
Saat ini Yara tengah berada di unit apartmen yang tidak jauh dari penthouse miliknya. Masih satu gedung sebenarnya, maka dari itu saat Yara mengirim sinyal pada Sandy, dengan cepat Sandy menghampiri Yara.
Yara tengah menahan tangisnya, ia tengah ber video call dengan sang ibu tercintanya.
" Sayang, ibu mohon kamu kembali saja yah? Ibu tidak mau kembali kehilangan kamu." Ucap Aiko dengan tangis di seberang sana.
" Ibu.. Yara kan sudah berjanji, jika Yara sudah menyelesaikan semua yang Yara buat, Yara akan kembali pada kalian. Ibu tolong jaga ayah yah.. Yara minta maaf tidak bisa kembali sekarang." Ucap Yara dengan mata yang memerah.
Yara sungguh ingin menangis tersedu sedu saat itu juga, namun ia tidak ingin membuat sang ibu lebih khawatir.
" Berjanjilah kamu akan selalu baik baik saja sayang." Ucap Aiko akhirnya.
" Yara janji ibu, Yara berjanji akan pulang kepelukan kalian dengan sehat dan baik baik saja. Sudah ya.. Ibu jangan menangis, jelek." Ucap Yara di iringi senyumnya yang di paksakan.
" Iya sayang.. Kalau begitu kamu istirahatlah." Ucap Aiko. Yara hanya mengangguk dengan senyumnya , lalu panggilan itu pun berakhir.
Setelah panggilan itu berakhir, tubuh Yara bergetar hebat. Ia akhirnya mengeluarkan apa yang sejak tadi ia tahan, air mata. Saat ini Yara tengah menangis tersedu sedu. Sandy yang melihat itu ikut bersedih. Bagaimanapun Yara hanyalah seorang gadis kecil yang rapuh, yang seharusnya mendapatkan banyak kasih sayang dan perlindungan, bukan berperang dengan Mafia seperti ini.
" Hiks... Hiks. Maaf kan aku ayah.. " Ucapnya di sela sela tangisnya.
Yara tidak bisa kembali untuk menemui ayahnya, Ia tahu persis posisinya sekarang ini sangatlah tidak memungkinkan untuk kembali. Ia tidak mau jika sampai Kristin menyakiti keluarganya, terutama ayah dan ibunya.
Sandy menghampiri Yara, ia pun menepuk pundak Yara agar Yara bisa lebih tenang.
" Nona..." Ucap Sandy pelan.
Sandi memang sudah dewasa, namun ia belum sama sekali memiliki kekasih. Bahkan ia juga tidak pernah ada kabar sedang dekat dengan siapapun. Percaya tidak percaya, Yara adalah gadis pertama yang banyak berinteraksi dengan nya.
...
Ethan melihat berita di TV yang tengah menayangkan sebuah penembakan di unit apartemen mewah. Ia sekilas melihat Kristin tertangkap kamera tengah berjalan melewati para kerumunan disana.
" Itu dia.. Dia ada disini." Ucapnya.
Ethan sama sekali tidak tahu bahwa apartemen yang di beritakan itu adalah tempat tinggal Yara. Fokusnya hanya pada Kristin. Bahkan ia tidak menyadari Bara dan Rayson berjalan menghampirinya.
" Than.." Ucap Bara.
" Aku tahu.. dia ada disini." Ucap Ethan menghentikan perkataan Bara.
" Selain ibu tirimu, aku juga melihat anggota Ghost." Ucap Bara.
Seketika Ethan menengok kearah Bara.
" Ghost? " Ucapnya mengulangi.
" Benar, kemungkinan mereka sedang berperang.
Tapi kenapa ibu tirimu menyinggung Ghost? Ghost itu kelompok mafia yang paling kuat dan tersembunyi di Amerika. Siapa kira kira yang telah disinggung ibu tirimu?" Tanya Bara.
Seketika Ethan memikirkan Yara, tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin Yara adalah anggota Ghost.
" Sudahlah, tidak peduli dengan siapa dia bersinggungan fokus kita hanya menangkapnya. Teman nya musuh adalah teman kita." Ucap Ethan.
....
Yara sudah tenang dari tangisnya, sebenarnys ia tidak lama menangis. Namun ia tidak bisa tidur hingga saat ini. Saat ini ia tengah berdiri memandangi pemandangan malam yang hampir pagi itu. Jalanan kota juga nampak masih sepi di pukul 2 dini hari.
" Nona, kami sudah menangkap anak buah dari Mahkota berduri yang hidup." Ucap Sandy
Yara berbalik dan melihat ada tiga pria asing berbadan tinggi besar tengah berlutut di lantai dengan badan dan wajah penuh luka. Yara menatap lekat lekat setiap dari orang orang itu.
" Mereka sudah di introgasi namun tidak bisa bicara, lidah mereka telah di potong mereka bisu." Ucap Sandy.
Yara yang mendengar itu sungguh tidak menyangka. Kejam sekali Kristin, lidah mereka dipotong seolah mereka hewan.
" Lalu kenapa kau bawa mereka kemari?" Tanya Yara.
" Sebagai atasan nona yang harus memutuskan mau di apakan mereka ini." Ucap Sandy.
__ADS_1
" Jika mereka bisu maka tidak ada informasi yang bisa kita dapatkan, bunuh saja." Ucap Yara tanpa sedikitpun keraguan.
Yara sudah memutuskan untuk tidak berbelas kasih kepada musuh, belas kasih hanya akan memperlambat geraknya. Sandy yang mendengar itu pun tersenyum, nonanya benar benar kopi paste dari tuan mudanya. Tidak berbelas kasih, dingin, dan kejam.
" Baik nona." Ucap Sandy.
Akhirnya mereka pun di bawa pergi. Yara ingat dengan map yang diberikan Sandy sebelumnya. Karena ia sama sekali tidak mengantuk, jadi ia memutuskan untuk membaca isi dari map itu.
Yara tersenyum, ternyata salah satu anggota keluarga Todd adalah anggota Mahkota berduri.
" Sudah lama aku tidak bertemu dengan nya, rupanya dia diam diam bermain peran." Ucap Yara dengan senyum smirk nya.
Merasa lelah, Yara membaringkan kepalanya di meja. Perlahan namun pasti, ia pergi kealam mimpi di hari yang hampir pagi itu.
....
Hari sudah cerah, matahari sudah menyingsing tinggi bahkan sudah hampir kembali menuju ke barat. Yara baru terbangun dari tidurnya, ia terkejut, ternyata sudah jam 1 siang.
"Astaga, aku tidur selama itu." Ucapnya dengan terkejut. Ia lebih terkejut lagi saat menyadari dirinya sudah berada di kasur, bukan di kursi seperti semalam.
" Nona sudah bangun? sepertinya nona kelelahan, maaf karena saya telah lancang memindahkan nona karena saya takut nona sakit tidur dengan posisi seperti itu." Ucap Sandy panjang lebar.
" Terimakasih, Kau rapi sekali.? " Tanya Yara.
" Saya ini seorang yang cukup terkenal nona, juga sangat sibuk. Saya harus datang keperusahaan, ini adalah makan siang untuk nona." Ucap Sandy sembari meletakan satu nampan besar berisi makanan.
" Saya juga sudah meletakan pasukan elit Ghost di setiap sudut yang tidak terlihat untuk melindungi nona, Jika nona ingin berpergian saya harap nona mengabari saya dan membawa pasukan elit Ghost." Ucapnya lagi.
" Oke." Ucap Yara kikuk.
Sungguh, Sandy yang berubah menjadi sangat formal itu sedikit membuatnya tidak nyaman.
Akhirnya Sandy membungkuk, lalu pergi dari sana. Sepeninggalnya Sandy, Yara langsung membersihkan dirinya. Tidak bingung, Pakaian sudah terjejer rapi di hadapan nya saat ini. Tentu saja pakaian pria yang seperti biasanya ia kenakan selama menyamar menjadi pria.
" Aku harus menemui orang itu" Ucapnya lalu keluar dari kamarnya.
Saat membuka pintu, sudah berjejer 4 orang pria asing yang tengah membungkuk kearahnya.
" Bisa nona" Ucap mereka serempak.
Yara terkejut , ternyata orang orang berparas bule itu fasih berbicara dengan bahasanya.
" Baiklah, aku akan pergi menemui seseorang, Dan orang itu tidak tahu bahwa aku adalah putri keluarga Maxwell. Saat aku sedang bersamanya nanti, jika tidak bahaya kalian jangan bertindak. Boleh berada di dekatku radius 5 meter, apakah kalian mengerti.?" Ucap Yara.
" Mengerti nona." Ucap mereka lagi serempak.
Akhirnya Yara pun pergi, Yara menggunakan mobil yang sudah di siapkan oleh Sandy, bahkan Yara dilarang mengemudi sendiri oleh Ryu. Jika Sandy sedang tidak bersamanya, maka pengawal elit yang akan menjadi supirnya. Sebegitu khawatirnya Ryu dengan Yara.
Mobil mereka berhenti di sebuah perusahaan. Yara sangat mengenal perusahaan itu, dulu saat dirinya masih menjadi gadis polos dan lugu, dirinya sering di ajak kesana oleh Darren. Namun hanya untuk di jadikan pajangan hidup, Ironis memang. Buta hati membuat Yara tak menyadari bahwa dirinya selama itu telah menjadi bahan lelucon keluarga angkatnya.
" Apakah CEO kalian ada?" Tanya Yara.
Saat resepsionis akan bicara tiba tiba yang dicari justru muncul disana.
" Oh... Si anak angkat serakah ternyata sungguhan masih hidup.? Ucap Seorang pria yang berjalan kearah Yara.
" Robin Todd, lama tidak bertemu sepertinya kau semakin menjadi pecundang." Ucap Yara.
Ya pria yang ingin Yara temui dan pria yang diam diam menjadi kaki tangan Mahkota bersuri adalah Robin Todd. Ia menjadi anggota Mahkota berduri saat setelah pertemuan nya dengan Jamie saat itu. ( Ada di eps 54. )
" Apa maksud perkataanmu itu anak haram!" Ucap Robin emosi karwna dirinya di sebut pecundang.
Yara perlahan berjalan kearah Robin, lalu berhenti tepat disamping Robin seraya berbisik.
" Apakah cukup nyaman menjadi anjing pesuruh mahkota berduri?" Ucap Yara dengan senyum smirknya.
Terkejut, Robin sangat terkejut mendengar ucapan Yara. Bagaimana dia bisa tahu pikirnya.
' Kenapa dia bisa tahu, identitas anggota tidak bisa sembarang di dapatkan. Susah payah aku hidup tenang beberapa bulan ini, apakah akan hancur karena dia?' Batin Robin bermonolog.
__ADS_1
" Kenapa.? Bingung dari mana aku bisa tahu? Percaya atau tidak, saat ini aku ada di oihak paling kuat." Ucap Yara menatap tajam Robin.
" Cih, hanya Blood saja. Buktinya mereka tidak bisa menemukan kami." Ucap Robin menyepelekan. Robin masih mengira Yara adalah anggota Blodd dari kelompok mafia Ethan.
" Siapa yang bilang aku anggota Blood? Robin Todd, sebagai sepupu angkat aku beritahukan kepadamu, Berhentilah atau kau akan menyesal. Aku sudah menangkap 3 anjing pesuruh pemimpin mu, jika sampai aku menangkapmu nanti maka jangan salahkan aku menghabisimu di tempat, seperti yang kau lakukan kepada suster panti asuhan tempatku tinggal dulu." Ucap Yara lalu pergi dari sana.
DEG.. DEG..
Robin terkejut, entah mengapa kata kata Yara itu terdengar sangat mengintimidasi. Sepertinya apa yang dikatakan megan bahwa Image lembut dan lugu Yara sudah benar benar hilang menjadi gadis dingin dan kejam.
' Aku tidak mau jika harus jatuh miskin seperti Darren dan paman Carig sekeluarga. Hanya nyonya Evron yang bisa membantuku.' Batin Robin bermonolog. Robin tidak tahu saja bahwa nyonya Evron yang ia banggakan dan ia sembah bagai dewanya itu adalah Kristin Evron seorang wanita kejam.
Yara meminta supir nya untuk berhenti di sebuah restoran cepat saji, ia lupa memakan makan siang yang di siapkan oleh Sandy, jadilah sekarang ia kelaparan. Yara tengah memakan makanannya dengan sangat fokus. Ia sampai tidak menyadari jika Ethan tengah duduk di hadapan nya.
" Apakah tuanmu yang baru tidak memberimu makan?" Ucap Ethan tiba tiba.
" Uhuk.. Uhuk.. "
Yara terbatuk, ia terkejut karena mendengar suara yang sangat dikenalnya. Lebih terkejut lagi karena saat ini si pemilik suara itu tengah duduk dengan menyilangkan tangan di dadanya menatap lurus kearah Yara.
" Makan lah perlahan, apa kau takut makanan mu di ambil orang?" Ucap Ethan sembari mengambil selembar tisue dan akan menghapus noda saus yang berantakan di mulut Yara.
Yara langsung menghempaskan tangan Ethan, hampir juga pasukan elit Ghost bereaksi jika saja Yara tidak mengibaskan tangan nya untuk meminta mereka berhenti.
" Aku bisa sendiri." Ucap Yara.
Namun seakan tuli, Ethan langsung mengambil tisue yang baru lalu menghapus paksa saus di mulut Yara.
Yara yang memberontak itu justru semakin membuat Ethan membungkuk kearahnya, dan hampir saja meja kecil restoran itu terbalik jika Ethan tidak sigap menahan.
" Aku bilang aku bisa sendiri tuan Dominique." Ucap Yara.
" Diam atau aku cium"
DEG..
Jantung Yara hampir meloncat keluar dengan mata melotot.
' Apa apa an pria ini' Batin Yara berucap.
Ethan tidak menyadari perkataan nya itu berhasil menyita pengunjung lain. Ada banyak pandangan yang menyiratkan berbagai perasangka aneh kepada nya, tapi ia malah lebih fokus mengelap mulut Yara yang berantakan karena saus.
Yara mendengar bisikan bisikan aneh dari sekitarnya, bagaimana pun saat ini dirinya berpenampilan seperti laki laki, tentu saja mereka mengira bahwa Yara dan Ethan ini pasangan sesama jenis.
" Aku bisa sendiri, terimakasih." Ucap Yara merebut tisu ditangan Ethan lalu mengelap keseluruhan mulutnya.
" Kenapa kau jadi begitu gugup sekarang?" Tanya Ethan nampak bingung.
Yara menganga tak percaya, mereka sudah menjadi pusat perhatian tapi Ethan tidak menyadari itu. Ethan mendengar bisikan bisikan aneh juga setelah ia kembali fokus. Ternyata dirinya dikira pasangan sesama jenis dengan Yara, dan hal itu berhasil menyadarkan nya dengan apa yang ia ucapkan sebelumnya.
' Diam atau aku cium..? Astaga Tuhan, apakah aku mengatakan itu padanya.?' Batin Ethan bermonolog.
Yara memutuskan pergi meninggalkan Ethan sendiri, namun tiba tiba tangan nya di cekal oleh Ethan.
" Lepas tuan Dominique, kau tidak sadar kita jadi tontonan saat ini.? Kau menjijikan." Ucap Yara dengan nada bicara di tekan nyaris seperti berbisik.
" Jika aku lepas maka kau akan pergi dan tidak mau mendengarkan aku, Kita harus bicara." Ucap Ethan.
Pengunjung restoran cepat saji itu kini semakin riuh , Saat ada salah seorang pengunjung yang hendak memotret kebersamaan mereka, dengan sigap di hentikan oleh pengawal yang melindungi Yara, juga pengawal yang mengikuti Ethan diam diam, salah satunya ada Dawn dan Noah disana.
Yara memberontak, namun cekalan tangan Ethan makin menguat saja. Tiba tiba ponsel Yara berdering, tanpa melihat siapa yang menelepon Yara langsung mengangkatnya, ia berharap yang menghubunginya itu Sandy namun ternyata ia salah.
" Halo.. " Ucap Yara.
" Jika dilihat lihat kalian berdua sepertinya cocok ya?
Apakah sekarang aku harus menganggapmu menantu."
DEG.!!
__ADS_1
Wajah Yara berubah, Ethan juga menyadari hal itu. Yara melihat sederet angka nomor penelepon itu, berbeda dengan yang kemarin, namun Yara yakin itu adalah panggilan dari Kristin Evron.
TO BE CONTINUED..