Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 66. Roger Dominique.


__ADS_3

Setelah kepergian Yara dari kediaman Ethan, Jilian juga ikut pergi dari sana meninggalkan Ethan dengan tatapan kosongnya memandangi map yang ia pegang.


" Yara.. " Teriak Jilian menghentikan langkah Yara. Yara terkejut Jilian memanggil nama aslinya.


" Yara tunggu.." Ucap Jilian lagi, akhirnya ia berhasil menyentuh pundak Yara dan kini ia berdiri di hadapan Yara.


" Sejak kapan kakak tau namaku Yara?" Tanya Yara.


" Tidak lama setelah kakak sadar, Kakak sangat terkejut mengetahui kebenaran itu. Tapi tidak mengubah apapun, kau tetaplah Y adikku." Ucap Jilian.


" Tolong jangan benci Ethan, Dia tidak ada niatan membunuh pak Bima apalagi menyakitimu saat itu. Jamie adalah mata mata anggota mahkota berduri, Jamie membunuh pak Bima karena kemungkinan saat itu pak Bima akan membongkar penyamaran nya. Yara, Ethan bahkan membunuhnya dengan tangan nya sendiri setelah kebenaran itu terungkap. Ia juga mencarimu kesemua tempat." Ucap Jilian berusaha membujuk Yara.


" Itu tidak mengubah apapun. Dia tetaplah orang yang bertanggung jawab atas kematian pak Bima. Jika saat itu ia sedikit saja memiliki hati dan percaya dengan ucapanku, maka pak Bima tidak akan terbunuh." Ucap Yara dengan nada benci.


" Tapi Yara... "


" Dan aku masih mengingat tatapan tidak pedulinya itu padaku saat pak Jamie dan orang orang nya berusaha membunuhku. Bahkan saat aku memutuskan melompat kelaut, ia tidak bergeming sama sekali. Itu sudah membuktikan bahwa ia tidak memiliki rasa belaskasian sama sekali. Tidak peduli itu kebenaran, jika dimatanya adalah salah, maka tetap salah." Ucap Yara menatap kekat mata Jilian.


" Dan kakak, jangan membuatku menjadi membencimu juga dengan melindunginya atau membelanya di depanku. Aku tahu kalian kenal dan dekat sejak lama, bahkan kalian tumbuh bersama." Ucap Yara lalu kembali melangkah pergi meninggalkan Jilan dengan wajah bimbangnya.


Jilian kembali masuk kedalam, ia mencari keberadaan Ethan. Terlihat Ethan tengah duduk di sofa ruang keluarga dengan kaki yang di silangkan dan tangan yang memijat keningnya, matanya terpejam.


" Aku tidak bisa membujuknya Than.. Dia terlalu kecewa padamu." Ucap Jilian seraya mendudukkan dirinya di sofa seberang Ethan.


" Aku tahu.. " Jawab Ethan singkat.


" Apa isi map itu?" Tanya Jilian memandangi map yang tergeletak di atas meja.


" Ibu tiriku, ternyata putri dari ketua mafia terkuat di Eropa selatan. Ia asli keturunan Yunani, tidak heran sangat sulit mencari keberadaan nya selama ini." Ucap Ethan dengan mata terpejam. Ia baru saja membaca bukti kebenaran yang Yara berikan.


" What The.. !! Lalu, apakah kakak tirimu tau hal itu?" Tanya Jilian.


" Entahlah.. " Jawab Ethan singkat.


Pikirannya saat ini penuh dengan pertanyaan. Darimana Yara bisa mendapatkan bukti seakurat dan selengkap itu. Jika itu hanya kebohongan Yara, tidak mungkin juga Yara melakukan hal seperti itu.


' Sebenarnya siapa yang berada di belakangnya selama ini, siapa yang sudah menyelamatkan nya saat itu, aku bahkan mengirimkan tim untuk mencarinya tak lama setelah ia melompat ke laut, tapi tidak bisa menemukan nya. Aku bahkan menyelidiki diam diam teman teman nya, serta keluarga Todd.' Ucap Ethan membatin.


Ethan menyelidiki keberadaan Yara, namun nihil. Bak di telan bumi, Yara menghilang namun tiba tiba muncul lagi.


Saat ini Yara telah sampai di apartemen Jackson.


Ia bergegas pulang setelah dari kediaman Ethan, Tujuannya adalah untuk mengajak Jack dan Caleb ke Nusa kambangan.


" Mengapa harus kau yang mengantar bukti ini sendiri? kau bisa menyuruh orang untuk mengirimnya." Tanya Caleb.


" Karena aku mengenalnya, aku ingin melihat sendiri ekspresi wajahnya saat mengetahui ini." Ucap Yara.


" Baiklah, lalu dengan apa kita akan kesana?" Tanya Jackson.


" Aku sudah meminta orang kakakku untuk mengantar sebuah kendaraan, tak lama lagi pasti sampai." Ucap Yara. Dan benar saja telepon nya berdering setelah itu.


" Halo, baiklah.." Ucap Yara singkat.


" Sudah sampai? " Tanya Caleb.


" Ya, ayo.. " Ucap Yara dengan senyum misteriusnya.


Mereka bertiga turun ke basment tempat parkiran mobil. Jack dan Caleb terkejut melihat 3 mobil mewah terparkir disana.


" Holly Crabb.. keren sekali, mobil siapa ini Yara? kenapa terparkir di tempat parkir miliku?" Ucap Jackson.


" Ini mobil kalian sekarang. Kalian adalah kakak kakak ku juga. Ini adalah ucapan terimakasih dari kak Ryu untuk kalian berdua." Ucap Yara menjelaskan.


Caleb dan Jack memandang Yara tidak enak.


" Tidak Yara, ini terlalu berharga. Bagaimana pun karena bertemu kami lah hidupmu jadi dalam banyak masalah. Bagaimana bisa malah kami di berikan ucapan terimakasih." Ucap Jackson.


" Salah.. Justru karena bertemu kalian, aku jadi memiliki keluarga baru yang tulus. Kak Ryu akan marah jika kalian menolak. Dan ngomong ngomong waktu kita tidak banyak" Ucap Yara.


Yara memberikan masing masing satu kunci mobil pada Caleb dan Jackson. Entah mengapa mobil yang diberikan kepada mereka itu memanglah jenis mobil yang di sukai mereka masing masing.

__ADS_1


" Ayo.." Ajak Yara.


" Terimaksih Yara." Ucap Jackson dan Caleb bersamaan.


Akhirnya setelah sesi itu, mereka pun melaju dengan mobil masing masing. Iring iringan mobil mewah yang keluar dari basment apartemen kelas menengah tentu saja menjadi pusat perhatian. Banyak pasang mata yang terpana dengan kemewahan mobil mobil itu.


Tidak memperdulikan sekitar, mereka langsung tancap gas membelah jalan kota jakarta sore itu.


Di tempat lain..


Negara C.


Seorang pria tengah merasa bosan karena ia kehilangan kesenangannya. Biasanya ia akan menatap lekat lekat seorang gadis yang ia sukai itu berlatih di halaman belakang. Sudah beberapa hari ini ia tidak melihatnya lagi, dan itu membuatnya tidak tenang.


" Tuan muda, ia sudah kembali ke Indonesia." Ucap seorang pria yang sepertinya adalah sekertaris pria itu.


" Dia pulang? " Tanya nya.


" Benar, hari ini baru sampai, ada salah seorang dari anak buah kita di jakarta yang melihatnya." Ucap Pria itu.


" Dia benar benar tidak bisa di prediksi." Ucapnya lalu pergi dari tempat biasa ia memandangi seseorang.


Sekertarisnya itu merasa heran dengan atasannya sendiri. ' Sejak kapan seorang Roger Dominique yang terkenal bengis dan tidak suka membuang waktu itu jadi memiliki hobi aneh memandangi seorang gadis dari kejauhan.' pikirnya.


Ya benar pria itu adalah Roger, secara kebetulan Roger berada disana karena harus menyelesaikan sebuah pekerjaan. Ia juga sengaja membeli sebuah rumah yang nyaman di perbukitan karena ia tidak suka kebisingan. Tidak heran kediamannya di Nusa kambangan pun terletak di tengah tengah hutan.


Namun siapa sangka setelah 3 hari keberadaan nya disana, ia justru secara tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenal dan selalu mengusik hatinya, orang itu adalah Yara. sejak hari itu, Roger memperpanjang keberadaan nya di Negara C, hanya untuk memandangi Yara dari kejauhan.


Roger duduk di kursi kebesaran nya, lalu ia menyalakan sebuah rokok di tangan nya sembari menyilangkan kakinya lalu berucap.


" Siapkan penerbangan, aku akan kembali malam ini juga." Ucapnya pada sang sekertaris.


" Baik tuan muda. " Sahut sang sekertaris itu.


Tanpa Roger ketahui saat ini orang yang ia pikirkan itu tengah dalam perjalanan menuju kediaman nya di Nusa kambangan. Yara tengah mengemudikan mobil sport nya itu dengan kecepatan tinggi di atas rata rata membelah jalan tol yang tidak terlalu ramai.


Jack dan Caleb sampai geleng geleng karena beberapa kali mereka sempat tertinggal. Mereka sungguh tidak menyangka kemampuan menyetir Yara sangat tidak bisa di remehkan. Saat ini mereka telah sampai di depan gerbang sebuah mansion di tengah hutan.


Suara pintu mobil tertutup.


" Ini... "


" Kediaman Roger Dominique." Ucap Yara menjawab kebingungan Caleb.


Mansion mewah itu benar benar kontras di tengah hutan yang hijau. Yara berjalan mendekati seorang pengawal yang berjaga disana.


" Saya ingin menemui tuan Roger Dominique, katakan padanya Y membawa sebuah pesan." Ucap Yara pada pengawal itu.


Pengawal itu justru saling pandang dengan teman nya.


" Kau pikir tuan kami itu orang yang bisa kau temui sembarangan? bocah kemarin sore sudah berani mencoba menipu kami." Ucap Pengawal berkulit hitam itu.


" Katakan saja Y datang." Ucap Yara lagi.


Para pengawal itu hanya tersenyum remeh.


" Hei bocah, me ipu orang lihat lihat dulu lah, kau pikir kami ini apa??" Tanya pengawal lain.


" Manusia.. Dan seharusnya manusia mengerti bahasa manusia, kecuali dia binatang jadi tidak mengerti bahasa manusia." Ucap Yara.


" Kurang ajar! apa kau mengatai aku binatang? Beri dia pelajaran!" Teriak pengawal itu.


Jack dan Caleb yang melihat situasi tidak konduktif itu pun langsung bergegas maju melindungi Yara. Dan perkelahian pun tidak bisa di hindari. Dua pengawal itu babak belur, namun di saat sebelum hilang kesadaran, salah satu dari mereka meniup sebuah peluit dan tiba tiba banyak anggota pengawal lain datang.


Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Yara, Caleb dan Jack langsung berlari dan memasuki mobil mereka masing masing dan kabur. Sebelum memasuki mobil, sempat terdengar suara tembakan dari pengawal yang baru datang tadi dan ternyata Yara tertembak di bagian lengan kirinya.


' Shhh... Sial' Desis nya.


Yara berhenti di bahu jalan, Caleb dan Jack yang mengikuti mobil Yara pun ikut berhenti. Mereka berlari menghampiri mobil Yara.


" Yara kau.. Astaga!! Yara kau tertembak?" Panik Caleb.

__ADS_1


Wajah Yara memucat, karena sudah terlalu banyak darah yang keluar. Sebelum Yara kehilangan kesadaran, Yara melihat sebuah mobil Audi berhenti tepat di depan mobilnya dan keluar seseorang yang Yara kenal.


Hari sudah menjelang pagi, Jack, Caleb dan pria yang menolong Yara kini sedang panik. Karena Yara belum juga sadar setelah di operasi beberapa jam yang lalu. Saat ini mereka berada di sebuah rumah sakit besar di Nusa kambangan.


" Tuan Sandy, tuan istirahat saja.. Saya dan Caleb akan berjaga seandainya Yara sudah sadar kami akan menghubungi tuan" Ucap Jackson.


Ya, pria yang menolong Yara adalah Sandy. Sandy mengikuti kemanapun Yara pergi ia bahkan melihat Yara tertembak. Setelah Yara tertembak dan pergi dari sana, Sandy muncul dan menghabisi para pengawal yang menyerang Yara.


" Tak apa, dia juga adikku. Aku akan di bantai habis oleh kakaknya jika dia tahu adik nya terluka dan aku justru bersantai." Ucap Sandy.


Mendengar itu, nyali Jack dan Caleb semakin menciut. Tiba tiba ada pergerakan dari tangan Yara, perlahan Yara membuka matanya.


" Jack.. " panggil Yara.


" Yara, kau sudah sadar? kau mau apa? minum? atau ingin makan sesuatu." Tanya Jackson.


Sandy langsung menghampiri Yara.


" Maaf nona, aku tidak melindungi nona dengan baik. Aku pantas mendapatkan hukuman. " Ucapnya berubah formal.


Yara berusaha duduk , Sandy pun membantu Yara duduk.


" Kak Sandy datang di waktu yang tepat." Ucap Yara.


" Kakakmu belum mengetahui hal ini dariku, tapi sepertinya dia sudah tahu. Karena selain mengirimku, dia juga mengirim tangan kirinya." Ucap Sandy.


" Tangan kirinya?" Tanya Yara bingung.


" Hmm.. Jack, Caleb kalian istirahat saja ini sudah hampir pagi." Ucap Sandy.


" Baik tuan " Jack dan Caleb pun menurut saja, karena memang mereka kelelahan juga.


Yara tidak bertanya apa apa lagi, Akhirnya ia membaringkan kembali tubuhnya dan tertidur dengan Sandy yang duduk di sebelahnya.


Di tempat lain..


Negara C.


Ryuchie yang tadinya akan terbang ke Negara A ia batalkan setelah mendengar kabar bahwa adik kembarannya terluka. Namun ia tidak memberi tahu kepada kedua orang tuanya mengenai itu. Ryu tidak ingin ayah dan ibunya itu khawatir dan justeu mempengaruhi kesehatan mereka.


" Beraninya menyentuh adikku." Ucap Ryu sembari mengotak atik laptopnya.


Entah apa yang ia lakukan, namun setelah sekian lama mrngetik, terbit senyum misterius dari sudut bibirnya.


" Kalian para tikus harus keluar dari sarang sekarang juga, atau aku sebagai kucing akan memburu kalian satu persatu." Desis nya.


Tiba tiba di Indonesia di gemparkan dengan sebuah kabar yang mengejutkan. Terlihat di media onlie beberapa foto kehidupan seorang wanita yang terlihat sangat cantik walau sudah berumur. Dalam salah satu gambar yang beredar itu, terdapat satu gambar yang memperlihatkan ke binal an wanita berumur itu. Tak tanggung tanggung, ia berhubungan dengan dua pria sekakigus.


BRAK!!!


Suara benda di banting.


Morgan membanting tablet yang berada ditangannya, Saat ini ia berada di ruang kerja nya. Matanya memanas, nafasnya menderu dengan urat urat yang menegang. Ia terlihat sangat marah, namun juga terlihat sedih.


Ia belum lama mendarat di negaranya, lalu saat sampai di mansion, ia di kejutkan dengan jasad jasad pengawal nya yang mati tertembak. Ia lebih marah lagi saat mengetahui bahwa pengawal yang telah mati itu sebelumnya mencoba menyakiti Yara nya.


Dan sekarang, seakan dunia ini sangat senang mempermainkan nya, Ia di kejutkan lagi dengan kabar seseorang yang ia rindukan selama ini, yang selalu ia anggap hidup walau sudah dinyatakan mati. Orang itu adalah Kristin ibunya.


" Cari tahu siapa yang menyebarkan berita ini. Dan cari tahu juga keberadaan ibuku." Ucapnya kepada sekertarisnya.


" Baik tuan muda." Sekertaris itu pun pergieninggalkan tuan mudanya di ruangan itu sendirian.


Luruh.. Roger seakan melemas. Ia terduduk di lantai dengan nafas yang kian makin memburu, tatapan nya kosong, tak terasa tiba tiba sebutir air mata menetes dari matanya. Itu adalah tangisan pertamanya setelah terakhir kali ia kehilangan ibunya dulu.


" Meskipun kau dinyatakan mati, aku selalu menganggapmu hidup, aku hidup memisah dari keluarga besar karena aku membenci mereka yang seakan tidak peduli padamu, aku masih terus mencari keberadaanmu meskipun selalu buntu aku tidak menyerah, tapi kau... Seakan kau bukan seorang ibu, tidak hanya tidak menemuiku, kau bahkan tidak peduli padaku. Ternyata begitu... Heh! " Desisnya dalam tangis, lalu Ia menghapus kasar air matanya.


Sesak, kecewa, sakit rasanya, bagai jatuh dari ketinggian ber mil mil, Hancur.. Hatinya benar benar hancur. Ibunya yang selalu ia banggakan dan rindukan itu, mematahkan sayap sayapnya begitu saja. Mengubah kenangan manis mereka menjadi hanya sebuah lelucon saja.


" AAAARRRGGGHHHH!!!!"


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2