
Setelah mengantar kedua orang tuanya pergi, Yara dan Ethan pun kembali kekediaman. Ethan telah memanggilkan semua manager toko pakaian hingga perhiasan untuk Yara. Dan Yara hanya tinggal memilihnya.
" Ini.. Kamu tidak perlu memanggil mereka kan sayang." Ucap Yara.
" Harus. Untuk istriku semuanya harus yang terbaik." Ucap Ethan.
Yara hanya bisa pasrah dan menuruti saja kemauan Ethan, hingga sampailah di bagian pakaian tidur.
BLLUSSHH..
Baik Ethan maupun Yara, mereka tersipu melihat deretan pakaian seksi itu terpampang di hadapan mereka.
" It.. itu.. aku tidak mau, singkirkan itu." Ucap Yara.
" Nyonya, ini adalah edisi terbaru musim ini. Nyonya tidak mau membuat tuan Ethan terkesima kah.?" Ucap manager baju itu.
" Bawa pergi bends itu, istriku tidak membutuhkan nya." Ucap Ethan.
Sejujuranya Ethan oun ingin melihat bagaimana Yaranya saat menggunakan pakaian seperti lingerie itu. Tetapi Ethan tidak mau membuat istrinya itu tidak nyaman.
" Oh, baik tuan.." Ucap manager itu.
Akhirnya sesi memilih pakaian pun selesai. Dan kini, walk in closet Ethan sudah penuh dengan sebagian pakaian Yara dan berbagai macam benda feminin lain nya.
" Lelah nya. " Ucap Yara.
Yara merebahkan dirinya di ranjang, Tiba tiba Ethan datang menghampiri Yara. Dengan perlahan Ethan mendekatkan wajahnya kearah Yara, lalu membisikan sesuatu.
" Kamu siap sayang.?" Ucap Ethan.
" Hah.?? Siap untuk apa.?" Tanya Yara.
" Melanjutkan yang tadi pagi." Ucap Ethan.
BLUSHH..
" It.. itu, aku.. aku mandi dulu." Ucap Yara.
" Tidak perlu, lagi pula kita akan berkeringat lagi nanti." Ucap Ethan.
Pandangan mata Ethan sudah benar benar sayu, mendakan Ethan sudah benar benar ingin memakan Hara nya itu.
" Kalau begitu.. Pelan pelan." Ucap Yara.
Ethan tersenyum lalu mengangguk.Ethan pun menciumi Yara dari kening, mata, hidung dan terakhir bibir plumpy Yara. Ciuman pelan itu semamin lama kian menjadi panas, dan akhirnya mereka pun hanyut dalam irama yang mereka ciptakan sendiri. Sore itu menjadi sore yang begitu panas bagi keduanya, hingga malam hari mereka belum juga selesai dengan madu madu cinta mereka.
__ADS_1
Wlaupun itu adalah yang pertama kalinya bagi mereka, mereka bisa melakukannya mengikuti insting alamiah mereka. Saat ini Ethan bagaikan singa kelaparan yang sudah beribu tahun tidak makan. Dia benar benar tidak menaruh ampun untuk Yara, tetapi Yara juga menikmati itu. Hingga akhirnya mereka saling kelelahan dan tidur sambil berpelukan.
Ke esokan harinya..
Yara bangun dengan badan remuk, seluruh bagian tubuhnya terasa sakit, terutama di pangkal paha dan organ intinya.
" Aww.." Ucap Yara.
Dan hal itu berhasil membangunkan Ethan yang tengah tertidur sambil memeluk perut Yara.
" Sayang, kamu sudah bangun.?" Ucap Ethan dengan suara bass serak khas bangun tidurnya.
" Badanku, sakit semua.." Ucap Yara sembari meringis.
" Maaf, aku terlalu bahagia jadi kelepasan." Ucap Ethan.
Ethan langsung bangun dari tidurnya dan hendak membantu Yara, tetapi kemudian Yara langsung menutup matanya.
" Kenapa sayang.?" Ucap Ethan bingung.
" Itu... pakai dulu celanamu." Ucap Yara.
Ethan terkekeh geli melihat tingkah Yara yang menggemaskan itu.
" Astaga sayang, kamu bahkan sudah melihatnya semalaman, kenapa sekarang malau lagi.?" Ucap Ethan.
" Hahaha.. iya iya.. Aku pakai. Astaga menggemaskan sekali istriku ini." Ucap Ethan.
Ethan bangun dari ranjang dan mengambil celananya, lalu ia kenakan.
" Buka matamu sayang." Ucap Ethan.
" Kamu sudah pakai celana.?" Ucap Yara.
" Sudah.. Ayo aku bantu kamu kekamar mandi." Ucap Ethan.
Dengan gerakan cepat Ethan menggendong Yara dan berjalan ke kamar mandi.
" Kamu keluar dulu, aku malu." Ucap Yara.
Ethan mendudukan Yara di atas wastafel, lalu ia pun menyangga kedua pipi Yara dan menatap mata Yara lekat lekat.
" Sayang, bagian mana dari tubuhmu yang belum aku lihat dan aku sentuh.. Semalam kita sudah melakukan nya kan? Dengar, kamu adalah istriku dan aku adalah suamimu. Wajar seorang suami melihat tubuh istrinya, begitu juga sebaliknya sayang. Jadi sebisa mungkin kamu harus terbiasa dengan ini semua, oke.?" Ucap Ethan.
Yara yang menatap mata Ethan pun seakan terhipnotis, lalu ia mengangguk patuh.
__ADS_1
" Nah.. Sekarang, ayo kita mandi bersama." Ucap Ethan. Akhirnya mereka pun mandi bersama.
Manis.. takdir seseorang tidak bisa di tebak dan di rencanakan. Tanpa kejelasan Ethan menunggu Yara kembali walau ia tidak tahu apakah Yara hidup atau tidak, ataukah Yara masih mencintainya atau tidak. Ia tetap menunggu Yara nya kembali.
Begitu juga dengan Yara, ia tidak yakin apakah ia akan berhasil melewari kutukan nya, apakah Ethan akan setia menunggunya kembali. Bahkan setelah kelahiran nya kembali, Yara masihlah tetap mencintai Ethan. Bagaikan sudsh di takdirkan bersama, keduanya walau terpisah berulang kali, tetapi akhirnya mereka tetap bersama.
..........
2 bulan berlalu...
Yara tengah menyuapi Liana yang semakin hari semakin rapuh. Sementara Erhan harus berada di perusahaan nya, karena sebuah meeting penting.
Setelah ia menikah, yang mengurus anggota mafianya adalsh Rayson, sebegaimana Rayson adalah tangan kanan Ethan. Dan di wakili Jilian, sebagai tangan kiri Ethan.
Ethan dan Yara sendiri kini tinggal di kediaman baru mereka yang mereka bangun di tengah kota Jakarta. Ibunya, Liana.. Ingin sebuah tempat yang nyaman dan sejuk, dan kebetulan Yara pun sama. Jadi kediaman mereka kini benar benar sebuah kediaman yang nayaman dan hijau.
Ethan membangun sebuah taman yang benar benar menjadikan kediamannya nyaman, pohon kelapa di setiap sudut dinding tembok pagar pembatasnya. Hamparan halsman yang kuas dan hijau. Ethan ingin agar kelak saat ia memiliki anak, mereka bisa bermain bersama disana.
" Nak, ibu sepertinya sudah tidak bisa menemani kalian lagi." Ucap Liana.
" Apa yang ibu katakan, ibu akan tetap hidup sampai melihat cucu ibu nanti." Ucap Yara.
" Ibu sudsh menyerah.. Ibu ikhlas jika harus pergi sekarang juga. Ibu sudah bahagia, melihat kalian bersama, juga bisa tinggal dengan kalian lebih lama." Ucap Liana.
" Tolong jangan menyerah ibu.. Putramu itu, masih membutuhkan ibu disisinya. Aku juga sama, tidakkan ibu ingin bermain dengan cucu cucu ibu kelak.??" Ucap Yara.
" Ibu akan bahagia melihat kalian dari surga. Yara.. Teteplah menjadi istri Ethan nak, ibu akan beristirahat dengan tenang." Ucap Liana.
" Ibu.. " Ucap Yara.
TUTTTTTTTTT...
" Dokter.!! Dokter.!! " Teriak Yara.
Dokter langsung menghampiri ruamgan Liana dan memeriksa Liana, sayangnya Liana sudah benar benar menyerah.
"Tidak, aku mohon ibu.." Tangis Yara pecah.
Bagaimanapun Yara telah menganggap Liana sebagai ibunya sendiri. Yara menghubungi Ethan, dan dengan tergesa Ethan meninggalkan pertemuan nya begitu saja.
Tak lama Ethan sampai dirumah, ia langsung lemas ketika melihat sang ibu kini telah tiada.
" Sayang.." Ucap Yara memeluk Ethan.
Ethan pun memeluk Yara, ia menyalurkan rasa terlukulnya, air matanya pun luruh. Ethan memang ketua mafia, tetapi ia bukan tirani yang tak memiliki hati dan perasaan. Ethan hanya manusia biasa, ia bisa merasakan sakit, juga sedih. Seperti saat ini, ia begitu terpukul kehilangan ibu nya terkasih.
__ADS_1
TO BE CONTINUED...