
Vaye dan Nicholas menjadi trending topik sekolah. Bagaimana lagi, Yara adalah istri seorang konglomerat Ethan Dominique. Juga berasal dari keluarga Maxwell yang terkenal, jadi foto yang Yara posting itu menjadi begitu meluas.
" Astaga, ini gara gara mommy." Ujar Vaye.
" Sudahlah, tidak apa apa. Jadi mereka semua tahu bahwa aku dan kamu iti adalah sepasang kekasih." Ujar Nicholas.
" Tapi masalahnya semua media jadi meliput foto kita. Mommy sangat jarang memosting foto di media sosial, dia sangat hati hati dalam bertindak. Tapi ini.. Oh my gosh.." Ujar Vaye sambil menepuk keningnya yang tidak pusing.
Nicholas terkekeh sendiri melihat Vaye yang frustasi. Memang Nicholas pun merasakan dampaknya, media sosialnya juga ramai di DM oleh orang orang yang tidak di kenal juga beberapa media berita yang ingin meliput mereka atau sekedar kngin mendapat jawaban konfismasi dari Nicholas.
Tapi sepertinya mereka juga membenarkan kabar itu dengan sendirinya tanpa menunggu konfirmasi dari Nicholas atau Vaye. Karena sosial media milik Nicholas juga menggunakan foto profil Nicholas dengan Vaye saat mereka menghabiskan akhir pekan di pantai.
" Hoi! artis sosial media, woah.. Sudah berapa juta pengikut kalian bertambah. Pasti sudah mengalahkan pejabat negara atau artis papan atas." Ujar Bagas.
" Kepalamu!" Ujar Vaye, dan Nicholas terbahak.
" Galak sekali dia, apa salah makan sesuatu?" Ujar Bagas pada Mark.
" Coba tanyalan pada Vaye." Ujar Mark.
" Tidak mau, galak. Nicholas, kau sangat terkenal sekarang, huh.." Ujar Bagas.
" Kepalamu." Ujar Nicholas juga.
" Ish! Pasangan satu ini, kompak tiada tara." Ujar Bagas.
Hingga akhirnya mereka masuk ke kelas. Vaye menjadi pusat perhatian di sekolah, jika sebelumnya dia menjadi pusat perhatian karena kecantikan nya, maka kali ini karena kabar di sosial media itu.
' Astaga, mommy.. Lihatlah apa yang sudah mommy lakukan.' Batin Vaye.
Bahkan hingga sekolah selesai, Banyak wartawan yang sudah siap menunggu Vaye dan Nicholas di gerbang luar sekolah. Padahal sekolah itu adalah sekolah elit yang keamanan privasi murid murid nya terjaga dan terjamin.
" Nicholas, Vaye.. Ikut paman." Ujar Jilian.
Nicholas menghandeng tangan Vaye dan memecah keramaian untuk berjalan bersama Jilian. Jilian membawa Nicholas ke kantor untuk mengamankan keduanya.
" Kalian sekarang sudah seperti artis papan atas huh? Sangat terkenal." Ujar Jilian.
" Paman.." Rengek Vaye.
__ADS_1
" Hahaha.. Sudah, tunggu disini dulu, paman sedang memanggil orang orang paman untuk mengawal kalian pulang." Ujar Jilian.
" Apakah kami tidak bisa bersekolah dengan nayaman, paman? Vaye masih ingin menempuh pendidikan dengan baik disini." Ujar Vaye.
" Jangan sedih, mereka juga tidak bisa masuk kemari. Mereka hanya di luar gerbang sekolah. Tapi mungkin mulai sekarang kalian harus datang di kawal oleh pengawal khusus. " Ujar Jilian.
" Haih, kita sudah tidab bebas lagi." Ujar Vaye.
" Ini hanya sementara sayang, jika mereka sudah mendapatkan bahan berita lain, mereka juga akan pergi sengan sendirinya." Ujar Nicholas.
" Ya, Nicholas benar. Itulah wartawan, pekerjaan mereka mencari berita dan gosip." Ujar Jilian.
Akhirnya para pengawal yang akan mengawal Vaye dan Nicholas pulang sudah datang. Vaye dan Nicholas pun masuk kedalam mobil khusus yang di persiapkan untuk menhamin keamanan mereka.
Mobil itu di desain khusus anti peluru, dan dari luar tidak terlihat sama sekali ada manusia di dalamnya, karena kaca itu berwarna sangat gelap. Jadi mereka tidak perlu khawatir akan ter potret oleh wartawan.
" Apakah begini rasanya jadi presiden?" Ujar Nicholas, dan Vaye terkekeh.
" Mungkin." Ujar Vaye.
Mereka pun di kawal pulang oleh ajudan pribadi dan beberapa pengawal pribadi dengan badan yang kekar kekar.
Mereka tidak lagi bisa bebas bergerak kemanapun karena kemana lun mereka pergi, mereka akan di kenali.
Hingga akhirnya Hari pernikahan Nely dan Abraham yang di tunggu pun tiba.
Di sebuah gedung hotel mewah..
Sebuah pesta megah sedang di gelar, yaitu pesta pernikahan Nely dan Abraham. Nely terlihat sangat cantik dengan gaun pink pastel nya. Jika pada umumnya pernikahan menggunakan gaun putih, maka tidak dengan Nely.
Nely ingin pernikahan nya itu berbeda dengan pernikahan pertamanya bersama Pras. Ia ingin memulai hidup barunya dengan nuansa baru.
Meskipun itu adalah pernikahan kedua Nely di usia yang sudah tidak lagi muda, tapi Abraham ingin agar pernikahan nya di saksikan seluruh dunia. Bahwa dokter hebat itu kini sudah melabuhkan hatinya pada wanita berhati malaikat.
" Wah.. Nyonya Nely terlihat sangat cantik, dia menolak tua." Ujar seorang tamu.
" Ya, sayang sekali tuan Pras justru buta. Bagaimana bisa dia menyelingkuhi nyonya Nely yang jelas sangat cantik." Ujar tamu yang lain.
Abraham juga ingin memperkenalkan pada dunia, bahwa Nely adalah istrinya yang sangat ia cintai. Dan kini terlihatlah Nely yang sudah cantik berjalan dengan Jilian sebagai pengantar pengantin perempuan.
__ADS_1
" Bukankah itu Chef Jilian? Dia menjadi wali pengantin.. Apakah nyonya Nely adalah keluarga Chef Jilian?" Ujar Para tamu.
Tentu saja semua tamu langsung heboh, siapa yang tidak mengenal Jilian, pria sukses yang juga adalah seorang Chef terkenal. Mereka bertanya tanya apa gerangan yang terjadi.
Nely berjalan dengan anggun nya, dan Vaye.. Mengalunkan sebuah lagu romantis dengan Biola di tangan nya. Semua orang hanyat dengan permainan Biola Vaye yang indah dengan iringan Nely yang berjalan menuju kearah Abraham.
" Aku serahkan adiku kepadamu, jaga dia dengan baik.. Cintai dia dan jangan sakiti dia. Jika sekiranya kau sudah tidak mencintai dia lagi, kembalikan dia padakau apapun kondisinya." Ujar Jilian sebelum menyerahkan tangan Nely pada Abraham.
" Saya pastikan itu tidak akan terjadi." Ujar Abraham. Barulah Jilian menyerahkan tangan Nely dan menyatukannya dengan tangan Abraham.
" Berbahagialah kalian berdua." Ujar Jilian, Nely tak bisa lagi mengondisikan air matanya.
Dulu Nely menikah dengan Pras dengan cara yang salah, dan tanpa restu orang tuanya. Kini dia menikah dengan Abraham dan Jilian yang mengantarkan nya ke altar pernikahan.
" Terimakasih, kak." Ujar Nely.
" Jangan menangis, berbahagialah.." Ujar Jilian.
Dan keduanya pun menghadap ke arah pendeta yang sudah berdiri disana untuk mengikatkan kedua insan yang belum terikat dengan tali pernikahan itu untuk menjadi satu dalam pernikahan yang sakral.
Pendeta pun akhirnya menuntun kedua mempelai itu untuk mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Nicholas yang menyaksikan ibunya menikah pun meneteskan air matanya.
" Ibumu akan bahagia." Ujar Rayson.
Ya, Rayson juga ada disana. Bukan hanya Rayson.. Ethan, Yara, Sean dan Bara juga ada di sana. Hingga akhirnya kedua mempelai pengantin itu telah resmi menjadi pasangan yang sudah resmi dan sah.
Nicholas bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Vaye yang kemudian keduanya berjalan menuju Nely dan Abraham.
" Mama, semoga mama bahagia bersama dokter Abraham." Ujar Nicholas, sambil berkaca kaca.
" Eit, kok masih panggil Dokter saja? Panggil papa mulai sekarang." Ujar Abraham, dan Nicholas terkekeh dalam tangisnya.
Nicholas memeluk Abraham yang kini telah menjadi papa sambungnya, Nely berkaca kaca melihat dua pria yang ia sayangi itu sangat akrab.
" Ibu, selemat atas pernikahan ibu dan paman Abraham. " Ujar Vaye.
" Terimakasih sayang, kamu cantik sekali." Ujar Nely.
Ethan dan Yara juga naik keatas untuk memberikan selamat pada pasangan itu. Dan semua media langsung mengabadikan momen itu.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..