Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. OPENING SHOWROOM NICAR'S


__ADS_3

Vaye dan Nicholas sudah berada di apartemen nya, dan saat ini Nicholas sudah bersiap untuk pulang kerumahnya.


" Ini, titipan dari paman." Ujar Vaye, sambil menyodorkan sebuah amplop putih.


" Surat?? Ini bukan surat cinta kan?" Ujar Nicholas dan Vaye terbahak mendengarnya.


" Pamanku memang belum menikah, tapi dia normal. Kamu baca di rumah saja, itu pesan dari paman." Ujar Vaye, sambil masih terkekeh.


Nicholas menatap curiga isi surat itu, tapi kemudian ia tetap mengangguk.


" Baiklah asal bukan bom saja isinya. Aku pulang, ya?" Ujar Nicholas, dan Vaye mengangguk.


" Hati hati di jalan." Ujar Vaye.


" Hmm.. I love you.." Ujar Nicholas.


" I love you too.. " Sahut Vaye.


Nicholas mencium kening Vaye lalu kemudian pergi dari sana. Sepeninggal Nicholas, Vaye masih tersenyum senyum sendiri lalu dia teringat dengan tugas sekolah yang ia tinggalkan selama seminggu itu.


" Waktunya belajar, astaga.. PR menggunung. Semangat semangat. " Ujar Vaye dan masuk kedalam kamarnya untuk mulai perang dengan buku buku tebalnya.


Ke esokan harinya..


Nicholas datang menjemput Vaye seperti biasanya, dan seperti biasanya juga , Vaye menunggu Nicholas di loby.. mereka pun berangkat bersama menuju sekolah.


" Bagaimana? Apa isi surat dari paman? " Tanya Vaye penasaran.


" Itu surat keramat, kamu dilarang tahu isinya. " Ujar Nicholas sambil terkekeh.


" Ish.. Main rahasia rahasiaan, awas saja nanti. " Ujar Vaye cemberut.


" Heehehe.. tidak ada apa apa, sayang.. sungguh. Hanya saja paman mu menuliskan sebuah ujian untukku. " Ujar Nicbolas.


" Ujian? Ujian apa??" Tanya Vaye penasaran.


" Pamanmu mengatakan bahwa, jika aku tidak bisa menjagamu dengan baik maka lebih baik aku pergi darimu." Ujar Nicholas.


" Ish, paman. Seperti anak anak saja." Ujar Vaye dan Nicholas terkekeh.


Tapi apakah surat itu sungguh seperti apa yang Nicholas katakan? Hanya Nicholas dan Ryuchie yang tahu keaslian isi pesannya.

__ADS_1


Vaye dan Nicholas pun sampai di sekolah, dan sudah ada dua teman nya. Jika dulu mereka hanya berdua saja saat sampai di sekolah, maka kini mereka menjadi berempat yakni Vaye, Nicholas, Mark dan Bagas.


" Oi,  pulang sekolah nanti apakah kalian ada waktu? Aku berencana membuka showroom baruku saat pulang sekolah nanti, lebih tepatnya malam ini. " Ujar Nicholas.


" Showroom, kau membuka showroom? " Ucap Bagas terkejut.


" Ya, sebenarnya sudah selesai di kerjakan minggu lalu, tapi Vaye pergi jadi aku menunggunya untuk kembali terlebih dahulu baru membukanya. " Ujar Nicholas.


" So pasti lah bro, kita akan datang memeriahkan opening showroom mu. Iya kan, Mark?  " Ujar Bagas begitu antusias.


" Sip.. jam berapa kira kira? " Tanya Mark.


" Hari ini kita pulang sekitar jam empat sore kan? Kita akan membukanya di malam hari saja, agar lain dari yang lain. " Ujar Nicholas.


" Mohon bantuan nya sebagai pasukan sukarela. " Ujar Vaye sambil tersenyum misterius.


" Pasukan suka rela untuk apa? " Ujar Mark bingung.


" Kau akan tahu nanti. " Ujar Vaye.


Mereka akhirnya masuk ke kelas mereka dan mengikuti pelajaran seperti biasanya, hingga tibalah waktu istirahat dan semua murid pun berjalan ke kantin. Saat semua orang sudah berkumpul di kantin, Vaye bangun dan memukul  gelas dengan sendok untuk menyita perhatian semua yang berada di kantin itu.


" Teman teman,  Nicholas akan membuka showroom malam ini, sebagai perayaan openingnya kita semua akan merayakan nya dengan pesta makan bersama malam ini yang akan di meriahkan langsung oleh Bagas dan Mark. Dan bagi yang berkenan untuk datang maka kami akan merasa senang dan berterimakasih. " Ujar Vaye.


Dan rupanya hal itu sungguhan di sambut oleh banyak siswi perempuan, bagaimana tidak.. kapan lagi bisa berdekatan dengan Bagas dan Mark yang selalu bersama dengan Vaye.


Dan... disinilah mereka semua, di parkiran dan siap untuk berkonvoi menuju ke showroom Nicholas. Mereka yang sangat antusias itu membuat Bagas dan Mark ngeri. Pasalnya para siswi itu berebut untuk bisa dekat dengan Bagas dan Mark.


" Teganya Vaye menjadikan kita sebagai tumbal, lalu ini mengapa mereka semua seperti cacing tidak mau diam. " Ujar Bagas mengeluh, karena banyak gadis yang mengerubungi mereka saat ini.


" Iklas.. demi teman. " Ujar Mark sambil terkekeh.


" Iklas si iklas.. tapi ini para kaum mamalia nya sangat mengerikan. " Bisik Bagas dan Mark terbahak mendengarnya.


Mark yang pada dasarnya mudah bergaul itu pun sama sekali tidak kesulitan menghadapi banyak nya murid perempuan yang mengerumuninya, karena di sekolahnya yang sebelumnya dia juga adalah the most wanted dan the most handsome di kelas.


Semuanya pun berkonvoi menuju ke Showroom Nicholas, yang tidak tahu mungkin mengira bahwa itu iring iringan pendemo. Karena mereka yang menggunakan motor berjalan mengiring mereka yang menggunakan Mobil.


" Ramai sekali.. " Ujar Nicholas.


" Ini namanya sekali mendayung dua pulau terlampaui. " Ujar Vaye.

__ADS_1


" Memangnya kita melampaui apa saja? " Tanya Nicholas bingung.


" Dengan datang nya mereka ke showroom kamu, nantinya mereka akan mempunyai pandangan ketika mereka akan membeli mobil sport, mereka akan memiliki pandangan dan mempertimbangkan koleksi Showroom mu. " Ujar Vaye.


" Benar juga.. dan akan semakin banyak yang mengenal NICar's. " Ujar Nicholas.


Hingga akhirnya mereka sampai di Showroom Nicholas. Nicholas sudah memesan banyak makanan yang akan mereka makan malam ini, dia juga sudah menyuruh sebagian orang orang Jilian untuk menjemput para anak anak  jalanan yang sering Nicholas temui. Teman teman kelas Nicholas merasa bingung karena Nicholas mengundang banyak sekali anak jalanan.


" Mereka juga adalah teman temanku, jadi mereka akan merayakan nya bersama kita malam ini. " Ujar Nicholas, dan tentu saja mereka semua tidak mempermasalahkannya, mereka berbagi makanan dan minuman bersama.


Tak lama ibu Nicholas datang, semua orang yang melihatnya terkejut. Karena Nely sempat ramai di bicrakan di forum sekolah karena gila. Tapi melihat keadaan Nely yang terlihat baik baik saja, mereka mengira bahwa kabar itu mungkin kabar bohong.


" Halo anak anak.. " Ujar Nely


" Halo tante. " sahut mereka semua.


" Mama akhirnya datang juga, ayo ma.. gabung dengan kami. " Ujar Nicholas.


Hingga akhirnya acara yang di tunggu tunggu pun tiba, yaitu memotong tali sebagai tanda telah di buka nya showroom itu secara resmi. Vaye berdiri di sebelah kanan Nicholas dan Nely berdiri di sebelah kiri Nicholas. Dan Nicholas pun memotong tali itu dan langsung mendapatkan tepuk tangan Dari semua orang.


Ke esokan harinya..


Akhir pekan telah tiba..


Pras sedang dalam mobil, saat ini ia sedang menuju ke perusahaan nya dan tidak sengaja melewati showroom milik Nicholas.


" NICar's? Rupanya ada showroom baru di sini. " Ujar Pras.


" Showroom itu resmi di buka tuan, semalam pemiliknya mengadakan makan besar dan mengundang anak anak jalanan. Dan..." Ujar sang sopir tertahan.


" Dan apa?" Tanya Pras penasaran.


" Dan.. Saya melihat tuan muda Nicholas duduk diantara anak anak jalanan itu sambil makan makanan yang sama." Ujar sang supir.


Pras pun diam, ia menjadi semakin merasa bersalah sekarang. Ia mengira Nicholas menjadi anak jalanan dan makan dari pemberian orang.


" Setelah selesai meeting, tolong antar saya ke showroom itu. Saya ingin tahu dimana Nicholas tinggal selama ini." Ujar Pras.


" Baik tuan." Ujar sang supir.


TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2