Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 112. Roger lagi..


__ADS_3

Yara menaiki taksi, lalu ia pergi dari rumah sakit milik keluarga Rayson itu. Pikirannya kacau balau, dia telah mengakui sesuatu yang mengganjal di hatinya, tetapi kini malah perasaan nya semakin bertambah gusar.


Bagaimana tidak, ia sudah mengakui mencintai Ethan, namun disisi lain ia juga bingung karena ia telah berjanji akan segera kembali setelah semua masalah di tanah air selesai. Yara melamun hingga tak terasa taksi itu memasuki hutan.


" Tunggu, pak. Ini bukan jalan menuju ke alamat yang saya sebutkan sebelumnya." Ucap Yara.


Supir taksi itu tetap diam, Yara merutuki kebodohan nya, ia tidak fokus hingga tak sadar telah dibawa pergi jauh oleh supir taksi itu.


" Siapa yang menyuruhmu.?" Tanya Yara mencoba tenang.


Namun supir taksi itu masih tetap diam, ia menggunakan topi berwarna putih dan masker hitam di wajahnya. Supir taksi itu juga tidak menggunakan seragam seperti kebanyakan supir taksi lain nya.


Yara menatap mata supir taksi itu dari spion depan, dan mengenali pemilik mata itu.


" Darren, apa yang kau lakukan.??" Ucap Yara.


Ya, pria yang menyamar menjadi supir taksi itu adalah Darren Todd


" Kau mengenaliku.? " Ucap Darren terkejut.


" Siapa yang menyuruhmu.? " Ucap Yara.


" Aku di paksa oleh tuan Roger. Dia menyekap Danica, dan memintaku untuk membawamu padanya dan bertukar tempat dengan Danica. Yara, aku minta maaf.. Aku tidak punya jalan lain lagi. Danica adalah satu satunya keluargaku disini sekarang, aku tidak bermaksud ingin menyakitimu lagi.." Ucap Darren.


" Roger lagi, mau apa dia.?" Ucap Yara .


" Aku tidak tahu, kita sudah sampai Yara." Ucap Darren.


Yara pun dengan kesal turun dari mobilnya, lalu berjalan memasuki sebuah bangunan asing berlantai dua. Bangunan itu sederhana namun terlihat nyaman layaknya tempat tinggal pada umumnya.


" ROGER.!! " Teriak Yara.


Anak buah Roger langsung menghadang Yara.


" Minggir atau kalian aku tembak.!" Ucap Yara menodongkan senjatanya kearah beberapa orang yang menghalangi jalan nya.


" Tuan sedang menunggu anda, tapi tolong letakan senjata anda nona." Ucap seorang anak buah Roger.


" Persetan dengannya, suruh dia keluar jika dia ingin bertemu denganku." Ucap Yara.


Para anak buah Roger ketar ketir. Disisi lain Roger memerintahkan untuk tidsk menyakiti Yara, tetapi saat ini Yara memegang senjata api yang bisa saja di tembak kan kepada salah satu dari mereka.


" Kamu sudah datang.?" Ucap Roger yang akhirnya keluar.


" Mau apa kau menculik ku kemari.? Mengapa kau menggunakan Darren todd untuk membawaku.?! " Ucap Yara.


" Aku tidak menculikmu, aku hanya menjemputmu untuk datang kemari." Ucap Roger.


" Jangan bertele tele, apa yang ingin kau ucapkan? Aku tidak punya banyak waktu." Ucap Yara.


" Bisakah kita mengobrol sambil duduk.?" Tanya Roger


" Mengobrol?? Come on Roger, kau lupa dengan apa yang sudah kau lakukan kepadaku sebelumnya ?? Kau hampir membunuhku, sekarang bisa bisa nya kau berbicara santai. Aku sudah tidak mnganggapmu teman lagi." Ucap Yara.


" Gadis kecil, kamu tidak lupa bahwa usiaku sudan 30 tahun kan, aku lebih tua 10 rahun darimu. Disini aku yang berkuasa, jika kau mau sepupu mu kembali dengan selamat maka menurut denganku." Ucap Roger.

__ADS_1


" Kau mau membicarakan senioritas dan kekuasaan denganku.?? Aku memang berusia 18 tahun, tapi setidaknya aku memiliki pemikiran yang bagus tidak sepertimu yang dangkal." Ucap Yara.


" Bukan itu poin nya, jika kamu.. "


" Ibumu ada ditanganku, kali ini aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, tidak ada lagi belas kasih. Sudah cukup aku menaruh simpati yang akhirnya mencelakai diriku sendiri." Ucap Yara memotong ucapan Roger.


Roger tentu terkejut, ia tahu ibunya hilang dan bahkan telah di tangkap sebuah kelompok, tapi ia tidak menyangka yang menangkap ibunya adalah Yara lagi.


" Jika memang demikian, maka kamu bebas melakukan sesuatu kepadanya. Aku pun demikian, tidak lagi menaruh simpati kepadanya." Ucap Roger.


Yara memicing, Ia tidak menyangka Roger akan berbicara demikian.


" Baik.. Jangan menyesal. Sekarang katakan sebenarnya kau membawaku kemari untuk apa.?" Ucap Yara.


" Pertama, aku ingin meminta maaf kepadamu. Karena aku sudah membuatmu terluka sebelumnya. Kedua, bebaskan ayahku." Ucap Roger.


Yara terkekeh.. Lucu sekali menurut Yara.


" Roger, kau adalah pria yang baik sebenarnya, hanya saja bodoh. Aku kasihan kepadamu, Kedua orang tuamu yang kau pedulikan tak memperdulikanmu. Mereka hanya memikirkan duniawi mereka." Ucap Yara.


" Tetapi maaf, dia tidak ditanganku. Ayahmu tidak bersamaku." Ucap Yara.


" Yara aku mohon kepadamu, tolong lepaskan Ayahku." Ucap Roger.


" Maaf, aku sudah tidak menaruh simpati. Dan aku jujur, dia tidak ada ditanganku." Ucap Yara.


" Maka aku akan membunuh sepupumu." Ucap Roger.


" Kau tahu, kau mengancam orang yang salah.?? Silahkan jika kau mau membunuhnya." Ucap Yara.


" Yara..!" Ucap Dareen panik.


Yara menoleh kearah Darren, kemudian ia berkedip dalam seolah memberi kode.


" Roger Dominique, jelaskan kepadaku untuk apa kau menginginkan ayahmu. Bukan nya dia dan ibumu sama saja.? Mereka dua orang jahat yang akan menghancurkan dunia, ayahmu.. Bahkan tega menembak Ethan tanpa sedikitpun keraguan." Ucap Yara.


Roger terkejut, ia tidak tahu bahwa ayahnya telah menembak Ethan.


" Ibumu menembakmu, ayahmu menembak Ethan. Mereka bukan orang tua yang baik, jadi untuk apa kau melindunginya. Sebaiknya kau tidak usah berbuat macam macam lagi, hidup saja seperti yang kau lakukan selama ini.. Diam di tempat, dan buta dengan sekitar. Rasa peduli mu hanya membuat orang lain memanfaatkanmu." Ucap Yara lagi.


" Dengar, kau orang yang baik, aku memaafkan mu untuk kejadian sebelumnya, tapi jika hari ini kejadian yang sama terulang kembali.. Maka Roger Dominique kau resmi menjadi musuhku." Ucap Yara menodogkan senjata apinya pada Roger.


" Lepaskan Danica, dan aku anggap kau tidak pernah melakukan ini hari ini." Ucap Yara lagi.


Roger menghembuskan nafasnya dalam.. Rupanya banyak yang tidak ia ketahui.


" Bebaskan tahanan.!" Ucap Roger.


Bawahan Roger pun mengangguk dan menyeret Danica keluar dari kamar penyekapan.


" Lepas.!! Kakak.. " Teriak Danica saat melihat Darren. Danica langsung melepaskan diri dan berlari kepelukan Darren.


" Pergilah.. " Ucap Roger.


Yara menurunkan senjata apinya, kemudian ia berbalik hendak pergi. Namun tiba tiba Roger menahan tangan nya, dan dengan reflek Yara menempelkan moncong senjata apinya di kening Roger.

__ADS_1


" Aku hanya ingin mengembalikan ini.." Ucap Roger sembari memberikan kalung Salib yang sebelumnya jatuh di gedung terbengkalai.


Yara melihat kalung itu, kemudian mengambilnya lalu berbalik pergi tanpa mengatakan sepatah kata apapun pada Roger.


" Tuan muda, bagaimana dengan tuan besar Dominique.?" Ucap anak buah Roger..


" Biarkan saja, manusia menuai apa yang mereka tanam.. Begitu juga ayahku. Persiapkan semuanya, kita kembali ke Nusa kambangan." Ucap Roger . Lalu ia pergi memasuki ruangan nya.


Sementara itu di luar bangunan itu, Yara berjalan mendahului Darren dan Danica.


" Yara tunggu.. " Ucap Darren.


Yara menghentikan langkahnya , kemudian berbalik menghadap Darren todd.


" Bagaimana keadaan ayahku.?" Ucap Darren.


" Tunggu, jadi dia benar benar Yara.? Kenapa sebelumnya dia bilang identitasnya adalah Yuka Loo?? " Ucap Danica bingung.


Yara menatap Danica tajam. Entahlah, saat ini kondisi hati Yara sendang tidak baik baik saja. Ia sangat emosi. Danica yang ditatap tajam pun merasakan ketakutan.


" Huuffttt.... " Yara menghembuskan nafas.


" Ayah kalian baik baik saja, tidak usah pedulikan keadaan nya. Dia aman bersama orang orangku, jika dia sudah sembuh dia akan kembali. Cukup kalian jalani saja hidup kalian dengan baik, jangan terus membuat masalah." Ucap Yara.


" Kakak, ayah ada bersama Yara.??" Tanya Danica.


" Ada beberapa hal yang tidak seharusnya kau tahu Danica. Ingat, semakin sedikit kau tahu sesuatu.. Itu lebih bagus." Ucap Yara.


" Terimakasih.. " Ucap Darren.


Yara pun pergi meninggalkan Darren dan Danica.


Darren menatap punggung Yara yang semakin menjauh.


' Dia sudah berubah sangat banyak, rasa rasanya sangat mustahil untuk kembali seperti dulu. Dia jauh bagai bintang di langit, sulit di gapai.' Batin Darren bermonolog.


" Kak, sebenarnya ada apa antara kakak dan Yara.? Dia mengapa bisa berubah begitu berbeda? rasanya seperti dia sangat mendominasi, berbeda dengan Yara yang dulu, lemah dan baik hati." Ucap Danica.


" Terkadang calon sayap malaikat pun bisa berubah menjadi sayap Iblis. Apa yang kita semua lakukan padanya dulu telah merubahnya menjadi Iblis, hanya saja hatinya masih seperti malaikat." Ucap Darren.


Danica masih tidak mengerti dengan masud perkataan kakak nya itu. Akhirnya mereka pun pergi dari sana menggunakan mobil taksi yang di bawa Darren sebelumnya.


Sementara Yara sendiri, ia tengah hamparan ilalang yang sunyi itu sendirian. Tiba tiba sebuah anak panah melesat kearahnya, beruntung nya Yara memiliki reflek yang bagus, jadi ia bisa menghindar dengan cepat.


" Wow, kau menangkap anak panah yang aku lepaskan. Hebat.. " Ucap seorang pria tengah bertepuk tangan.


" Siapa kau.!! Kau gila huh?!! Melesatkan anak panah padaku, jika ini menembus kepalaku maka aku mati." Ucap Yara emosi.


" Rupanya benar, kamu sama seperti kakakmu. Haih.. Tidak seru, tidak bisa di buly." Ucap pria itu.


Yara mengernyit bingung, Apa maksud perkataan orang aneh dihadapan nya itu.


' Orang gila dari mana lagi ini.' Batin Yara bermonolog.


TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2