
Bima masuk kedalam ruangan rahasia, dan mengambil sebuah senapan tua.
" Hari ini, harus mengakhiri semuanya." Ucap Bima.
Di tempat lain.
Keluarga besar Todd kini benar benar dalam masalah besar. Perusahaan yang di jalankan oleh Carig Todd dan Darren Todd kini benar benar di ambang kehancuran.
" Darren, kau cobalah datang sekali lagi menemui Presdir Ethan, katamu dia sudah menjadi kekasih Nayara." Ucap Carig dengan frustasi.
" Kalau mudah di tangani, aku pasti sudah ke sana ayah. Kemarin saja aku sudah menyinggung cucu pertama dari tuan besar Dominique, bagaimana bisa mereka memberi muka kepadaku." Ucap Darren.
" Katakan saja hubungan antara kakekmu dan kakeknya yang baik. Dia pasti memberimu muka." Ucap Carig lagi.
" Beri aku waktu yang pas ayah. Sekarang ini aku lebih kebingungan. Megan meminta aku segera menikahi dia, perutnya sudah mulai terlihat membesar. " Ucap Darren memijit kepalanya.
" Itu kebodohanmu.!! Bisa bisa nya berbuat hingga melewati batas.! Bukannya sejak awal ayah sudah katakan, berbuat ya berbuat saja, jangan sampai mengandung.! Sekarang keluarga kita saja sedang kesulitan, bagaimana mau mengadakan pesta pernikahan.!" Ucap Carig marah marah.
" Pesta pernikahan.. Benar, pesta pernikahan. Ayah, sekarang aku menemukan sebuah ide. Bagaimana kalau kita buat pesta pernikahan ku, lalu ayah undang keluarga tuan besar Dominique. Dan buat kesepakatan di hari itu.." Ucap Darren dengan antusias.
" Apa kau gila, acara pernikahan untuk membuat kesepakatan atas dasar apa.? Belum tentu juga mereka mau datang." Ucap Carig.
" Ayah.. bukankah ayah yang bilang katakan saja hubungan lama mereka.?" Ucap Darren dengan senyum misteriusnya.
" Benar juga. Baiklah, kau katakan saja kepada Megan kalian akan menikah Minggu depan. " Ucap Carig.
" Baik ayah. " Ucap Darren dengan antusias.
Sementara itu, gadis yang bernama Megan itu kini sedang berada di sebuah hotel berbintang. Ia nampak sedang bersandar di dada bidang seorang pria asing.
" Sayang, kapan kamu akan menikahi ku.." Ucap Megan dengan manja.
" Cih, menikah. Kau saja tidak bisa membuat Darren mengalah dari posisi CEO , masih berani membahas menikah. Selain itu, kau sudah mengandung anak yang tidak di ketahui siapa ayahnya beraninya memintaku menikahimu.!" Ucap pria yang tak lain adalah saudara sepupu Darren sendiri, Robin.
" Aku tidak hamil.." Ucap Megan membela diri.
" Tidak hamil.? kau pikir aku bodoh kah.. Darren sendiri yang bilang padaku dia sedang pusing karena kau memintanya menikahimu karena sekarang kau mengandung anaknya." Ucap Robin.
" Itu.. Itu juga karena kamu tidak mau menikahi ku, maka dari itu aku meminta Darren menikahi ku." Ucap Megan membela diri.
" Jadi kau benar benar hamil.? dan masih berani membela diri.?! Ucap Robin kasar.
__ADS_1
" Aku hamil anakmu sayang. Aku bersungguh sungguh. Aku hanya bingung mau bagaimana dengan masa depanku kalau aku melahirkan tanpa suami." Ucap Megan masih membela diri.
" Cih, masih mengatakan bahwa itu anak ku." Ucap Robin.
Robin akan melangkah pergi meninggalkan Megan, namun Megan langsung lari dan memeluk Robin dari belakang.
" Sayang, percayalah.. aku benar benar hamil anakmu. Kamu ingat kan malam saat kamu telah membunuh seseorang dengan Darren, kamu mabuk berat dan melakukan itu denganku tanpa pengaman. Aku dan Darren memang sering melakukan nya, tapi aku memasukan kontrasepsi pada minuman Darren. Jadi bisa di pastikan ini anakmu." Ucap Megan berdalih.
" Benarkah.?" Ucap Robin memutar badan nya.
" Benar, kamu ingat kan tujuan kita adalah memanfaatkan Darren. Aku tidak berbohong." Ucap Megan lagi.
" Baiklah, aku percaya.." Ucap Robin.
Megan yang mendengar itu pun langsung memeluk Robin.
" Gadis bodoh, kau pikir aku sama sekali tidak tahu betapa kotor nya dirinu. Berhubungan badan dengan banyak pria asing demi melunasi hutang ayahmu. Tapi tidak apa apa, selama kau masih berguna, maka aku tidak keberatan untuk, memanfaatkanmu. " Ucap Robin dalam hati.
" Aku harus bisa mempertahankan dua orang ini. Siapapun nanti yang akan menikah denganku, aku akan menerimanya. Toh mereka sama sama keluarga kaya. " Ucap Megan dalam hati.
Di sisi lain, kini Ethan, Yara, dan Jamie sudah sampai di sebuah hotel mewah. Mereka akan menemui seorang klien penting di sana.
Yara berjalan di belakang Ethan. Entah apa sebenarnya pekerjaan nya, mengapa Ethan memintanya selalu berada di sekitarnya. Setelah berjalan cukup jauh, mereka sampai di sebuah restoran yang berada di hotel itu.
" Selamat pagi Presdir Dominique, maaf membuatmu harus datang kemari." Ucap seorang pria yang terlihat sudah berumur.
" Tidak apa apa." Ucap Ethan sopan dan langsung duduk.
" Kalian tunggu di luar. " Ucap Ethan menatap Yara dan Jamie.
" Baik tuan." Ucap Yara dan Jamie serempak.
Setelah Yara dan Jamie keluar, mereka pun mulai berbicara serius.
" Katakan, ada apa tuan Wilson mendadak memanggilku." Ucap Ethan dingin.
Benar, Ethan memang tidak pernah memperlakukan orang lain dengan ramah. Tidak dengan yang senior atau junior.
" Sebenarnya aku hanya ingin meminta pertolonganmu, mengingat aku pernah.. " Ucap Wilson tertahan.
" Tidak perlu di ungkit, aku masih ingat dengan jasamu. Katakan saja ada apa." Ucap Ethan lagi.
__ADS_1
" Sebenarnya ingin.. "
Mereka melanjutkan pembicaraan rahasia mereka. Sementara Yara kini sedang duduk di lobi hotel itu menunggu Ethan. Matanya menangkap sosok wanita yang ia kenal dulu.
" Dia bukannya bersama Darren, mengapa dengan Robin." Ucap Yara dalam hati.
" Pak Jamie, saya ke toilet sebentar." Ucap Yara yang mencari alasan.
" Baiklah." Ucap Jamie.
Yara berjalan dengan tenang mengikuti dua sejoli yang nampak sedang berpelukan mesra.
" Wah.. apakah akhirnya Darren akan mendapatkan karma. Dia di selingkuhi, bahkan selingkuhan pacarnya adalah sepupunya sendiri ck.. ck.. " Ucap Yara dalam hati.
" Sayang, pokoknya kamu harus menikahi aku dalam waktu dekat. Perutku sudah mulai terlihat besar." Ucap Megan yang sedang duduk di meja restoran.
Sementara Robin sendiri hanya mengangguk dan senyum saja tanpa berkata apa apa.
Dari jauh Yara bisa melihat Ethan yang sedang menikmati segelas anggur dan disisi lain dia juga mendapatkan tontonan bagus.
" Para bajingan dan ****** , memang pasangan yang serasi." Ucap Yara dalam hati.
Yara merekam kemesraan mereka berdua, ia berniat ingin membalas perlakuan Darren saat di hari pertunangan nya dulu.
Yara melihat Ethan yang sudah bangun dari duduknya , dan melangkah pergi. Yara pun ikut bangun dari duduknya dan menyusul Ethan dan mereka bertemu di pintu keluar.
" Kau, bukankah aku sudah bilang tunggu di luar." Ucap Ethan.
" Tuan tidak perlu khawatir saya menguping. Saya disini juga karena memiliki urusan sendiri." Ucap Yara .
Ethan melihat ke sekeliling restoran dan ia menemukan wajah salah satu keluarga Todd.
" Apa gadis ini menyukai Robin Todd, bukannya dulu hampir bertunangan dengan Darren Todd. Dasar, penampilan sudah seperti pria masih memikirkan cinta." Ucap Ethan dalam hati.
" Ya sudah, ayo pergi." Ucap Ethan sedikit kesal.
Yara yang melihat bos nya kesal itu hanya bisa bingung dan berjalan di belakang Ethan.
Setelah bertemu dengan Jamie, mereka pun pergi dari hotel itu.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1