
Di sebuah rumah nan megah, terlihat seorang gadis menuruni tangga. Gadis itu menggunakan hoodie dan celana panjang berwarna senada, putih. Rambut peraknya ia sembunyikan di balik hoodie nya.
" Pagi mom, dad.." Ucap gadis itu pada dua sepasang suami istri yang tampak masih muda walau usia mereka sudah tidak muda lagi.
Dua sosok itu adalah Ethan Dominique dan Nayara Maxwell, yang saat ini tengah duduk di meja makan. Sementara gadis berambut perak dengan hoodie itu adalah Valerria Maxwell Dominique.
" Pagi sayang, bagaimana tidurmu? Semalaman kamu demam, Mommy sampai takut karena panas nya terlalu tinggi." Ucap Yara khawatir.
" Vaye baik mom, terimakasih sudah menemani Vaye semalaman." Ucap Vallerie.
" Makan sarapanmu, lalu minum obat, oke? Lain kali jangan memaksakan diri untuk menerjang hujan sayang." Ucap Yara, dan Vaye hanya mengangguk sambil tersenyum manis.
" Vaye sayang, kamu minta apa untuk kado ulang tahunmu?" Tanya seorang pria yang berusia hampir setengah abad.
" Vaye ingin bersekolah di Indonesia, Dad." Ujar Vaye.
Ethan dan Yara saling pandang, mereka merasa heran dengan putrinya itu.
" Kenapa sayang? Kamu sudah lulus sekolah tahun lalu, kamu mau sekolah lagi?" Ujar Yara heran.
" Ya, Vaye ingin seperti gadis normal lain nya mom. Vaye terlalu cepat lulus sekolah, tidak seru." Ucap Valleria.
" Hahaha.. Ada ada saja kamu ini. Jika kamu sekolah lagi, maka kamu akan mengulang kembali dari awal. Apa kamu yakin? Kamu seharusnya bisa langsung masuk universitas, sayang." Ucap Ethan.
Ya, Vaye adalah gadis jenius dengan IQ tinggi diatas rata rata. Dia sudah lulus sekolah menengah atas tahun lalu, dan bahkan dia sudah di perebutkan oleh Universitas universitas ternama di sana.
" Yakin dad, aku tidak mau menjadi orang sibuk seperti kakak. Aku ingin menikmati masa mudaku." Ucap Vaye.
" Jika demikian, daddy tidak bisa memaksamu. Kapan kamu ingin kembali sekolah, sayang?" Ucap Ethan.
" Mmmm... Mungkin minggu depan." Ucap Vaye.
" Minggu depan? Apakah Vaye akan meninggalkan mommy? " Ucap Yara sedih.
" Mommy, kita bisa bertemu lagi saat mommy mengunjungi Vaye kesana." Ucap Vaye.
" Sayang, lihat.. putri kita akan pergi meninggalkan kita. Tahun lalu dua putra kita juga pergi, sekarang Vaye juga mau pergi." Ucap Yara.
" Sayang, Biarkan Vaye menikmati masa mudanya. Hidup bukan hanya belajar dan belajar, dia juga harus memiliki wawasan yang luas dan kenangan yang banyak. Kita bisa mengunjunginya nanti." Ucap Ethan.
" Bagus, dad.." Ucap Vaye mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Yara terlihat sedih. Rasanya waktu cepat sekali berjalan, ia tidak menyangka putri kecilnya sudah menjelma menjadi seorang gadis yang cantik dan mandiri, juga cerdas.
" Mommy... Vaye janji, akan menelepon mommy setiap hari. Pagi, siang , malam.. " Ucap Vaye membujuk.
" Baiklah.. Asal Vaye bahagia." Ucap Yara akhirnya.
" Terimakasih mommy, Vaye sayang mommy." Ucap Vaye.
" Baiklah, Daddy akan mengabari orang orang daddy agar melindungi kamu disana nanti." Ucap Ethan.
" Oiya, Vaye tidak mau orang orang tahu siapa Vaye sebenarnya. Maksud Vaye, Vaye akan menyembunyikan identitas Vaye, jadi tolong daddy dan mommy jangan marah. Vaye ingin memiliki teman yang murni, teman yang tidak memandang latar belakang orang lain." Ucap Vaye.
" Astaga, sayang.. itu snagat bahaya. Bagaimana jika ada yang mengenalimu, lalu manyakitimu?" Ucap Yara khawatir.
" Mommy lupa siapa Vaye? Lalu juga, Vaye akan mengubah penampilan Vaye, jadi tidak akan ada yang tahu siapa Vaye." Ucap Vaye dengan senyumnya.
" Sayang.. "
" Mom.. Percaya pada Vaye, oke?" Ucap Vaye.
" Baiklah.. Tapi tolong, berhati hatilah sayang. " Ucap Yara.
Dan satu minggu kemudian, sesuai dengan apa yang di katakan Vaye. Kini dirinya tengah berada di bandara international negara AS dan hendak melalukan penerbangan ke Indonesia.
Vaye bahkan menolak untuk diantar oleh Yara dan Ethan, karena ia tidak ingin hatinya goyah ketika melihat wajah sedih sang ibu. Ia berangkat ke bandara menggunakan taksi.
Dan tibalah saat nya penerbangan di berangkatkan, Vaye berjalan memasuki pintu penerbangan, dan pesawat pun lepas landas.
Bandara International, Soekarno Hatta.
Seorang gadis berjalan keluar dari bandara, ia melihat sekelilingnya yang tidak tampak asing, karena sejujurnya Vaye sering datang ke tanah air. Vaye berjalan menaiki taksi, dan pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan, Vaye menguap. Bagaimana pun di tempat tinggalnya saat ini adalah malam hari. Hingga tak terasa ia sudah tiba di sebuah apartemen di daerah elit.
" Terimakasih pak, ambil saja kembaliannya." Ucap Vaye.
" Terimakasih, non." Ujar sang supir taksi.
Vaye menyeret koper besarnya memasuki apartemen, lalu naik menuju unit apartemen nya. Ia melempar tas nya ke sofa, lalu langsung jatuh di sisi sofa lain nya, dan tertidur.
Hingga tak terasa, hari sudah hampir malam. Vaye terbangun karena merasakan lapar, ia pun mencuci wajahnya dan turun ke bawah. Kebetulan di bagian bawah apartemen nya langsung terhubung dengan mall yang besar.
__ADS_1
" Makan dulu, baru cari peralatan sekolah." Ucapnya.
Vaye berjalan mengelilingi mall itu dan berhenti di sebuah restoran khas jepang, ia memesan tempat duduk dan memesan makanan disana. Ia makan dengan cepat, lalu ia pun pergi mencari toko peralatan sekolah.
" Oke.. Sekolah baru, suasana baru. Oiya, aku juga harus mengubah penampilanku agar tidak ada yang mengenaliku." Gumamnya.
Setelah membeli semua alat alat sekolah, ia pun mengunjungi sebuah salon ternama.
" Tolong ubah warna rambutku, menjadi hitam." Ucap Vaye.
" Baik.. Wah, rambut anda terlihat sangat indah. Dimana anda mewarnai rambut anda nona, warna nya benar benar sempurna." Ucap pegawai salon.
Selalu begitu, ketika Vaye mengunjugi salon. Mereka mengira rambut perak Vaye itu adalah dari pewarna rambut.
" Di salon yang jauh.." Ucap Vaye.
Akhirnya rambut Vaye di proses, hingga beberapa jam kemudian, rambutnya sudah menjadi hitam sempurna. Menagapa dia mewarnai rambutnya, adalah karena ia mudah di kenali oleh orang orang kalangan atas.
Ke esikan harinya.. di sebuah sekolah menengah atas untuk anak anak orang kaya saat ini tengah menatap seorang gadis yang tengah berdiri didepan gedung sekolah. Gadis itu terlihat sangat.. cupu. Hingga mengundang bisikan bisikan dan ejekan padanya.
Gadis cupu itu saat ini tengah berdiri di depan mobil sambil menatap gedung sekolah International yang akan menjadi tempat belajarnya mulai sekarang.
Gadis berkacamata tebal dengan rambut di kuncir satu itu pun berjalan masuk kedalam sekolah, ia sama sekali tidak menghiraukan bisikan bisikan di sekitarnya dan berjalan dengan wajah datarnya. Hingga sekolah pun di mulai.
" Anak anak, kita kedatangan murid baru. Silahkan masuk, nak." Ucap guru.
" Halo, namaku Vaye, mohon bantuannya." Ucap Vaye.
Tidak ada yang menyahut satupun dari murid muris di kelas. Itu sudah biasa, kelas itu adalah kelas dengan predikat keburukan ter abadi di sekolah.
" Silahkan duduk nak, semoga kamu betah bersekolah disini." Ucap Sang guru.
" Terimakasih, bu." Ucap Vaye.
" Duduklah di samping Nicholas." Ujar sang guru sambil menunjukan banvku kosong, yang di sebelah ya terdapat murid laki laki yang tengah tertidur.
" Matilah dia, Nick tidak pernah mau ada yang mengganggu tidurnya, dia akan marah dan pasti akan menyiksa gadis itu." Bisik teman sekelas.
Tapi seakan tuli Vaye pun duduk di bangku yang di tunjuk oleh guru itu.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1