
Ethan merebahkan Yara di atas ranjang nya. Lalu entah langsung berlari untuk mengunci pintu kamar Yara. Ethan merobek pakaian Yara dan melihat luka goresan yang cukup dalam di lengan Yara.
" Gadis ini, kenapa begitu bodoh.!" Ucap Ethan dalam hati.
Ethan langsung membaringkan darah di lengan Yara, sementara Yara sudah tidak sadarkan diri.
Begitu banyak darah yang keluar, sehingga wajah Yara memucat.
" Bertahanlah, aku masih belum ingin kau mati." Gerutu Ethan.
Ethan berhasil membersihkan darah dan menghentikan darah itu, ia langsung memakaikan perban pada lengan Yara. Kini ia bingung apa yang harus di lakukan , karena Yara seorang gadis, tidak mungkin kalau ia membuka pakaian Yara yang tersisa. Tapi kalau ia memanggil pelayan juga tidak mungkin.
"Aku harus bagaimana.. " Ucap Ethan bingung.
Yara membuka matanya di saat saat genting.
" Kau sudah sadar.? Aku baru memakaikan perban di lengan mu, baru saja aku akan membantumu membersihkan badanmu, tapi karena kau sudah bangun, kau bersihkan sendiri saja. " Ucap Ethan panjang lebar, lalu langsung pergi dari kamar Yara meninggalkan Yara yang masih kebingungan.
" Bersihkan badan? Apa yang dia katakan..? " Ucap Yara masih bingung.
" Tunggu, dia bilang dia mau membersihkan badanku.?!" Ucap Yara yang seketika panik.
Yara langsung panik dan mengecek dirinya. Ia menghela nafas lega mengetahui hanya kemeja nya saja yang terlepas dari badan nya, tapi kaos nya masih melekat.
" Hufft... hampir saja ketahuan. Kalau aku tadi tidak bangun, maka akan ketahuan kalau aku seorang perempuan. Untung.. untung.. " Ucap Yara yang mengelus dada nya.
Merasa dingin karena badan nya basah kuyup, Yara pun langsung berusaha bangun untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sementara itu di luar kamar. Ethan masih berusaha mensatibl kan deru nafas nya.
" Untung saja dia bangun sebelum aku membuka pakaian nya, kalau dia sadar saat aku sudah membuka pakaian nya, pasti akan sangat canggung." Ucap Ethan dalam hati.
Ethan kembali masuk kedalam ruang kerja nya, dan terlihat ada Jilian yang sedang duduk di sana menggunakan handuk kimono milik Ethan.
" Kau, kenapa kau disini? Terus itu, kau pakai handuk ku tanpa izin. " Ucap Ethan .
" Ya ampun Than, Aku ini kan juga teman mu. Aku menyelamatkan si Y dari sungai tentu saja pakaian ku ikut basah. Lagi pula ini hanya sebuah handuk, kau pelit sekali.. " Ucap Jilian.
" Haih.. Sudahlah. Ceritakan yang sebenarnya mengapa tiba tiba dia ada di sungai.? " Tanya Ethan yang kini duduk di meja kerja nya.
__ADS_1
" Aku tidak tahu, aku hanya kebetulan berada di jalan dan melihat si Y mengendarai motor dengan kecepatan tinggi berusaha mengikuti seseorang, jadi aku ikuti dia. Tapi aku sempat sedikit tersesat, jadi terlambat menyelamatkan si Y. " Ucap Jil menjelaskan.
" Bukan nya motor itu ada di gudang terbengkalai, berarti dia dari sana. Kemungkinan dia melihat sesuatu , tapi ketahuan. Untung nya kau melihat dia. " Ucap Ethan.
" Nah, beri aku pujian.. " Ucap Jil bangga.
" Pujian kepalamu, kau bahkan terlambat datang menyelamatkan nya." Ucap Ethan.
" Cih, setidaknya meskipun terlambat tapi aku berhasil menemukan dia. " Ucap Jilian.
" Malam ini aku menginap disini yah, Aku juga pinjam baju mu. " Ucap Jilian lagi.
" Ikut ke kamarku." Ucap Ethan .
" Apa.!! Tidak, aku tidak mau." Ucap Jilian sembari menyilangkan kedua tangan nya menutupi dadanya.
" Kau berpikir apa.? Kau hilang mau pinjam baju ku kan? " Ucap Ethan dengan santainya dan melenggang pergi dari ruang kerja nya.
" Kau mengucapkan kalimat ambigu begitu siapa yang tidak salah paham. Dasar pohon seribu tahun." Ucap Jilian sembari mengekor di belakang Ethan.
Setelah sampai di dalam kamar, Ethan melemparkan satu set pakaian nya kearah Jil, dan langsung di tangkap.
" Cih, kasar sekali. Eh.. Kau ada stok ****** ***** baru tidak, aku minta satu. " Ucap Jilian membuat Ethan langsung tersedak dari minum nya.
" Apa harus segitunya terkejut.? Kau bahkan meminjami si Y ****** *****. Apa denganku kau tidak mau.? " Ucap Jilian
Ethan langsung melemparkan satu kotak ****** ***** baru milik nya kearah Jilian.
" Keluar." Ucap Ethan mengusir.
" Hore, sekarang aku termasuk teman mu yang paling dekat selain di Y. kita sudah berbagi ****** ***** juga. " Ucap Jilian yang langsung pergi dari hadapan Ethan.
Sementara Ethan kini terlihat suram melihat kelakuan teman nya.
" Teman dekat, berbagi ****** *****, Anak itu sudah gila." Ucap Ethan dalam hati.
Ethan pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena sebelum nya ikut basah karena menggendong Yara.
Yara sudah selesai dari ritual membersihkan dirinya. meskipun sangat kesulitan karena perban nya tidak bisa terkena air, tapi ia juga tidak bisa minta bantuan siapapun.
__ADS_1
" Akhirnya.. untuk pertama kalinya aku berjuang mandi dwngan setengah mati. Sudah larut malam, lebih baik aku langsung tidur saja." Ucap Yara.
Yara sudah memakai kain di dadanya, untuk berjaga jaga jika tiba tiba ada sesuatu mendesak. Ia memakai stelan baju tidur warna abu abu tua, lalu merebahkan dirinya di ranjang. Tiba tiba..
" Y.!" Ucap Jilian yang tiba tiba masuk dan mengagetkan Yara.
" Hua.!!" Yara yang kaget sontak langsung bangun dan duduk .
" Cih, lebay.. Begitu saja kaget. Y malam ini aku tidur denganmu saja, sekaligus meningkatkan kedekatan pertemanan kita." Ucap Jilian yang langsung masuk dan lompat keatas ranjang Yara.
" Tunggu, kenapa kau disini.? Kau tidak pulang.?" Tanya Yara.
" Kenapa.? memang nya hanya kau saja yang boleh menginap disini.? Ethan juga temanku." Ucap Jilian.
" Juga..? " Tanya Yara.
" Tentu saja iya. Memang nya kau pikir hanya kau satu satunya teman nya.?" Ucap Jilian yang kini akan berbaring di sebelah Yara.
" Kau jangan tidur disitu.!!" Bentak Yara yang mengagetkan Jilian.
" Kenapa.? Ini rumah Ethan, dan tempat tidur ini juga milik nya, aku juga teman nya . Atas dasar apa kau melarang ku tidur disini.?" Ucap Jilian emosi.
" Bukan itu maksudku, itu kasur itu basah karena sebelumnya aku dari sungai." Ucap Yara menjelaskan.
" Apa.!! Kenapa kau tidak bilang dari tadi." Ucap Jilian yang langsung melompat turun.
" Maaf, sepertinya kau tidak bisa tidur disini." Ucap Yara.
" Tidak bisa, sebelumnya ini adalah kamar biasa aku menginap. Aku tidak bisa tidur di tempat lain, kau bangun.. Pindah ke sana." Ucap Jilian sembari menunjuk sebuah sofa di samping ranjang.
" Apa.? Tapi aku sedang sakit. " Ucap Yara.
" Aku tidak perduli, kau pindah cepat." Ucap Jilian memaksa.
" Haih.. Baiklah baiklah." Ucap Yara mengalah.
Yara pun bangun dari ranjang nya dan berjalan menuju ke sofa. Saat Yara berjalan menuju sofa, Jilian memperhatikan tubuh Yara dari belakang.
" Memang benar, sepertinya anak ini memang ada yang aneh. Kecurigaan ku selama ini tidak pernah salah. Badan kurus, sedikit lemah, kulit nya sangat putih, dia terlihat seperti.. anak kekurangan gizi." Ucap Jilian dalam hati.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..