Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 62. Wellcome home Nayara Valerie Maxwell


__ADS_3

Ryuchie, Derico, dan Margoux telah sampai di negara C, tepat nya di mansion besar milik keluarga Maxwel yang berada di negara C. karena memang sebenarnya dulu mereka tinggal disana, namun karena bersembunyi mereka pindah ke negara A. Dengan Jet pribadinya, mereka sampai lebih cepat.


Ryu melangkah masuk kedalam mansion besar itu, saat sampai di negara C, hari sudah menjelang pagi, orang orang juga belum ada yang terbangun dari istirahat nya. Namun Dengan langkah seribu Ryu menghampiri sebuah kamar. mungkin karena mereka kembar jadi memiliki filing yang sama.


" Ya Tuhan.. Dia.. Dia benar benar 100% sama denganku." Ryu bergumam sembari memandangi wajah adiknya yaitu Yara yang kini tengah tertidur pulas.


" Adik ku yang malang, dia kurus sekali" Ucapnya lagi. Ryu belum mengetahui alasan tiba tiba Yara berada di negara C. Derico belum menceritakan kebenaran nya.


Merasa dirinya tengah di tatap seseorang, perlahan Yara membuka matanya dan terkejut langsung terduduk.


" Huaa Astaga.!! " Jeritnya.


Bukanya merasa bersalah, Ryu justru langsung lompat keatas ranjang dan memeluk paksa Yara yang masih terkejut.


" Hua... Kau tau adik, kakak mencari keberadaanmu kemana mana, bahkan kakak menyusul ke negara tempat tinggalmu namun tidak menemukan keberadaan mu. Kakak.. Kakak.. sangat tidak menyangka bisa bertemu denganmu. Oiya, ngomong ngomong wajah kita juga sama, kakak sangat terkejut mebgetahui bahwa kamu sudah kembali." Celoteh nya tidak jelas dengan isakan tangis yang membuat Yara diam seribu bahasa.


" Adik, kenapa kamu diam saja, apakah kakak mengagetkanmu. Maafkan kakak, kakak terlalu semangat dan bahagia melihatmu." Ucap Ryu lagi.


" Emmm... Itu, ka kakak.. kapan kamu kembali.?" Ucap Yara gugup dan bingung.


" Tadi, Astaga.. Kamu imut sekali.. " Ucap Ryu langsung kembali memeluk Yara.


Yara merasa Dejavu, perlakuan hangat dan sosok riang itu mengingatkan nya dengan sosok Jilian. Entah apa kabarnya Jilian, dia belum mengetahui keadaan Jilian sekarang.


" Kakak, se sesak.. " Ucap Yara mencoba melepaskan diri dari Ryu.


" Oiyah, Astaga.. maafkan kakak, kakak terlalu semangat." Ucap Ryu lagi.


" Ceritakan bagaimana perjalanan hidupmu?" Ucap Ryu yang berubah dari mode tengil nya menjadi serius. Yara yang melihat itu pun sedikit terkejut.


" Tidak ada yang menarik kak." Ucap Yara singkat.


Bagaimanapun Yara tidak mungkin menceritakan kepedihan hidupnya hingga berakhir terjun kelaut bebas.


" Kakak sudah membalas keluarga Todd, kau tau kakek angkatmu tuan Davis Todd sangat menyayangimu. Kakak sejujurnya sangat terkejut karena ia lebih memikirkanmu dari pada keluarga kandungnya sendiri." Ucap Ryu bercerita.


" Maksud kakak.? " Tanya Yara bingung.


Ryu merebahkan dirinya di kasur Qing size milik Yara dan menatap langit langit kamar itu.


" Tuan Davis Todd memberikan mu 35% dari 70% saham perusahaan dan 15% saham lain sebagai bagian mu sebagai cucunya, Juga Mansion kediaman Todd saat ini adalah milikmu sepenuhnya. Sementara untuk putra kandungnya hanya 15% dan vila di kota B. Bayangkan, pasti saat ini mereka tengah kebakaran jenggot dan mendendam padamu." Ucap Ryu bercerita sambil terkekeh.

__ADS_1


Yara sampai bengong mendengar ucapan kakaknya, bagaimana tidak.. Kakek angkatnya sungguh sebaik itu kepada dirinya.


" Oiyah, pria dari Blood itu. Kakak juga sudah menyelidikinya, juga Mahkota berduri itu.. " Ucapnya menggantung.


Ryu ingin tahu respon adiknya, jika dia terlihat khawatir, maka Ryu tidak jadi mengatakannya. Namun di luar dugaan, Justru Yara nampak menunjukan tatapan dingin nya, dan itu membuat Ryu senang.


" Ketua Mahkota berduri adalah ibu tirinya sendiri." Ucap Ryu.


Yara sungguh bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Tanpa di duga kakaknya telah membantu banyak hal untuknya. Juga ketika ia mengingat bagaimana tatapan Ethan yang seakan tidak peduli kepadanya dan Bima, kebencian itu kembali muncul. Yara membenci Ethan seakan hingga ketulang tulang.


" Terimakasih kak." Ucap Yara dengan mata bersungguh sungguh.


" Terimakasih untuk apa, kamu adikku dan kakak adalah kakakmu, meskipun kita hanya beda 5 menit tapi tetap saja tugas kakak adalah melindungi adiknya, apakah benar?" Ucap Ryu.


Ryu menarik tangan Yara hingga Yara terjatuh berbaring di sampingnya.


" Kamu tahu, kakak sangat kesepian. Kakak selalu berharap jika saja kakak memiliki seorang adik, pasti sangat seru. Lalu siapa sangka ternyata doa kakak terkabul." Ucap Ryu.


" Tidurlah, kakak berjanji akan melindungimu adikku." Ucap Ryu mencium kening Yara singkat lalu memejamkan matanya.


Yara tidak menyangka, ternyata dirinya bisa memiliki seorang kakak yang sangat baik padanya. Yara pun ikut memejamkan matanya.


Tahu apa yang wanita paruh baya itu lakukan? Ia tengah memotret Ryu dan Yara yang tengah tertidur sembari berhadap hadapan dari berbagai sisi dan posisi. Wanita itu terlihat sangat bahagia melakukanya tanpa berpikir kedua anaknya itu terganggu dengan aksinya.


" Astaga ibu... Apa yang ibu lakukan pagi pagi begini? Aku baru saja tertibur bu.." Rengek Ryuchie. Sementara Yara masih setia dengan tidurnya.


" Hehehe.. Ibu sangat bahagia melihat putra dan putri ibu berkumpul." Celotehnya sembari tersenyum melihat hasil jpretan nya.


" Eh, Tunggu.. Kenapa kamu berada di kamar adikmu? kamu tidak lupa adikmu ini perempuan kan?" Ucap Aiko setelah tersadar.


" Ya ampun bu, apa yang bisa di lakukan seorang kakak kepada adiknya. Aku hanya sedang melepas rindu dengan adikku, dan tentu saja aku tahu dia seorang adik perempuan meskipun penampilan nya seperti aku." Ucap Ryu santai sembari mengacak rambutnya.


" Oke... Sekarang bersihkan dirimu jangan ganggu tidur adikmu." Ucap Aiko.


" Astaga, aku juga baru tertidur bu. Ibu tega sekali melupakan aku setelah adik datang." Rengeknya.


" Bukan begitu Ryuchie Jhose Maxwell, astaga berapa usiamu ini masih saja iri , Adikmu ini tidak pernah merasakan kasih sayang ibu, jadi ibu ingin menebusnya." Ucap Aiko tiba tiba sendu.


Melihat raut sedih ibunya, Ryu pun bangun dari ranjsng itu dan memeluk ibunya.


" Iya iya ibuku sayang.. Aku tahu itu. Baiklah, aku akan kembali ke kamarku." Ucap Ryu lalu pergi dari kamar Yara.

__ADS_1


Aiko membenarkan selimut Yara, sungguh dirinya tidak pernah berpikir bahwa ia melahirkan sepasang anak kembar. Sungguh tega ayah mertuanya itu, memisahkan dirinya dan putrinya yang masih bayi.


" Sayang, ibu dan ayah akan membalas semua yang hilang darimu dimasa kecil. Ibu sudah mendengar semuanya dari Derico. Ibu minta maaf karena ibu koma, jadi kamu di bawa pergi oleh kakekmu." Ucap Aiko pelan lebih seperti bisikan.


Setelah membisikan itu, Aiko pun pergi. Namun siapa sangka ternyata Yara mendengar ucapan ibunya itu. Yara sudah terbangun saat Ryuchie merengek, namun ia melanjutkan pura purs tidur saja. Siapa sangka ia akan mendengar kata kata hangat dan perlakuan manis dari ibunya.


' Aku tidak menginginkan apa yang telah hilang dimasa kecilku bu, cukup aku memiliki kalian, maka aku bahagia.' Batin Yara berucap, ia pun melanjutkan tidurnya.


Hari sudah terang, perlahan cahaya mentari masuk dan mengusik sepasang suami istri yang tengah tertidur. Mereka adalah Darren dan Megan. Baru saja mereka membuka matanya, mereka di kejutkan dengan gedoran pintu di luar kamar mereka.


DUG. DUG. DUG. DUG.


" Hey, keluar.. Ini sudah habis waktu kalian untuk berkemas." Teriak orang di luar sana.


Rupanya Ryu menyuruh orang orangnya untuk mengusir Darren sekeluarga dari Mansion itu.


" Astaga, pelayan mana yang berani menggedor pintu sekencang itu.!" Umat Darren masih setengah sadar.


Megan juga ikut terusik, perutnya sudah terlihat semakin besar membuatnya sedikit sukit bergerak.


" Keluar!!" Teriak orang diluar.


Darren berjalan menghampiri pintu kamarnya dan membuka pintu itu dengan sedikit emosi.


" Pelayan kurang ajar, berani sekali kali...an.. " Ucapnya seketika bingung dengan keadaan di depan nya.


Terdapat 4 pria berbadan tinggi besar dan berotot memegang tongkat bisbol tengah menatap tajam padanya.


" Siapa kalian?" Tanya Darren.


" Pakai tanya, nyenyak kali kau tidur? tak ingat waktu masa tenggang nya kau.?" Ucap salah satu pria dengan logat khas Batak nya.


" Hah.?" Darren terbingung.


" Hah hoh hah hoh.. Macam orsng dungu saja. Cepat keluar, nona kami menyuruh agar kalian cepat pergi, mansion ini harus sudah kosong." Ucap Orang itu.


Darren pun seketika mengingat kejadian kemarin. Tangan nya mengepal kuat.


'Nayara Valerie, kau sungguh berani sekarang. Penghinaan ini, akan aku balas suatu hati nanti.' Ucapnya dalam hati.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2