
Vaye dan Nicholas telah sampai di rumah sakit. Nicholas sangat panik sepanjang perjalanan tadi, ia sampai mengemudikan motornya dangat kencang.
Dan kini Dokter sedang menanganinya. Vaye pun keluar dengan kepala yang di perban.
" Vaye, kamu tidak mau di rawat saja kah?? Aku takut kamu kenapa napa. Ujar Nicholas.
" Aku tidak apa apa, sungguh. Jika aku di rawat, daddy dan mommy ku akan datang ke tanah air dan membawaku pergi." Ujar Vaye.
DEG!
Nicholas terkejut, ia tidak mau Vaye pergi. Vaye adalah satu satunya temannya yang sudah membawa cahaya bagi Nicholas.
" Kalau begitu ayo kita pulang." Ujar Nicholas. Keduanya pun kini pergi dari rumah sakit.
Di tempat lain..
Henry kembali ke kontainer itu, karena sudah satu jam berlalu. Saat ia sampai di sana, ia terkejut karena pintu kontainer itu rusak. Henry langsung buru buru menghampiri pria bertato itu.
Henry terkejut melihat darah yang bersimbah di lantai, tapi tidak ada seorang pun disana.
" Kemana pria itu? Dan kemana Vaye?" Ujar Henry.
Henry membuka semua ruangan disana, dan tidak menemukan satupun manusia di dalamnya. Hanry menjadi ngeri sendiri, ia beranggapan mungkin Vaye telah menghajar pria bertato itu.
Rupanya.. Saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Vaye mengirimi Ryuchie pesan singkat. Ia mengatkan bahwa ada pria yang menggunakan nama GHOST untuk menakuti dirinya. Vaye mengirimi alamatnya, dan Ryuchie langsung mengirim anak buahnya yang berada di tanah air untuk membawa pria itu dari sana.
" Monster! Vaye bukan manusia, dia monster. Tidak mungkin ada seorang gadis yang mampu mengalahkan pria besar itu." Gumam Henry.
Henry keluar dari sana dengan ketakutan. Ia tidak menyangka bahwa Vaye mempu mengalahkan pria berotot itu.
Sementara itu, Vaye telah sampai di apartemennya. Ia dan Nicholas kini sedang berada di dalam lift.
" Kamu harus benar benar beristirahat, oke." Ujar Nicholas.
" Ya, Astaga Nicholas.. Kamu sangat cerewet seperti mommyku." Ujar Vaye terkekeh.
" Aku mengkhawatirkanmu, kamu malah membuatku jadi lelucon." Ujar Nicholas, kesal.
" Tidak, aku tidak menjadikanmu lelucon. Kamu hanya cerewet seperti mommy, tapi aku senang.. " Ujar Vaye, sambil terkekeh.
Dan itu berhasil membuat Nicholas tersenyum senyum kecil. Hingga sampailah mereka di lantai 32, unit Nicholas berada.
" Bye.. Istirahat dengan baik, oke?" Ucap Nicholas.
" Hmm.. Bye.." Ucap Vaye.
Nicholas ingin ikut ke unit apartemen Vaye tapi Vaye berbohong dengan mengatakan bahwa mungkin saat ini daddy atau mommy nya ada disana, Dan Vaye melarang Nicholas kesana. Nicholas pun mengerti dan tidak ikut Vaye.
__ADS_1
Lift tertutup dan menuju ke atas, lantai 38. Saat Lift terbuka Vaye melihat anggota GHOST disana, dia adalah tangan kanan Ryuchie, Lucas / Anthonio.
" Nona Vaye, apakah anda baik baik saja?" Tanya Lucas.
" Paman Lucas, paman disini? Apakah paman Ryu juga datang?" Tanya Vaye, dan Lucas menggeleng.
" Pamanmu ada di negara C, paman Lucas sudah menangkap pria itu, dia hanya mengaku ngaku sebagai anggota Ghost." Ujar Lucas.
" Paman, ayo masuk kedalam saja." Ujar Vaye.
Anthonio atau kita dulu sering memanggilnya Lucas. Dia telah sembuh dari kepribadian gandanya. Setelah ia menerima bahwa Yara telah bahagia bersama pilihannya, ia memutuskan melepaslan Yara. Dan setelah ia merelakan cintanya pergi, sisi Lucas dalam diri Anthony pun ikut menghilang.
Sekarang hanya ada Anthony saja, tapi dia tetap menggunakan identitas Lucas untuk menutup diri dari kenyataan. Kini dia di tugaskan Ryuchie untuk menjaga keponakan nya tersayang, yaitu Vaye. Lucas pun tidak keberatan, karena ia juga menganggap Vaye seperti anaknya.
" Kamu tinggal sendiri?" Tanya Lucas.
" Ya, paman. Vaye tidak mau daddy atau mommy mengirim pengawal atau siapapun untuk menjaga Vaye, Vaye ingin mandiri." Ujar Vaye.
" Gadis yang cerdik, kamu memang duplikat mommy mu. Pemberani, tegas dan kuat." Ujar Lucas.
" Paman, tolong jangan beri tahu mommy atau daddy bahwa aku terluka, mereka bisa membawaku pergi nanti." Ujar Vaye dengan wajah memelas.
" Tapi kamu disini berbahaya. Apakah ada yang tahu identitasmu??" Tanya Lucas, dan Vaye menggeleng.
" Dengan penampilanku begini, siapa yang akan tahu bahwa aku Valleria." Ujar Vaye.
" Tapi pria tadi tahu bahwa aku adalah Vaye, aku hanya menyebut bahwa paman Ryu adalah pamanku, dan dia mengenal namaku. Apakah paman yakin dia bukan anak buah paman Ryu? Atau dia mata - mata??" Ujar Vaye.
" Boneka??" Ujar Vaye setelah mengeluarkan bingkisan dari Lucas.
" Astaga.. Pamanku tidak pernah berubah. Apakah dia semakin tua otaknya semakin gesrek? " Ujar Vaye dan Lucas terkekeh.
Boneka yang di berikan pada Vaye adalah boneka gantungan kunci kepala gajah berwarna biru dengan belalainya saja, hanya kepalanya tanpa tubuh.
" Itu bukan boneka biasa sayang, pamanmu merakit alat untuk menjaga diri. coba kamu tekan mata gajah yang sebelah kanan." Ujar Lucas.
Vaye menekan mata yang sebelah kanan dan tiba tiba kepala gajah itu berubah menjadi tongkat besi kecil dengan panjang 60 cm.
" Woaaahh..." Vaye terkesima.
" Itu adalah kado ulang tahunmu yang ke 17 nanti, tapi pamanmu memberikannya hari ini." Ujar Lucas.
" Haha.. Pamanku memang lain dari yang lain." Ujar Vaye dengan senyum kakunya. Dan Lucas terkekeh dengan hal itu.
" Kalau begitu paman pergi dulu." Ujar Lucas.
" Eit!! Tunggu! Paman Lucas bisa ada disini.. Jangan bilang paman Lucas di kirim paman Ryu untuk menjagaku." Ujar Vaye dengan tatapan mengintrogasi.
__ADS_1
" E... Hehehe.." Lucas tertawa, dan Vaye ikut tertawa kaku.
" Paman Ryuchie..." Ucap Vaye geram, dan langsung mencari ponselnya guna menghubungi Ryu.
" Vaye.. Vaye.. Dengar paman, jangan hubungi dia." Ucap Lucas menghentikan Vaye.
" Kenapa?" Tanya Vaye.
" Kamu pilih paman menjagamu diam diam, atau pamanmu datang dan tinggal denganmu disini?" Ujar Lucas.
" Ish!! Paman Ryu selalu saja begitu, Over protektif. Ya sudah paman boleh menjagaku diam diam, tapi jangan terlalu dekat atau jangan sampai aku melihat paman. Aku tidak mau ada yang mengenali aku sebagai Valleria." Ujar Vaye akhirnya.
" Baik tuan putri." Ujar Lucas.
Weekend berakhir dan saat ini semua siswa dan siswi kembali bersekolah. Vaye datang ke sekolah bersama dengan Nicholas. Seperti sudah menjadi kebiasaan, Nicholas akan menunggu di depan mobil Vaye dan mereka berangkat bersama.
" Kamu bisa ceritakan sebenarnya ada masalah apa antara kamu dengan Henry? " Tanya Nicholas, sambil mengemudi.
" Ha! Kamu tahu??" Tanya Vaye terkejut.
" Ya, saat aku mencarimu di taman, seseorang mengatakan bahwa kamu pergi dengan anak laki laki yang menggunakan pakaian sama denganmu. Dan aku melihat Henry disana." Ujar Nicholas.
" Kamu ingat saat hari jumat Timothy mengajakku untuk kumpul dengan tim lainnya? Timothy membawaku ke sebuah Club malam." Ujar Vaye.
" Apa!! Beraninya dia." Ujar Nicholas begitu emosi.
Vaye menceritakan keseluruhan kejadian itu, tanpa di tutup tutupi sedikitpun. Vaye bahkan menceritakan saat Timothy mengatakan bahwa Nicholas juga bukan pria baik baik.
Nicholas yang mendengarnya menjadi sangat emosi, tetapi ia menyembunyikannya dari Vaye. Ia tidak ingin karena terburu buru karena emosi, dia akan melukai Vaye nantinya.
' Beraninya dia membawa Vaye ke club malam, bren*sek! ' Batin Nicholas.
" Nicholas, kau tidak apa apa?" Tanya Vaye.
" Tidak apa apa, terimakasih kamu sudah jujur padaku." Ujar Nicholas.
Mereka sampai di sekolah, dan saat dampai di kelas Nicholas melihat Timothy yang tersenyum kearah Vaye. Karena terlalu emosi, Nicholas maju dan menendang meja Timoty lalu menghajarnya.
BAK! BUK! BAK! BUK!
4 bogeman mentah mendarat di wajah Timothy hingga bibir dan hidung Timothy mengeluarkan darah. Seluruh kelas pun menjadi riuh, dan ketakutan.
" Beren*sek kau Timothy!! Beraninya kau membawa Vaye ke Club malam! Kau tahu tempat apa itu, bukan? Apa kau juga yang merencanakan pelecehan pada Vaye?!! Kau yang mengirim preman untuk menyakiti Vaye, huh!!?" Ujar Nicholas.
Timothy terkejut mendengar apa yang di katakan Nicholas, Vaye hampir di sakiti preman? Bukan hanya Timothy yang terkejut, seluruh kelas terkejut mendengar Nicholas mengatakan bahwa Timothy membawa Vaye ke Club malam.
" Apakah Timothy pria seperti itu? Teganya dia membawa Vaye ke club malam." Bisik teman kelas.
__ADS_1
" Urusanmu denganku, bukan dengan Vaye. Beraninya kau menyakiti dia." Ucap Nicholas.
TO BE CONTINUED...