Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 108. Perang perasaan.


__ADS_3

Yara terkejut melihat Ronald yang menodongkan senjatanya kearah Ethan tanpa sedikitpun keraguan.


' Mengapa ada pria yang begitu bejat seperti dirinya.' Batin Yara bermonolog.


" Kau mau membunuhku?? Silahkan." Ucap Ethan.


Yara yang melihat itu menjadi kasihan kepada Ethan. Bagaimana tidak, Ethan adalah korban disini tetapi ayahnya sendiri begitu egois melemparkan semua kesalahan kepada Ethan.


" Tetapi ingatlah satu hal.. Setelah aku mati, maka hidupmu pun tidak akan bahagia. Seluruh keluarga Dominique, akan hancur. Kristin yang kau cintai itu juga kemungkinan saat ini sudah mati." Ucap Ethan lagi.


DOR.!!


" AARGH.!"


Jeritan suara Ethan.


Ronald, dengan tega menembak bahu kiri Ethan.


Sungguh tidak ada sedikitpun tatapan kasih ataupun keraguan di mata Ronald.


" Itu baru bahumu, sedikit lagi mungkin akan mengenai jantungmu. Sekali lagi aku katakan, dimana Kristin." Ucap Ronald.


Yara bardiri dan berjalan dengan tatapan dingin, kedua tangan nya mengulurkan pistol lalu berkata.


" Istrimu ada di tangan ku.!" Ucap Dingin Yara.


DOR.!


DOR.!


DOR.!


Yara menembaki orang orang orang yang berdiri di dekat Ronald dan mereka tewas seketika. Kini hanya tinggal Ethan, Yara dan Ronald.


' Yara.. Dia Yara atau kembaran Yara.?' Ucap Ethan dalam hati.


Ronald terkejut, orang orang yang ia bawa tewas begitu saja.


" Kurang ajar.!! Siapa kau.?!!" Ucap Ronald sembari menodongkan pistol kearah Yara.


" Yuka Andrea Loo." Ucap Yara.


Yara menggunakan maskernya kembali, agar tidak di kenali Ronald. Bagaimana pun dulu Yara selalu berada di sisi Ethan selama dirinys menjadi Y.


" Tuan muda kedua Loo, mengapa anda ikut campur urusan ku dan puteraku." Ucap Ronald.


" Salah, kau salah bicara tuan. Seharusnya aku yang berkata begitu. Mengapa anda ikut campur dengan perang ini.? Anda tahu, anda bisa saja saya tembak mati saat ini juga.?" Ucap Yara.


" Saya hanya sedang bertanya kepada puteraku tentang.."


" Keberadaan istrimu.? " Ucap Yara memotong perkataan Ronald.


" Seperti yang saya katakan, dia ada ditanganku. Dan benar apa yang di katakan Tuan Ethan, mungkin dia sudah mati, atau sekarat. Dia terlalu kejam sebagai manusia, terlalu serakah, egois. Dia tidak pantas hidup." Ucap Yara dengan mata dingin nya.

__ADS_1


" Jangan anda berbicara seperti itu tentang nya tuan muda kedua Loo, anda tidak tahu apapun tentang keluarga kami." Ucap Ronald menahan amarah .


" Tentang apa.? Tentang anda yang berselingkuh lalu tidak bisa menangani kesalahan yang anda buat.? Tentang anda yang menyalahkan korban dari perselingkuhan anda sebagai biang masalah hidup anda.? Anda tahu tuan? Anda adakah pria yang sangat buruk." Ucap Yara.


" Tuan muda kedua Loo, jaga bicara anda atau.. "


" Atau apa.? Boleh aku bertanya Tuan Ronald Dominique.? Jika anda benar peduli dengan istri anda mengapa baru sekarang anda mencarinya.? Kemana anda selama ini.? Oh... Atau.. Setelah anda mengetahui bahwa istei anda itu adalah ketua mafia yang kuat jadi anda mencarinya kembali untuk melawan tuan Ethan? Apakah tebakan ku benar.??" Ucap Yara.


Ronald terkejut, rupanya motifnya bisa dengan mudah di ketahui Yara. Sementara Ethan sendiri lebih terkejut, mengapa ia tidak menyadari itu. Ia tidak menyadari alasan yang begitu masuk akal itu. Selama ini Ronald terlihat tidak peduli dengan hilangnya Kristin, ia menjalani hidupnya seperti tanpa beban sedikitpun.


Namun setelah keberadaan Kristin diketahui dan lebih tidak menyangka nya lagi Kristin adalah ketua mafia yang kuat di negara Y juga meng akui sisi Mahkota berduri.


" Tuan Ronald? Apakah aku benar.?" Ucap Yara lagi.


" Apapun alasanku, aku tidak harus menjelaskan nya kepadamu bukan tuan muda kedua Loo.? Sekarang beri tahu aku, dimana Kristin atau saya tidak akan segan lagi kepada mu." Ucap Ronald.


" Maka lakukanlah..." Ucap Yara .


" Yuka.!! " Teriak Ethan keberatan.


" Lakukanlah, kau berani tuan Ronald.??" Ucap Yara.


" Baik, Jika itu keinginanmu. Apakah ada kata kata terakhir tuan muda kedua Loo.?? " Ucap Ronald.


" Sampai jumpa di neraka tuan Ronald." Ucap Yara.


" Yuka.!! Kau gila.?" Ucap Ethan, Ethan berusaha melepaskan ikatan di tangan nya, namun pergerakan nya terbatas karena bahunya tertembak.


Ronald mengarahkan senjata apinya kearah Yara, ia sedikit ragu untuk menembak Yara, bagaimanapun Yara anggota kekuarga Loo, keluarga yang juga sama kuatnya dengan Dominique.


Dengan gerakan cepat Yara menendang senjata api milik Ronald hingga terpental jauh, dan dengan gerakan cepat Yara menendang Ronald hingga tersungkur di lantai. Dan disaat bersamaan, Rayson datang.


" Ethan, kau tidak apa apa." Ucap Rayson langsung membuka ikatan di tangan Ethan.


" Bantu dia." Ucap Ethan.


" Aku lepaskan dulu ikatanmu, kau juga tertembak." Ucap Rayson.


Yara berjalan mendekat kearah Ronald, dengan gerakan pelan Ronald mundur menjauhi Yara.


" Apakah ada kata kata terakhir tuan Ronald.?" Ucap Yara.


Ethan terkejut mendengarnya, walau ia membenci ayahnya tapi ia tidak pernah sedikitpun berpikiran untuk membunuhnya.


" Tuan muda kedua Loo, jika anda membunuh saya maka anda akan.."


BUGH.!!


Yara memukul leher Ronald dengan gerakan cepat, dan Ronald pun pingsan tak sadarkan diri.


" Hufft.." Suara Yara menghela nafas.


Yara berjakan menghampiri Ethan.

__ADS_1


" Kamu tidak apa apa.?" Tanya Yara sembari membuka maskernya.


Seketika timbul senyum di bibir Ethan.


" Yara.. " Ucap Ethan dengan segera ia bangun dan memeluk Yara.


"Hei.. Tenang bro, sabar.. Kau tertembak saat ini, simpan tenagamu untuk nanti." Ucap Rayson yang merasa menjadi nyamuk.


" Terimakasih.." Ucap Ethan lirih.


" Untuk apa.?" Tanya Yara bingung.


" Terimakasih karena kamu baik baik saja." Ucap Ethan lalu tak sadarkan diri.


" Ethan.!!" Ucap Yara.


" Dia kehilanagan banyak darah, aku akan memanggil bala bantuan. Kau tunggu disini oke." Ucap Rayson.


Yara mengangguk, lalu Rayson pun pergi meninggalkan mereka. Namun setelah Rayson pergi, tim GHOST sampai disana.


" Nona, anda tidak apa apa.?" Ucap Ralf.


" Ralf, tolong dia,dia tertembak." Ucap Yara panik.


" Baik nona, Helikopter ada di atap, mari ikut saya nona." Ucap Ralf.


Ralf menggendong Ethan, dan Yara pun berjalan di belakang mereka.


" Bawa dia, dia juga musuh kita." Ucap Yara pada anak buahnya sembari menunjuk Ronald.


" Baik nona."


Mereka sampai di atap, Ryu yang melihat adiknya pun langsung berlari dan memeluk Yara.


" Adik, kamu baik baik saja.? Apa kamu terluka.?" Ucap Ryu sambil memeriksa tubuh adiknya.


" Aku baik baik saja kakak. Kita harus segera pergi, Ethan tertembak." Ucap Yara.


" Baiklah, ayo." Ucap Ryu.


" Katakan pada BLOOD, Ketua mereka baik baik saja bersama Yara." Ucap Ryu pada anak buahnya.


Mereka pun mengudara dan pergi dari sana.


" Bagaimana dengan yang lain kak? Dan mahkota berduri.?" Tanya Yara.


" Mereka sudah musnah, tidak ada yang tersisa, sekarang kita tinggal menunggu kabar dari si tangan kiri tentang keadaan disana." Ucap Ryu.


" Yara... " Ethan bersuara.


DEG.!!


DEG.!!.

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2