Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 175. SEASON 2. RANKING SEKOLAH.


__ADS_3

Hari hari ujian sekolah pun berakhir, dan hari ini adalah hari penerimaan rapor sekolah sebelum akhirnya sekolah di liburkan.


" Vaye, apakah aku berhasil keluar dari peringkat pertama dari belakang?? " Bisik Nicholas, dan Vaye terkekeh.


" Entah.." Ujar Vaye.


" Vaye, baru kali ini aku tegang dalam menerima rapor sekolah." Bisik Nicholas lagi.


" Tenangkan dirimu, jika menurutmu kamu sudah melakukan yang terbaik, maka percayalah.. apapun hasilnya, itu afalah kemampuanmu." Ujar Vaye.


" Anak - anak, saya akan membagikan rapor sekolah kalian. Sebelum itu, saya akan membacakan siapa saja yang menduduki peringkat sepuluh besar, saya mohon semuanya tenang." Ujar sang guru.


Siswa siswi di kelas itu pun menjadi tegang.. Guru pun mulai membuka satu persatu rapor milik siswa yang menduduki peringkat 10 besar itu. Guru mulai menyebut nama dari peringkat 20 ke peringkat 1.


Awalnya saat guru membacakan siapa saja yang menduduki peringkat 10 sampai 6 tidak ada yang terkejut sama sekali, hingga guru menyebutkan siapa yang menduduki peringkat ke 4 yaitu Lini.


Biasanya Lini berada di peringkat kedua dan Timothy berada di peringkat pertama, tapi kali ini Lini mengalami penurunan nilai.


" Astaga, Lini kau tergeser oleh siapa?" Bisik teman teman Lini.


Lini sendiri tidak menyangka bahwa nilainya akan turun, ia merasa selalu belajar seperti biasanya. Ia menjadi ketakutan saat ini, orang tua Lini adalah orang tua yang keras terhadap anaknya.


" Selamat untuk Nicholas Levi , karena menduduki peringkat ke tiga." Ujar guru, dan semua orang terkejut mendengarnya.


Bukan hanya teman kelas, bahkan Nicholas sendiri terkejut, karena ia mendapatkan peringkat ke 3. Ia sama sekali tidak pernah berpikir bahwa dirinya masuk 10 besar.


" Selamat.. Akhirnya kamu membuktikan kemajuanmu." Ujar Vaye.


" Astaga, aku masuk peringkat 3? Aku?" Gumam Nicholas tidak percaya.


" Selamat untuk Timothy Morgan, karena menduduki peringkat kedua." Ujar sang guru.


Dan kelas kembali heboh, Timothy yang terkenal cerdas itu menempati peringkat kedua?


" Siapa gerangan jenius yang berhasil menggeser Timothy?" Bisik teman kelas.


" Lalu.. Selamat kepada Vaye, karena menempati peringkat pertama." Ujar Guru, dan semua orang meranga tak percaya.


Bagaimanapun Vaye belum lama masuk di sekolah itu, tapi ia sudah berhasil menggeser Timothy yang selalu menduduki peringkat pertama.


" Wahh... Bakpao, kau hebat sekali." Ujar Nicholas.


"Terimakasih.." Ujar Vaye.


" Tapi... Apakah kamu tidak punya nama panjang? Apakah namamu hanya Vaye, saja? " Tanya Nicholas, heran.


" Ya, namaku hanya Vaye saja. " Ujar Vaye.


' Untung paman Jilian sudah memberi tahu guru untuk menyembunyikan nama asliku.' Batin Vaye merasa lega.


" Selamat Vaye, kamu berhasil menduduki ranking pertama, sebelum ini tidak ada yang berhasil menggeser diriku sama sekali." Ujar Timothy.


" Terimakasih, aku hanya kebetulan beruntung." Ujar Vaye.


Dan sekolah pun bubar.. Vaye dan Nicholas saat ini berdiri di depan pintu masuk sekolah. Mereka berdua menunggu seseorang yang sangat berjasa pada Nicholas, Bagas.


" Gas.." Panggil Nicholas.

__ADS_1


" Nicholas?? Ada apa?" Tanya Bagas.


Nyatanya pada awalnya Bagas mengajari Nicholas karena Nicholas mengancam akan mengganggu dirinya setiap hari, alhasil Bagas selalu takut saat bertemu Nicholas.


Namun setelah beberapa hari, akhirnya Bagas tahu bahwa Nicholas tidak sejahat itu. Nicholas belajar dengan sungguh sungguh, dan tidak sedikitpun menyakiti dirinya. Nicholas melangkah dan memeluk Bagas, Bagas pun terkejut oleh apa yang di lakukan oleh Nicholas.


" Nicholas.."


" Terimakasih, kau sudah membuat aku menduduki peringkat ketiga." Ujar Nicholas.


Bahkan Bagas pun terkejut mendengarnya. Siapa yang tidak tahu bahwa Nicholas adalah murid paling minus di sekolah.


" Benarkah?? Selamat kalau begitu." Ujar Bagas.


" Itu semua berkat dirimu.." Ujar Nicholas sambil melerai pelukannya.


" Mana ada, itu karena kegigihanmu sendiri. Aku hanya membantumu saja semampuku, pada dasarnya kamu itu cerdas." Ujar Bagas.


" Bagas, ayo ikut dengan kami." Ujar Vaye.


" Eh??" Bagas terkejut.


" Benar, ayo ikut bersama kami. Kami akan merayakan keberhasilanku meraih peringkat ketiga." Ujar Nicholas antusias.


Sungguh, semua orang yang melihat itu terkejut melihat sisi lain Nicholas yang menjadi sangat baik dan ramah. Bahkan Nicholas memeluk bagas, padahal dia adalah orang yang paling tidak mau di sentuh atau tersentuh siapapun.


" Baiklah.." Ujar Bagas.


" Kau bawa motor atau mobil?" Tanya Nicholas.


" Katakan pada supirmu, kau ikut mobil Vaye." Ujar Nicholas.


" Oh, baiklah.. sebentar." Ujar Bagas sambil menghubungi supirnya.


Ketiganya kini berjalan ke parkiran, Nicholas yang terlalu senang itu tak henti hentinya tersenyum lebar. Vaye ikut senang akhirnya temannya itu berhasil tersenyum lepas.


" Silahkan ibu hamil, duluan." Ujar Nicholas.


" Hey!! sekali lagi kau bilang itu, aku benar benar akan memukulmu dengan tongkat kepala gajahku." Ujar Vaye.


" Vaye hamil?? " Tanya Bagas terkejut.


" Ya, dia hamil telur gulung, bakso bakar dan bakso tusuk." Ujar Nicholas sambil tertawa lepas.


" NICHOLAS!!" Teriak Vaye, menahan malu.


" Hahahaha." Tawa Nicholas dan Bagas bersamaan.


Nicholas masih sering bermimpi buruk tentang kakaknya, hanya saja ia sudah bisa mengendalikan dirinya. Dan itu berkat kehadiran Vaye, Nicholas bahkan sudah tidak terlalu bergantung pada obat obatnya.


Sepanjang perjalanan.. Nicholas, Vaye dan Bagas tak henti hentinya tertawa membahas hal hal lucu. Ada saja yang menjadi bahan candaan mereka. Bagas kini semakin mengenal Nicholas, Nicholas adalah anak yang baik dan asik.


" Ini tempat apa??" Tanya Bagas ketika memasuki pekarangan dimana ada danau disana.


" Ini markasku dan Vaye." Ujar Nicholas.


" Ha? Markas??" Tanya Bagas heran.

__ADS_1


" Jangan dengarkan ucapannya, dia gila." Ujar Vaye.


Akhirnya mereka turun, Bagas terkesima dengan keindahan tempat itu. Sama seperti Vaye saat pertama kali dia datang kesana, dia sampai terpesona berkali kali.


Mereka duduk duduk di danau itu sembari melihat ikan ikan koi yang cantik. Tak lama beberapa kurir datang mengantar sangat banyak makanan. Nicholas memesan banyak makanan, sampai Vaye dan Bagas pun heran untuk apa makanan sebanyak itu.


" Banyak sekali makanan nya?? " Tanya Vaye.


" Itu untuk teman kecil." Ujar Nicholas.


Vaye tahu siapa yang di maksud teman kecil oleh Nicholas, mereka adalah anak anak jalanan yang biasa Nicholas beri makan.


" Siap?? " Ujar Nicholas.


" Let's go! " Ujar Vaye, sementara Bagas hanya ikut saja sambil kebingungan.


Mereka mengendarai mobil Vaye berkeliling kota dan membagikan makanan pada anak jalanan, dan akhirnya berakhir kembali ke danau.


" Kalian akan liburan kemana?" Tanya Bagas sambil memakan makanan yang mereka beli.


" Aku akan kembali ke US" Ujar Vaye santai, namun berhasil membuat Nicholas mematung.


" Kau kemana?" Tanya Vaye pada Bagas.


" Mungkin ke Negara E." Ujar Bagas.


Mereka melewati malam itu bertiga, tapi entah apa yang terjadi dengan Nicholas, ia hanya diam. Hingga akhirnya mereka pun bubar. Bagas di jemput supirnya, Nicholas dan Vaye kembali ke apartemen mereka.


Saat ini mereka berdua berada di apartemen Vaye, Nicholas masih belum ingin terpisah dari Vaye. Keduanya tengah membuat minuman di dapur saat ini.


" Kamu mau kembali ke US? " Tanya Nicholas akhirnya.


" Ya, mommy dan daddyku merindukan aku." Ujar Vaye, tapi kemudian Vaye teringat bahwa Nicholas hanya sendirian.


" Apakah kamu tidak memiliki tujuan berlibur??" Tanya Vaye, dan Nicholas menggeleng.


" Kau tidak akan kembali terpuruk seperti sebelumnya, kan?? Jangan sampai saat aku pergi, aku mendapat kabar bahwa kamu bunuh diri dari atap apartemen." Ujar Vaye, dan Nicholas terkekeh.


" Mana ada begitu.. paling aku hanya akan kesepian, tidak ada makhluk galak." Ujar Nicholas.


" Ish, jahatnya." Ujar Vaye.


" Kapan kamu pergi?? " Tanya Nicholas.


" Lusa.. " Ujar Vaye, dan Nicholas mengangguk.


Entah mengapa ada rasa tidak rela jika Vaye pergi darinya. Ia ingin Vaye selalu bersamanya. Tiba tiba Nicholas mendekat kearah Vaye dan memeluknya. Vaye sampai diam mematung saat Nicholas memeluknya.


Tidak ada kata apapun yang terucap, lalu kemudian Nicholas melepaskan pelukannya.


" Astaga.. Aku pasti akan merindukan Bakpao jelek ini." Ujar Nicholas, dan berhasil mendapat cubitan maut di perutnya.


" AADAW!! Sakit Vay.. " Ujar Nicholas.


" Salah sendiri, iseng." Ujar Vaye, dan Nicholas terkekeh.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2