Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 116. BIANG LALA PENYATU DUA HATI.


__ADS_3

Yara sedang berdebat dengan sang kakak, perdebatan mereka bukan perdebatan serius, hanya saja dua kepala batu itu tidak mau saling mengalah. Pagi tadi, setelah Yara selesai membersihkan diri dan bersiap, dirinya izin untuk pergi kepada Ryu. Awalnya Ryu mengizinkan Yara pergi, Yara pun senang dan memasuki garasi tempat mobilnya disimpan.


Yara sudah membuka pintu mobil tapi ia terhenti ketika ia melihat sesuatu yang membuat matanya berbinar. Yara melihat sebuah motor besar berwarna putih yang mengkilap dengan gagahnya. Yara terpesona, dan berakhir menghampiri motor itu lalu mengatakan kepada Ryu bahwa dirinya ingin menaiki motor itu saja. Dan terjadilah perdebatan seperti sekarang ini.


" Kakak.. Ayolah.." Ucap Yara membujuk Ryu.


" Tidak, kakak tidak setuju kamu bawa motor besar begini." Ucap Ryu kukuh.


" Kak, dulu aku pernah membawa motor yang sama besarnya dengan motor ini, dan aku baik baik saja." Ucap Yara.


" Dengar, akan lebih aman jika kamu memakai mobil adik, kakak tidak akan risau. Jika sesuatu terjadi padamu bagaimana.?" Ucap Ryu.


" Kakak meremehkan adikmu ini.? Kalau begitu ayo kita tanding." Ucap Yara menantang.


" Tanding.? Tanding apa.?" Tanya Ryu bingung.


" Tanding balap motor di arena balap.. Jika aku menang, aku boleh bawa motor kakak. Jika aku kalah, aku tidak akan bawa motor selamanya." Ucap Yara yakin.


" Tidak mau, itu lebih membahayakan." Ucap Ryu.


" Kak... Ish.." Ucap Yara kesal.


Ryu menatap adiknya yang merajuk di hadapan nya itu, lalu tersenyum. Ia seperti melihat dirinya sendiri yang sedang merajuk.


" Baiklah.. Kakak mengalah. Hanya untuk hari ini saja." Ucap Ryu pada akhirnya.


Mendengar itu, Wajah Yara langsung sumringah. Yara langsung berbalik dan memeluk kakak nya.


" Terimakasih kak. Muah.!!" Ucap Yara sembari mencium pipi kakak nya.


Ryu hanya tersenyum geli sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Tingkah adiknya itu sangat menggemaskan pikirnya.


" Berikan kuncinya." Ucap Yara.


Ryu pun berjalan kearah sebuah kotak kunci yang menggantung banyak kunci disana. Ada berbagai kunci mobil mewah disana, dan beberapa kunci motor lain.


" Berjanjilah tidak akan ada lecet sedikitpun di tubuhmu." Ucap Ryu.


Jika orang lain mungkin akan mengatakan motor nya yang tidak boleh lecet. Tapi lain dengan Ryu, bagi Ryu.. Yara sangat amat berharga.


" Janji kapten." Ucap Yara.


Yara menyalakan motor itu dan terkesima dengan suaranya yang menggelegar. Matanya berbinar memperlihatkan betapa senangnya dia saat ini dengan motor itu.


BRROOMM.. BROOMM..


" Kakak, aku pergi." Ucap Yara.


Ryu hanya mengangguk sambil tersenyum kearah Yara, lalau melambaikan tangan nya.


' Dia terlihat sangat bahagia hanya dengan hal hal kecil. Aku semakin yakin selama ini hidup adik tidak pernah sedikitpun ada kebahahiaan. Kakak berjanji adik, apapun yang kamu minta di seluruh dunia ini, selama kakak bisa memenuhinya kakak akan berusaha mendapatkannya untukmu. Walaupun kakak harus ke planet lain.' Ucap Ryu dalam hati.


Sementara Itu, Yara kini melaju dengan gagah bersama motor besar putih itu. Ia bagaikan seorsng pangersn berkuda putih yang gagah dan berani, smua gadis yang memandang nya saat berhenti di lampu merah pun terpesona melihat sosok Yara saat ini.


Pakaian yang ia kenakan secara tidak sengaja cocok dengan pembawaan motor itu. Jaket putih nya yang ia biarkan terbuka, dan celana jeans hitamnya membuat penampilah Yara bak seperti Idol. Dan tak terasa ia sampai di tempat ia membuat janji dengan Ethan.


Yara turun dari motornya, dan membuka helm nya. Ia masih menggunakan maskernya membuat orang orang disana penasaran sebenarnya seperti apa rupa dari sosok bak pangeran tampan itu. Mata cokelat tajam dengan tahi lalat di bawah pojok mata, bulu mata yang lentik seperti perempuan, rambut cokelat nya yang berantakan namun terkesan seksi. Sungguh membuat kagum sekaligus penasaran semua orang.


Namun tiba tiba sosok itu di peluk oleh laki laki tampan lain nya.


" KYA... Mereka tampan sekali." Teriak sebagian wanita.

__ADS_1


" OH Astaga jantungku.. Mereka berpelukan. Apakah mereka pasangan.?" Teriak seorsng wanita lain.


" Dua pria tampan ini , sungguh pahatan dari surga. Aku ingin melihat wajah pria bermasker itu." Ucap Yang lain nya.


Yara dan Ethan tentu saja mendengar teriakan teriakan itu.


" Ethan, lepaskan.. Orang akan menganggap kita pasangan tidak normal." Ucap Yara.


" Kenapa tidak normal, kita kan memang pasangan kekasih." Ucap Ethan.


" Kekasih kepalamu, cepat lepaskan aku." Ucap Yara sedikit memberontak.


Demi kelancaran rencana nya, Ethan pun melepaskan pelukan nya dari Yara. Ethan tidak mau Yara kembali pergi lagi.


" Ayo.. " Ajak Ethan.


Saat ini mereka tengah berada di sebuah pusat wahana hiburan. Ada berbagai macam permainan disana, Ethan pun menarik tangan Yara masuk.


' Sepertinya aku yang memilih tempat ini, kenapa dia yang menunjukan jalan.? Apa dia sering datang kemari sebelumnya.?' Batin Yara bermonolog.


Yara tidak tahu saja, wahana hiburan yang saat ini di datanginya itu adalah milik Ethan. Ethan membuat wahana hiburan itu untuk memenuhi janjinya kepada seseorang di masa kecil. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Roger. Namun karena cerita hidupnya lain dari yang lain, jadilah tempat hiburan itu ia buka untuk publik, dan semua orang senang datang kesana.


" Yara, kamu pernah naik biang lala.?" Tanya Ethan.


" Biang lala, belum.. " Ucap Yara.


" Kalau begitu ayo kita naik." Ucap Ethan.


Ethan memberi kode kepada petugas disana, lalu biang lala pun berhenti. Ethan sengaja tidak mengosongkan tempat itu agar Yara tidak lagi pergi menjauh darinya. Yara lain dari gadis kebanyakan. Kebanyakan gadis mungkin lebih suka suasana romantis hanya berdua, tapi lain dengan Yara. Ethan tahu itu, itulah mengapa tempat itu tidak di kosongkan.


" Ayo.." Ucap Ethan menguljrkan tangan.


" Sebenarnya aku sedikit penasaran, aku yang memilih tempat ini, tapi kenapa kau yang lebih tahu.?" Tanya Yara.


" Mmm... Entah.. " Ucap Ethan.


" Cih, sok misterius. Jangan bilang tempat ini milik mu." Ucap Yara asal bicara.


" Memang." Ucap Ethan.


" Serius.?? " Ucap Yara tak percaya.


" Bukan itu poin utamanya, aku meminta bertemu denganmu hari ini adalah untuk meminta jawaban mu tentang pertanyaan ku kemarin." Ucap Ethan.


" Pertanyaan apa.?" Ucap Yata bingung.


" Mm.. Maksudku bukan pertanyaan, tapi pernyataan. Yara.. " Ucap Ethan menggenggam tangan Yara.


" Maukah kamu menjadi kekasihku.?" Ucap Ethan.


DEG.. DEG.. DEG..


Yara terkejut mendengar pengakuan Ethan yang tiba tiba itu. Jantungnya tidak aman saat ini. Dengan gerakan cepat, Yara melepaskan tangan Ethan.


" Kenapa.??" Tanya Ethan


" Maaf jika aku terkesan terburu buru. Aku hanya tidak bisa menahan perasaan ini lagi. Aku sangat mencintaimu Yara." Ucap Ethan.


Yara yang gugup sampai kesulitan menelan ludah pun berbalik membelakangi Ethan. Sungguh, saat ini hatinya kacau balau.


" Jika kamu tidak mau menerima ku sekarang tidak apa apa.. Setidak nya aku sudah tahu perasaan mu kepadaku. Aku tidak tahu apa yang membebani hatimu, tapi Yara.. Aku sungguh sungguh mencintaimu. " Ucap Ethan.

__ADS_1


Yara memutar kembali tubuhnya dan menatap mata Ethan lekat lekat. Ia mencari tahu kejujuran dadi mata Ethan.. Dan itu benar adanya.


" Kau tahu sejarah antara pasangan kekasih dan biang lala.?" Tanya Ethan.


" Sejarah.? Apakah ada sejarahnya.?" Tanya Yara.


" Ada.. Dikatakan jika sepasang kekasih berciuman di puncak tertinggi biang lala, maka hubungan mereka akan langgeng selamanya." Ucap Ethan.


" Iya kah.. Aku tidak pernah deng..."


CUP..


Ethan mencium Yara, Kali ini Ethan memperdalam ciuman nya. Tidak seperti biasanya yang hanya berupa kecupan, Ethan menyatukan bibir mereka cukup lama.


Yara yang terkejut hanya melotot tidak percaya, hingga ia merasakan Ethan menggigit bibirnya gemas.


" AW.!" Keluh Yara.


" Jangan bengong saat berciuman." Ucap Ethan enteng.


" K.. Kau, beraninya menciumku paksa." Ucap Yara.


" Tapi kamu tidak menolaknya.. " Ucap Ethan enteng.


" Karena kamu tidak menolak ciumanku, maka berarti hari ini kamu dan aku resmi berpacaran." Ucap Ethan.


" Hei.. Itu pemaksaan namanya.!" Sungut Yara.


" Aku tidak apa apa, sekarang kamu dan aku adalah sepasang kekasih. Jadi.. Kekasihku sayang, jangan pernah kamu berpikir untuk pergi dariku." Ucap Ethan.


" Kekasih kepalamu.. Aku tidak.."


CUP..


Ethan kembali mengecup bibir Yara.


" Hei.!!" Teriak Yara.


" Satu penolakan, satu ciuman. Begitu seterus nya sampai kamu tidak menolak." Ucap Ethan.


" Tidak tahu malu.." Ucap Yara, namun wajahnya sudah merah padam.


Ethan yang melihat itu pun gemas sendiri. Rupanya interaksi mereka berdua di saksikan oleh Drone yang terbang merekam setiap kejadian manis itu. Jika ditanya siapa pelakunya tentu saja Jilian dan Bara.


" Lihatlah.. Mereka manis sekali. Aku jadi ingin punya pacar." Ucap Bara.


" Bukan nya kau sering bersama wanita.?" Ucap Jilian.


" Mereka hanya teman kencan, berbeda dengan pacar sungguhan." Ucap Bara.


" Dasar pria baj*ngan, pemain wanita." Ucap Jilian.


" Mereka yang mencariku, bukan aku yang mencari mereka. Aku ini gula yang sangat manis, kemanapun aku pergi, semut semut betina pasti akan mengerumuniku." Ucap Bara percaya diri.


" Cih, percaya atau tidak, kau akan segera larut menjadi cair jika bertemu dengan gadis sejenis Yara." Ucap Jilian.


" Siapa juga yang ingin mencari kekasih seperti Yara, Yara terlalu tangguh. Aku hanya butuh seorang gadis manis yang imut dan lemah lembut, agar aku bisa selalu melindunginya. Gadis seperti Yara itu cocok nya memang dengan Ethan. " Ucap Bara.


" Benar.. Yara sangat tangguh sebagai seorang gadis kecil." Ucap Jilian..


TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2