Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 125 Kebangkitan.


__ADS_3

Ke esokan harinya, Yara terbangun.. Seluruh tubuhnya merasakan sakit tanpa sebab. Ia berjalan menuju ke kamar mandi dengan susah payah. Ia sudah merasakan sakit beberapa hari terakhir, hanya saja Yara tidak begitu mempedulikan. Tetapi kali ini sakit itu begitu menyiksa nya. Yara mencuci wajah nya kemudian ia melihat pantulan dirinya di cermin dan terkejut.


" Hah.. Ini.. " Ucap Yara terkejut .


Yara melihat dirinya seperti melihat orang lain. Rambutnya yang sebelumnya pendek seperti laki laki kini berubah menjadi panjang hingga sepinggang nya. Tetapi warna nya masih belum menjadi perak sepenuhnya.


" Ya Tuhan, apakah ini nyata.??" Ucap Yara menyentuh rambutnya.


Yara terlihat begitu cantik walau pucat pasi.. Warna matanya semakin berubah menjadi jingga gelap.


" UGH.. Sakit.." Ucap Yara.


Saat ini di Negara Indonesia sudah sore hari karena perbedaan waktu Negara Indonesia 5 jam lebih cepat dari negara Y. Kemungkinan Yara tengah merasakan apa yang di maksud oleh Aegis semalam. Bahwa dirinya akan mengalami kematian.


Yara berjalan dengan susah payah menuju ranjang dan mencari ponselnya untuk menghubungi Ryu.


" Kakak.. Sa.. Sakit.. Aku sakit." Ucap Yara lslu kehilangan kesadaran.


Tak lama Ryu datang ke kamar yang Yara tempati. Kamar mereka bersebelahan, jadi tidak butuh waktu lama untuk Ryu datang menghampiri Yara.


" Yara.!! " Teriak Ryu.


Ryu terkejut melihat kondisi Yara, lebih terkrjut lagi saat melihat rambut Yara yang berubah menjadi panjang.


" Yara, sayang.. Bangun Yara." Ucap Ryu panik.


Ryu mengangkat Yara dan membaringkan nya di atas ranjang, setelah itu ia berlari keluar mencari keberadaan Aegis.


" Dimana Aegis.!?" Ucap Ryu panik.


" Tuan aegis ada di kamarnya, apakah anda butuh sesuatu tuan.?" Ucap seorang anggota Mavros Drakos.


" Katakan padanya, terjadi sesuatu kepada adikku." Ucap Ryu.


Anak buah Mavros Drakos pun mengangguk dan langsung pergi menmui Aegis. Sementara Ryu, ia kembali ke kamar Yara dan mengusap usap kening yara yang berkeringat hebat.


" Yara. Sayang. Kamu dengar kakak.. Kamu akan baik baik saja, kamu akan baik baik saja." Ucap Ryu dengan wajah panik .


Aegis datang dengan terburu buru, dan langsung mengecek keadaan Yara.


" Tuan Ryuchie, nona harus segera di bawa keruangan itu sekarang." Ucap Aegis.


Dengan panik, Ryu mengangguk dan menggendong Yara. Aegis memimpin jalan di depan, Ryu menggendong Yara sembari sesekali mencium kening Yara.

__ADS_1


" Bertahanlah adik, aku mohon.." Ucap Ryu di sela sela langkahnya.


Mereka telah sampai di ruangan gelap itu. Ryu tidak mengerti mengala ruangan itu tidak di nyalakan seperti sebelumnya, karena panik ia tidak bertanya.


" Tuan, apakah segel itu dibawa.?" Ucap Aegis.


" Ya, aku membawanya. Aku akan segera kembali." Ucap Ryu. Ryu pergi menuju ke kamarnya untuk mengambil segel yang ia bawa dari kediaman Yara sebelumnya.


Aegis memandangi wajah Yara, wajah yang begitu cantik walau pucat. Aegis sempat sangat terkejut saat melihat rambut Yara yang tiba tiba panjang. Tetapi kemudian ia pun memaklumi kondisi itu, kondisi itu mungkin adalah salah satu dari tanda kebangkitan Yara.


Aegis menyiapkan sebilah pisau yang terbuat dari emas juga wadah yang juga terbuat dari emas. Saat Ryu kembali, Ryu terkejut karena Aegis memegang pisau itu, ia mengira Aegis akan membunuh Yara.


" Apa yang kau lakukan.!!?" Teriak Ryu.


" Tuan Ryuchie, seperti yang tertulis dalam buku, bahwa saat malam purnama tiba, maka tubuh nona akan muncul tanda seperti tato naga yang bersinar. Pada saat itu juga, segel yang ada ditangan tuan akan menyala, dan sebagai ganti nya kita harus meneteskan darah nona pada segel itu sebagai tanda bahwa nona telah menebus kutukan itu." Ucap Aegis menjelaskan.


Karena terlalu panik, Ryu melupakan hal itu. Hal yang sudah Yara ceritakan sebelumnya.


" Apakah karwna perbedaan waktu, jadi nona begitu tersiksa sekarang.??" Gumam Aegis.


" Apa maksudmu.?" Tanya Ryu.


" Disini dan di Negara anda memiliki selisih waktu. Bagaimanapun nona lahir dan besar disana, jadi kemungkinan kutukan itu mengikuti waktu disana. Sementara nona berada disini, jadi mungkin memiliki efek yang berbeda. Nona sedang melawan rasa sakitnya, Sementara disini malam masih panjang." Ucap Aegis.


Di belahan Negara lain..


Ethan merasakan sakit yang luar biasa pada jantungnya. Perasaan nya tidak enak , ia bahkan tidak fojus dengan kegiatan nya.


" Than, kau kenapa..?? Apakah bekas luka tembak di jantungmu kembali nyeri.?" Ucap Rayson yang menyadari kerutan kening Ethan.


" Tidak.. Tapi aku tidak tahu mengapa jantungku begitu sakit." Ucap Ethan.


" Apakah saat ini Yara sedang kesakitan? Perasaanku tidak enak." Ucap Ethan lagi.


Bara, Rayson, Sean dan Jilian menatap tak tega teman nya itu. Setelah Ethan menceritakan kondisi Yara dan perpisahan sementara nya dengan Yara, ke empat sahabatnya itu ikut sedih. Bagaimanapun setelah bertahun tahun, akhirnya Ethan bisa bahagia, namun ia harus kembali teroisah dadi orang yang diaksihi nya.


" Dia pasti baik baik saja.. Adik ku itu kuat." Ucap Jilian.


Tetapi seberapapun Ethan mencoba tenang, hatinya tetap gundah. Jika saja ia bisa pergi menyusul Yara, maka ia akan langsung pergi.


" Sabar Than, malam ini adalah malam bulan purnama, yang artinya kemungkinan Yara sedang berjuang dengan kutukanya." Ucap Rayson.


Sepanjang hari itu semua orang merasakan ke khawatiran. Sedari siang hingga malam tiba, Ryu tak henti hentinya khawatir. Dia melihat bagaimana Yara begitu menderita setiap detiknya hingga ia juga menangis karena terlaku sakit hatinya melihat saudara kembarnya itu tersiksa.

__ADS_1


" Apakah sudah bisa dimulai.?? Mengapa tanda itu belum juga muncul.??" Ucap Ryu kepada Aegis.


" Tunggu hingga jam 12 malam tuan Ryuchie, semoga nona bisa melewatinya." Ucap Aegis.


Detik berganti menit, menit berganti jam hingga sampai saatnya jam 12 malam pun tiba. Yara merasakan sakit yang teramat sangat, sangat sangat sakit hingga ia mnggelinjang kuat dengan mata terbuka. Mata Yara berubah menjadi jingga pekat nyaris mendekati merah. Tiba tiba tubuh Yara berhenti bernafas.


" Yara.!!" Teriak Ryu.


Ryu melihat Yara menghebuskan nafas terakhirnya. Aegis melihat kearah atas, dan bulan purna sudsh bersinar sempurna. Tubuh Yara tiba tiba mengeluarkan cahaya di balik punggungnya.


" Sudah tiba.. " Ucap Aegis.


Segel yang berada di dekat Yara juga perlahan menyala. Dengan gerakan hati hati, Aegis memegang tangan Yara dan hendak mengiris ujung jari nya dengan pisau emas, tetapi kemudian Ryu menghentikan nya.


" Tuan Ryuchie, waktu kits sangat terbatas. Jika anda ingin nona bangkit kembali, anda harus bisa mengendalikan diri anda." Ucap Aegis.


Perlahan Ryuchie melepas cekalan tangan nya dari tangan Aegis. Dan Aegis pun melanjutkan aksinya.


SRET.!!


Aegis berhasil mengiris ujung jari Yara, dan darah pun menetes di piring emas yang tersedia disana.


Sambil menunggu darah Yara cukup banyak, Aegis membuka segel yang menyala itu, Setelah darah Yara cukup banyak, segel itu di satukan dengan darah Yara hingga darah Yara terserap kedalam segel.


Hal magis seperti itu memang sulit di cerna oleh beberapa orang, dan adapun yang tidak mempercayai hal hal magis seperti itu. Seperti halnya Ryuchie yang awalnya tidak percaya sama sekali dengan hal hal begitu, kini ia melihat nya dengan mata kepalanya sendiri. Sang adik, perlahan berubah.


Rambut Yara, perlahan menjadi perak keseluruhan, namun wajah nya masih pucat, Yara belum kembali hidup.


Mereka menunggu cukup lama, hingga sinar di tubuh Yara hilang, Yara belum menunjukan tanda tanda akan terbangun kembali. Ryu menangis di samping jasad Yara, Aegis juga menunduk. Padahal semua sesuai aturan yang yertulis, tetapi Yara masih belum menunjukan tanda tanda kehidupan lagi.


" Kau membohongiku.! Beraninya kau membohongkiku.! Kau membunuh adikku, kau membunuh Yara.!! " Teriak Ryu kepada Aegis.


Ryu mencengkeram kerah baju Aegis, dan menghajarnya berulang kali. Aegis hanya pasrah saja di pukuli Ryu yang sedang membabi buta.


" KAU MEMBUNUH ADIKKU.!!" Teriak Ryu.


Perlahan Ryu luruh kelantai, tangisnya pecah tak terbendung lagi. Apa yang di takutinya benar benar terjadi. Tetapi tiba tiba saja, tubuh Yara kembali menyala. Rambut perak nya menyala, wajahnya perlahan berseri merona, bahkan bibirnya pun berubah menjadi peach tidak lagi pucat.


" HHHHHH!!!" Tiba tiba Yara kembali bernafas.


" Dia kembali, tuan Ryuchie, kita berhasil. Nona Kembali." Ucap Aegis senang...


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2