
Ryuchi berdiri di hadapan sebuah bangunan kandang. Jika bangunan kandang itu seperti kandang pada umum nya mungkin Ryu tidak akan se menggila itu.
" Kurang ajar, apa dia mau membuat si kecil imut ku itu menjadi menyimpang. Bagaimana bisa dia membuat kandang yang begini bentuknya." Ucap Ryu.
Kandang itu sebesar rumah manusia pada umumnya, hanya saja tidsk ada sekat di dalam nya. Yang menjadi maslaah adalah kandang itu bsrwarna pink. Dari besi, atap, hingga tempat tidurnya berwarna pink.
Ryu pun langsung menghubungi Sandy untuk meminta penjelasan.
" Jelaskan, apa maksudmu membuatkan kandang untuk si kecil imut ku dengan nuansa warna pink.? Dia jantan dan kau memberinya rumah kandang berwarna pink, apa kau pikir dia menyimpang.?" Ucap Ryu ber rentetan.
" Astaga tuan muda, suara anda menyakiti ku telingaku." Ucap Sandy dari seberang sana.
" Dan kau menyakiti harga diri si kecil imut ku, kau tahu itu.?? " Ucap Ryu.
" Saya pikir karena nona Yara seorang gadis yang masih 18 tahun pasti suka warna warna cerah seperti gadis lain nya, jadi aku membuat kan rumah untuk si kecil imut dengan warna pink." Ucap Sandy.
" Apa kau itu amnesia.?? Adikku berpenampilan seperti laki laki, dan kau memberinya warna pink, kau mau menyakiti hatinya.?" Teriak Ryu.
" Maksud tuan muda.?" Ucap Sandy.
" Adik ku tidak mungkin suka warna yang seperti itu. Kau, cepat kau ubah warna rumah kandang si kecil imutku, Buatkan saja kandang seperri pada umum nya. Dia jantan, jangan lupakan itu." Ucap Ryu lalu mengakhiri panggilan nya.
..........
Di belahan negara lain..
Yara sudah sadar, saat ini ia sedang berada di kamar yang asing dan sangat luas. Yara juga melihat ada Jack yang sedang mengobrol lewat sambungan telepon.
" Jack.. " Panggil Yara.
" Yara, kamu sudah sadar. Apakah ada yang sakit? Kau butuh sesuatu? " Tany Jackson.
" Kita ada dimana.?" Tanya Yara.
" Kita ada di negara A, tuan muda memerintahkan kami untuk membawa mu pergi kemari. Dan saat ini tuan muda yang ada di sana." Ucap Jackson.
" Kakak?? Bagaimana dengan tim kita yang terkena asap.?" Tanya Yara.
" Mereka... Sebagian dari mereka ada yang berhasil selamat, tapi lebih banyak yang menginggal. Saat ini mereka yang selamat sedang dalam perawatan juga." Ucap Jackson.
__ADS_1
Yara terlihat sendu, lagi lagi nyawa orang yang tidak bersalah harus melayang karena dirinya.
" Ini salahku, jika saja aku langsung membunuh Kristin, maka ini tidak akan terjadi. Aku terlalu fokus untuk menyiksa nya, tanpa memikirkan kemungkinan lain akan terjadi." Ucap Yara.
" Yara itu bukan salahmu, mereka yang gugur dalam tugas adalah pahlawan. Keadaan mu masih lemah, jadi beristirahatlah. Jangan terlalu banyak berfikir, tuan muda ada disana dan akan menangani semuanya." Ucap Jackson.
Karena merasa dirinya memang masih lemah, Yara pun menganggukan kepalanya.
" Kalau begitu aku keluar dulu, Caleb sedang memeriksa tim yang selamat." Ucap Jackson.
" Baiklah." Sahut Yara.
Setelah Jack keluar dari ruangan nya, Yara menyentuh lehernya dan menyadari sesuatu telah hilang dari sana.
' Kalungku..' Batinnya.
Yara mengingat ingat, kemungkinan kalung itu pasti jatuh saat dirinya berada di gesung tua uang terbrngkalai bersama Roger. Entah mengapa tiba tiba saja dirinya memikirkan Ethan.
' Apakah dia tahu aku pergi.? ' Batin nya bermonolog.
Merasa berat dikepalanya , Yara pun memejamkan kembali matanya.
.........
Di belahan negara lain..
" Kenapa Yara terasa begitu asing, bukankah akhir akhir ini hubungan kami sudah bisa dibilang dekat.?" Ucap Ethan pada dirinya sendiri.
Tok.. Tok.. Tok..
Suara pintu diketuk.
" Masuk.. " Ucap Ethan.
Lalu terbukalah pintu itu, dan masuk seorang pria yang sangat Ethan kenali tengah di dorong masuk oleh Rayson.
" Mau apa kau kemari Roger.??" Ucap Ethan dengan suara dingin nya
Sosok di hadapan nya itu adah Roger, wajahnya penuh dengan luka dan memar dimana mana.
__ADS_1
" Tolong maafkan aku.. " Ucap Roger.
" Untuk saat ini aku belum bisa membuka pintu maaf untukmu, aku terlalu kecewa dengan mu." Ucap Ethan .
" Kau sangat mudah sekali untuk meminta maaf, apa kau tidak berpikir perbuatanmu itu sungguh keterlaluan.? Banyak nyawa yang hilang karena perbuatanmu, termasuk nyawa Yara. Kau hampir membunuhnya dengan bom asap. Apa kau tidak ingat, dialah yang menyelamatkanmu saat kau di tembak oleh ibumu sendiri." Ucap Rayson.
Roger memejamkan matanya, ia tidak tahu mengapa dirinya bisa begitu lemah saat berhadspan dengan masalah yang menyangkut ibunya.
" Maaf.. Dia sudah pergi." Ucap Roger.
" Bagus.. Sekarang tinggal kita menunggu dia membawa seluruh pasukan nya dan berperang. Berdoalah agar kita masih hidup." Ucap Ethan.
" Apa maksudmu.??" Ucap Ethan.
" Banyak rahasia tentang ibumu yang tidak kau ketahui, setelah dengan susah payah kami menangkapnya, dan kau dengan se enaknya membawa dia pergi, lalu melepaskan nya. Bagus.." Ucap Ethan.
" Jelaskan apa maksudmu.. Aku tidak mengerti." Ucap Roger.
" Bicara denganmu itu sama seperti membacakan dongeng sebelum tidur pada anak anak. Mendengarkan, tapi tidak di resapi dengan benar, dan setelah bangun tidur, akan langsung dilupakan. Begitu juga berbicara denganmu, sekarang aku beritahu, besok kau akan melupakan nya." Ucap Rayson.
" Ibumu, memimpin dua kelompok. Selain Mahkota berduri, dia juga memimpin pembangkang dari Mavros drakos. Dan dia menargerkan kita semua, karena dia menaruh dendam dengan keluarga Dominique, terutama ayahmu. Dia juga mendendam pada Yara, karena Yara adalah cucu angkat kekuarga Todd, dan dia juga menyimpan segel Mavros drakos. Dia.. Ingin menghancurkan kita semua, agar tidak menghalangi jalan nya menguasai dunia. Oleh sebab itu kami menangkapnya, agar hak yang kita semua takutkan tidak terjadi." Ucap Ethan.
" Kami semua ingin membunuhnya, tapi kemudian Yara mencegah kami. Dia memikirkan perasaan mu, sebagai teman dia tidak mungkin bisa tega membunuh ibu dari teman nya. Pikirkan, jika dia keji seperti yang kau ucapksn kemarin, kemungkinan saat ini Kristin sudsh berada di liang lahat." Ucap Ethan lagi.
" Kau menghancurkan semua rencana yang sudah tersusun rapi." Ucap Rayson.
" Apakah Yara sudah sadar.? Aku gelap mata dan memukulinya beberapa kali. Aku tidak mempedulikan keadaan nya yang lemah karena menghirup rerlalu banyak gas beracun, aku.. "
BUGH.!!
" Apa yang kau ucapkan barusan.??" Tanya Ethan.
" Yara, dia tidak sadarkan diri saat Jackson dan caleb membawanya. Apakah dia sudah sadar ? Bagaimana keadaan nya sekarang.?" Ucap Roger.
Baik Ethan maupun Rayson mengernyit bingung. Mereka semakin bingung, jika demikian yang di katakan Roger, lalu beberapa saat yang lalu siapa yang mereka temui.? Memang terdengar mustahil jika seseorang yang telah menghirup asap dari gas bom beracun baik baik saja. Paling tidak dirawat di rumah sakit , itupun jika hanya menghirup sedikit asap.
Tetapi saat Ethan dan yang lain nya mencari Yara di kediaman nya, disana terdapat banyak tabung kosong bekas bom berasap. Dan lagiz Roger mengatakan bahwa dirinya memukuli Yara beberapa kali, namun Yara yang sebelumnya mereka temui tidak memiliki bekas luka sama sekali.
" Selidiki siapa pria yang mirip Yara tadi." Ucap Ethan.
__ADS_1
...TO BE CONTINUED.. ...