Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. CURHAT DENGAN MOMMY.


__ADS_3

Setelah dari Gazebo, baik Vaye dan Nicholas kini sudah berpisah setelah Nicholas mengatakan kalimat itu. Kini Vaye sedang duduk di depan meja belajarnya dengan buku di hadapannya namun pikiran nya menerawang jauh entah kemana.


' Kenapa dia berkata demikian? Dan kenapa saat dia berkata seperti itu.. jantungku jadi berdebar tidak karuan.' Batin Vaye.


Yara masuk kedalam kamar Vaye, karena melamun.. Vaye sampai tidak mendengar Yara memanggil nya.


" Astaga.. Anak mommy rupanya melamun. Kamu sedang melamuni apa, sayang??" Tanya Yara, sambil menaruh segelas susu di meja Vaye.


" Mommy bikin kaget saja." Ujar Vaye.


" Kamu saja yang melamun, jadi kaget sendiri. Apakah pelajaran sekolah di Indonesia se sulit itu? Tampak nya sejak tadi kamu hanya menatap halaman yang sama." Ujar Yara.


" Mana ada soal yang sulit.. Vaye hanya sedang bingung." Ujar Vaye.


" Bingung kenapa, sayang? Mau curhat??" Tanya Yara, dan Vaye mengangguk.


" Coba ceritakan." Ujar Yara.


" Mmm... Vaye bingung harus mulai dari mana.. mommy tahu Nicholas kan?" Tanya Vaye.


" Nicholas temanmu??" Tanya Yara.


" Ya.. Dia aneh mom, tapi Vaye juga aneh." Ujar Vaye.


" Aneh bagaimana??" Tanya Yara, terkekeh.


Akhirnya Vaye menceritakan pada Yara apa yang ia rasakan pada Nicholas. Dan Vaye juga menceritakan apa yang Nicholas ucapkan tadi saat di taman apartemen. Yara yang mendengarnya menjadi senyum senyum sendiri.


Vaye sama seperti dirinya, tidak peka dengan perasaan nya sendiri, Ia jadi teringat dengan masa mudanya dulu bersama Ethan.


" Begitu mom.. Dan mom, Nicholas mengatakan itu setelah dia mendengar Timothy menyatakan perasan nya pada Vaye." Ujar Vaye, dan Yara terkekeh.


" Kenapa mommy malah tertawa? " Tanya Vaye, heran.


" Sayang, jujur pada mommy? Apakah kamu pernah jatuh cinta?" Tanya Yara, dan Vaye menggeleng.


" Yang kamu rasakan adalah apa yang dinamakan jatuh cinta, sayang. Kamu menyukai Nicholas, begitu juga sebaliknya, Nicholas menyukai kamu. " Ucap Yara, dan Vaye hanya diam sesekali berkedip.


" Dan yang Nicholas rasakan, adalah cemburu. Dia tidak suka melihat kamu di dekati laki laki lain, dan hanya ingin kamu menjadi miliknya seorang." Ujar Yara lagi.


Tiba tiba Vaye menutup mulutnya seakan terkejut. Akhirnya dia mendapat jawaban nya.


" Astaga, apakah Nicholas mencintai Vaye??" Ucap Vaye kemudian, dan Yara mengangguk.


" Oh, no.. Mommy, apa yang harus Vaye lakukan?? Vaye tidak mau jatuh cinta dulu, Vaye ingin fokus belajar." Ujar Vaye, dan Yara terkekeh.


" Sayang, cinta datangnya tidak pakai permisi, cinta datang perlahan tanpa kita sadari dan rasakan. Kamu tidak akan bisa menolak hadirnya rasa itu karena itu adalah naluri mu dan hatimu yang merasakan itu." Ujar Yara.

__ADS_1


" Mommy, apa yang harus Vaye lakukan setelah ini? Vaue yakut." Ucap Vaye.


" Jangan takut sayang, jika kamu menyukai Nicholas juga.. Kenapa kamu tidak mencoba untuk menerimanya? Tidak masalah jika kamu ingin mengenal cinta, asalkan kamu bisa menjada dirimu, dan tetap fokus pada belajarmu. Cinta adalah bagian dari perjalanan hidup kita." Ujar Yara pada Vaye, sambil mengusap kepala anak gadisnya itu.


" Apakah Nicholas juga sama? Dia belum menyadari perasaan nya padamu??" Tanya Yara.


" Ya, dia masih ambigu. Dia bilang dia tidak tahu apa yang dia rasa, tapi dia tidak suka Timothy dekat dengan Vaye." Ujar Vaye.


" Baiklah, berarti hanya tinggal menunggu Nicholas menyadari perasaan nya pada mu. Sebelum itu, kamu hanya perlu berpura pura tidak tahu saja dulu, oke?" Ucap Yara, dan Vaye mengangguk.


" Oiya, Mommy mau bilang kalau mungkin besok mommy akan kembali ke LA, daddymu merindukan mommy." Ujar Yara.


" Ish astaga daddy, seperti anak kecil saja. " Ucap Vaye.


" Itulah cinta sayang, jika jauh kita akan merindukan nya." Ujar Yara.


" Ya.. Ya.. Cinta." Ujar Vaye, dan Yara terkekeh.


Ke esokan harinya, Yara sudah rapi dengan pakaian nya dan koper kopernya, pagi pagi buta ia alan melakukan penerbangan.


" Jaga diri baik baik ya sayang, mommy akan datang lagi kapan kapan." Ujar Yara.


" Ya mom, maaf Vaye tidak bisa mengantar mommy." Ujar Vaye.


" Tidak masalah, sayang. Sudah ya, mommy pergi dulu." Ujar Yara.


Tak lama Nicholas menghubungi Vaye, dan Vaye pun mengangkat panggilan itu.


" Hmm.. Aku turun." Ucap Vaye.


Setelah sampai di bawah, Nicholas melambaikan tangan nya kearah Vaye dengan senyum manisnya. Vaye jadi teringat dengan ucapan sang mommy, bahwa ia jatuh cinta pada Nicholas.


Tanpa permisi, jantung Vaye berdetak tidak begitu kencang saat mendengar Nicholas memanggil namanya dari seberang.


" Vaye.. Ayo." Ujar Nucholas.


' Apakah aku sungguh jatuh cinta? ' Batin Vaye.


Hingga akhirnya Nicholas menyeberang dan menggandeng tangan Vaye. Vaye benar benar seperti sedang kehilangan akal, ia hanya diam saja bahkan sampai keduanya sudah menyeberang jalan.


" Astaga, kamu melamun apa? apakah ada hantu yang merasukimu?" Ujar Nicholas sambil menyentuh kening Vaye.


" Kamu hantu nya." Ucap Vaye kesal, dan Nicholas terkekeh.


" Ayo.." Ujar Nicholas.


Vaye menggunakan helmnya, lalu kemudian naik ke atas motor Nicholas. Dan keduanya pun melaju menuju sekolah.

__ADS_1


Di tempat lain..


" Apakah kamu berhasil mendekati Valleria, Timothy? " Tanya Pras.


" Aku sudah mengutarakan perasaanku pada Vaye, tapi Vaye masih belum ingin berkomitmen." Ujar Timothy.


" Entah mengapa papa merasa tuan Ethan tidak lagi menaruh respek pada papa. Entahlah apa alasan nya, tapi papa merasa mungkin karena Valleria dekat dengan Nicholas." Ujar Pras.


" Papa bisa membujuk Nicholas lagi untuk pulang kerumah jika papa mau." Ujar Timothy.


Tapi walaupun Timothy berkata demikian, tatapan nya menjadi dingin. Tentu saja itu tdak disadari siapapun, Timothy pandai menyembunyikan emosinya.


" Tidak, anak itu sangat keras kepala." Ujar Prasetya.


" Tapi dia juga anakmu, sayang. " Ujar Tamara.


" Dia saja sok sok an mengembalikan semua fasilitas yang aku berikan, entah dia tinggal dimana, tapi jika dia masih bersekolah di sekolah itu berarti hidupnya berkecukupan." Ujar Pras tanpa perasaan.


" Aku berangkat, pa, ma." Ujar Timothy akhirnya.


" Hati hati di jalan nak." Ujar Tamara, dan Timothy mengangguk.


Timothy selalu berpenampilan rapi layaknya seorang pelajar yang cerdas dan sopan. Cara berjalan Timothy juga sangat elegan layaknya model, dengan tubuh tinggi yang sempurna, siapa yang tidak jatuh cinta padanya.


Tapi ketampanan nya itu rupanya tidak menembus ke hati Vaye, Vaye tidak meliriknya sama sekali. Nichoals yang seperti bad boy itu justru berhasil membuat Vaye jatuh cinta tanpa sadar.


Nucholas dan Vaye sampai di sekolah, mereka berjalan di koridor sekolah saling bercanda, Vaye bersikap biasa saja seakan ia tidak pernah tahu perasaan keduanya.


" Vay, mau mengunjingi ibuku? Dia sudah mulai ada kemajuan." Ujar Nicholas.


" Benarkah?? itu bagus. Pulang sekolah nanti kita kunjungi ibumu." Ujar Vaye.


Dan tak berapa lama, Timothy masuk kedalam kelas.


" Pagi Vaye." ucap Timothy.


" Pagi.." Ujar Vaye sedikit tidak enak hati.


Nicholas kembali merasa tidak suka dengan interaksi keduanya. Tiba tiba Timothy duduk di sebelah kiri Vaye, dan meminta teman kelas yang duduk di sana bertukar temoat duduk.


" Kenapa kamu pindah?" Tanya Vaye.


" Tidak apa apa, hanya ingin lebih dekat denganmu. Bukankah aku sudah katakan, aku akan mengejarmu.. Dan mulai hari ini, aku resmi mengejarmu." Ujar Timothy.


Ucapan Timothy itu di dengar seluruh teman kelas, terutama Nicholas. Nicholas pun mengepalkan tangan nya.


' Aku tidak akan biarkan kau mengambil Vaye dariku.' Batin Nicholas.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2