
Mereka berjalan menuju loby, sepanjang perjalanan menuju mobil, Yara benar benar menunjukan sifat ramah nya kepada Huang Yu. Entah mengapa berada di dekat Huang Yu membuatnya rindu sosok Davis Todd yang juga selalu menggandeng tangan nya seperti itu.
" Silahkan pak tua Huang." Ucap Yara membukakan pintu mobil untuk Huang Yu.
Huang Yu tersenyum dan masuk kemobil dibantu oleh Yara dan asisten Huang Yu.
" Kakak, kau disini saja urus pekerjaanmu. Biar aku yang menemani pak tua Huang." Ucap Yara pada Sandy.
" Apakah tidak apa apa?" Tanya Sandy dengan nada khawatir.
" Tidak apa apa." Ucap Yara.
Akhirnya Sandy hanya mengangguk, ia akhirnya mengutus pasukan elite Ghost lebih banyak untuk melindungi Yara saat di luar sana.
" Berapa usiamu nak?" Tanya Huang Yu kepada Yara.
Mereka berempat di mobil itu, ada Yara, Huang Yu, Asisten Huang Yu dan pengawal Yara yang menjadi supir.
" 18 tahun pak tua Huang, bulan depan saya 19 tahun." Ucap Yara.
" Ternyata masih sangat muda, cucuku juga sepertinya seusia denganmu." Ucap Huang Yu seketika sendu.
" Tuan besar.. " Ucap sang asisten.
" Hahaha.. Tidak apa apa, ada kalanya aku merindukan seseorang yang tidak akan pernah datang lagi. Berada di dekat Yuka aku sama sekali tidak merasa asing, justru senang. Yuka pemuda yang baik dan ceria." Ucap Huang Yu memuji Yara
" Terimakasih pak tua Huang.. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi kau bisa anggap aku sebagai cucumu." Ucap Yara.
Huang Yu semakin menyukai kepribadian Yara, ia sama sekali tidak mengorek cerita tentang dirinya. Tak lama mereka sampai disebuah restoran khas negara C.
" Mari pak tua Huang." Ucap Yara. Dan Huang Yu menyambut tangan Yara.
Asisten Huang Yu tersenyum melihat kedekatan tuan nya dengan Yara. Karena tuan nya itu sedikit sulit dihadapi. Bahkan dengan keluarganya sendiri pun Huang Yu menjaga jarak. Bukan tanpa alasan Huang Yu menjadi seperti itu, semenjak kondisinya memburuk sekitar 15 tahun yang lalu, ia menjadi sadar siapa yang benar benar peduli dengan nya dan siapa yang hanya menginginkan warisan darinya.
Sejak saat itu lah, Huang Yu menjaga jarak dari semua orang yang hanya ingin memanfaatkan dirinya. Namun bertemu dengan Yara, Huang Yu entah mengapa menunjukan sikap hangatnya.
" Tolong keluarkan semua makanan terbaik di restoran kalian." Ucap Yara kepada pelayan restoran.
" Baik tuan." Ucap sang pelayan.
" Tunggu, Pak tua Huang apakah anda suka makan pedas.? Tanya Yara kepada Huang Yu.
" Sedikit pedas tidak apa apa. Apakah di restoran ini ada teh longjing?" Tanya Huang Yu.
' Ternyata dia sungguhan suka teh longjing.' Batin Yara bermonolog.
" Ada tuan, Baik kalau begitu saya akan siapkan makanan nya." Ucap pelayan itu.
Setelah menunggu beberapa menit, makanan itu pun keluar. Huang Yu sungguh senang karena di jamu dengan makanan traditional negaranya. Biasanya ia akan di jamu dengan makanan negara lain, karena yang mereka tahu Huang Yu tinggal di negara P jadi tidak makan makanan traditional negara C.
Mereka pun makan dengan sesekali bertukar pertanyaan seputar makanan. Hingga akhirnya mereka selesai makan. Yara yang sudah makan saat dirumah, kini kekenyangan. Demi menghormati Huang Yu, ia memakan semua makanan yang di ambilkan oleh Huang Yu.
" Terimakasih Yuka, pak tua ini sangat puas dengan makanan jamuanmu." Ucap Huang Yu.
" Senang rasanya bisa menjamu anda." Ucap Yara dengan senyum ramah.
Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil menuju kembali ke perusahaan Sandy. Setelah beberapa saat mereka pun sampai di perusahaan Sandy kini mereka sedang berada di dalam ruang pertemuan yang sebelumnya.
" Jika boleh bertanya sebenarnya kenapa kau ingin aku menerjemahkan bahasa Yunani kuno? Apakah itu tentang penelitian?" Tanya Huang Yu.
" Sebenarnya ini bukan tentang penelitian, tapi sebuah surat peninggalan mendiang kakek ku." Ucap Yara.
" Mmm... ternyata begitu.. " Ucap Huang Yu manggut manggut.
" Boleh saya lihat seperti apa tulisan itu?" Tanya Huang Yu.
" Saya tidak membawa suratnya, tapi saya memotretnya di ponsel. Ini adalah isi suratnya." Yara memberikan ponsel nya kepada Huang Yu.
" Ini.!! " Ucap Huang Yu terkejut.
" Kenapa pak tua Huang?" Ucap Yara bingung.
" Apakah kau cucu John Dominique?" Tanya Huang Yu.
Yara terkejut, ternyata Huang Yu mengenal kakek John.
" Bukan." Ucap Yara.
" Kalau begitu saya tidak bisa menerjemahkan isi dari surat ini. Saya harus pergi, ayo." Ucap Huang Yu pada asisten nya.
Dengan sigap, Asisten Huang Yu langsung memapah Huang Yu dan hendak pergi dari ruangan itu.
" Pak tua Huang.. " Yara bingung, mengapa Huang Yu bisa seterkejut itu, terlebih lagi ia mengenal John Dominique.
Sandy masuk kedalam ruangan setelah sebelumnya sempat berpapasan dengan Huang Yu, namun raut wajah Huang Yu terlihat tidak enak, jadi Sandy langsung bergegas menemui Yara.
__ADS_1
" Ada apa nona?" Tanya Sandy.
" Pak tua Huang tidak mau membantuku menerjemahkan isi surat itu. Dan juga, dia mengenal kakek John. Aku rasa mereka saling mengenal sebelumnya." Ucap Yara.
Sandy terkejut, Namun masih bisa menyembunyikan raut wajahnya.
" Kalau begitu saya akan coba cari orang yang juga bisa menerjemahkan isi surat itu." Ucap Sandy.
" Tidak perlu.. Sepertinya aku akan menerima tawaran kerjasama dengan Ethan Dominique.." Ucap Yara.
" Nona, jangan ambil jalan yang sama yang mencelakai nyawamu sendiri. Saya dan tuan muda bisa melakukan nya." Ucap Sandy..
" Ini hutangku, harus aku yang melunasi Sandy."
" Tapi nona.."
" Tidak apa apa, kau jangan khawatir. Kau seperti kakak saja, protektif sekali. Ini jalan satu satunya supaya semuanya cepat berakhir, bukankah akan lebih baik jika bertanya akar masalah kepada penciptanya?" Ucap Yara sembari menepuk nepuk pundak Sandy.
" Aku akan selalu melindungimu nona, nona sudah seperti adikku walau aku tidak punya adik." Ucap Sandy tiba tiba dengan nada santai, tidak formal seperti biasanya.
" Terimakasih." Ucap Yara dengan senyum tulusnya.
" Aku akan pergi ke kediaman Ethan. " Ucap Yara
" Baiklah, Saya akan ikut nona." Ucap Sandy. Meskipun ia enggan datang ke tempat musuh bisnisnya itu, tapi demi keamanan Yara ia harus datang.
" Tidak perlu, disana tidak semembahayakan yang kau pikirkan, aku sendiri saja." Ucap Yara.
" Baik, tapi pengawal bayangan akan tetap menjaga nona. Jangan menolak, ini demi kebaikan nona." Ucap Sandy dengan nada sedikit tegas.
" Iya... iya.. " Ucap Yara pasrah.
Akhirnya Yara pun pergi ke kediaman Ethan sore itu juga. Pertama ia ingin tahu apakah Ethan bisa mengerti bahasa Yunani kuno atau tidak, mengingat kakek nya yaitu John Dominique bisa berbahasa Yunani Kuno. Kedua ia akan menerima penawaran kerja sama dengan Ethan, karena bagaimanapun Kristin dulunya anggota keluarga Dominique, pasti ada cerita tentangnya dan mungkin bisa menemukan titik kelemahan nya.
Tak lama Yara pun sampai di kediaman Ethan. Jilian orang pertama yang mrlihat Yara langsung berlari keluar membuat Ethan bingung.
" Kenapa dengan anak itu?" Ucap Ethan heran.
Mengapa Jilian masih tinggal di kediaman Ethan? Jangan lupakan fakta bahwa Jilian adalah anak haram yang tak di inginkan oleh keluarganya. Itu sebabnya Jilian lebih memilih tinggal bersama Ethan dikediaman Ethan, dan Ethan tidak masalah dengan itu.
" Yara.. " Teriak Jilian dan langsung berhambur kepelukan Yara.
Mendengar nama Yara disebut, Ethan pun bergegas bangun dari sofa dan berjalan keluar untuk melihat apakah benar Yara datang. Dan ternyata benar, saat ini Yara sedang dipeluk Jilian. Entah mengapa ada rasa tidak suka melihat Yara di peluk pria lain walaupun iyu sahabatnya yang dulu selalu memeluk Yara.
"Kau datang? " Tanya Ethan dengan nada ramah.
Jilian melepaskan pelukannya dari Yara
" Bicara tentang apa.?" Tanya Jilian pada Ethan dan Yara.
" Kita bicara didalam saja." Ucap Ethan.
Ethan sengaja mengajak Yara masuk agar Yara bisa lebih lama berada dimediaman nya. Yara mengangguk, lalu mereka pun masuk kedalam kediaman Ethan. Dan kini mereka tengah berada di ruang tengah.
" Aku akan menerima kerjasama yang kau tawarkan, Bagaimanapun mengangkat masalah harus dari akarnya." Ucap Yara setelah mereka semua duduk.
" Baik.. Tapi kenapa kau bilang akar masalah? " Tanya Ethan bingung.
" Kau tanda tangani dulu surat ini, baru aku akan menceritakan semuanya." Ucap Yara sembari menyodorkan sebuah map berwarna putih kehadapan Ethan.
Ethan mengambil map itu lalu membaca poin poin pentingnya yang tak lain berisi :
Pihak A dan B harus saling percaya, karena sebagai Tim harus saling kompak.
Pihak B dilarang mencampuri urusan pribadi pihak A, begitu juga sebaliknya
Setelah misi selesai kedua belah pihak sudah tidak ada hubungan apapun lagi.
Begitu isi dari perjanjian nya, hanya 3 poin namun poin kedua dan ketiga sangat memberatkan nya, terutama poin ketiga. Entah mengapa ada rasa tidak terima jika saja itu nanti terjadi.
" Apakah harus dengan perjanjian seperti ini?" Tanya Ethan.
" Ya, karena bagaimanapun kita akan bekerja sama, aku tidak mau kejadian sebelumnya terulang kembali." Ucap Yara yakin.
Ethan menyadari kesalahanya sebelumnya, akhirnya ia hanya menghela nafas dan menandatangani surat itu.
" Yara, jika perjanjian kalian ini berakhir.. Apakah hubungan pertemanan kita juga berakhir.? Tanya Jilian.
Jilian juga merasa berat dengan poin ketiga, karena bagaimanapun Jilian berada di pihak Ethan secara tidak langsung.
" Sejak awal kita tidak ada hubungan seperti itu kak Jilian. Kakak ingat awalnya aku ini adalah anjing petarung di markas kalian, lalu menjadi bawahannya.?" Ucap Yara sembari menatap Ethan.
" Ingat, tapi Yara apakah hanya itu yang berkesan dihatimu? aku ini sangat menyayangimu seperti adik ku sendiri, terlepas entah itu kau seorang Y atau seorang Yara. Aku menyayangimu tulus." Ucap Jilian sendu.
" Aku tahu itu, itu sebabnya isi pernanjian hanya berlaku untuk aku dan dia." Ucap Yara.
__ADS_1
DEG.. DEG.. DEG..
Ethan yang mendengar kakimat terakir Yara itu entah mengapa hatinya merass sakit.
" Aku sudsh menandatangani ini, juga dudah menambahkan poin poin didalamnya." Ucap Ethan.
" Poin?? " Tanya Yara bingung.
" Benar, bukankah ini kerjasama antara kita? untung rugi harus impas, selain itu jika kau mengajukan poin, maka aku juga harus melakukan hal yang sama." Ucap Ethan.
Yara mengerutkan keningnya, tangannya meraih map yang berada dimeja dan terkejut membaca poin milik Ethan.
" Aku keberatan." Ucap Yara.
" Kenapa? Aku hanya memintamu untuk tinggal disini seperti dulu." Ucap Ethan.
Benar, itu adalah satu satu nya poin yang di sematkan Ethan. Meminta agar Yara selaku pihak A, tinggal dikediaman nya.
" Itu sama saja melanggar poin kedua ku kan?" Tanya Yara
" Tidak sama sekali, aku tidak akan mencampuri urusan pribadimu. Samasekali.. tapi jika kau butuh bantuanku, katakan saja. " Ucap Ethan yakin.
" Berikan aku sebuah alasan mengapa aku harus tinggal disini?" Ucap Yara
" Kristin memantau mu diluaran sana. Jika kau tinggal denganku, maka kau akan lebih aman. Aku memiliki kekuatan ysng besar, tapi Sandy tidak. Juga kita akan lebih mudah jika harus berdiskusi bukan?" Ucap Ethan penuh keyakinan.
Ethan tidak tahu saja bahwa Yara dilindungi super ketat oleh Mafia GHOST kakak nya.
" Tidak bisa, statusku adalah adik dari Sandy, Namaku sekarang Yuka." Ucap Yara.
Kata kata itu, mematahkan harapan Ethan sebelumnya.
" Tapi dia tidak mempunyai kekuatanan besar sepertiku, kau akan lebih aman disini Yara." Ucap Ethan lagi.
" Aman tidaknya, itu tergantung kepercayaan masing masing orang. Jika kita saling percaya , maka kita bisa saling membentu. lagi pula selama ini aku tinggal dengan nya dan itu selalu aman." Ucap Yara.
" Tidak bisakah kau memenuhi satu poin perjanjian ini? aku hanya meminta satu hal saja." Ucap Ethan.
DOR.!
tiba tiba terdwngar suara tembakan diluar sana. Yara sigap mengeluarkan pistol kecil yang ia sembunyikan dibalik tuksedonya, lalu langdung berlari kearah suara tembakan begitu juga dengan Ethan dan jilian.
DOR! DOR! DOR!
Terdengar lagi suara tembakan semakin banyak, Yara melihat sosok pria yang ia kenal tergeletak di rerumputan.
" Roger.!! Kua kenapa disini? siapa yang menembakmu?" Ucap Yara dengan buru buru sembari mencoba menghentikan pendarahan di dada roger. Eoger tertembak didada kanan nya.
" I... ib.. ibuku.. " Setelah mengatakan itu, Roger hilang kesadaran.
Yara melihat kesekeliling orang orang yang melindunginya secara tersembunyi juga rupanya turun tangan saat penembakan itu terjadi guna melindungi Yara yang terlihat berlari keluar.
' Dia benar benar monster.. Bukan seorang ibu' Batin Yara berucap.
Ethan dan Jilian datang menghampiri Yara dan Roger.
Ethan terkejut melihat kakak tirinya itu tergeletak bersimbah darah.
" Kak.!!" Teriak Ethan.
Ethan langsung mengangkat Roger dibantu dengan Jilian dan dibawa masuk kedalam ruang khusus operasi.
" Panggil Dokter, CEPAT!!" Teriaknya kepada semua anak buahnya. Tak lama dokter yang dulu menangani Jilian pun buru buru masuk kedalam dersama beberapa perawat yang skan membantunya.
" Kenapa Roger bisa ada disini?" Ucap Jilian.
" Kemungkinan besar dia ingin memberitahumu sesuatu, namun ibunya menghalanginya dengan cara menembaknya." Ucap Yara.
" Kristin ada disini? " Ucap Ethan terkejut.
" Yang menembak Roger adalah ibunya sendiri, Kristin Evron." Ucap Yara.
Mereka bertiga kini tengah menunggu Roger di operasi. Terlihat Ethan yang sedikit gelisah entah apa sebabnya.
Tiba tiba ponsel Yara berdering, dan itu panggilan dari Sandy.
" Halo.. "
" Nona apakah kamu baik baik saja.? aku mendengar dari tim ada penembakan disana?" Ucap Sandy.
DEG.
Ternyata pendengaran Ethan cukup tajam, ia bisa mendengar suara dari balik telepon itu.
' Sandy, memanggil Yara nona?' Batin Ethan bermonolog..
__ADS_1
TO BE CONTINUED..