Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 40. Tugas rahasia.


__ADS_3

Yara berjalan mengikuti Ethan , dan masuk kedalam mobil.


" Kenapa kau duduk di depan.?" Ucap Ethan yang melihat Yara duduk di jok depan.


"Eh, lalu saya duduk di mana.?" Ucap Yara bingung.


" Tuan muda duduk saja di belakang dengan Tuan." Ucap Jamie.


" Pak Jamie, jangan panggil saya tuan muda, saya bukan seorang tuan muda." Ucap Yara.


" Kau mau terus berdebat.? Cepat pindah." Ucap Ethan.


" Baik tuan." Ucap Yara.


Yara langsung membuka pintu mobilnya dan pindah kebelakang, duduk di samping Ethan lalu mobil pun melaju pergi dari sana.


" Ini, baca baik baik." Ucap Ethan yang memberikan sebuah map berisi beberapa lembar foto beserta data diri masing masing.


" Eh, ini foto foto anggota keluarga tuan.?" Ucap Yara.


" Baca saja dan ingat baik baik. Dan mulai sekarang, kau akan tinggal bersamaku di penthouse ku." Ucap Ethan.


" Penthouse.? " Ucap Yara.


Ethan hanya diam saja, ia sibuk dengan handphone nya dan mengabaikan Yara.


Sementara Jamie sendiri merasa heran, sejak kapan tuan nya itu menjadi orang yang mau berbagi tempat tinggal dengan orang yang baru di kenalnya.


Sepanjang perjalanan baik itu Yara atau Ethan sama sama fokus dengan urusan nya masing masing. Hingga tak terasa sudah sampai di kantor.


Ethan turun dari mobilnya, begitu juga Yara dan Jamie yang berjalan mengekor di belakang Ethan. Seketika mereka menjadi pusat perhatian. Dikiranya tuan muda dari mana Yara itu. Paras wajah yang tampan namun manis, juga sangat mempesona. Di tambah ketampanan Ethan dengan wajah dingin bagai gunung es. Membuat perpaduan yang pas dan enak di lihat.


" Pak Jamie, kenapa semua orang menatap Tuan.? " Ucap Yara berbisik.


" Ekhem, Tuan adalah pimpinan disini, di tambah wajah tampan tuan, tuan menjadi idola bagi karyawan wanita disini. " Ucap Jamie.


"Oh , ternyata begitu.." Ucap Yara manggut manggut.


Hingga mereka memasuki lift khusus Presdir yang khusus di peruntukan untuk Ethan semua mata masih menatap lekat pada Yara dan Ethan.


Dan tak lama mereka sampai di lantai paling atas, yang merupakan ruangan pribadi Ethan. Sementara Jamie berbelok ke ruangan sebelah nya yang terbuat dari kaca.


" Ikut aku." Ucap Ethan.


Yara masih mengikuti Ethan hingga masuk kedalam ruangan kerja Ethan. Ethan langsung duduk di kursi kerja nya dan menatap Yara.


" Bagaimana bisa dia menjadi pria pun sangat tampan, dan ketika menjadi wanita dia sangat cantik." Ucap Ethan dalam hati.


Sementara Yara kini kebingungan mengapa ia hanya di tatap oleh Ethan.

__ADS_1


" Kau sudah hafal semua data diri dari foto foto tadi.?" Ucap Ethan.


" Sudah tuan. " Ucap Yara singkat.


" Bagus, Kau ganti pakaian mu, di balik lemari ini adalah ruang istirahatku. Di sana ada beberapa stelan jas, pilih satu stel jas yang bisa kau pakai. Sebentar lagi bara akan datang dan kau akan pergi dengan nya menyelidiki sesuatu." Ucap Ethan.


" Baik Tuan." Ucap Yara.


Ethan mendorong sebuah lemari yang ternyata juga sebuah pintu. Sudah seperti ruangan rahasia saja. Yara masuk kedalam dan mengganti pakaian nya.


Dan tak lama, benar saja Bara datang.


" Than.. " Ucap Bara yang menyapa Ethan.


Yara yang sudah selesai berganti pakaian menjadi Jas mewah pun keluar. Entah mengapa Jas milik Ethan itu seolah sudah di persiapkan untuk nya. Karena ukuran nya pas.


" Kok kau ada disini.?" Ucap Bara.


" Dia akan ikut denganmu." Ucap Ethan yang mengeluarkan satu set senjata api kearah Yara.


" Oh, Y.. kita akan pergi ke suatu tempat yang penuh darah, harap kau tidak trauma nanti." Ucap Bara menakuti Yara.


" Tuan Bara apa sudah lupa, saya ini pembunuh bayaran.? " Ucap Yara yang yang sedang merakit senjata apinya, dan langsung menatap mata Bara sehingga Bara langsung mengalihkan pandangan nya.


" Ekhem, bagus kalau begitu." Ucap Bara.


" Pergilah." Ucap Ethan.


Yara membungkuk kearah Ethan, lalu pergi mengikuti Bara. Bara tidak menggunakan lift milik Ethan, ia sengaja supaya bisa melihat dan menggoda karyawan wanita yang berada satu lift dengan nya.


Benar saja, saat di lift banyak karyawan wanita yang menggunakan pakaian minim ,bahkan terkesan kurang bahan.


" Hai nona nona.." Ucap Bara menyapa dua orang wanita yang memiliki payudara cukup besar di samping nya.


Sementara yang disapa justru sedang memandangi Yara yang berdiri tanpa ekspresi.


" Cih, baru datang ke sini saja sudah mencuri perhatian para wanita." Ucap Bara yang merasa kesal karena sapa an nya di anggap angin lewat oleh dua wanita tadi.


Setelah mereka sampai di lantai dasar yang di tuju , Tiba tiba seorang wanita berpura pura hilang keseimbangan dan jatuh kearah Yara.


Sementara Yara justru menghindar dan


Brugh.!!


" Aduh.. " Ucap wanita itu.


" Nona kau tidak apa apa.?" Ucap Yara yang berdiri di depan Grace.


Yara tentu saja mengenal Grace, Grace adalah teman nya dulu, namun berkhianat dan berpihak kepada Megan.

__ADS_1


" Aduh, Tuan.. Kakiku seperti nya terkilir, tuan apakah bisa bantu saya berdiri.?" Ucap Grace dengan tampilan menggoda nya.


Grace sengaja berpose seksi di lantai, namun Yara sama sekali tidak menunjukan ekspresi tergoda. Tentu saja, karena Yara adalah wanita, dia malah merasa jiji melihat betapa memalukan nya Grace.


" Y, kau tidak membantunya.? Dia sangat seksi loh.." Ucap Bara berbisik kepada Yara.


" Maaf nona, saya sedang buru buru. Biar pak Jamie saja yang membantumu. Pak Jamie, tolong nona ini kakinya terkilir." Ucap Yara yang kebetulan melihat Jamie baru turun menggunakan lift lain.


Melihat Jamie yang berjalan mendekat, Grace langsung bangun dari duduknya dan berdalih.


" Se.. sepertinya ini hanya terkilir ringan, saya masih bisa berjalan. Terimakasih.." Ucap Grace dengan wajah berpura pura senyum.


" Sialan, dengan tubuhku yang seksi ini bagaimana bisa dia menolak ku. " Ucap Grace kesal dalam hati.


" Kalau begitu saya permisi." Ucap Yara yang langsung pergi dengan Bara.


" Sikap pria macam apa itu, dia hampir seperti Ethan." Ucap Bara yang sedang membicarakan Yara.


Yara dan Bara sudah sampai di loby, dan tak lama datang sebuah mobil Lamborghini yang di antar oleh jasa valet .


" Ayo." Ucap Bara.


Bara mengemudikan mobil nya , lalu mereka pun pergi. Bara mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun tentu saja Yara tidak takut sedikitpun. Bagaimana pun dia juga adalah penggemar balap mobil.


Hingga sampailah mereka di sebuah kantor polisi.


" Kantor polisi.?" Ucap Yara.


" Hmm.. Kau lupa, Mobil mahal Ethan masih tertinggal di daerah sini. Dan tentu saja di derek oleh polisi." Ucap Bara.


" Oiyah, bagaimana bisa aku lupa mobil tuan." Ucap Yara sembari memukul jidatnya.


" Kau tunggu disini, ini kunci mobilnya. Aku akan masuk kedalam dan mengambil mobil milik Ethan, Kita akan pergi ke tempat tujuan dengan mobil masing masing." Ucap Bara yang hanya di angguki oleh Yara.


" Hehehe, kapan lagi bisa pamer mobil yang hanya ada beberapa biji di dunia. " Ucap Bara dalam hati.


Hingga tak berapa lama , Bara keluar dengan mobilnya dan memberi kode kepada Yara untuk mengikutinya. Yara pun mengikuti Bara pergi dari sana. Sepanjang perjalanan, Yara dan Bara saling adu kecepatan. Menyalip semua kendaraan yang lewat di jalan tol.


" Dasar tuan Bara, di ikuti malah semakin menambah kecepatan." Ucap Yara sedikit kesal.


Hingga sampailah mereka di sebuah pelabuhan terbengkalai di daerah itu.


Blam.! Suara mobil yang di tutup.


Bara sudah turun dari mobilnya begitu juga Yara .


" Kenapa kita kesini tuan.?"


" Panggil aku Bara saja, usahakan kita bersikap seolah tidak mengenal satu sama lain. Dan ini.. Kau gunakan ini." Bara memberikan topeng kepada Yara.

__ADS_1


" Topeng.?" Ucap Yara bingung.


TO BE CONTINUED...


__ADS_2