Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 95. YARA BUKAN YARA .


__ADS_3

Ethan Dominique , pria yang akhir akhir ini menghangat, kini kembali dingin. Sikap nya kembali berubah setelah kembali kehilangan Yara. Ia sudah mencari keberadaan Yara semalaman namun tidak menemukan Yara. Saat ini dirinya tengah berdiri di lapangan tembak sembari pandangan nya menerawang jauh.


Tiba tiba saja hujan mulai turun mengguyur bumi, Ethan menatap tetes demi tetes huja. Yang turun dihadapan nya. Entah mengapa alam sepertinya merasakan kesedihan yang sama dengan dirinya.


" Than, semalaman kau tidak tidur. Istirahatlah, aku yakin Yara baik baik saja. Aku dan Bara juga yang lain nya masih mencari keberadaan Yara." Ucap Rayson yang baru saja datang.


"Ini salahku, seandsinya saat itu aku menuruti saja permintaan Yara untuk mengurung Roger, maka tidak akan ada hari ini. Aku memberi Roger kepercayaan , berharap ia bisa membuka mata nya dan melihat kebusukan ibunya. Rupanya aku salah.." Ucap Ethan.


" Kau jangan putus asa duluan Than. Aku, Bara, dan yang lain nya termasuk tim saat ini sedang mencari Yara. " Ucap Ryson.


Tiba tiba Jilian berlari dan sambil membawa pnselnya sembari berteriak memanggil nama Ethan.


" Than.... Than... " Teriak Jilian.


" Kenapa kau lari lari.?" Tanya Rayson.


" Ini.. Huh.. Huh.. Ini.. " Ucap Jilian sambil terengah engah.


" Ini apa.? Bicara yang jelas jangan begitu." Ucap Rayson.


" Yara.. " Ucap Jilian.


Ethan langsung merebut ponsel Jilian, dan melihat sosok yang ia cari cari semalaman ini.


" Dia ada di mana.?" Tanya Ethan.


" Di perusahaan SAL." Ucap Jilian.


Ethan langsung berlari meninggalkan Rayson dan Jilian.


" Than, tunggu kami ikut." Ucap Rayson.


Akhirnya mereka pun menuju ke perusahaan SAL yang di sebutkan oleh Jilian. SAL group dan ASGHAR corporation adalah lawan bisnis sebenarnya. Namun Ethan menurunkan egonya agar bisa bertemu dengan Yara.


" Kenapa dia baik baik saja tapi tidak mengabarimu Than.? Apakah karena dia tidak tahu kau tengah mencarinya.?" Ucap Rayson.


Sebenarnya banyak pertanyaan di kepala Ethan, namun dia tak begitu peduli, fokusnya hanya pada kondisi Yara. Tak lama mereka pun sampai di depan perusahaan SAL. Dari dalam mobil, Ethan melihat sosok Yara yang berjalan memasuki sebuah mobil dan pergi dari sana.

__ADS_1


" Ikuti dia." Ucap Ethan.


Rayson pun mengikuti kemana mobil itu pergi, hingga saat di tengah tengah jembatan mobil itu berhenti. Sosok Yara terlihat keluar dari mobil, dan menodongkan senjata kearah mobil Ethan.


" Itu.. Yara.? Kenapa akau seperti melihat orang lain.? " Ucap Jilian.


" Apa Yara tidak mengenali mobil ini.? Ini kan mobil yang biasa di kendarai Ethan." Ucap Rayson.


Ethan membuka pintu mobil nya dan turun.


" THAN.!! " Teriak Jilian dan Rayson bersamaan.


Ethan melihat sosok dihadapan nya saat ini dengan saksama. Wajah yang sama tapi mengapa Ethan merasa melihat orang lain.


Yara yang dihadapan nya ini terasa asing.


" Kamu mengganti warna rambutmu lagi.?" Tanya Ethan.


Sosok di hadapan itu diam saja dengan alis yang mengkerut bingung.


" Kamu baik baik saja? Semalaman aku mencari carimu kesegala tempat, tapi tidak menemukan mu. Aku bahkan mendatangi kediaman mu, tapi kosong." Ucap Ethan lagi.


" Kau terlalu banyak berpikir, aku baik baik saja." Akhirnya sosok Yara itu berucap.


Ethan terkejut, bola mata Yara nya kini berganti menjadi abu abu sama seperti rambutnya. Ethan tidak menyadari pernah bertemu sosok ini sebelumnya, saat itu juga dia tidak begitu memperhatikan detail penampilan antara Yara dan sosok ini.


" Kamu.. kenapa kamu merubah penampilanmu? Apakah kamu sedang bersembunyi dari seseorang. Katakan kepadaku, siapa.?" Tanya Ethan.


Ethan Hendak menyentuh tangan sosok Yara, namun dengan sigap sosok Yara itu menghindar.


" Maaf, aku harus pergi." Ucap sosok itu.


Sosok Yara itu langsung pergi meninggalkan Ethan yang masih berdiri di tempat. Setelah sosok itu pergi, Jilian dan Rayson pun turun dan menghampiri Ethan.


" Kenapa dia pergi.? " Tanya Jilian bingung.


" Kenapa aku merasa sosok tadi itu bukan Yara.? Aku merasa asing, walaupun aku tidak se dekat itu dengan Yara tapi aku bisa merasa bahwa tadi itu seperti bukan Yara." Ucap Rayson.

__ADS_1


Sementara itu, sosok Yara yang tengah dibicarakan oleh Jilian dan Rayson saat ini sedang mengemudikan mobilnya membelah jalan.


" Apa apa an tatapan itu? Jangan jangan Ethan menyukai adikku." Ucap Ryuchie.


Benar, sosok yang bertemu Ethan tadi adalah Ryu, Ryu sempat terkejut saat mengetahui mobilnya di ikuti, jadi ia berhenti di tengah jembatan yang sepi dan menodongkan senjatanya. Ryu mengira musuh Yara sudah beraksi lagi, namun ternyata ia salah. Yang muncul justru Ethan.


Tetapi yang membuat Ryu bingung adalah cara Ethan bertanya dan tatapan lembutnya itu. Ryu curiga, kemungkinan Ethan menyukai Yara.


" Apakah adik juga menyukainya.? Sial, kalau begitu aku sudah kecolongan." Ucap Ryuchie.


Ryu masih tidak rela jika adiknya itu sampai memiliki sosok pria lain selain drirnya dan sang ayah. Ryu masih ingin memberikan kasih sayang yang tak terluoakan bagi adiknya itu. Karena bagaimanapun Yara tidak pernah mendapat kasih sayang dari keluarga kandungnya.


" Heng!! Tidak akan aku buat jalan kalian mudah begitu saja. Aku harus tahu lebih banyak tentang Ethan Dominique ini. Ethan Dominique, kau masih harus mengalahkan aku terlebih dahulu." Ucap Ryuchie.


Tak berapa lama, Ryu pun sampai di kediaman barunya yang di bahas semalam olehnya dan sandy. Terlihat semua bawahan Ryu membungkuk kearahnya. Ryu ini sosok pria yang ceria, namun di balik keceriaan nya ia menyimpan banyak pandangan. Ryu selalu penuh penilaian, tegas, dan dingin secara bersamaan. Namun ia bisa menyembunyikan itu dibalik keceriaan nya.


Jika orang lain akan senang melihat pria ramah dan ceria, maka tidak dengan anak buah Ryu. Anak buah Ryu lebih senang jika atasan nya itu bersikap dingin pada mereka. Dari pada melihat sifat ceria Ryu yang menurut mereka justru menakutkan. Sekali Ryu tersenyum pada bawahan nya, mereka akan langsung merinding dan berkeringat dingin. Mereka tahu jika Ryu sudah tersenyum oada bawahan nya, berarti bawahan nya itu membuat kesalahan.


Setelah memarkirkan mobilnya di garasi yang sudah terdapat beberapa mobil lain disana, Ryu pun turun dan memasuki kediaman nya itu.


Kediaman Ryu masih sama bergaya Jepang modern, hanya saja kali ini lebih besar dan kebih mewah. Bahkan pekarangan di kediaman yang saat ini lebih luas. Rumah yang memiliki 2 lantai dari luar ini terlihat begitu elegan dan nyaman.


Namun seperti kediaman Yara yang sebelumnya, rumah ini memiliki 2 lantai Basment di bawahnya.


Ryu menekan beberapa nomor di ponselnya lalu menghubungi seseorang.


" Kalian sudah tiba.? Bagaimana kondisi Yara.?" Ucap Ryu


".... "


" Baguslah, kabari jika Yara sudah bangun." Ucap Ryuchi. Lalu panggilan itu pun berakhir.


" Lebih baik aku melihat rumah si kecil imut dulu. Awas saja kalau Sandy sampai membuat rumah yang asal asalan untuk si kecil imut ku." Ucap Ryuchie.


Ryu berjalan menuju halaman belakang rumahnya , ia terkejut saat melihat pemandangan dihadapannya.


"SANDY...!!"

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2