Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. KE PANTAI.


__ADS_3

Ke esokan harinya..


Nicholas datang ke showroom nya, untuk mengecek kondisi disana. Dan ya.. sudah banyak mobil sport yang terparkir disana karena sang paman, Jilian ikut berinfestasi dan mendukung keponakan satu satunya itu.


" Halo, tuan muda." Ujar salah seorang karyawan Showroom.


" Ya, apakah pamanku sudah datang kemari?" Tanya Nicholas.


" Belum tuan muda, paman anda belum datang. Oh, ya tuan muda, kemarin salah satu karyawan baru mengatakan bahwa ada seorang pria yang mencari anda. Dan menanyakan alamat rumah anda." Ujar pria itu.


" Siapa?" Tanya Nicholas.


" Saya juga tidak tahu, karena dia tidak memberikan nama. " Ujar pria itu lagi.


' Apakah pria itu? ( Pras ) mau apa dia mencariku.' Batin Nicholas.


" Ya sudah, tidak penting. Jika ada yang bertanya alamat rumahku jangan beritahukan, jika orang itu tidak pernah terlihat bersamaku." Ujar Nicholas.


" Baik tuan muda." Ucap pria itu.


Nicholas masuk kedalam showroom nya dan tak lama Jilian datang.


" Halo tuan, tuan muda sudah ada di dalam." Ujar pria yang sebelumnya berbicara dengan Nicholas.


" Baik, terimakasih." Ujar Jilian.


" Halo paman." Ucap Nicholas.


" Bagaimana? Apakah begini sudah cukup??" Tanya Jilian.


" Cukup paman, lebih dari cukup. Besok mungkin akan ramai oleh pengunjung." Ujar Nicholas.


Tentu saja, apalagi showroom Nicholas itu juga sekaligus bengkel khusus mobil Sport, sudah pasti banyak anak muda yang akan datang kesana.


" Anak buah paman mengatakan kamu pergi ke kota B, apalah benar?" Tanya Jilian.


" Ya, apa yang bisa aku sembunyikan dari paman." Ujar Nicholas sambil terkekeh.


" Tapi anak buah paman tidak bisa menjangkau lebih rinci apa yang kau lakukan." Ujar Jilian.


" Hmm.. semalam aku bertemu paman Ryuchie. " Ujar Nicholas.


" Ha, Kau bertemu Ryuchie? Apa yang kalian lakukan di kota B?" Tanya Jilian khawatir.


Bagaimana pun Ryuchie adalah pemimpin mafia GHOST, meskipun Ryu sudah mengakui Jilian sebagai kakak tapi tetap saja Jilian khawatir.


" Hanya menjalankan seleksi apakah aku layak atau tidak menjadi kekasih Vaye. " Ujar Nicholas.


" Laki laki itu memang lain dari yang lain, dulu Ethan pun dia persulit. Lalu bagaimana?" Tanya Jilian.


" Tidak apa apa, sepertinya aku di terima tapi paman Ryu tidak mengatakan apapun. " Ujar Nicholas sambil terkekeh.


Jilian mengangguk, dan mulailah mereka mengelilingi showroom itu bersama sama. Hingga akhirnya waktu berlalu dan kini keduanya sudah berada di pintu keluar.


" Hati hati di jalan, paman." Ujar Nicholas.

__ADS_1


Nicholas mengantar Jilian hingga di pintu keluar showroom.


" Hm.. Selamat bersenang senang dengan Vaye. " Ujar Jilian sambil terkekeh.


Ya, Nicholas sudah memiliki janji dengan Vaye untuk pergi jalan bersama. Setelah Jilian pergi dengan mobilnya, Nicholas pun juga ikut pergi dari sana dengan mobilnya.


Dan tak lama dia sampai di depan loby apartemen Vaye, dimana Vaye sudah menunggunya di sana. Vaye langsung tersenyum sumringah ketika melihat mobil Nicholas, dia pun langsung lari menghampriri Nicholas.


" Halo, sayang." Ujar Nicholas ketika Vaye sudah masuk kedalam mobil.


" Halo.." Sahut Vaye.


" Apakah kamu lama menungguku?" Tanya Nicholas.


" Tidak, hanya sekitar 10 menit." Ujar Vaye.


" Kita ke mall dulu, ya? Beli keperluan kita untuk ke pantai." Ujar Nicholas, dan Vaye mengacungkan jempolnya.


Dan keduanya pun pergi dari sana, mereka berencana mengunjungi pantai bersama. Ada sebuah wisata baru yang menyuguhkan pemandangan pantai yang indah dengan alam terbuka.


Setelah mendatangi toko khusus pakaian pantai, mereka pun pergi ke pantai. Sepanjang perjalanan itu, Vaye dan Nicholas bersenda gurau bersama. Hingga keduanya sampai di pintu masuk wisata yang mereka datangi.


Tak lama mereka berjalan menuju ke tepian pantai dimana saat ini cuaca sangat panas. Vaye menggunakan topi pantainya yang besar dan menggandeng tangan Nicholas.


" Sayang, berdiri di sana biar aku foto." Ujar Nicholas.


" Ok.. " Sahut Vaye.


Vaye menurut berdiri di dekat pantai dengan air laut berwarna biru itu. Rambut perak Vaye berkibar dengan indah , dan tanpa mereka sadari mereka menjadi pusat perhatian. Karena mereka sangat romantis.


Nicholas yang sedang minum sampai menyemburkan air di mulutnya karena terkejut mendengar apa yang fotografer itu bicarakan.


" Apakah kalian mau mrnggunakan jasa foto? Saya akan dengan senang hati menjadi fotografer kalian." Ujar nya lagi.


" Maaf pak, kami masih sekolah.." Ujar Vaye dan tukang foto itu ternganga di buatnya.


" Oh, maaf.. Saya kira kalian pasangan yang sedang berbulan madu. Maaf .. Maaf.." Ujarnya.


" Tidak apa apa.." Ucap Vaye, dan orang itu pergi.


" Hahahaha." Tawa Nicholas pecah karena melihat wajah tukang foto yang terkejut itu.


" Memangnya kita sudah terlihat se tua itu ya? Dia sampai mengira kita sudah menikah. " Ujar Vaye.


" Bukan tua sayang, mereka hanya bermulut manis saja untuk mencari pelanggan. Tapi.. Kita memang sangat romantis." Ujar Nicholas.


" Ish, ayo ke sana.. Disini panas sekali." Ujar Vaye, dan mereka bergandengan mencari gazebo gazebo yang tersedia di pinggiran pantai.


" Kau mau memancing? Disini bisa menyewa speed boat untuk kita menjelajahi pantai." Ucap Nicholas.


" Ide bagus.. Aku mau!" Ucap Vaye antusias.


" Tunggu disini, aku akan urus prosedurnya." Ujar Nicholas dan Vaye mengangguk.


Nicholas mendatangi petugas penyewaan speedboat dan menyewa sebuah speedboat berukuran besar yang biasanya di gunakan untuk satu rombongan.

__ADS_1


Nicholas ingin agar dia dan Vaye di tengah laut nanti bisa duduk santai berdua dan memancing dengan tenang. Tak lama Nicholas muncul di pantai dengan speedboatnya.


" Sayang, ayo." Ujar Nicholas


Vaye berlari kecil menghampiri Nicholas, dan di mata Nicholas Vaye saat ini sangat cantik dengan rambut perak yang berkibar nya itu.


" Hati hati, jangan lari." Ujar Nicholas sambil mengulurkan tangan nya.


"Terimakasih.." Ujar Vaye dengan senyum manisnya. Bahkan wajah Vaye yang putih itu sampai merah merona karena panas.


" Kamu cantik sekali, aku tidak bisa berhenti terpesona." Ujar Nicholas.


" Ish, jangan bermulut manis terus.. Ayo kita cari ikan." Ujar Vaye.


" Iya iya.. " Ujar Nicholas sambil terkekeh.


Akhienya keduanya oun menuju ke tengah laut, dan ketika mereka berada di temoat yang tenang, Nicholas menghentikan speedboatnya lalu mengeluarkan alat alat pancingnya.


" Tapi aku tidak melihat ikan disini." Ujar Vaye, dan Nicholas terbahak.


" Ikan nya tentu saja di dalam air sana, sayang. maka dari itu kita memancingnya." Ujar Nicholas.


" Oooh..." Ujar Vaye.


Beberapa saat kemudian, Nicholas mendapatkan ikan yang lumayan besar dan Vaye terlihat begitu antusias dan tek berhenti tertawa karena ikan itu terus melawan ketika di sentuh Nicholas.


" Miu.. Miu.. Miu.." Ucap Vaye mengikuti mulut ikan yang bergerak.


" Hahaha" Tawa Nicholas pecah ketika melihat sang kekasih yang begitu lucu itu.


Hingga tidak terasa waktu sudah menjelang malam, matahari juga sudah menunjukan tanda tanda akan menghilang. Merkea berhasil mendapat sekitar lima ekor ikan dengan berbagai ukuran.


" Sekarang aku tahu.." Ujar Nicholas tiba tiba.


" Tahu apa?" Tanya Vaye.


" Matamu.. Sama dengan warna matahari yang akan terbenam itu, Jingga ke emasan." Ujar Nicholas sambil menatap mata Vaye.


" Begitu tenang, indah, bersinar, dan sangat memikat. Membuat aku ingin ikut tenggelam didalamnya." Ujar Nicholas lagi.


Vaye tersenyum, sudah banyak yang mengatakan bahwa warna matanya itu sangat indah, tapi Nicholas adalah yang mengtakannya dengan penuh perasaan.


Nicholas mendekatkan wajahnya ke wajah Vaye, lalu mencium Vaye dengan latar belakang mata hari yang terbenam itu.


" I love you Valleria Maxwell Dominique." Ujar Nicholas.


" I Love you so bad.. So much.. again and again." Ujar Nicholas lagi sambil menempelkan keningnya di kening Vaye.


" I love you too, Nicholas Levi .. more and more.." Ujar Vaye.


Keduanya kembali berciuman hingga matahari benar benar hilang tenggelam.


Setelah dari sana, Vaye dan Nicholas memutuskan pulang. Karena setengah harian itu mereka telah lelah dengan acara memancing mereka berdua..


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2