
Di tempat lain..
Yara dan yang lain nya telah sampai di kediaman Ryu. Saat ini Yara tengah berada di sebuah ruangan gelap, terdengar samar suara orang merintih suara itu Yara kenal.
" Lepaskan aku... " Seru suara itu lirih.
" Kristin.." Ucap Yara.
" Siapa itu.. Tolong.. Lepaskan aku.." Ucap Kristin lagi.
Yara benar benar tidak melihat apapun, hingga Ryu menjentikan jarinya dan lampu pun menyala.
Terkejut, Yara menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihat nya saat ini.
" Kak.. Dia.." Ucap Yara bertanya.
" Dia menjadi gila.. " Ucap Ryu.
Pemandangan di hadapan Ryu dan Yara saat ini adalah Kristin dengan kondisi mengenaskan. Kristin menggunakan pakaian, namun sepertinya di sobek sobek oleh dirinya sendiri. Rambutnya acak acakan, wajahnya penuh dengan luka cakaran. Dan sebelah matanya telah buta, tangan nya saat ini di ikat dengan dua rantai yang memebentang membuat kedua tangan Kristin saling berjauhan.
" Kenapa bisa.?" Tanya Yara.
" Entah dia sungguhan gila atau hanya akal akalan nya agar di bebaskan. Saat berbicara terkadang tatapan nya tajam seperti orang sadar, lalu kemudian dia seperti ini." Ucap Ryu.
" Kristin.." Panggil Yara.
" Siapa.. Siapa.. " Ucap Kristin.
" Mengerikan.. Kak, jika begini kondisinya mau kita apakan dia.?" Ucap Yara.
" Kaka berencana membawanya ke pusat tahanan GHOST, Jika dia gila maka dia akan tetap tinggal disana hidup hidup. Jika dia tidak gila pun tetap tinggal disana, hanya saja dia akan menjalani hukuman disana." Ucap Ryu.
Yara menatap Kristin, lalu duduk dihadapan Kristin.
" Kak, bagaimana kabar pembangkang Mavros drakos.??" Tanya Yara, namun tatapan nya lurus menatap Kristin tajam.
" Munah, tak resisa." Ucap Ryu.
Yara tersenyum, ia sudah mendapatkan jawabannya. Kristin barusan menampilkan keterkejutan di wajahnya, walau hanya sebentar.
" Hmmm... Kalau begitu akau akan dengan mudah memimoin Mavros drakos yang sebenarnya dengan segel itu." Ucap Yara.
Dan hal itu berhasil mengalihkan sepenuhnya perhatian Kristin. Perlahan Krisrin mengangkat pandangan nya tajam kearah Yara.
" Kenapa.?? Kau marah.? Aku tahu kau hanya berpura pura gila. Terus saja lukai dirimu. Jika perlu butakan sekaligus kedua matamu." Ucap Yara.
__ADS_1
Terdengar kejam memang Yara mengatakan hal seperti itu kepada wanita paruh baya yang seumuran dengan ibunya. Jika wanita itu adalah wanita biasa dan lemah lembut mungkin Yara tidak akan berkata kejam seperti itu, tetapi ini Karistin.. Wanita kejam, keji, dan tidak berperasaan yang sudsh lama mengincar nyawa Yara. Jadi wajar Yara menjadi kejam dengan nya.
" Kau tidak akan pernah bisa memimpin, kau terkutuk, kau akan mati.. MATI.." Teriak Kristin
PLAK.!!
Suara tamparan menggema.
" Tutup mulutmu, selama aku hidup, tidak akan ada yang bisa menyakiti adikku." Ucap Ryu dengan tatapan membunuh.
" Hahahaha.. Kau takut.?? Yara adalah anak terkutuk, dia akan menjadi perantara ku untuk menjadi pemimpin yang baru.. Yara.. Adalah tumbal.." Ucap Kristin dengan tayapan menyeramkan.
" Ck.. Tumbal. Kristin, kau tahu.. Aku sudah mencuri banyak informasi darimu. Kau bilang padaku bahwa aku adalah keturunan terpilih, karena saat aku lahir, alam memilihku, Dewa dan Dewi yang kau sebutkan juga memilihku, sekarang kau bilangvaku tumbal.?" Ucap Yara dengan kekehan.
" Tidak.. Tidak mungkin." Ucap Kristin.
" Kau bahkan memberi tahuku cara mematahkan kutukan itu. Dengan Cara meneteskan darah ku pada segel saat tanda di punggungku dan di segel itu menyala secara bersamaan di bulan purnama. Benar.??" Ucap Yara.
" KAU.!!! Apa yang kau lakukan kepadaku.?!! " Teriak Kristin menggila.
" Membuatmu selamanya hidup dalam kebingungan.. Semuanya sudah berakhir, Aku sudah mengalahkanmu." Ucap Yara.
" Tidak.. Tidak mungkin.. Tidak.. TIDAK.!!!" Ucap Kristin sambil mennggelengkan kepalanya keras.
Yara menyuntikkan cairan itu di lengan Kristin.
" AAARRGGHHH.!!" Teriak Kristin.
" Oiyah satu lagi, aku punya kejutan untukmu. Kau mau ber reuni dengan masalalumu nyonya Evron.?" Tanya Yara.
" Apa maksudmu.?" Tanya Kristin dengan mata berkunang kunang.
" Bawa dia masuk." Ucap Ryu.
Kemudian anak buah Ryu membawa masuk seorang pria paruh baya, dan di dorong kehadapan Kristin.
" Kau.. " Ucap Kristin linglung.
" Selamat menikmati reuni kalian, kami pergi dulu." Ucap Yara.
Semua orang pergi dari ruangan itu, meninggalkan hanya Kristin dan Ronald. Ya, pria yang didorong kehadapan Kristin adalah Ronald.
" K..Kristin.." Ucap Ronald terkejut.
" Apa yang kau lakukan disini.?" Ucap Kristin dingin. Tetapi obat itu sudah mulai bereaksi. Krostin hampir tidak bisa membedakan antara nyata dan halusinasi.
__ADS_1
" A.. Aku mencarimu. Ak.. Aku berusaha menyelamatkanmu, tetapi mereka menangkap ku. Kristin apa yang terjadi dengan mu.? " Ucap Ronald.
" Tidak usah sok peduli denganku. Kau senang kan aku begini.?" Ucap Kristin mencoba tetap sadar.
" Apa maksudmu, aku tidak begitu.. Aku sungguh mencarimu." Ucap Ronald.
" Sudahlah, pria munafik." Ucap Kristin. Kristin memejamkan matanya, ia sudah tidak bisa membedakan keadaan.
Entah apa yang terjadi, tiba tiba air mata Kristin mengalir. Pengaruh obat itu begitu besar, ditambah kagi kehadiran Ronald disana. Saat ini Kristin sungguh sudah terlempar ke alam bawah sadarnya, ia dibawa kembali kemasalalu nya.
" Kristin, kenapa kau melakukan itu.? Kenapa kau pergi dan memalsukan kematianmu.. Aku.."
" Karena dirimu." Ucap Kristin.
" Apa..? " Ucap Ronald terkejut.
" Karena dirimu yang tidak pernah bisa mengambil keputusan dengan benar." Ucap Kristin sendu.
" Ayahmu.. Dia selalu saja membela wanita itu. Karena dia tidak mendapatkan status sah di mata negara, jadi ayahmu selalu membela nya. Dan aku.. Selalu harus mengalah." Ucap Kristin lagi.
" Aku diam dan menjadi wanita baik baik, yang anggun, lemah lembut, dan sabar. Aku berusaha menyembunyikan jati diriku dengan merubah perlahan penampilan dan sikap ku. Berharap aku bisa menjalani kehidupan harmonis, cinta yang melimpah yang tidak pernah aku dapatkan sejak kecil.Tapi kau.. Menghancurkan mimpiku itu dengan menghadirkan wanita lain dalam pernikahan kita." Ucap Kristin penuh luka.
Saat ini Kristin tersedu sedu, entah kemana hilangnya Krostin yang kejam barusan.
" Kenapa.?? Kenapa kau harus melakukan itu.? Kau bilang padaku bahwa akulah satu satunya wanita yang kau cintai, dan satu satunya istrimu. Aku menaruh harapan besar kepadamu, aku meninggalkan keluargaku demimu. Tapi kau..Hiks.. Hiks.. " Tangis Kristin pecah.
Terdengar sangat menyayat hati, memilukan.. Hati wanita mana memangnya yang akan baik baik saja saat melihat suaminya pulang dengan membawa perempuan lain dan seorang bayi dalam kandungan nya.
" Kristin aku.. "
" Rogerku.. Dia puteraku tapi dia lebih menyayangi wanita itu. Kau.. Suami ku, tapi kau tidak membelaku saat ayah mu menegurku atas kesalahan yang tidak aku perbuat. Aku sendirian.. Lalu untuk apa aku bertahan di dalam keluarga yang rusak seperti itu.?" Ucap Kristin.
" Aku pergi, untuk kembali kepada ayahku.. Tetapi rupanya aku terlambat. Karena aku mengejar cinta dan mendambakan kasih sayang yang tulus darimu, aku menjadi bodoh dan tidak mendengarkan ayahku. Ayahku meninggal karena di bantai oleh ayahmu dan teman teman nya." Ucap Kristin dengan tatapan yang tiba tiba berubah menjadi dingin.
" Aku dendam, dengan seluruh keluarga Dominique mu, juga Mahkota berduri yang telah membantai ayahku. Aku kembali dan mengumpulkan para pemberontak Mavros drakos lalu aku mulai masuk perlahan dan menghancurkan Mahkota berduri milik ayahmu, dan menguasainya. " Ucap Kristin dengan matanya yang menatap tajam Ronald.
" Aku sudah hampir berhasil menghancurkan nya, tapi kemudian masalah lain datang.. Kelahiran seorang terpilih itu menyulitkan ku untuk menguasai keseluruhan peninggalan ayahku. Segel itu, kutukan.. Aku sungguh tidak mengerti dengan itu semua , tapi kemudian aku tahu.. Jika aku tidak membunuhnya maka.. Aku yang akan tamat. Jadi aku bantai saja semua orang yang berkaitan dengan Mahkota berduri.. Hahaha.. " Tawa Kristin menggelegar.
" Kristin.. Apakah itu dirimu..?" Tanya Ronald. Karena Ronald melihat ekspresi yang berubah ubah di wajah Kristin.
" Laku kau pikir aku siapa.?? " Ucap Kristin kembali sendu.
"Kau.. Kau dan yang lain nya harus mati. MATI..KAU HARUS MATI.!!! " Teriak Kristin, Ronald yang terkejut langsung ketakutan dan mundur menjauh.
TO BE CONTINUED...
__ADS_1