
Semua orang tengah berada di luar ruangan Liana. Setelah pingsan tadi, Erhan langsung menggendong sang ibu lalu membawanya kedalam kamar.
" Ibu akan baik baik saja.. " Ucap Yara menenangkan Ethan.
Saat ini, Ethan mengganggam tangan Yara sangat erat. Ia menyalurkan rasa takutnya lewat genggaman tangan itu. Dan Yara pun mengusap usap punggung tangan Ethan.
" Yara.. " Ucap Ethan.
" Hmm.." Sahut Yara.
" Maukah kamu menikah denganku.??" Ucap Ethan.
Semua orang terkejut, tak terkecuali Yara. Di waktu genting begini Ethan malah melamarnya, apakah Ethan mabuk pikirnya.
" Aku tahu waktunya tidak tepat, bahkan tidak ada romantis romantisnya. Yara.. Ibuku sudah tidak lama lagi hidup, dia mengidap penyakit leukemia. Dan satu tahun lalu di vonis hanya bisa hidup satu atau dua tahun lagi. Ibuku ingin melihat ku menikah sebelum dia benar benar pergi. Aku hanya tidak mau mengecewakan nya, itu adalah permintaan pertama nya setelah sekian lama aku hidup." Ucap Ethan menatap Yara dalam dalam.
" Akhir akhir ini kondisinya semakin melemah, aku hanya..."
" Aku mau.." Ucap Yara memotong perkataan Ethan.
Ethan terkejut, ia benar benar terharu dengan gadis nya itu. Ethan pun memeluk Yara dengan erat.
" Terimakasih, sayang.." Ucap Ethan.
Tiba tiba dokter pun keluar dari kamar Liana dengan wajah sendunya.
" Bagaimana ibuku.?? " Ucap Ethan.
" Tuan, nyonya semakin melemah.. Ia terlaku bahagia hingga mengabaikan rasa sakitnya, saat ini nyonya belum sadarkan diri." Ucap sang dokter.
Ethan langsung masuk kedalam kamar Liana, dan terlihat Liana tengah terbaring tak berdaya dengan selang dimana mana. Liana harus bernafas menggunakan bantuan mesin.
" Ibu.." panggil Ethan.
Ethan menggenggam tangan sang ibu, ia menangis. Mengapa Tuhan menghukumnya begitu ia mendapatkan kembali cintanya. Apakah Tuhan tidak mengijinkan nya untuk bahagia sedikit saja, apakah itu karma karena sebelumnya ia mengabaikan Liana selama bertahun tahun.. Ethan sangat terpukul.
Tetapi kemudian sebuah tangan mengusap kepalanya. Itu adalah tangan liana..
" Nak.. " Panggil Liana.
" Ibu, tolong jangan banyak bicara dulu. Simpan energi ibu oke.." Ucap Ethan.
" Ibu menyayangimu." Ucap Liana lemah.
" Aku tahu, aku tahu ibu. Tolong bertahanlah ibu.. Ibu bikang ingin melihatku menikah kan.?? " Ucap Ethan.
" Iya.. Ibu ingin melihat putra ibu menikah." Ucap Liana lemah.
" Kalau begitu, ibu istirahat oke.. dan aku mohon ibu harus bertahan. Putra ibu akan meminta restu kepada orang tua Yara. Ibu baik baik yah.. " Ucap Ethan.
__ADS_1
Liana mengangguk lemah sembari tersenyum, lalu kemudian ia kembali kehilangan kesadaran nya. Ethan mencium kening Liana lalu ia keluar dari ruangan itu.
" Ibumu sudah bangun.?" Tanya Yara.
" Bagaimana bibi Than.?" Tanya jilian.
" Ibu sudah bangun, tapi tidur lagi.." Ucap Ethan.
" Sayang, kita harus bicara." Ucap Ethan.
Yara mengangguk, lalu berjalan bergandengan dengan Ethan menuju ruang kerja Ethan.
" Ada apa.??" Ucap Yara.
" Apakah aku bisa melamarmu pada ayahmu.?" Ucap Ethan.
DEG.!
" Kamu.. Mau melamarku pada ayahku.?" Tanya Yara.
" Tentu saja iya, tidak mungkin kita menikah tanpa restu dadi orang tuamu. Aku tidak mau di bantai kakak mu juga. " Ucap Ethan.
Yara tersenyum senyum.. Sebalum ia terbang ke mari, sang ayah mengatakan ia menunggu Ethan untuk melamar Yara padanya. Dan sekarang, Ethan benar benar ingin melamar nya ke pada ayahnya.
" Ethan.. "
" Hm.. "
" Itu salah satunya, tetapi aku pernah berjanji kepada diriku sendiri. Ketika hari dimana kamu kembali, aku akan langsung menikahimu. Dan tidak akan melepaskanmu lagi." Ucap Ethan bersungguh sungguh.
" Sejujurnya ayahku menunggumu melamarku." Ucap Yara.
"Benarkah.?? Kalau begitu ayo kita ke Negara C, aku akan melamarmu. Tetapi apa yangvharus aku bawa.?? Aku tidak tahu cara melamar. Tunggu, apakah ayahmu galak.?? Bukan, maksudku aku hanya mengenalnya di dunia bisnis, ayahmu terkenal tegas, berwibawa, dan tidak pandang bulu." Ucap Ethan panjang lebar.
Dan Yara hanya bisa tertawa mekihat kekasih nya itu banyak berpikir tentang ayahnya.
" Ayahku... Dia sebenarnya super galak, dia galak.. Sangat sangat galak. Jika ada yang berbuat salah maka.. KHHEK.!! Dia akan langsung mengeksekusi di tempat." Ucap Yara.
Ethan yang mendengarnya pun berkeringat dingin. Walau dirinya kerua mafia, tetapi dia harus menunjukan rasa hormatnya kepada calon mertua nya. Apalagi ayah mertuanya ini adalah ayah dari dua anak kembar yang juga sama sama ketua mafia yang di takuti semua orang.
" Ekhem.. Lalu.. Bagaimana cara agar menyenangkan ayahmu.??" Ucap Ethan.
Yara tak bisa lagi menahan senyumnya, rupanya Ethan percaya begitu saja dengan ucapannya tentang sang ayah. Jika saja waktunya tidak sedang serius, mungkin Yara akan membuat drama lebih panjang. Tetapi kemudian Yara mengingat Liana yang saat ini terbaring lemah.
" Cukup kau mencintai aku dengan sangat tulus dan jangan menyakitiku, maka ayahku pasti bahagia." Ucap Yara.
" Kalau itu sudah pasti sayang. kita terbang malam ini ke Negara C. Untuk melamarmu pada ayah." Ucap Ethan.
" HEI.!!! BERHENTI SIAPA KAU.!!??" Terdengar suara teriakan suara Jilian dari luar.
__ADS_1
Yara dan Ethan pun langsung bergegas keluar.
" Aku mencari kak Yara.. Tega teganya dia meninggalkan aku sendirian di Negara C." Ucap pria yang suaranya Yara kenali.
" Lucas.. " Ucap Yara .
" Kakak.. Mereka menahanku tadi." Ucap Lucas.
Yara hafal dengan perbedaan antara Lucas dan Anthony, jika sosok pria dihadapan nya cerewet, sudah dipastikan itu Lucas.
" Kenapa kamu disini.?" Tanya Yara.
" Aku tidak mau dipisah dari kakak, Kak Ryu juga mengatakan aku akan berada disisi kakak kapanpun. Tetapi kemarin tiba tiba aku mendapat kabar kakak kembali kesini tanpa memberitahu ku, aku sedih loh.." Ucap Lucas manyun sambil memeluk lengan Yara.
Ethan mengenali sosok ini, ini adalah pria yang mencium tangan Yara dan berdansa dengan Yara di acara malam iti. Api cemburu pun mulai berkobar dimata Ethan.
" Lepas.!" Ucap Ethan sembari menarik kerah baju Lucas.
" Hei.!! Siapa kau.??" Ucap Lucas kesal.
" Lepaskan tanganmu dari Yaraku." Ucap Ethan.
" Ohhh... Kau pasti si ketua BLOOD itu kan.? Cih, tidak seru.." Ucap Lucas.
" Lucas katakan, kau datang dengan siapa.??" Tanya Yara.
" Tuan dan nyonya.. Juga kak Ryu." Ucap Lucas.
" Mereka disini ??" Tanya Yara terkejut.
" Tentu, kakak membuat heboh seisi mansion karena ponsel kakak tidak bisa dihubungi. Tuan, nyonya, GHOST , Mavros Drakost semuanya terbang kemari." Ucap Lucas.
Yara pun menepuk keningnya, bisa bisa nya ia lupa untuk mengabari sang ayah.. Ayahnya pasti saat ini tengah risau.
" Aku lupa ponselku aku matikan, lalu dimana mereka.??" Tanya Yara.
" Menuju kemari.." Ucap Lucas polos.
" WHAT.!! Secepat itu.?? Astaga.. matilah aku." Ucap Yara.
" Sayang, ayah dan ibumu datang kemari.??" Tanya Ethan.
" Iya.." Ucap Yara.
Tiba tiba diluar kediaman Ethan pun penuh dengan orang orang. Antara anggota BLOOD dan anggota lain saling berhadapan.
" Mereka di depan." Ucap Lucas.
Ethan dan Yara serta yang kain nya oun langsung berlari kedepan. Dan melihat deretan mobil mewah yang berjejer masuk kekediaman nya.
__ADS_1
" ANAK NAKAL , KEMARI KAU.!!" Teriak seorang pria paruh baya yang di bantu turun oleh bawahan nya.
TO BE CONTINUED..