
Yara berjalan menjauh dari Ethan dan Jilian, ia takut Jilian atau Ethan mendengarkan pembicaraan nya. Yara tidak tahu saja, Ethan sudah mendengar kalimat pertama Sandy.
" Ada penyerangan disini, tapi target nya bukan aku.
Aku baik baik saja, kau jangan khawatir." Ucap Yara setelah berada sudut ruangan.
".... "
" Baiklah, aku akan kembali lagi pula ini sudah malam." Ucap Yara.
Panggilan itu pun diakhiri dan Yara kembali ketempat dimana Ethan dan Jilian menunggu Roger yang tengah di operasi.
" Maaf aku harus kembali. " Ucap Yara
" Biar aku antar, di luar sangat berbahaya." Ucap Ethan.
" Tidak perlu, kau baik baiklah menunggu Roger. Semoga operasinya lancar." Ucap Yara.
Yara pun berjalan pergi meninggalkan Ethan dan Jilian.
Ethan mengirim sebuah pesan kepada bawahan nya untuk mengikuti kemana Yara pergi secara diam diam.
Sementara itu, kini Yara sudah berada didalam mobilnya dan melaju pulang.
...
" Tidak berguna! untuk apa aku lahirkan dia saat itu. Cih.." Teriak seorang wanita yang terlihat sangat marah.
" Nyonya Evron, mereka sudah datang." Ucap Salah seorang pengawalnya. Dan masuklah sekitaran 3 pria berbadan tinggi besar, dan berotot.
Ya, wanita itu adalah Kristin Evron, entah sebenarnya karena apa ia berubah menjadi jahat, atau memang sejak awal dia itu memang jahat dan berpura pura baik, tidak ada yang tahu. Sejak ia melepaskan diri dari keluarga Dominique dia menjadi begitu kejam dan liar.
" Hmm bagus, layani aku seperti biasa." Ucap Wanita itu.
Dan ketiga pria tadi menurut saja apa yang dikatakan oleh Kristin, mereka mulai memeluk kristin dari berbagai arah.
....
Yara telah sampai di rumahnya, saat ini ia sedang berbicara dengan Sandy. Yara baru saja menceritakan semua kejadian dikediaman Ethan, dari yang meminta perjanjian kerja sama hingga pemenbakan Roger.
__ADS_1
" Bagaimana menurutmu?" Ucap Yara
" Sepertinya tidak ada bagusnya nona tinggal disana, lagipula kekuatan kita juga banyak meskipun pusat kita berada di negara A, tapi semua orang yang mendengar nama GHOST pasti akan takut dan mundur." Ucap Sandy.
" Dan lagi, sebenarnya saya masih bingung, mengapa Kristin Evron mengincar nona, padahal nona tidak ada sangkut pautnya. Meskipun nona ini adalah cucu dari tuan tua dan menjadi cucu angkat Daviss Todd, tapi kan nona tidak berkaitan dengan itu." Ucap Sandy lagi.
" Kau tahu istilah DENDAMKU HINGGA KE TUJUH TURUNANMU?" Tanya Yara pada Sandy.
" Mm.. saya pernah dengar itu. Apakah Kristin mendendam hingga ke tujuh keturunan? menyeramkan sekali dia itu."Ucap Sandy tak habis pikir.
" Mungkin begitu, Cerita ini tidak akan pernah bisa lengkap jika kita tidak mulai dari akarnya. Satu satunya cara untuk memecahkan misteri ini adalah dengan mengumpulkan cerita dari narasumbernya. Dan karena satu satunya narasumber disini adalah kakek John, maka kita mulai dari dia." Ucap Yara.
" John Dominique.. Jika saja tuan tua bisa dilacak keberadaan nya.. " Ucap Sandy menggantung
" Tidak perlu, disini aku yakin ada sebuah misteri atau sebuah rahasia yang terjadi. Dari mengapa aku dibuang lalu di adopsi kakek Todd, dan tiba tiba kakek kandungku seolah berhianat namun menghilang, juga dari bubarnya Mahkota berduri yang dulu dan jadi bencana seperti sekarang. Tidak akan ada akibat tanpa sebab." Ucap Yara.
" Itu benar, Jadi... Nona akan tinggal di kediaman Ethan?" Tanya Sandy.
" Tidak.. Aku akan mencari kakek John terlebih dahulu. Aku harus bertanya tentang surat bahasa Yunani kuno itu. Entah mengapa aku yakin itu juga adalah salah satu kunci masalah Mahkota berduri.." Ucap Yara yakin.
" Nona, tuan Sandy, makan malam sudah siap." Ucap seorang pelayan.
" Baik, terimakasih." Ucap Yara.
" Oiyah, sebenarnya aku selalu penasaran. Dimana markas orang orang kakak ku yang berada disini, mengapa aku tidak pernah melihatnya.?" Tanya Yara pada Sandy.
" Seperti nama nya nona GHOST itu hantu. Jadi tidak ada yang tahu." Ucap Sandy dengan kekehan nya.
" Kak Sandy... "
" Oke oke.. Mereka ada di segala tempat, tidak ada markas, mereka menyebar di seluruh kota dan setiap sudut." Ucap Sandy masih dengan kekehan kecilnya.
Yara hanya mengerucutkan bibirnya, menurutnya Sandy pasti masih berbohong. Melihat wajah Yara yang tidak percaya akhirnya Sandy menjadi serius.
" Saya bersungguh sungguh nona, karena kami GHOST jadi kami tidak berkelompok di satu tempat, kami menyebar. Tapi masih didalam pengawasan dan kepemimpinan tuan muda. Nona percaya, salah satu petinggi negara kita juga ada yang berlindung dibawah perlindungan GHOST. " Ucap Sandy bersungguh sungguh.
" Sungguh? Aku tidak menyangka petinggi negara mengandalkan Mafia." Ucap Yara sedikit terkejut.
" Lalu nona pikir mereka berdiri dengan kakinya sendiri?" Ucap Sandy dengan kekehan kecilnya.
__ADS_1
" Tentu saja beberapa orang memang berdiri dengan kakinya sendiri, jika mereka percaya diri pada kepemilikan dan kekuasaan nya. Tapi ada beberapa orang yang takut dengan kehancuran jalannya, jadi mengandalkan orang dunia bawah untuk menyokongnya." Ucap Sandy lagi.
Yara hanya manggut manggut sembari mengunyah makanan nya. Tapi otaknya juga berpikir serius, apakah dulu kakek dan kakek angkatnya mendirikan mafia untuk saling mendukung di dunia politik? Tapi yang Yara tahu baik itu kakek angkatnya atau John Dominique tidak ada yang terjun ke dunia politik.
' Apakah aku ketinggalan sesuatu' Batin Yara bermonolog.
" Nona tidak berpikir bahwa para tetua mahkota berduri itu mendirikan mafia untuk politik kan?" Ucap Sandy.
" Eh.. Bagaimana kau bisa tahu arah pikiranku.?" Tanya Yara terkejut.
" Tuan muda awalnya berpikir demikian, tapi itu bukan tujuan mereka. Mereka berusaha melindungi sesuatu yang entah itu apa." Ucap Sandy.
" Apakah segel itu?" Tanya Yara.
" Aku belum melihat segelnya, apakah nona bisa memperlihatkan nya nanti padaku sebelum aku pulang.?" Ucap Sandy.
" Baik.. "
Tak lama makan malam mereka pun selesai, dan kini Sandy tengah menunggu Yara di ruang tengah. Tak lama Yara pun datang membawa sebuah kotak tua yang ia temukan di kamar Daviss Todd.
" Ini segel yang aku maksud." Ucap Yara yang memberikan sebuah segel pada Sandy.
"Mavros drakos.. Ini adalah mafia di Eropa selatan yang kejayaan nya telah berakhir." Ucap Sandy.
" Benar, mereka juga orang tua Kristin Evron kan.? " Tanya Yara.
" Iya, Bagaimana segel ini ada pada Tuan Todd?" Tanya Sandy bingung.
" Aku juga tidak tahu, semakin kesini sesuatunya tidak semudah dan sesederhana yang kita pikirkan. Kita bisa saja menghancurkan Mahkota berduri, tapi teka teki dibalik ini.. Apalagi aku belum pernah bertemu kakek kandungku, jika saja semua tetua itu berkumpul, pasti akan lebih mudah." Ucap Yara.
" Apakah dulu nona tidak tahu menahu tentang keluarga Todd.?" Tanya Sandy.
" Tidak.. Hanya saja di usia ku yang masih belia kakek sudah mengajarkan aku banyak hal tentang bela diri, menembak, membidik dari kejauhan, berburu, lalu memberikan aku sebuah pistol untuk berjaga jaga. Tapi kemudisn disaat aku sudah masuk masa puber, aku malah buta oleh cinta dari Darren Todd. Mengingat itu membuatku merasa malu sendiri. " Ucap Yara sembari mamegang kening nya.
" Sudahlah.. Itu hanya sebagian masalalu nona, Kalau begitu nona bisa simpan kembali segel ini. Jangan sampai segel ini jatuh ketangan yang salah. Besok kita akan datang kekediaman John Dominique, ini sudah malam, saya pergi dulu nona." Ucap Sandy berpamitan.
" Iya, terimakasih."
Sandy membungkukkan badan nya lalu pergi dsri hadapan Yara. Yara juga mengemasi segel itu kembali, lalu menaruhnya kedalam kotak kayu itu.
__ADS_1
' Kapan semua ini berakhir, aku ingin menjalani hari yang normal.' Batin Yara bermonolog.
TO BE CONTINUED..