
Vaye duduk di sebuah meja dimana tidak ada orang lain disana. Semua orang sedang sibuk, dengan urusan mereka dan Vaye lelah menghadapi semua tamu yang terus mencecar pertanyaan pertanyaan padanya, alhasil dia bersembunyi dengan duduk di sudut meja.
" Halo.." Ujar sebuah suara yang tidak asing.
' Astaga, aku lelah.. Tidak bisakah jangan ganggu istirahatku.' Batin Vaye kesal.
Timothy menghampiri Vaye, dan duduk satu meja dengan Vaye.
" Kamu kenapa sendirian disini?" Tanya Timothy. Namun Vaye hanya menatap datar Timothy.
Ketika melihat Timothy yang di perkenalkan pada dunia sebagai anak Prasetya, entah mengapa Vaye menjadi ikut kesal. Ia jadi teringat dengan Nicholas yang di lupakan oleh ayahnya sendiri, dan kini Vaye menjadi kesal juga dengan Timothy.
' Sebagai sodara, dia tidak hanya tidak menengahi ayahnya dengan Nicholas, tapi dia diam seolah dia adalah pihak yang paling benar. ' Batin Vaye.
' Haish!! Mengapa aku menjadi begitu kesal dengan Timothy, padahal aku tidak ingin bermusuhan dengan siapapun.' Batin Vaye.
" Valleria, apakah ada sesuatu di wajahku?" Tanya Timothy, karena sejak tadi Vaye hanya memandangi wajahnya saja.
" Tidak ada.. Ada apa?" Tanya Vaye datar.
" Oh, tidak.. apakah aku mengganggumu?" Tanya Timothy.
Timothy tidak mengenali Valleria di hadapannya ini adalah Vaye, karena penampilan Vaye sudah berubah kembali seperti dulu sebelum ke Indonesia.
" Tidak." Ujar Vaye.
" Valleria, kamu sekolah dimana?" Tanya Timothy.
' Apakah dia selalu mudah bergaul dengan orang asing? Tapi anak anak di sekolah mengatakan bahwa Timothy anak yang pendiam dan tidak mudah di dekati gadis.' Batin Vaye.
" Sudah lulus, tahun lalu." Ujar Vaye.
" Wah, benarkah?? kamu hebat sekali. Lalu kamu kuliah dimana?" Tanya Timothy.
" Aku tidak kuliah, masih ingin diam di rumah." Ujar Vaye.
" Oh, begitu." Ujar Timothy.
Tiba tiba Nathan datang membawa segelas jus untuk Vaye, ia pun duduk di sebelah Vaye.
" Apakah kau mengenal adiku?" Tanya Nathan.
" Oh, tidak.." Ujar Timothy dengan senyum tidak enak nya.
" Adikku lelah, dia sedang ingin beristirahat." Ujar Nathan, mengusir Timothy secara halus.
__ADS_1
" Oh, baik.. kalau begitu aku permisi. Valleria, maaf karena sudah mengganggu istirahatmu." Ujar Timothy, dan Vaye hanya mengangguk.
Setelah Timothy pergi, Nathan merubah mode wajahnya yang sebelumnya tegas menjadi tengil.
" Adik, siapa dia??" Tanya Nathan.
" Haih.. Padahal kakak yang bilang aku butuh istirahat." Ujar Vaye.
" Kakak penasaran, apakah dia teman kelasmu??" Tanya Nathan.
" Hm.." Sahut Vaye singkat.
" Tapi kamu terlihat tidak menyukainya." Ujar Nathan.
Vaye memutar tubuhnya menghadap Nathan, dia ingin bercerita pada kakaknya tapi.. Apakah boleh?? Dia sangat kesal sekali saat ini.
" Aku tidak bermaksud membencinya, hanya saja.." Ujar Vaye.
Vaye pun menceritakan perihal siapa itu Timothy dan tentang Timothy, yang berakhir dirinya akhirnya menceritakan tentang Nicholas yang tidak di ajak Pras dan hanya mengajak Timothy.
Vaye memberi tahu Nathan bahwa Nicholas bahkan sampai mengalami trauma berat dan hampir bunuh diri. Nathan yang mendengarnya menjadi ikut kesal, entah apakah karena mereka kembar jadi perasaan mereka sama, atau apa.
Tapi mendengar Vaye bercerita, ia menjadi tidak menyangka ada ayah yang begitu kejamnya selain kakeknya dari pihak Ethan yaitu Ronald Dominique.
Ya, meskipun Ethan dan Yara tidak pernah bercerita tentang kepahitan masalalu mereka, tapi ketiga anaknya itu sudah mengetahuinya sejak mereka kecil.
" Tapi aku tidak ingin memusuhi siapapun, kak" Ujar Vaye.
" Kalau begitu cukup diamkan saja dirinya." Ujar Nathan.
Hingga akhirnya acara ulang tahun pun berkhir, Vaye sudah kembali bergabung bersama orang tuanya.
" Selamat ulang tahun twins." Ujar Rayson.
" Terimakssih paman." Ujar Vaye.
" Kamu bohong pada paman, katamu kamu mau mengunjungi bibimu." Ujar Rayson.
Rayson telah menikah, dan sudah memiliki putra berusia 8 tahun. Siapa yang menyangka mantan tangan kanan BLOOD itu akhirnya bisa menikah juga.
" Hehe.. maaf paman, Vaye lupa, dimana bibi??" Tanya Vaye.
" Bibimu sedang menidurkan Rasya." Ujar Rayson. Rasya adalah nama anak Rayson.
" Akhirnya kita berkumpul lagi." Ujar Bara.
__ADS_1
" Ini karena tuan putri kita berulang tahun." Ujar Jilian.
" Paman, aku juga ulang tahun, lho.. Paman tidak lupa bahwa Vaye tidak lahir sendirian bukan?" Ujar Nathan, dan semua orang tertawa.
" Kamu bukan kembaran Vaye, kamu kembaran pamanmu, Ryuchie." Ujar Jilian, dan tawa mereka semakin menjadi.
" Ya kali aku berusia sangat tua." Ujar Nathan.
" Paman tidak tua lho.. Dari semua orang disini, paman terlihat paling muda." Ujar Ryuchie yang muncul.
" Ya.. ya.. Si paling awet muda, seperti vampir." Ujar Nathan.
Akhirnya mereka semua pun bubar setelah lama mengobrol dan saling bercerita. Vaye pun masuk ke kamar hotel, ia tidak pulang karena Ethan mengatakan untuk menginap di hotel itu malam itu.
" Ahhh... Lelahnya." Gumam Vaye.
Ia melemparkan dirinya ke ranjang dan menghela nafas. Jam sudah menunjukan pukul 11 malam waktu setempat. Ia membuka ponselnya dan melihat begitu banyak pesan masuk beruoa ucapan selamat ulang tahun dari teman teman lamanya.
Dari begitu banyaknya pesan, Vaye hanya terfokus pada satu pesan dari Nicholas.
" Astaga anak ini, sedang dimana dia." Gumamnya ketika melihat foto yang Nicholas kirimkan.
Di foto itu, terlihat Nicholas yang ber selfie sedang berada di bawah air terjun bersama se ekor anjing besar dengan caption Mendinginkan kepala.
" Apakah dia tahu bahwa Timothy diajak pergi oleh ayahnya?" Gumam Vaye.
Sementara itu, Nicholas sendiri kini sudah berada di atas ATV nya, ia sudah selesai dengan kegiatannya bermain di bawah air terjun.
" Joly.. Ayo! "Ucap Nicholas pada anjing besar jenis Barbet itu.
Namun anjing besar bernama Joly itu seakan tidak mau berpisah dengan air. Dia sangat suka bermain di air, dan terus berlari kesana kemari mengajak Nicholas bermain. Dan hal itu membuat Nicholas terkekeh.
" Kau tidak mau keluar dari air? Kalau begitu tidak ada paha untukmu." Ujar Nicholas.
Seakan tahu apa yang Nicholas katakan, Joly langsung berlari kearah Nicholas dan memanjat paha Nicholas seakan minta maaf, Nicholas pun mengelus bulu lebat Joly itu.
" Anak baik, kamu adalah temanku, aku tidak mungkin marah padamu. Ayo kita pulang, ini sudah siang dan udara sangat panas." Ujar Nicholas.
Anjing besar dengan bulu lebat keriting itu pun langsung naik ke atas motor beroda empat itu. Dan Nicholas pun melajukan ATV nye pergi dari sana dengan Joly yang membonceng di belakang.
Sesampainya ia di pos pemarkiran ATV, ia dan Joly turun kemudian berjalan menuju mobil sportnya yang terparkir. Eemua orang menatap kagum ketika melihat Joly, dia sangat besar..
" Lihat, semua orang menyukaimu, tapi tidak ada yang menyukaiku.. kecuali Vaye. "Gumamnya, ia pun melesat pergi dari sana dengan mobil sportnya yang ia buka bagian atasnya. Joly duduk dengan anteng dan bulunya berkibar indah di terpa angin.
Nicholas tahu bahwa Timothy pergi bersama Prasetya ke LA, awalnya ia tidak tahu sampai saat Ruth mengatakan padanya bahwa Prasetya akan melakukan perjalanan bulan madu bersama Tamara, dan membawa serta Timothy bersama mereka.
__ADS_1
' Miris.. Aku tidak menyesal memiliki ibu seperti ibuku, tapi aku menyesal menjadi putra dari pria yang tidak ber hati itu.' Batin Nicholas.
TO BE CINTINUED.