Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS.89 Hampir ketahuan.


__ADS_3

Siang harinya, Yara baru saja terbangun sekitar pukul 1 siang . Karena semalaman ia tidak bisa tidur dan akhirnya begadang dengan menghajar samsak tinju. Yara terbangun saat mendengar berisik di luar ruangan berlatihnya.


" Kenapa mereka berisik sekali." Ucap Yara.


Yara pun berjalan keluar dengan tubuh lemasnya, Ia kelaparan saat ini.


Cklek.!


Suara pintu terbuka.


" Tapi tuan.. " Ucap Pelayan terhenti saat melihat Yara keluar dari ruangan berlatihnya.


" Ada apa ini.? Tanya Yara dengan mata terpeja. Menahan kantuk.


" Nona, maaf saya tidak bisa menahan tuan ini." Ucap pelayan itu.


Yara menatap pria yang saat ini diam berdiri di hadapan nya.


" Kamu.." Ucap Yara.


" Tolong jangan marah." Ucapnya.


Pria yang saat ini berdiri dihadapan Yara adalah Ethan. Ethan menunggu Yara membalas pesannya sedari pagi hingga siang, sampai sampai ia tidak sarapan dan juga makan siang karena fokus menatap ponselnya. Lebih tepatnya menunggu jawaban dari Yara.


" Aku.? Marah kenapa.?" Tanya Yara bingung.


" Tentang foto itu.." Ucap Ethan.


Seketika Yara kembali teringat dengan foto yang Ethan kirimkan padanya semalam.


" Kau boleh pergi." Ucap Yara pada pelayannya.


" PPFFT... Hahahaha.." Tawa Yara lepas kembali, susah payah ia melupakan hal itu, kini malah di ingatkan kembali.


Ethan menatap Yara bingung, sebenarnya apa yang lucu dari fotonya itu.


" Kamu kenapa tertawa.?" Ucap Ethan.


" Mmm... Maaf.. Pft.. Tidak apa apa, ada apa kamu dagang kemari?" Ucap Yara sembari menahan tawanya.


" Apakah kamu marah karena aku mengirim foto itu semalam? Aku minta maaf." Ucap Ethan.


Yara merasa bersalah sendiri, dirinya tidak membalas pesan Ethan, sekarang Ethan pasti mengira dirinya sedang marah.


" Aku tidak marah denganmu." Ucap Yara , kembali ke mode serius.


" Lalu kenapa kamu tidak membalas pesan?" Ucap Ethan.


" Kamu kemari pagi pagi hanya untuk memastikan aku marah atau tidak?" Ucap Yara.


" Ini sudah tidak pagi lagi Yara, ini jam 1 siang." Ucap Ethan.


Yara terkejut, ternyata ia ketiduran diatas ring tinju selama itu. Melihat Yara terkejut, Ethan yakin Yara pasri baru bangun dari tidurnya. Tapi mengapa Yara tidur di ruang tinju pikirnya.


" Oh. Astaga.." Ucap Yara.


" Jika kamu tidak suka foto itu, kamu bisa menghapusnya." Ucap Ethan.


" Aku tidak bilang tidak menyukai fotomu, kenapa tiba tiba kamu bilang begitu?" Ucap Yara.


" Itu adalah foto selfie pertamaku seumur umur, jika tidak bagus lebih baik dihapus, nanti aku akan belajar cara mengambil foto selfie." Ucap Ethan.


Yara terkejut mendengar Ethan mengatakan bahwa itu adalah foto selfie pertamanya. Seketika ia merasa bersalah, seperti sudah menghina usaha orang lain.


" Bagus.. Aku suka. Aku tidak membalas pesanmu karena.. Em... Karena aku berlatih Muay Thai semalaman." Ucap Yara. Ia tidak mengatakan bahwa dirinya tertawa sampai tidak bisa tidur.


" Apa! Gadis ceroboh. Sekarang cepat bersihkan dirimu, lalu kita makan." Ucap Ethan.

__ADS_1


Ethan mendorong tubuh Yara supaya Yara masuk kedalam lift, lalu naik kekamarnya. Sementara itu Ethan kembali dan melihat ruangan yang digunakan untuk mengurung Kristin. Ethan melangkah mendekati ruangan itu lalu membuka pintunya.


Cklek !


Suara pintu terbuka.


Terlihat Kristin yang terbangun dan menatap kearah Ethan


" Untuk apa kau kemari.?" Ucap Kristin.


" Melihat penderitaanmu." Ucap Ethan singkat.


" Anak haram yang tidak berbakti, aku ini masih ibu tirimu." Ucap Kristin.


" Aku tidak pernah menganggapmu ibu tiriku, kenapa juga aku harus berbakti denganmu? " Ucap Ethan.


Kristin hanya tersenyum smirk mendengarkan perkataan Ethan.


" Benar juga, ibu kandungmu saja tidak kau anggap, apalagi ibu tiri." Ucap Kristin menyindir.


Ethan biasa saja, ia tidak pernah merasa tersindir. Karena kenyataan nya ia tetap memantau keadaan ibunya walau ia jarang menemuinya secara langsung. Terakhir kali ia menemui ibunya adalah saat Yara mengikutinya hari itu.


" Mari kita buat kesepakatan." Ucap Kristin.


" Aku tidak tertarik membuat kesepakatan denganmu." Ucap Ethan.


Ethan hendak berbalik badan dan pergi, namun tiba tiba Kristin berucap..


" Jika kau membebaskan aku, aku akan mengakhiri ini semua." Ucap Kristin.


Kristin mungkin mengira jika Ethan bodoh dan mudah di tipu hingga dirinya mengatakan hal demikian.


" Ck.. Kau pikir aku anak kecil berusia 5 tahun yang bisa kau bodoh bodohi?" Ucap Ethan dingin.


" Aku akan mengakhiri ini semua. Aku akan kembali menjadi istri ayahmu, kemudian tinggal dengan pstuh bersama keluarga Dominique." Ucap Kristin.


" Kita juga tidak perlu memulai perang. Toh Yara juga tidak akan selamat." Ucap Kristin.


Mendengar ucapan Kristin, Ethan diam tidak mengerti. Apa maksudnya Yara tidak akan selamat.


" Apa maksudmu berkata begitu?" Tanya Ethan.


" Nayara Valerie, dia terkena kutukan.. Saat ia berusia 19 tahun nanti, akan ada tato naga di punggungnya, Jika ia tidak bisa membuat tato itu bersinar , Ia akan mati dalam waktu satu tahun sejak tato itu muncul." Ucap Kristin.


Ethan tentu saja terkejut, Yara tidak pernah membahas kutukan yang dibicarakan oleh Kristin.


" Kutukan apa.?? Kau bicara omong kosong lagi." UcapEthan.


" Kau tidak percaya ya sudah, Kutukan itu dimulai da.. " Ucapan Kristin menggantung, setelah tiba tiba saja Yara masuk dan menghentikan ucapannya.


" Aku sudah siap." Ucap Yara.


Ywra panik, namun sebisa mungkin ia terlihat biasa saja. Yara tidak mau Ethan mengetahui jati dirinya.


" Yara, Kristin bilang kau dikutuk? Apakah benar.?" Tanya Ethan.


" Akan aku ceritakan nanti, sekarang aku sangat lapar, bisakah kita makan dulu.?" Ucap Yara dengan wajah sedikit memelas.


Melihat itu, Ethan jadi tidak tega. Akhirnya ia pun meburuti perkataan Yara.


Sementara Kristin, setelah kedatangan Yara ia menjadi diam, Kristin takut Yara menyuntikkan sesuatu dengan tubuhnya lagi. Ia selalu merasa akhir akhir ini sekaan tidak bisa membedakan antara nyata dan mimpi.


" Ayo.. " Ucap Ethan.


Akhirnya Yara dan Ethan pun pergi dari ruangan itu. Mereka sampai di meja makan, dan sudah tersaji makanan yang telah disiapkan oleh pelayan dirumah itu.


" Hmmm... Terlihat lezat sekali. Ayo kita makan." Ucap Yara.

__ADS_1


" Mm.. Ayo." Sahut Ethan


Sebenarnya Ethan sedikit curiga dengan Yara. Sikap cerianya itu justru membuktikan bahwa ada sesuatu yang Yara sembunyikan darinya. Namun Ethan tidak bertanya lagi, ia akan mencari tahu sendiri apa yang dimaksud kutukan oleh Kristin.


Ethan memakan makanan itu namun matanya selalu memandang kearah Yara. Otaknya memutar perkataan Kristin yang mengatakan bahwa Yara akan mati dalam satu tahun jika tidak bisa mematahkan kutukan.


' Sebenarnya kutukan apa yang dimaksud oleh Kristin.?' Ucap Erhan dalam hati.


Tiba tiba Ethan menyentuh bibir Yara, menghapus noda saus yang belepotan dibibir Yara. Yara yang merasa bibirnya disentuh pun menatap Ethan dengan tatapan bingung.


" Makan perlahan Nayara Valerie.. Tidak akan ada yang merebut makanan ini darimu, ini milikmu." Ucap Ethan.


" Hehe, terimakasih." Ucap Yara.


Ethan merasa gemas dengan gadis di hadapannnya itu. Entahlah, setelah dirinya menyadari perasaannya terhadap Yara, ia sangat mudah terpesona dengan apapun yang di lakukan oleh Yara. Seperti saat ini, Yara hanya tersenyum saja ia sudah gemas ingin mencubit pipi Yara itu.


" Bagaimana? Apakah kamu sudah mulai ada tanda tanda untuk menyukaiku.?" Tanya Ethan.


" Uhuk! Uhuk! Uhuk! " Yara terbatuk.


Ethan dengan sigap mengambilkan segelas air untuk Yara.


" Kenapa kamu sampai tersedak begitu, kan aku sudah mengatakan tidak ada ysng merebut makananmu, gadis ceroboh." Ucap Ethan sembari menepuk nepuk pungung Yara.


' Aku tersedak bukan karena itu bodoh.' Batin Yara bermonolog.


Setelah Yara berhenti terbatuk, Ethan pun mengelap semua kotoran makanan yang menempel di mulut Yara skibat memuncrat karena terkejut.


" Aku bisa sendiri." Ucap Yara..


" Tidak, biarkan aku yang melakukan nya." Ucap Ethan.


Yara akhirnya pasrah saja, ia menatap pria di hadapannya itu.


' Bagaimana ini.. Jika dia selalu seperti ini, maka sulit bagiku untukku pergi darinya kelak.' Batin Yara bermonolog.


Pandangan mata mereka bertemu, dan Ethan tersenyum karena melihat Yara selelu menatapnya, Ethan berpikir Yara mulai menyukainya.


" Aku tahu aku tampan, tapi jangan menataku begitu tajam juga Yara." Ucap Ethan membuyarkan lamunan Yara.


Melihat senyum Ethan yang tidak dibuat buat itu, entah mengapa jantung nya berdebar tidak karuan.


" Narsis sekali kau." Akhirnya Yara berucap, untuk menutupi kegugupan nya.


Ethan terkekeh sendiri melihat Yara mengatainya narsis.


" Sudah, kamu bisa lanjutkan makanmu." Ucap Ethan.


" Aku sudah kenyang, Kenapa kau tidak makan makananmu.? " Tanya Yara.


" Melihatmu makan saja aku sudah kenyang." Ucap Ethan dengsn senyuman manisnya.


Entahlah, belajar dari mana Ethan mengatakan hal seperti itu.


" Ck.. Ck.. Aku merasa akhir akhir ini kau menjadi pria tukang menggombal. Apakah ini adalah dirimu yang sebenarnya.? " Ucap Yara dengan lirikan.


" Tentu saja bukan, aku hanya begini kepadamu seorang. Kau tahu, mungkin ini adalah sifat alamiah seseorang yang akan di tunjukan kepada orang yang di sayanginya, semacam naluri." Ucap Ethan.


" Terserah kau saja." Ucap Yara akhirnya.


" Jadi bagaimana? Apakah kamu sudah mulai menyukaiku? Dan jatuh cinta padaku?." Tanya Ethan lagi.


" Mana ada orang yang akan jatuh cinta dalam kurun waktu satu hari.. Astaga." Ucap Yara menepuk kening.


" Ada, aku.. " Ucap Ethan.


...TO BE CONTINUED... ...

__ADS_1


__ADS_2