalam hati.
" Sudahlah, jangan di bahas lagi . Beri tahu aku kenapa kau sampai babak belur semalam? Aku dengar dari Jil kau mengikuti sebuah mobil.?" Tanya Ethan mengubah topik.
" Oh, benar.. mereka adalah anggota mahkota berduri yang sedang kita cari. Semalam saat saya mengambil motor di gudang terbengkalai ada dua pria keluar dari gudang itu. Saat mereka pergi , saya mengikuti dari belakang tapi ketahuan. Mereka seperti sengaja menggiringku memasuki jalan buntu, ternyata mereka memanggil orang lain. " Ucap Yara.
__ADS_1
" Mahkota berduri ini sangat sulit di lacak, aku belum bisa menemukan siapa pendirinya. Lalu kenapa kau berakhir di sungai.?" Ucap Ethan.
" Itu karena saya sudah tidak kuat bertarung, jadi lompat ke sungai." Ucap Yara.
" Kau lompat begitu saja.? Ceroboh.!! bagaimana kalau kau tidak selamat.? atau tidak ada Jil yang datang menyelamatkan mu.? " Ucap Ethan.
" Maaf tuan, saya lebih baik mati di sungai, dari pada di tangkap musuh atau mati di tangan musuh. " Ucap Yara tegas.
" Haih.. Apa kau ingat plat mobil nya.?" Tanya Ethan.
" Saya ingat, hanya saja saya yakin plat itu palsu. Karena tidak mungkin sebuah organisasi besar yang sulit di lacak mengekspos plat mobil mereka. " Ucap Yara.
" Benar juga, Tapi tidak apa apa, sebutkan saja. " Ucap Ethan.
" B 2118 EJ. " Ucap Yara.
" Oke, Beberapa hari ini kau jangan keluar bertugas. Lebih baik kau melatih diri dulu saja sambil menunggu kesembuhan mu." Ucap Ethan.
" Baik tuan, saya permisi." Ucap Yara lalu langsung pergi dari hadapan Ethan.
Setelah Yara pergi, Ethan berekspresi sedikit kesal.
" Cih, Padahal aku kenal dia lebih dulu, bisa bisa nya dia lebih akrab dengan temanku." Ucap Ethan kesal.
" Mulai hari ini, Y adalah adikku. Aku yang akan membimbing langsung Y di bawah pengawasanku, dan memastikan dia bertumbuh dengan baik." Ucap Jil kepada Bara dengan bangga.
" Apa kepalamu terbentur pintu.? atau kau salah minum obat.? " Ucap Bara kepada Jil.
" Aku tidak terbentur pintu, tidak juga salah minum obat. Ini adalah pengakuan ku secara sah. " Ucap Jil.
" Cih, kemarin saja kau masih berbicara buruk tentang nya, hari ini menganggapnya sebagai saudara." Ucap Bara remeh.
Sementara Yara hanya menyaksikan dua pria yang berdebat di hadapan nya itu.
" Itu adalah kesalahpahaman. Sekarang aku sudah tahu apa yang membuat nya terlihat aneh, jadi mulai sekarang.. Aku yang akan memastikan apapun itu untuk nya." Ucap Jil.
" Terserah kau saja. " Ucap Bara mengalah.
" Ya sudah.. Y ayo ikut aku. Mulai sekarang kau adik ku, jadi penampilan mu juga harus sedikit lebih modis, ya memang kuakui kau ini memang sudah tampan, tapi tidak lebih tampan dariku. " Ucap Jil yang menarik tangan Yara.
" Berhenti.!" Teriak Ethan tiba tiba.
__ADS_1
Seketika Jil, Bara dan Yara langsung menengok ke yang punya suara.
" Ada apa.?" Tanya Jil.
" Y, aku sudah memerintahkan mu untuk tetap berada disini selama masa penyembuhan mu, kau dilarang k e l u a r.! " Tegas Ethan.
" Eee... " Ucap Yara tertahan.
" Tidak bisa.! kalau dia tetap disini kapan dia akan sembuh, setidak nya dia butuh refreshing untuk menyegarkan pikiran nya." Ucap Jil.
" Eee.. " Ucap Yara tertahan lagi.
" Y, kau mematuhi bos mu atau Jil." Ucap Ethan.
" Eee..." Ucap Yara tertahan lagi.
" Y.. Aku adalah kakak mu sekarang, kau jangan takut di tindas. Kakak pasti akan melindungi mu." Ucap Jil lagi.
Yara semakin pusing, berkali kali dia ingin bicara tapi di potong oleh dua pria itu.
" Stop.! Eh.. Maaf tuan , maaf kak Jil. Bukan nya saya tidak sopan, saya akan melihat para tim berlatih saja, permisi." Ucap Yara yang langsung pergi dari hadapan tiga pria itu.
" Than, kau menakuti dia. Sudah ku bilang jangan menindas nya lagi.". Ucap Jil.
" Jil, kau kenapa tiba tiba jadi berubah baik sekali pada nya.? apa yang dia lakukan padamu memang nya.?" Ucap Bara yang penasaran.
" Y dan aku sudah saling bertukar rahasia, dan juga hanya Y, yang paling mengerti perasaan ku." Ucap Jil singkat yang langsung pergi dari hadapan Bara dan Ethan.
" Rahasia dan paling mengerti apa nya.. Bukan nya teman dia itu kita? Dia anggap apa kita selama ini.. Cih." Ucap Bara.
Ethan tidak mengucapkan apa apa, ia langsung balik badan dan pergi meninggalkan Bara.
" Haihh.. Sepertinya persahabatan bertahun tahun ini akan segera berakhir. Apakah pantas mereka ribut gara gara seorang pria.? CK ck.. Menggelikan." Ucap Bara.
Di tempat lain..
Jackson membawa pulang Caleb, tetapi mereka tidak pulang ke rumah Caleb, melainkan ke rumah Bima. Karena Bima sudah meminta Jackson dan Caleb untuk tinggal bersama dengan nya.
" Terimakasih tuan , Kau sudah menerima kami meskipun setatus dan posisi kami ini sangat berbahaya. " Ucap Jackson.
" Jangan sungkan, Nona Yara adalah cucu dari tuan besar saya. Kalian adalah teman nya, jika dia menunjuk mu, maka saya akan percaya padanya. " Ucap Bima.
__ADS_1
Bima, Caleb dan Jackson pulang bersamaan, Bima memutuskan untuk menjalani perawatan dari rumah saja untuk menghindari hal hal yang tidak di ingin kan.
TO BE CONTINUED..