Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS.111 Rupanya sandiwara.


__ADS_3

Tiba tiba Ethan menggerakkan jari jarinya yang di genggam oleh Yara. Hal itu tentu membuat Yara terkejut.


" Dia kembali.." Ucap Yara.


Terlihat juga monitor kembali menyala, detak jantung Ethan kembali.


" Dokter..!! Dokter cepat kemari Ethan kembali bernafas." Teriak Yara.


Dokter langsung buru buru masuk untuk memeriksa.


" Tolong anda keluar terlebih dahulu, saya akan memeriksa kondisi tuan Dominique." Ucap Dokter.


Yara keluar, terlihat Rayson juga Jilian yang berdiri di luar pintu.


" Yara... Apa yang terjadi.?" Tanya Jilian.


" Ethan bergerak kak, tangan nya bergerak." Ucap Yara dengan senang.


Selain dengan Jilian, Yara hanya memanggil yang lain dengan sebutan nama. Karena Yara selalu mengingat saat dulu masih menjadi Y, Jilian yang menganggapnya sebagai adik angkat.


" Itu bagus.. " Ucap Jilian.


Tiba tiba dokter keluar dan memanggil Yara.


" Apakah anda yang bernama Yara ? " Ucap sang dokter.


" Iya dok, saya Yara." Ucap Yara.


" Tuan Dominique sudah sadar, beliau mencari anda." Ucap sang Dokter.


Yara mengangguk, lalu masuk kedalam. Setelah Yara masuk, Rayson berjalan menghampiri sang dokter lalu menepuk pundak dokter itu dua kali sembari tersenyum.


Di dalam kamar rawat Ethan. Ethan tersenyum melihat Yara. Wajah nya masih pucat namun Ethan terlihat baik baik saja.


" Kamu sudah tidak apa apa.?" Tanya Yara.


" Aku baik baik saja." Ucap Ethan sambil tersenyum.


Yara bingung sendiri melihat Ethan yang terus tersenyum kepadanya.


" Apakah ada sesuatu di wajahku.?" Tanya Yara sembari mengusap usap wajahnya.


Mendengar itu, Ethan justru terkekeh pelan. Menggemaskan sekali Yara nya itu.


" Tidak ada.. " Ucap Ethan.


" Lalu? kenapa kamu tersenyum terus begitu kearahku.? " Ucap Yara.


" Kemari.. " Ucap Ethan sembari mengulurkan tangan nya.


" Aku sudah duduk disini, mau di suruh kemana.?" Ucap Yara.


" Tanganmu, kemarikan." Ucap Ethan.


Yara mengulurkan tangan nya dengan patuh, lalu Ethan pun menggenggam tangan Yara.


" Kamu tahu, sebelumnya aku seperti tengah berada di alam mimpi. Semua begitu indah, damai, dan menyenangkan. Rasa rasanya aku ingin tinggal disana saja dan meninggalkan dunia ini. Tetapi tiba tiba ada satu suara yang membuatku ragu untuk tinggal disana." Ucap Ethan menatap Yara lekat lekat.


" Suara apa.?" Tanya Yara.


" Suaramu.. " Ucap Ethan.

__ADS_1


" Aku mendengar kamu memaki ku pembohong, jahat, aku juga mendengarmu mengatakan jika aku pergi kamu akan bagaimana.. Jadi aku pun semakin ragu untuk tinggal disana." Ucap Ethan.


Yara nampak gelisah, ia menjadi gugup sendiri. Jika Ethan mendengar suaranya saat memaki maki Ethan, itu berarti Ethan juga mendengar pengakuan nya.


" Emmm.. Itu.. aku.. A.. Aku akan bertanya kepada Rayson tentang keadaan Bara." Ucap Yara mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Kamu kenapa gelisah begitu.?" Ucap Ethan sembari tersenyum.


" Ma.. Mana ada, aku tidak apa apa." Ucap Yara semakin salah tingkah.


" Oiyah, aku juga mendengar seseorang mengatakan mencintaiku." Ucap Ethan.


BLUSSH...


Merah sudah wajah Yara, ia menutup wajah nya dengan satu tangan nya, karwna tangan nya yang satu masih di genggsm Ethan.


" Kenapa kamu malu begitu? Aku sudah mendengarnya. Itu berarti perasaan ku terbalaskan ka.?? " Ucap Ethan.


Yara langsung berdiri dari duduknya dan hendak pergi, ia tidak kust lagi menahan debaran jantungnya.


" A.. Aku.. Hanya asal bicara saja, aku tidak.. "


CUP..


Ethan menarik tangan Yara hingga bibir Yara jatuh tepat diatas bibir Ethan.


Yara melotot terkejut, ia hendak langsung bangun tetapi Ethan menahan punggungnya.


" Ethan, kau bisa kesakjtan nanti, luka mu akan terbuka jika begini." Ucap Yara panik.


" Ciuman ke empat.. " Ucap Ethan.


Ethan terkekeh sendiri melihat Yara yang nampak berpikir keras.


" Kamu sedang mengingat ingat ciuman kita.?" Ucap Ethan.


Yara tersedak ludahnya sendiri, bagaimana bisa dirinya menghitung ciumannya dengan Ethan.


" Sembarangan.." Ucap Yara menyangkal.


" Jadi.. Nayara Valerie, sekarang kamu resmi menjadi kekasihku, Kekasih Ethan Dominique." Ucap Ethan sembari mengeratkan pelukan nya di tubuh Yara.


" Hei, lepas.. Nanti ada yang melihat." Ucap Yara.


" Tidak mau." Ucap Ethan.


" Ethan, kau minta dihajar.?" Ucap Yara panik.


" Boleh, hajar dengan ciuman boleh." Ucap Ethan menggoda Yara.


" Aku rasa aku perlu memberi tahu dokter bahwa otakmu bermasalah. Sejak kapan kau menjadi pria tidak tahu malu.?" Ucap Yara.


" Sejak hari ini." Ucap Ethan.


" Ethan Dominique, lepaskan.!" Ucap Yara sembari memberontak.


" Tidak, katakan dulu.. Kau mencintaiku." Ucap Ethan.


" Tidak." Tolak Yara.


" Ya sudah aku tidak mau lepas. " Ucap Ethan.

__ADS_1


" Ethan... Lepas tidak.!" Ucap Yara.


" Tidak." Kukuh Ethan.


" Aku akan memukulmu jika kau tidak mau lepas." Ancam Yara.


" Pukul saja.." Ucap Ethan.


Yara reflek saja memukul bahu Ethan. Tetapi dia lupa bahu yang ia pukul adalah bahu yang terkena luka tembak.


" UGH.!!" Suara Ethan menahan sakit.


" Maaf.. Maaf.. Aku lupa. Apakah sakit.?" Ucap Yara panik.


Ethan terlihat solah benar benar kesakitan. Yara pun semakin panik.


" Ethan.. Ethan.. Kamu baik baik saja.?" Ucap Yara.


Ethan tidak menyahut, hanya semakin terlihat kesakitan.


" Ethan.. Jangan menakutiku oke, aku akan panggil dokter." Ucap Yara hendak bangun namun tiba tiba Ethan kembali mengeratkan pelukan nya di tubuh Yara dan tersenyum.


" Kau menipuku.?? " Ucap Yara. Namun Ethan justru makin tersenyum lebar.


" Kau jahat, beraninya menipuku. Aku takut terjadi sesuatu kepadamu, tapi kau malah menipuku." Ucap Yara dengan nafas memburu.


Melihat itu, Ethan sadar. Yara sudah marah..


" Aku minta maaf, aku tidak bermaksud menipumu, itu tadi memang sakit. Aku tersenyum bukan karena aku ingin menipumu, tapi karena aku senang.. Kamu peduli padaku." Ucap Ethan menjelaskan.


" Lepaskan aku." Ucap Yara.


" Janji padaku, jika aku lepas pelukan ini kau tidak akan pergi." Ucap Ethan.


" Ethan Dominique, lepaskan aku." Ucap Yara lagi.


Akhirnya Ethan melepas pelukannya dari tubuh Yara. Dan Yara langsung berlari keluar dari ruangan Ethan.


" Hufftt... Aku terlalu senang hingga terburu buru." Ucapnya setelah melihat Yara pergi.


Tak lama Rayson dan Jilian masuk kedalam kamar Ethan.


" Kenapa Yara keluar sambil berlari. Dia sepertinya terlihat sangat marah." Ucap Rayson.


" Dia marah padaku.. aku terlalu senang hingga terburu buru." Ucap Ethan.


Rayson dan Jilian hanya saling pandang sambil menggelengkan kepala mereka.


Tunggu, mengapa mereka berbicara seolah tidak terjadi hal besar sebelumnya.? Padahal sebelumnya Ethan hampir saja mati, atau jangan jangan itu hanya akal akalan Ethan saja.? Agar bisa mendengar pengakuan Yara.?


" Bagaimana keadaan diluar sana.?" Tanya Ethan.


" Mahkota berduri sudah musnah, Mereka tidsk terlihat dimanapun seolah mereka hikang di telan bumi." Ucap Rayson.


" Bagaimana kondisi anak anak.? ( Anak buah )"


" Sebagian terluka, tapi sudah di tangani. Tapi Than, ada satu yang janggal disini. Aku melihat anak buah GHOST." Ucap Jilian.


" GHOST..??" Ucap Ethan dan Rayson bersamaan.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2