Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 60


__ADS_3

Dengan perlahan dan pasti Ryu masuk kedalam ruangan itu. Ia berjalan dengan tenang nya, namun lain dengan Carig Todd sekeluarga. Mereka nampak sangat terkejut. Bukan tanpa sebab, namun saat itu Carig juga melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa Yara hilang dan dipastikan tewas di tengah laut.


Lalu siapa yang sekarang sedang berjalan kearah mereka saat ini. Wajah yang tidak asing, hanya saja gestur tubuh nya yang sedikit berotot meskipun Ryu saat ini tengah menggunakan hoddie berwarna putih kesukaan nya.


" Wah.. kalian nampak sangat rerkejut yah? Kalian pasti tidak menyangka aku masih hidup." Ucap Ryu yang membuat Carig Todd sekeluarga memucat.


" Ya.. Yara .. Kau masih hidup.?" Ucap Darren, dan itu berhasil membuat Derico mengangkat satu alisnya heran. Mengapa pertanyaan yang keluar seolah lebih menginginkan Yara mati.


" Kak Darren, kau mendoakan aku mati?" Ucap Ryu yang berpura pura menjadi Yara.


Ryu menggunakan alat pengubah suara, Agar suaranya menyerupai suara Yara. Ryu juga menghapalkan identitas masing masing dari keluarga Todd.


" Buk.. bukan, maksudku kamu darimana saja, kami mencari keberadaanmu selama sebulan ini." Ucap Darren langsung berjalan dan mencoba meraih pundak Ryu namun segera Ryu menghindar.


" Iya kah??" Sindir Ryu, Darren nampak kikuk berhadapan dengan Yara yang sekarang.


' Sialan, ada apa dengan gadis liar ini? mengapa auranya sangat kuat. Aku seperti menghadapi Tuan Ethan, bahkan ini lebih kuat.' Batin Darren bermonolog.


" Yara, ma.. mari duduk dulu, dan ceritakan kepada kami, selama ini kau ada dimana?" Ucap Carig yang memberanikan diri menghampiri Ryu.


" Tidak perlu, aku kemari untuk mengambil setengah bagian miliku dari kakek Todd." Ucap Ryu spontan.


" Tidak!!" Teriak Darren.


" Ma.. maksud kakak, kamu baru saja kembali, dan masih harus belajar mengenai perusahaan. Juga.. Kamu kan tinggal disini, kita satu keluarga bukankah itu tidak pantas Yara?" Ucap Derren lagi.


' Cih, masih saja berkilah. Pria ini.. sudah menghancurkan hati adikku, lalu mengirimnya ke sembarang kamar hotel, dan membuat drama pertunangan sadis seakan ia di selingkuhi. Sungguh, ingin ku bunuh dia saat ini juga. Menjijikan' Batin Ryu bermonolog.


" Apa kalian lupa , kalian yang sudah mengusirku. Lagi pula aku memiliki surat tulisan tangan kakek Todd saat itu. Itu adalah wasiat resmi darinya dengan tanda tangan resminya."


Derico sangat mengagumi kemampuan aktik tuan mudanya itu, sangat disayangkan jika tuan mudanya itu tidak menjadi aktris.


Carig kebingungan sekaligus pucat melihat kejadian ini. Ia tidak ingin kehilangan investor besarnya, tapi ia juga tidak mungkin membungkam mulut Yara saat itu juga. Situasi ini seperti berada di tengah tengah antara Air dan api. Jika ia maju ia akan terbakar, tapi jika ia mundur, ia akan tenggelam.


" Yara, masuklah kekamarmu dulu. Kita akan bicarakan ini nanti." Ucap Tsania.


Ia tidak ada pilihan lain selain menyuruh Yara masuk kedalam kamarnya, agar keributan itu tidak semakin banyak di dengar oleh Derico.


" Aku menolak! aku ingin hari ini juga aku mendapatkan bagianku." Ryu sebenarnya ingin sekali masuk kedalam kamar adiknya, disana pasti ada banyak barang peninggalan adiknya namun demi rencana nya, ia harus tahan niatnya itu.


" Tuan Todd, kerja sama kita tidak bisa di lanjut jika masih ada kejanggalan saham didalamnya. Bagaimanapun perusahaan Maxwell Company tidak menerima kecacatan." Ucapan Derico seolah mendorong keluarga itu masuk jurang.


Ryuchie tersenyum sekilas kearah Derico, Tidak di ragukan lagi kemampuan Derico dalam menyudutkan orang.


" Ini adalah surat dari mendiang kakek, aku juga sudah menandatanganinya. Dan ini adalah surat kuasa mendiang pak Bima, semuanya telah di tanda tangani. Aku kemari untuk mengambil miliku. Oiyah, aku juga sudah menghubungi pengacara kalian dan pengacaraku mereka sedang dalam perjalanan kemari." Ucap Ryu singkat padat dan jelas.


Mendengar itu Carig sangat marah, bagaimana tidak pengacaranya mengaps bisa mendengarkan Yara yang anak angkat, ditambah lagi keberanian Yara di hadapanya ini dapat dari mana sebenarnya. Yang ia tahu dulu meskipun Yara memang berpenampilan seperti laki laki, tapi ia tidak pernah datang lagi kerumah apalagi meminta warisan sang ayah.


" Nayara Valerie apakah menurutmu yang kau lakukan ini tidak keterlaluan? aku masihlah ayah angkat mu, dan kau sudah ribut meminta bagian harta warisan dari kakekmu? Sungguh memalukan." Ucap Carig Todd.


Ryuchi ingin sekali menghajar pria paruh baya di hadapannya saat ini. Bagaimana dia bisa berbicara hal yang tidak tahu malu seperti itu. Menurut penyelidikannya, Keluarga itu beramai ramai memanfaatkan adiknya, bahkan orang suruhan nya mengatakan, Saat itu mereka menyuruh orang orang dunia bawah ( Mafia ) untuk menghabisi nyawa Yara setelah mereka mengusirnya.


" Anggaplah sesuka kalian, aku hanya meminta bagian milikku." Ucap Ryu Singkat.


Tiba tiba datang seorang pria berprofesi sebagai pengacara yang Ryu bawa. Pengacara itu bukan pengacara kaleng kaleng, ia adalah Margoux pengacara paling hebat yang di gunakan keluarga Maxwell. Namun tentu saja mereka tidak tahu itu.


" Maaf saya terlambat." Ucap pengacara itu membungkuk hormat.


Ryu hanya mengangguk, Hal itu tidak luput dari pandangan Todd sekeluarga. Bagaimana bisa seorang pengacara terlihat sangat menghotmati Yara pikirnya. Dan tak lama kemudian muncul juga pengacara Carig Todd yaitu Edwin.


" Maaf saya terlambat." Ucap Edwin yang juga membungkuk kearah Ryuchie.

__ADS_1


Melihat itu Carig Todd dan Dareen langsung menyerang Edwin, mereka mendorong bahu Edwin cukup keras.


" Apa ini Edwin, kau pengacaraku mengapa kau membungkuk kepadanya.?" Ucap Carig.


Edwin sendiri sudah berkeringat dingin. Tiba tiba kemarin malam seorang pria menghubunginya dan mengatakan bahwa ia harus berada di pihak Yara, jika tidak maka semua kebusukan dalam karir nya selama ini akan di ungkap ke publik, dan di pastikan ia tidak akan bangkit lagi.


Ryu yang melihat kegugupan Edwin hanya bisa tersenyum meremehkan. Sesetia setia nya Edwin pada Carig, lebih setia anjing menurutnya.


" Pak Edwin, anda tidak salah membungkuk memberi hormat.?" Tanya Darren.


Tsania dan Megan hanya bisa menatap hal itu tanpa berbicara, suasana di ruangan itu sungguh kian memanas.


" Maaf Tuan Carig, sebenarnya saya mendapatkan amanat dari tuan Davis Todd untuk memastikan bahwa nona Yara mendapatkan hak miliknya yaitu berupa saham perusahaan dan yang lain nya." Ucap Edwin.


" Kau.!! " Tiba tiba Carig mengalami serangan jantung. Orang kepercayaan nya yang ia pekerjakan selama ini bagaimana bisa menghianatinya seperti membalikan telapak tangan.


" Ayah.!" Darren dan Tsania langsung menghampiri Carig. Megan menghubungi ambulace sementara 4 pria lain nya yaitu Ryuchie, Derico, Margoux dan Edwin hanya melihat kepanikan keluarga Todd itu.


Tak lama Ambulance datang, Darren di bantu petugas medis mengangkat Carig menuju ambulance.


" Jika sampai terjadi sesuatu kepada suamiku, maka aku tidak akan membuat hidupmu mudah, Nayara Valerie." Setelah mengucapkan itu, Tsania mengikuti Carig dan masuk kedalam ambulace.


" Ibu ikutlah dengan ayah, aku masih ada tuan Derico tidak pantas mrninggalkan nya sendirian." Ucap Darren. Bahkan disaat nyawa ayahnya sendiri diambang kematian pun yang ia pikirkan adalah investornya.


Tsania dan Carig pergi menuju rumah sakit, lalu Darren kembali kedalam rumahnya.


" Maaf tuan Derico anda harus melihat kejadian memalukan ini." Ucap Darren.


" Tidak masalah tuan Darren, Saya harap anda menyelesaikan terlebih dahulu urusan anda dengan nona Yara, saya permisi dulu." Ucap Derico.


" Tapi tuan, bagaimana dengan kerja sama kita.?" Darren mencoba menahan Derico.


" Saya akan menghubungi anda lagi, jika semua hal sudah selesai." Lalu Derico melangkah pergi meninggalkan Darren, Ryu, dan Edwin.


" Apakah kau tidak punya hati Yara, ayahku bahkan baru saja masuk rumah sakit dan kau masih mempeributkan harta yang tak seberapa itu.?" Ucap Darren dengan suara tingginya.


" Lalu kau bagaimana? ayahmu sendiri hampir mati tapi kau lebih memilih untuk tinggal demi investor yang bahkan belum tentu mau bekerjasama dengan mu." Ucapan Ryu membalikan vakta.


Darren terdiam, kata kata Ryu memang benar. Dia memang awalnya ingin mempertahankan Derico untuk kerjasama mereka agar di lanjut, namun siapa sangka Derico ternyata masih bersikeras pergi.


" Pak Edwin, lakukan sekarang." Ucap Ryu.


" Baik nona, kalau begitu saya akan menerangkan isi surat wasiat mendiang tuan besar Todd, bahwa rumah ini dan setengah dari 70 % saham perusahaan milik tuan besar Todd di berikan kepada nona Yara. Dan nona Yara juga memiliki saham pribadi sebagai cucu tuan besar Todd sebesar 15 %. Jadi saham milik nona yara sebanyak 45 %." Ucap Edwin yang memang sudah mengetahui isi surat kuasa itu.


" Dan untuk tuan Carig, beliau menerima 15 % saham sebagai putra dari mendiang tuan besar Todd serta sebuah Vila di kota B." Ucap Edwin lagi.


Darren yang mendengar itu langsung emosi, bagaimana tidak ayahnya hanya mendapatkan 15% saham dan sebuah Vila.


" Apa apa an ini pak Edwin, apakah anda benar tentang surat wasiat itu? lalu apa bagianku?" Tanya Darren.


" Karena anda dulu memiliki perjanjian menikah dengan nona Yara, jadi mendiang tuan besar tidak memberimu apa apa dengan alasan agar tidak di bilang egois." Ucap Edwin.


" Lalu dia..? apakah dia pantas mendapatkan semuanya.? Jangan lupa aku adalah cucu kandung kakek. Lalu kemana 35% saham sisanya?" Tanya Darren lagi.


" 35% saham sisanya di berikan kepada yayasan amal tuan muda."


Darren terkejut hingga tidak bisa berkata kata. Begitu juga dengan Ryuchie.


' Aku tidak menyangka tuan Davis Todd sangat menyayangi adikku. Aku pikir hanya beberapa persen harta tidak di sangka dia lebih mementingkan adikku daripada keluarga kandungnya.' Batin Ryu bermonolog.


Awalnya Ryu hanya ingin membuat keluarga Todd kebakaran jenggot saja. Siapa yang tahu bahwa ternyata Yara sangat penting di hati Davis Todd hingga menelantarkan keturunannya sendiri.

__ADS_1


" Yara, kau tidak ada hak untuk semua ini, kau hanya anak angkat di keluarga ini dan jangan lupakan itu. Kau tidak boleh menerima apapun dari kakek ku." Ucap Darren mengancam.


" Apa hak mu berbicara begitu padaku? jangan lupa kau yang sudah berkhianat dan memanfaatkan aku, anggap saja itu karma untukmu." Ucap Ryu.


" Dan Ya, satu lagi.. Segera kemasi barang barang kalian dan pergi dari mansion ini. Besok aku ingin melihat mansion ini kosong." Ucap Ryu lagi.


" Nayara Valerie!!!" Teriak Darren.


Margoux maju untuk melindungi tuan mudanya dari Darren yang mencoba memukul Ryuchie.


" Tuan Darren, apakah anda ingin tinggal di penjara hanya karena berebut harta?" Tanya Margoux.


Darren tersenggal senggal, ia sangat emosi hingga dadanya naik turun dengan nafas tidak beraturan.


" Ayo pergi, pak Edwin saya harap anda bisa menyelesaikan nya sebelum besok. Dan kak Darren, semoga ayah angkat cepat sembuh." Ucap Ryu dengan senyum mengejeknya.


Darren yang melihat itu hanya bisa mendendam dalam hati. Megan sedari tadi hanya memperhatikan kejadian itu, sekarang di otaknya sedang was was kalau kalau mereka jatuh miskin maka akan sia sia ia memikih Darren.


' Bagaimana ini, apakah keluarga Todd akan jatuh miskin? sia sia aku mengakui anak ini sebagai anak Darren.' Batin Megan bermonolog.


Kurang ajar sekali memang, disaat suaminya sedang kesulitan yang dipikirkannya hanya harta saja. Tapi ya mungkin mereka memang jodoh, bukankah sifat pasangan kita itu cerminan dari diri kita?


Darren mengepalkan tangan nya kuat, tidak disangka Yara yang dulu ia kenal lemah kini bisa menjadi sangat tidak berperasaan. Sementara Ryuchie dan Margoux kini sudah berada di dalam mobil masing masing. Ryu mencopot alat pengubah suaranya dan meminta Margoux datang ke penthouse nya.


" Kau ikuti mobilku, kita akan ke penthouse ku." Ucapnya.


" Baik tuan muda." Sahut Margoux.


Mobil meremka pun pergi dari kediaman Todd itu. Setelah mereka pergi trrlihat seseorang yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan.Ia adalah Ethan. Ternyata Ethan sengaja datang kekediaman Todd untuk mencari Yara, filingnya mengatakan bahwa Yara ada disana dan ternyata benar.


" Margoux Ludwig, mengapa Yara bisa mengenal pria itu.?" Ucap Ethan.


Sebagai ketua dari mafia Blood, ia tahu beberapa orang orang dari dunia mafia juga. Setidaknya ia pernah bertatap muka secara langsung dengan pengacara hebat itu.


Ethan mengikuti kemana iring iringan mobil itu pergi. Namun Ryu selalu saja peka terhadap sekitarnya, dirinya menyadari bahwa mobilnya kini tengah di ikuti.


" Cih, masih saja ada yang mencoba mengikuti." Ia langsung mengirimi Margoux lokasi penthousenya, sedangkan dirinya langsung melejit dengan kecepatan tinggi. Ia sudah semakin hafal dengan jalanan di jakarta.


" Siapa dia?" Ucap Ryu, ia memasang kembali alat pengubah suaranya lalu menepikan mobilnya di jalanan yang lumayan sepi. Ryu keluar dari mobilnya dan menunggu sosok yang mengikutinya agar ikut keluar.


Klap.! Bunyi suara pintu mobil Ethan tertutup dengan keras. Ethan berlari kearah Ryu dan ingin segera memeluk Ryu yang dia kira adalah Yara, namun tentu saja Ryu menghindar.


" Kenapa kau menghindar? " Tanya Ethan.


" Kita tidak sedekat itu, ada apa kau mengikutiku?" Ucap Ryu singkat.


DEG.!


Mendengar pernyataan itu, entah mengapa ada rasa sakit di bagian hati Ethan.


" Kau sembunyi dimana selama ini? Kau tahu, aku mencarimu keberbagai tempat dan belahan dunia lain untuk menemukanmu. Ternyata kau masih berada di satu negara denganku." Ucap Ethan.


' Menggelikan, dia diam di tempat saat adikku hampir mati di buru anak buahnya, sekarang dia berkata seperti ini. Sungguh, aku tidak akan menerimanya sebagai adik ipar.' Batin Ryu bermonolog.


" Bukankah kau yang ingin aku mati? Labih baik aku menjauh darimu bukan?" Ucap Ryu singkat.


" Kau bertambah tinggi, dan juga rambut perakmu itu, aku suka." Ucap Ethan mengalihkan pembicaraan.


Ryu yang mendengar itu merasa semakin geli saja.


" Tentang mahkota berduri, Dia adalah anggota keluargamu, lebih tepatnya ibu tirimu." Ucap Ryu lalu meninggalkan Ethan yang kini nampak terkejut di tempat.

__ADS_1


TO BE CONTINUED.


__ADS_2