Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 136. Manis..


__ADS_3

Di sebuah gedung hotel mewah, di gelar resepsi pernikahan antara Ethan dan Yara. Mereka benar benar bagai Raja dan Ratu. Semua tamu yang datang disana terpukau dengan dekorasi yang begitu megahnya. Bak di negeri dongeng, ruangan itu penuh dengan hiasan bunga berwarna putih semua serba putih di kombinasi dengan tirai tirai yang menjuntai panjang berwarna perak.


Di sudut ruangan itu, tengah berdiri seorang pria dengan tatapan sendu kearah Ethan dan Yara. Terutama kepada Yara, tatapan itu benar benar prnuh dengan rasa menyesal.


' Aku tidak pernah menyangka, akan ada hari dimana aku begitu berbanding terbalik dengan nya. Kini dia sungguh benar benar tealh jauh tak tergapai lagi. Yara.. Semoga kamu selalu bahagia.' Batin nya bermonolog.


" Tuan Darren, anda disini.?" Ucap Sandy.


Ya, pria yang menatap Yara dengan dalam itu Darren Todd.


" Ah, iya tuan Sandy." Ucap Darren sopan.


Bagaimanapun Darren bekerja di bawah perusahaan SAL, jadi di menghormati atasan nya itu.


" Tuan Darren, nona Yara meminta agar anda datang ke kediaman Todd besok pagi." Ucap Sandy.


" Tetapi saya sudah tidak memiliki hak apapun disana." Ucap Darren.


" Jika nona Yara berkata begitu, maka lakukan saja. Oiyah, selamat untuk kenaikan jabatan anda. Anda benar benar tekun dalam bekerja, saya senang memiliki karyawan seperti anda." Ucap Sandy.


" Baik, terimakasih tuan Sandy." Ucap Darren.


Gedung itu full dengan tiga kubu kelompok mafia. Mavros Drakost, GHOST, dan BLOOD. Mereka menjaga ketat acara pernikahan itu. Hingga tamu yang datang pun sedikit was was jika mereka melakukan kesalahan dengan tidak sengaja.


" Aih... Lelahnya.. " Ucap Yara.


" Ini belum apa apa sayang, kita belum melakukan itu.." Ucap Ethan berbisik.


GLEK.!!


' Sial, kenapa aku tidak ingat hal itu.. Aku sudah menikah dengan nya, sudah pasti akan melakukan hal itu.. Matilah..' Batin Yara bermonolog.


" Sayang, jangan menggodaku dengan wajah nengong mu itu, aku tidak sabar ingin mencium mu." Ucap Ethan.


" Mesum.!" Ucap Yara.


" Hanya kepadamu seorang."


BLUSSH..


' Pria ini , kenapa semakin blak blakan begitu sih.' Batin Yara bermonolog.


Akhirnya resepsi itu pun selesai hingga malam hari. Dan kini semua orang telah kembali kekediaman masing masing. Rayson, Bara, Sean dan Jilian juga tidak kembali ke kediaman Ethan. Alasan nya mereka takut berisik dan mengganggu suasana romantis Yara dan Ethan.


" Kalian sungguh tidak mau tinggal disini lagi.?" Ucap Ethan kepada ke 4 sahabatnya itu.


" Tidak, aku takut tidak bisa tidur malam ini." Ucap Bara.


" Kau sudah pastikan itu mu berfungsi kan Than??" Ucap Rayson.


" Apa maksud pertanyaannu itu? Tentu saja ini berfungsi dengan sangat baik." Ucap Ethan.


" Siapa yang tahu, kau kan menjomblo sampai 30 tahun, dan tidak pernah menyentuh siapapun." Ucap Rayson.


" Hei, kau tahu tidak.. Setidaknya Ethan menjaga kesucian nya." Ucap Jilian.


" Kesucian, kau pikir perempuan." Ucap Bara.

__ADS_1


" Diam kalian.! Kenapa jadi membahas hal hal begitu disini, pergi peergi cepat." Ucap Ethan kesal.


" Lah, di usir.. tadi masih seolah enggan kita pergi." Ucap Sean.


" Tidak jadi aku bersimpati kepada kalian, keluar kalian semua." Ucap Ethan lagi.


" Iya.. iya.. Yang mau unboxing sudah tidak sabar." Ucap Bara.


" Than, harap pelan sedikit saat melakukan nya oke. Bagaimanapun Yara masih 20 tahun, dia masih kecil." Ucap Rayson.


" RAY... "


" Iya.. Iya.. Aku pergi , aku pergi." Ucap Rayson yang menyadari sekaan hunung berapi hendak meletus.


Sungguh Ethan tengah menahan amarahnya saat ini.


' Kenapa bisa aku memiliki teman laknat seperti mereka ini.' Batin Ethan bermonolog.


" Kalau begitu kami pamit pulang ya. Jika ada sesuatu, hubungi kami. Oiyah, aku mau riquest keponakan kembar yang lucu lucu." Ucap Jilian.


" Kalian mau pergi atau masih mau tetap ribut disini.?? Kalau mau tetap disini aku mau masuk, aku lelah." Ucap Ethan kesal.


" Ekhem.. Lelah.. " Ucap Bara sembari meledek.


" BARA CLARKE.. Kau.."


" Aku pulang.. Dah.. " Ucap Bara sambil berlari pergi. Dari pada dirinya dikirim ke mana tahu, lebih baik dia pulang.


" Kalian?? " Ucap Ethan.


" Kami juga pulang, hehehe.. ayo Ray, ayo Sean." Ucap Jilian sembari menarik kedua tangan Rayson dan Sean.


" Huuuftt... Bisa mati kesal aku menghadapi mereka. Heran nya kenapa aku berteman dengan mereka sedari dulu, padahal sikap kami berbamding jauh." Gumam Ethan.


Ethan masuk kedalam kediaman nya, ia melihat Yara yang baru saja keluar dari ruang rawat Liana.


" Sayang.."


" Shhhuuuttttt... " Ucap Yara menghentikan ucapan Ethan.


" Ibu baru saja tertidur, dokter bilang setelah dari gereja tadi pagi, ibu tak mau tidur. Ibu terlalu bahagia, dan ibu baru saja tertidur sekarang." Ucap Yara berbisik.


Ethan mengangguk mengerti, Lalu Ethan menarik tangan Yara dan berjalan menuju sofa ruang tengah. Jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari, tetapi mereka benar benar sibuk dengan urusan mereka.


" Hei, kenapa sepi sekali.? Kemana kak Jilian dan yang lain nya.?" Tanya Yara setelah menyadari di ruang tengah tak seramai biasanya.


" Mereka pulang." Ucap Ethan singkat.


Ethan mendudukan Yara di pangkuan nya, posisi duduk Yara menyamping dankedua tangan Ethan melingkar di perut Yara.


" Pulang.? Mereka pulang kemana.??" Ucap Yara polos.


Ethan pun terkekeh dengan wajah polos istrinya itu, menggemaskan sekali.


" Tentu mereka pulang kerumah masing masing. Walau mereka itu korban Broken home sepertiku, tetapi mereka juga memiliki perusahaan mereka masing masing, juga tempat tinggal mereka masing masing." Ucap Ethan.


" Oohh.... " Ucap Yara mengangguk angguk.

__ADS_1


" Kamu tidak lelah.?? " Ucap Ethan.


" Lelah, sangat lelah. Ini semua terjadi begitu mendadak. Aku sungguh tidak pernah menyangka kita akan menikahbsecepat ini." Ucap Yara.


" Aku juga.. Tetapi aku bahagia, karwna akhornya kamu hanya menjadi miliku seorang." Ucap Ethan sembari mendekatkan kepalanya dengan kepala Yara.


Saat ini dahi mereka saling beradu, hidung mereka juga saling bertabrakan. Tatapan mereka saling mengunci satu sama lain.


" Ethan.. " Ucap Yara.


" Panggil aku sayang." Ucap Ethan.


" Eh..?? "


" Kita sudah menikah, masa kamu masih tetap memanggilku dengan nama.?" Ucap Ethan protes.


" Tap..tapi aku tidak terbiasa." Ucap Yara.


"Maka biasakan itu dari sekarang, oke.. ?."


" Ba.. Baiklah.. sayang." Ucap Yara.


" Pintar."


CUP..


Erhan mengecup kilas bibi Yara. Lalu meggendong Yara dengan gerakan tiba tiba, membuat Yara mau tidak mau langsung mengalungkan tangan nya di leher Ethan.


"Kya..!" Teriak Yara.


" Shhuuuttt... Nanti semua orang bangun." Ucap Ethan .


" Kenapa kamu bangun tiba tiba.? Lalu ini, kita mau kemana.?" Ucap Yara.


" Kekamar kita." Ucap Ethan.


" Ka.. Kamar kita.??" Ucap Yara.


" Iya, kita sudah menikah.. jadi kita akan tidur dalam satu kamar mulai sekarang." Ucap Ethan.


Dan akhirnya sampailah mereka di kamar Ethan, kamar yang masih belum di renovasi, dan masih dengan tema khas Ethan. Yara kagum dengan penataan kamar Ethan itu, ini adalah pertama kalinya ia memasuki kamar Ethan.


Perlahan Ethan membaringkan Yara di ranjang. Lalu dirinya menyusul naik keatas ranjang dan merebahkan dirinya di samping Yara, sambil memeluk Yara.


" Tidurlah.." Ucap Ethan.


" Eh..? Tidur.??" Ucap Yara bingung.


" Lalu?? Kamu mau kita melakukan nya sekarang.?" Ucap Ethan.


" Ti.. tidak, aku lelah. Ayo kita tidur." Ucap Yara langsung memejamkan matanya.


Ethan tersenyum melihat sosok gadis di hadapan nya itu, hatinya merasa damai setelah penantian nya menunggu kepastian akhirnya berbuah manis.


" Selamat malam istriku."


CUP..

__ADS_1


...TO BE CONTINUED... ...


__ADS_2