
Akhirnya mobil itu telah sampai di sebuah gedung hotel mewah ternama. Ryu , Yara dan Ethan turun dari mobil dan memasuki hotel itu. Rupanya di dalam loby sudah ada asisten Huang Yu yang menunggu mereka.
" Selamat sore, saya Frank, asisten tuan besar Huang. Lama tidak bertemu tuan muda Yuka." Ucap Frank.
Sebenanya Frank sudah mengetahui alasan Huang Yu datang ke tanah air. Tujuan nya adalah untuk menafsirkan kutukan yang ada di tubuh Yara. Dan apa yang menjadi bayaran nya itu adalah sesuatu yang sangat sulit di dapatkan. Yaitu ginseng berusia ratusan tahun yang Ryu simpan di kediaman nya sebagai koleksi.
" Senang bertemu dengan anda lagi, asisten Frank." Ucap Yara.
Frank menatap Ethan, bukan nya tidak mengenal Ethan, hanya saja dia bingung mengapa ada Ethan juga disana.
" Dia ikut bersamaku, tidak apa apa." Ucap Ryu.
" Baik.. Mari ikut saya, tuan Huang sudah menunggu anda semua." Ucap Frank.
Mereka pun menaiki lift menuju kamar Huang Yu. Sesamoainya di kamar Huang Yu, Huang Yu terkejut, melihat Ethan ada disana.
" Kau.. Cucu Jhon Dominique.?" Ucap Huang Yu.
" Benar, saya Ethan Dominique, salam kenal." Ucap Ethan.
Ethan kurang lebih sudah tahu siapa Huang Yu ini. Jadi tidak begitu terkejut ataupun heran.
" Pak tua Huang, tolong kau lihat kondisi adikku, lakukan apapun yang bisa di lakukan. Selama itu tidak mustahil, aku akan berusaha memenuhinya." Ucap Ryu.
" Ahahahah.. Tuan muda tidak oerlu begitu sungkan. Aku juga bukan Tuhan yang menentukan kehidupan nona.." Ucap Huang Yu.
Saat ini Yara duduk di hadapan Huang Yu. Huang Yu melihat banyak oerubahan pada Yara. Chi nya, warna matanya, rambutnya, juga kulitnya Yara memiliki banyak perubahan.
Huang Yu teringat dengan satu kejadian yang sama percis, yang di alami oleh sahabatnya dulu. Sahabatnya menderita penyakit dengan ciri ciri seperti Yara, Bedanya sahabatnya itu meninggal sebelum Huang Yu berhasil mencarikan obat untuk nya.
" Ini.. sejak kapan rambut nona berubah warna.?" Tanya Huang Yu.
Yara mengingat ingat, itu dimulai sejak setengah bulan yang lalu.
" Sekitar setengah bulan yang lalu." Ucap Yara.
Huang Yu terkejut, itu sudah cukup lama.. Dan hebatnya Yara masih hidup.
" Seumur hidup aku mencari tahu, sebenarnya apa nama penyakit ini, rupanya ini bukan penyakit, tetapi kutukan." Ucap Huang Yu.
" Jadi adikku benar benar di kutuk.?" Tanya Ryu.
__ADS_1
" Kemungkinan besar iya. Saya memiliki seorang sahabat dulu. Dia menggali sebuah makam kuno dan menemukan sebuah segel kuno. Lalu sebulan setelahnya ia mengalami gejala yang sama seperti yang nona alami. Bedanya, dia meninggal setelah satu minggu mengalami gejala itu." Ucap Huang Yu.
" Tapi aku tidak merasakan apapun.. Aku merasa sehat sehat saja, hanya saja fisik ku yang berubah. " Ucap Yara.
" Saya masih belum mengerti, Nona.. lebih baik nona datang ke tempat asal nona mendapatkan kutukan ini." Ucap Huang Yu.
" Masalahnya kutukan ini adalah dadi kakek ku, dan dia sudah meninggal. Dari mana dia mendapatkan segel itu juga aku tidak tahu." Ucap Yara.
" Kakekku pasti tahu, aku akan menghubunginya." Ucap Ethan.
Ethan menghubungi sang kakek, ia menceritakan kondisi yang dialami Yara, dan John begitu menyesali semua perbuatan ia dan semua teman nya dulu. John memberi tahu Ethan, bahwa hanya Kakek kandung Yara yang tahu dari mana segel itu berasal.
" Buntu... " Ucap Ethan.
" Adik, mari kita pergi ke Negara Y, kutukan itu berasal dari sana. Kita mungkin bisa mendapatkan jawaban." Ucap Ryu.
Yara menatap Ethan, begitu juga sebaliknya.
" Pergilah... Aku akan menunggumu kembali." Ucap Ethan.
Ethan tidak bisa meninggalakn tanah air begitu saja. Bagaimanapun dia memegang banyak perusahaan , dan tidak bisa begitu saja meninggalkan Tanah air.
" Ulang tahun Yara tinggal dua hari lagi, Kita tidak punya banyak waktu, Adik.. Malam ini kita harus terbang ke Negara Y. " Ucap Ryu.
Yara mengangguk, dalam hatinya dia takut.. Takut jika ia tidak bisa mematahman kutukan itu, tetapi kemudian ia berfikir. Bagus juga jika dirinya berada di Negara Y, maka jika kutukan itu membunuhnya, ia akan dengan tenang meninggalakan dunia tanpa harus melihat orang orang terkasihnya sedih.
..........
Ethan , Yara , dan Ryu tengah berada di landasan udara bandara International. Ethan mengantar kepergian Yara nya dengan rasa sedih yang dalam. Setelah mereka kembali dari hotel tempat Huang Yu menginap, mereka lanngsung menuju ke bandara International untuk melakukan penerbangan.
" Jangan sedih.." Ucap Yara.
Ethan tidak bisa lagi menyembunyikan rasa takutnya. Ia memeluk Yara dengan teramat sangat Erat.
" Kembalilah dengan baik baik saja, berjanjilah.." Ucap Ethan.
Yara hanya diam.. Bagaimanapun dia tidak bisa berjanji akan hal yang belum bisa ia pastikan. Apa lagi, ini ada hubungan nya dengan nyawa nya.
" Yara.. Aku mencintaimu, sangat.. " Ucap Ethan.
Ethan mencium kening Yara cukup lama, rasanya ia enggan melepaskan Yara. Tapi demi kebaikan Yara juga agar Yara segera terbebas dari kutukan itu, ia harus merelakan Yara pergi.
__ADS_1
" Jika sesuatu.."
" Tidak, jangan katakan sesuatu yang mengarah ke perpisahan. Kita tidak akan berpisah, Aku akan menunggumu disini, dan kamu akan kembali padaku." Ucap Ethan menghentikan ucapan Yara.
" Aku harus mengatakan ini, Jika Yara berhasil mematahkan kutukan itu.. Dia tidak akan langsung kembali padamu. Ayah dan ibu kami sangat menantikan hari dimana kami semua akan berkumpul bersama. Jika Yara berhasil, maka untuk sementara waktu Yara akan tinggal dengan ayah dan ibu kami. Apakah kamu keberatan.??" Ucap Ryu.
" Kakak.. " Ucap Yara..
" Adik, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Hati manusia bisa berubah ubah.. Lagi pula apakah kamu tidak ingin tinggal dengan ayah dan ibu.??" Ucap Ryu.
" Tentu saja aku ingin, tapi aku tidak bisa berjanji apapun.. aku belum tentu bisa hidup setelah ini.." Ucap Yara.
" Percaya kepada Tuhan.. Dia tidak akan membiarkan umatnya menderita sendirian. Yara.. Kakak yakin kamu bisa melewatinya, dan kembali menjalani hidup seperti sediakala.." Ucap Ryu.
" Kakakmu benar sayang.. Kamu pasti bisa melewatinya. Dan aku tidak keberatan jika memang kamu akan tinggal dengan paman dan bibi.. Mereka pasti merindukan mu." Ucap Ethan.
" Nayara Valerie Maxwell, aku berjanji.. Aku akan tetap setia menunggumu hingga kamu kembali padaku." Ucap Ethan dengan memegang kedua pipi Yara.
" Dua tahun.. Kau dilarang menghubunginya selama dua tahun. " Ucap Ryuchie.
" Kakak.. "
Baik Yara maupun Ethan sama sama terkejut, bagaimana bisa mereka tidak saling memberi kabar selama itu.
" Aku menguji kesetiaan mu Ethan Dominique, Hingga hari itu tiba dan kamu masih setia menunggu Yara, maka aku memberikan 100 persen restuku." Ucap Ryu.
" Aku pasti akan setia menunggu Yara kembali kak." Ucap Ethan.
Padahal usia Ethan lebih dewasa, bahkan terpaut jauh. tetapi Ethan tetap harus menghormati sang calon kakak iparnya itu.
" Kakak, dua tahun itu lama sekali.." Ucap Yara .
" Kamu tidak akan merasakan nya adik, kamu juga harus mengejar ketertinggalanmu dalam pendidikan. Meskipun kakak tidak meragukan kepintaranmu, tetapi status sosial itu penting." Ucap Ryu.
" Sayang, dengar.. Jangan takut.. Percayalah kamu bisa melewatinya.. Kita bisa melewatinya. Aku akan menunggumu.." Ucap Ethan.
Yara tersenyum, lalu mengangguk. Akhirnya Yara memasuki pesawat pribadinya, pesawat milik keluarga Maxwell . Ethan melambaikan tangan nya kearah Yara hingga Yara hilang di balik pintu pesawat. Bahkan sampai pesawat itu lepas landas, Ethan masih berdiri mematung di tengah landasan pesawat itu.
' Yara.. Jika takdir mengatakan kamu harus pergi, maka aku akan ikut pergi denganmu. Kembalilah segera, aku menunggumu disini. Aku berjanji, setelah kamu kembali, maka aku akan menikahimu.' Batin Ethan bermonolog.
...TO BE CONTINUED......
__ADS_1