Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 104. Menangkap Kristin kembali.


__ADS_3

Yara keluar dari kamar mandi, saar ini ia menggunakan hodie berwarna putih, milik kakaknya tentu saja.


" Kamu sudah siap.? " Tanya Jackson.


" Ya, ayo.." Ucap Yara.


Mereka pun keluar menuju ruang tengah, itu adalah pertama kalinya Yara keluar dari kamar setelah beberapa hari di rawat.


" Selamat siang nona Yara, bagaimana keadaanmu.? " Sapa sang dokter.


" Aku baik dok, sangat baik. Apakah aku sudsh boleh lepas selang.?" Tanya Yara.


" Sebentar ya, saya periksa dulu. Agar lebih aman." Ucap sang dokter dengan kekehan.


Dokter itu merasa lucu sendiri dengan Yara. Yara begitu semangat dan tidak sabarnya ingin melepas selang. Selain itu dokter itu juga dokter yang sering menangani luka Ryuchie. Awalnya ia kaget saat melihat Yara tak sadarkan diri saat pertama datang, ia kira Yara adalah Ryu. Namun setelah mendapat panggilan dari Ryu ia mengerti situasinya.


" Tubuh nona sudah baik baik saja, tapi tolong hinadri aktivitas berat terlebih dahulu. Juga obat yang saya siapkan, tolong nona selalu minum dengan teratur oke."Ucap Sang dokter.


" Baik dok." Ucap Yara.


Sungguh dokter itu gemas dengan Yara, Tidak pernah dalam sejarah hidupnya selama ikut dengan keluarga Maxwell ia melihat Ryu tersenyum atau pun patuh. Ryu hanya akan memasang wajah datar dan banyak protesnya, berbeda dengan Yara. Oleh karena itu dokter itu sangat senang melihat Yara yang merupakan duplikat Ryu itu ramah dan patuh.


" Kalau begitu saya permisi nona, semoga hari anda menyenangkan." Ucap sang dokter.


" Terimakasih, sampai jumpa dok." Ucap Yara.


" Kita pulang... " Teriak Yara senang.


Sungguh, hari ini yara sangat bahagia. Entah karena dia akan kembali ke tanah airnya atau karena hal lain, tidak ada yang tahu.


" Aku belum melaporkannya kepada tuan muda, jadi masih harus menunggu persetujuan tuan muda dulu." Ucap Jackson.


" Oke.. " Sahut Yara.


..........


Di belahan negara lain..


Sementara itu, malam malam Ryuchie kini sedang melakukan pengintsian bersama tim GHOST nya. Ia mengginakan pakaian serba hitam, masker hitam, topi hitam dan membawa senapan canggih yang bisa menembak tanpa di sadari musuh.


" Ingat, siram seluruh markas ini dengan bensin saar kalian sudah mengalahkan anak buah Kristin." Ucap Ryu.


" Baik tuan muda." Ucap Mereka .


" Berpencar." Ucap Ryu.


Para anak buahnya pun berpencar sesuai instruksi Ryu. Dan saat ini Ryu hanya bersama dengan 5 oramg tim nya.

__ADS_1


" Dengar, agak sedikit sulit untuk memancing Kristin keluar, maka dari itu aku akan maju terlebih dahulu. Kalian tetap waspada dan menjaga ku dari belakang." Ucap Ryu.


Ya, saat ini mereka sedang mengintai markas baru Kristin. Mereka akan melakukan penculikan kembali pada Kristin.


" Tuan muda, mengapa tidak kami saja yang langsung maju.? " Ucap anak buah Ryu.


" Tidak bisa, dia akan keluar hanya jika melihat wajahku." Ucap Ryu.


Akhirnya mereka pun mengangguk mengerti. Ryu memberikan senapan kepada anak buahnya, lalu ia berjalan keluar dari tempat persembunyian.


" Hei!! Siapa kau.?!! Teriak seorang anak buah Kristin yang melihat Ryu.


" Katakan kepada nyonya Evron, Yara mencarinya." Ucap Ryu.


" Kau Yara.?" Tanya si anak buah.


Tapi belum sempat anak buah itu pergi memanggil Kristin, yang di sebut namanya itu justru keluar dengan sendirinya.


" Oh, kau keluar dengan sendirinya." Ucap Ryu.


Kristin tersenyum smirk, lalu ia berjalan kearah Ryu sambil berkata.


" Bagaimana.?? Apakah putraku sudah membuat pelajaran padamu karena menyakiri aku.?" Ucap Kristin berbisik.


Ryu hanya melirik Kristin tajam dengan tatapan dingin.


" Cih, hanya sekelompok semut, Mahkota berduriku di gabung dengan Mavros drakos, sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan mu dan Ethan." Ucap Kristin.


" Oh, iya kah..??" Ucap Ryu. Ryu mengankat sebelah tangan nya lalu tiba tiba segerombol anak buah Ryu datang.


" Dimana kalian!! Cepat keluar lindungi aku.!!" Teriak Kristin.


" Percuma, mereka sudah aku habisi. Sekarang ikut aku baik baik atau aku paksa dengan kekerasan." Ucap Ryu.


" Kau pikir bisa membawaku sesuka hati huh.?!! " Ucap Kristin tiba tiba menodongkan sebuah pistol kearah Ryu.


" Rupanya kau lebih memilih jalan kekerasan.??" Ucap Ryu tiba tiba juga menodongkan pistol kearah Kristin.


" Hahaha.. Ayo kita lihat, peluru siapa yang lebih cepat." Ucap Kristin.


" Bodoh.." Ucap Ryu. Ryu menggerakan jarinya dan..


DOR.!!


" Akkh.!!! Kurang ajar kau menyerangku diam diam.!" Teriak Kristin kesakitan, karena kakinya tertembak.


Sementara anak buah Ryu langsung mengambil pistol yang ada di tangan Kristin lalu menangkap Kristin.

__ADS_1


" UGH.!! Sakit .!! Lepas." Teriak Kristin.


" Rupanya kau bisa sakit juga, kupikir kau manusia batu mengingat hatimu sekeras batu." Ucap Ryu menyindir.


" NAYARA VALERIE, AKU PERINGATKAN JANGAN MACAM MACAM DENGANKU, ATAU AKU AKAN MENGHANCURKAN SELURUH KELUARGA MAXWELL MU." Teriak Kristin.


Ryu paling tidak suka diancam, dia benci kata kata ancaman, apalagi menyangkut keluarga tercintanya. Tatapan Ryu manggelap, ia berjalan kearah Kristin dan berjongkok dihadapan Kristin sembari mencengkeram dagunya.


" Kau pikir kau sehebat itu.? Aku bisa membunuhmu hari ini juga jika aku mau. Dan jangan mengancam aku, aku tidak suka diancam." Ucap Ryu pelan.


" Aku dan GHOST ku akan melenyapkan mu, tapi nanti setelah aku menemukan akar akarnya. Hingga kau tidak bisa bangkit lagi, Kristin Evron."


Ucap Ryu pelan dengan nada suara di tekan terdengar seperti berbisik.


Karistin memucat, dia baru saja mendengar kata GHOST.


" Kau, siapa kau.?" Ucap Kristin


" RYUCHIE JHOSE MAXWELL, Putra dari Jhosua Maxwell, saudara kembar Yara. Kau tentu mengenal nama RYUCHIE bukan.??" Ucap Ryu dengan senyum smirk nya.


Seketika Kristin semakin berkeringat dingin.


Siapa yang tidak mengenal nama RYUCHIE dari GHOST. Dia adalah pimpinan mafia paling kuat yang tidak bisa di temui jejaknya, siapapun akan berpikir berulang kali sebelum membuat masalah dengan GHOTS.


Hanya saja selama ini hanya nama RYUCHIE saja yang dikenal orang orang, pimpinan mafia berhati dingin, kejam, tiada ampun dengan lawan. Dialah RYUCHIE JHOSE MAXWELL. Dia sengaja menyembunyikan identitasnya, sangat low profile. Tidak ada yang tahu rupa penerus keluarga Maxwell kecuali orang terdekat dan beberapa yang bekerja di bawah naungan MAXWELL.


Jadi tidak heran dirinya bebas bergerak tanpa takut paparazi mengikuti dan memberitakan dirinya, karena selama ini wajah Ryu sangat di rahasiakan. Banyak yangbmengira kemungkinan wajah Ryu buruk rupa atau penuh luka, banyak yang berpikir mungkin demi keamanan.


" Tidak mungkin.. Kau seorang bocah, bagaimana mungkin kau memimpin mafia GHOST. Kau hanya mengaku ngaku saja kan.?" Ucap Kristin mencoba mengendalikan rasa paniknya.


" Terserah jika tidak percaya, aku juga tidak butuh kau percaya padaku. Bawa dia.!" Ucap Ryu kepada bawahan nya.


Anak buah Ryu pun membawa Kristin yang kesakitan karena timah panas itu bersarang di kakinya. Kristin hanya bisa berteriak teriak, hingga anak buah Ryu yang nampak tak sabar langsung memukul leher Kristin hingga pingsan.


" Bawa dia ke ruang bawah tanah di kediaman, lalu rantai." Ucap Ryu.


" Baik tuan muda." Ucap para anak buahnya.


Anak buah Ryu pergi dari sana bersama rombongan nya, sementara Ryu sendiri menatap markas Kristin, ia melempar sebuah korek api dan..


BLAARR....


Api membesar dengan sangat cepat membakar habis markas Kristin dan seluruh anak buah Kristin yang tewas, bahkan juga ada yang masih hidup namun sekarat. Kebetulan markas Kristin itu berada di pulau yang cukup sepi dan terpencil, jadi Ryu tidak memiliki kekhawatiran.


Begitu cara kerja Ryu, menghabisi hingga tak bersisa.


" Tinggal menunggu hari pemakaman mu , Kristin Evron." Ucap Ryuchi, lalu pergi dari sana dengan mobilnya.

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2