Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 50. Kecurigaan.


__ADS_3

Yara langsung keluar dari kafe itu dan berlari menyebrangi jalan untuk menghentikan mobil Bima yang hendak melaju pergi.


" Pak Bima, berhenti.!" Ucap Yara yang berdiri di depan mobil Bima.


"Nona.. " Ucap Bima ketakutan.


Yara langsung memutar dan memasuki mobil itu, yang kebetulan tidak di kunci Bima.


" Pak Bima, mengapa pak Bima mengikuti kami.?" Ucap Yara.


" Tidak ada nona, mungkin hanya kebetulan saja kita menuju arah yang sama kan." Ucap Bima mengelak.


" Pak Bima tidak sedang berbohong kan.? saya mohon pak Bima jangan terlibat apapun dengan hal ini. Saya bisa menjaga diri dan juga saya akan berusaha menyelesaikan nya." Ucap Yara.


Bima terdiam, ia memandangi Yara yang berpenampilan seperti laki laki itu dan menghela nafas.


" Jika bukan karena masalah ini, nona pasti tidak akan berpura pura menjadi seorang pria. Saya hanya ingin melakukan apa yang saya bisa untuk membantu nona saja." Ucap Bima.


" Saya begini adalah karena kemauan saya. Saya sudah berpenampilan seperti laki laki sejak saya di buru oleh keluarga Todd, dan kebetulan terjun ke jalan yang salah ini. Tidak ada kaitan nya dengan pak Bima. Pak Bima, satu satunya hal yang bisa pak Bima lakukan adalah tetap menjadi orang baik dan nikmati masa tua pak Bima dengan baik. Hanya pak Bima keluargaku yang tersisa.." Ucap Yara meyakinkan Bima.


Terlihat dari tatapan Yara yang seolah memohon. Yara tidak ingin kehilangan orang terdekatnya lagi. Selain kakek nya dan Lilith( suster panti asuhan ), orang yang menyayanginya dengan tulus di keluarga Todd hanya Bima saja.


" Maaf nona, saya sudah terlanjur berjanji.." Ucap Bima.


" Tidak , pak Bima sembunyi saja. Pergi ke luar kota atau keluar negeri. Kemanapun asal tidak di temukan." Ucap Yara terlihat frustasi.


Bima yang melihat betapa Yara sangat menyayanginya pun terharu.


" Baiklah .. Saya tidak akan melakukan apapun. Saya akan menikmati masa tua dengan baik seperti yang nona katakan." Ucap Bima.


" Pak Bima janji.? " Ucap Yara.


" Iya nona. Kalau begitu, saya akan pulang ke rumah." Ucap Bima lagi.


" Baiklah, jika ada waktu nanti saya mengunjungi pak Bima di rumah." Ucap Yara.


" Baik nona.. " Ucap Bima.


Yara turun dari mobil Bima, dan Bima pun langsung melaju pergi. Yara pun kembali menyeberang dan memasuki gedung perusahaan. Tanpa Yara sadari, Jamie tidak sengaja melihat Yara yang memasuki mobil yang mengikuti mereka sebelumnya Jamie pun langsung melaporkan nya kepada Ethan.

__ADS_1


Yara sudah sampai di lantai atas dan menuju keruangan Ethan. Ia tidak melihat keberadaan Jamie di sana, jadi langsung memasuki ruangan Ethan.


" Tuan, saya membeli sedikit makanan, saya tidak tahu apa yang tuan suka jadi saya membeli beberapa jenis." Ucap Yara.


Yara merasa heran karena Ethan tidak hanya tidak menjawab malah menatapnya dengan tatapan tajam tanpa berkedip.


" Tuan.. apa saya melakukan sesuatu yang salah.?" Ucap Yara bertanya.


" Tidak, kau makan saja aku tidak lapar. " Ucap Ethan singkat.


" Baik tuan. " Ucap Yara.


Yara meletakan makanan yang ia beli untuk Ethan di depan meja Ethan. Yara duduk di sofa yang tersedia di sana dan ia memakan makanan yang ia beli untuk dirinya sendiri.


Yara hanya membeli salad sayur dan salad buah, serta beberapa dessert.


" Jika yang dikatakan Jamie itu benar, apakah Yara dengan sengaja memasuki lingkaran ini dan mencari kesempatan untuk membunuhku.?


sekarang aku sudah terlanjur menempatkan nya di sisiku, apakah aku mengambil langkah yang salah." Ucap Ethan dalam hati.


Yara selesai memakan makanan nya, lalu ia pun membuang kotak makanan itu ke tempat sampah.


" Sudah tuan, apakah ada tugas.?" Ucap Yara bertanya.


" Cih, dia langsung bersemangat.. apa dia sudah tidak sabar untuk membunuhku.?" Ucap Ethan dalam hati.


" Malam ini ada pertemuan. Kau boleh pergi untuk mengambil semua pakaianmu di rumah, bawa semua ke penthouse ku ." Ucap Ethan.


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi." Ucap Yara.


Yara pun pergi keluar dari ruangan Ethan.


" Dia tidak terlihat mencurigakan, apa kau yakin dia memasuki mobil yang sebelumnya mengikuti kita.?" Ucap Ethan kepada Jamie.


Ternyata Jamie bersembunyi di belakang salah satu lemari di ruang kerja Ethan.


" Saya yakin tuan. Mungkin dia ada kaitan nya dengan orang yang mengikuti kita dan berpura pura. Lampu merah juga mungkin sudah ia rencanakan untuk menarik perhatian tuan dan membuat tuan jadi menempatkan nya di sisi tuan." Ucap Jamie.


" Kita lihat malam ini, jika dia memang bekerja sama dengan orang itu, orang itu apsti akan muncul di acara nanti malam. Dan Y pasti tidak akan tahan melihat orang itu mati, beritahu group 1 dan 3 untuk memantau orang yang mencirigakan." Ucap Ethan.

__ADS_1


Ethan belum mengetahui bahwa yang mengikuti nya adalah Bima Laksmana , asisten dari mendiang Davis Todd.


" Baik tuan. " Ucap Jamie.


Di tempat lain..


Yara menaiki taksi dan pergi menuju kediaman Ethan, dimana di sana ada Jilian yang sedang di rawat yang hingga sampai saat ini belum menunjukan tanda tanda kesadaran.


Sesampainya di sana, Yara di sambut oleh teman teman se tim nya.


" Hoi bung, kau dari mana saja.? Apa benar kau di pindahkan ke perusahaan tuan.?" Ucap Dawn.


Dawn memang tidak ikut ke Nusa Kambangan, ia dan beberapa puluh orang berjaga di kediaman itu.


" Iya, sekarang aku kembali untuk mengambil barang barang ku, kau apa kabar.?" Ucap Yara.


" Aku baik. Y, Malam ini aku dan beberapa tim mendapat tugas rahasia, sepertinya malam ini akan melakukan eksekusi." Ucap Dawn.


" Siapa yang menyinggung tuan.?" Ucap Yara penasaran.


" Tidak tahu, hanya dengar dengar orang ini mungkin juga orang yang mengetahui tentang mahkota berduri. Hanya saja kendalanya tidak tau siapa target kita yang sebenarnya." Ucap Dawn.


" Tidak tahu target kita? lalu mengapa tuan sampai menyuruh beberapa tim maju. Ini aneh, di kota ini siapa yang tidak bisa di temukan tuan." Ucap Yara.


" Aku harap bukan pak Bima.." Ucap Yara dalam hati.


" Benar, tapi katanya pak Jamie melihat siapa orang itu. Jadi semua tergantung pak Jamie." Ucap Yara lagi.


" Pak Jamie..? " Ucap Yara bingung.


" Tato di tengkuk lehernya itu aku belum bisa melihat sebenarnya itu tato apa, tapi kalau sekarang hanya pak Jamie yang melihat wajah salah satu anggota mahkota berduri ini.. apakah kecurigaan ku salah.?" Ucap Yara dalam Hati.


" Apa kau yakin orang yang akan kita tangkap malam ini adalah orang dari mahkota berduri.?" Ucap Yara meyakinkan.


" Entah.. Itu baru perkiraan pak Jamie saja. Orang itu mengikuti tuan sedari pagi." Ucap Dawn dan membuat Yara seketika memucat.


" Orang yang mengikuti tuan dari pagi adalah pak Bima, apakah pak Jamie melihat wajah pak Bima.? " Ucap Yara dalam hati.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2