Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. BAGAS BUANG GAS.


__ADS_3

Karena ucapan Timothy itu, seluruh kelas menjadi heboh. Para siswi disana merasa patah hati, karena mereka semua mendefinisikan Timothy sebagai pangeran kuda putih mereka. Dan kini sang pangeran justru menyatakan perasaan nya pada Vaye.


" Kamu tidak keberatan kan??" Ujar Timothy.


" Tidak masalah, hanya sebuah tempat duduk." Ucap Vaye.


Entah mengapa, Vaye malah jadi ingin melihat Nicholas. Apakah Nicholas yang berada di sebelah kanan nya itu kembali cemburu atau tidak. Vaye pun menengok kearah Nicholas, dan terlihat wajah Nicholas yang muram.


' Dia cemburu xi xi. ' Batin Vaye tertawa.


Hingga akhirnya guru pun datang, dan pelajaran di mulai. Sepanjang pelajaran itu berlangsung, Nicholas hanya berwajah muram. Sampai akhirnya jam istirahat di mulai.


" Vaye ayo kita ke kantin." Ucap Timothy , sambil mengulurkan tangan nya.


" Dia bersamaku." Ujar Nicholas, sambil menggenggam tangan Vaye.


Timothy pun menatap tidak suka tangan Vaye yang di genggam Nicholas, namun ia masih menunjukan senyumnya.


" Vaye bahkan belum menjawabku, bagaimana kamu tahu dia akan pergi denganmu." Ucap Timothy.


" Karena Vaye selalu bersamaku." Ucap Nicholas.


' Apa yang aku lakukan, hatiku rasanya aneh begini.' Batin Nicholas.


' Haih.. Aku lapar.' Batin Vaye.


Vaye berdiri dari duduknya, kemudian menatap dua pria yang berada di kanan dan kirinya itu. Dia terlalu lapar untuk melihat perdebatan itu, Vaye tidak sanggup.


" Ayo ke kantin bersama, aku lapar." Ujar Vaye akhirnya.


Vaye berjalan lebih dulu, Nicholas pun sigap mengikuti Vaye dan di susul Timothy yang juga ikut berjalan beriringan dengan Nicholas. Seluruh sekolah heboh melihatnya, Nicholas si Bad boy tampan dan Timothy si pangeran berkuda putih itu berjalan mengiringi Vaye.


" Vaye setelah pulang sekolah aoakah kamu ada waktu?" Tanya Timothy ketika ketiganya sudah duduk di meja kantin.


" Mmm.. Aku ada janji dengan Nicholas." Ucap Vaye.


Nicholas pun tersenyum senang, karena Vaye tidak lupa dengan janjinya. Timothy menatap sekilas Nicholas kemudian kembali tersenyum pada Vaye.


" Begitu? Baiklah.. Sepertinya aku terlambat selangkah." Ujar Timothy.


" Vaye.. Kalau makan bisa tidak fokus dengan makananmu?" Ucap Nicholas, sambil membelokkan wajah Vaye agar menghadap kearahnya.


Nicholas berkata pelan namun dengan nada penekanan, karena saat ini Nicholas dalam tingkat lemon hijau, sangat masam karena cemburu melihat Vaye sejak tadi menghadap ke arah Timothy.


" Aku makan kok.. Dengan fokus." Ucap Vaye.


" Makanan mu ada disini, bukan disana." Ujar Nicholas sambil menunjuk makanan Vaye.


" Iya.. Iya.. Cerewet." Ucap Vaye, lalu fokus pada makanan nya.


" Patuh sekali.." Ucap Nicholas sambil mengusap usap kepala Vaye.


Aneh nya Vaye tidak marah, ia malah justru nyaman nyaman saja di sentuh Nicholas. Timothy yang kini bergantian berwajah masam, ia tidak suka Vaye di sentuh Nicholas.

__ADS_1


' Marah kau? Marahlah.. beraninya mau berebut Vaye denganku.' Batin Nicholas.


" Bagas, kemari." Panggil Vaye.


Bagas, dia sejak pagi tadi bolak balik ke toilet karena mengalami gangguan pencernaan.


" Aduh, maaf.. Aku sakit perut." Ucap Bagas.


PRRET!!!


Ketika baru saja duduk di samping Timothy Bagas malah buang angin, dan baunya menyeruak menusuk hidung Timothy. Nicholas puas melihatnya, namun ia tahan tawanya agar tidak meledak.


' Bagus Gas, Bagas buang gas beracun di wajah si Ban*sat Timothy. Mam*us..' Batin Nicholas puas.


Bagas menatap Timothy tidak enak, dan Timothy berdehem untuk mengusir rasa bau yang begitu menusuk hidung itu.


" I - itu.. Ti- Timothy, maaf, aku sedang sakit perut." Ucap Bagas tidak enak.


" Tidak apa - ap.." Tertahan karena Bagas kembali buang angin.


PRETT!!!


Bagas kembali buang angin.


" Gila! Baunya..." Ujar Nicholas.


" Aduh, aku pergi dulu." Ucap Bagas dan langsung lari.


Semua orang di kantin tertawa melihat Bagas yang kocar kacir sambil sesekali terdengar suara gas yang keluar. Timothy mengibas kibaskan tangan nya untuk mengusir bau yang sangat menusuk itu.


Vaye bangun tanpa berkata apapun pada Timothy karena Nicholas menarik tangan nya begitu saja.


" Hei! Aku bisa jatuh.." Ujar Vaye protes.


" Ada aku, tidak akan jatuh begitu saja." Ujar Nicholas.


Keduanya pun kembali ke kelas, dan dari jauh Timothy menatap keduanya tanpa berkedip.


Sekolah berakhir, Vaye dan Nicholas berjalan menuju parkiran. Setelah ini mereka akn mengunjungi kediaman Nicholas untuk mengunjungi Nely.


" Siap??" Tanya Nicholas.


" Hmm.. Lets go." Ujar Vaye, dan Motor pun melesat dari sana.


Di tempat lain, Bagas sedang berada di toilet, ia masih saja belum selesai dengan sakit perutnya.


" Aduh.. apakah aku salah makan sesuatu? Tapi aku tidak makan makanan yang aneh. Kenapa bisa sakit perut begini." Gumamnya di dalam bilik toilet.


Tiba tiba langkah kaki sepasang kaki murid laki laki terlihat mendekat kearah bilik toilet Bagas dan berhenti di depan nya.


" Siapa itu, bilik ini ada orang nya." Ujar Bagas dari dalam.


Sepasang kaki itu hanya diam berdiri, dan Bagas hanya melihat sepatunya saja karena bilik toilet itu di desain berlubang di bagian bawahnya. Tak lama sepasang kaki itu pergi dari sana dan kemudian ruangan itu menjadi gelap.

__ADS_1


" HEI!! MASIH ADA AKU DISINI!! " Teriak Bagas.


Bagas membersihkan dirinya lalu mencoba membuka pintu, tapi ternyata pintu itu di kunci dari luar oleh seseorang.


" HEI!! BUKA!! " Teriak Bagas.


Bagas tidak takut gelap hanya saja jika sampai ia terkurung disana itu sangat tidak lucu.


" Ban*sat! Buka pintunya! Masih ada orang di dalam." Teriak Bagas lagi.


Sayangnya, Toilet itu kedap suara. Dan terlihat dari luar pintu toilet tertulis bahwa toilet sedang dalam perbaikan. Jadi siswa atau siswi yang lewat disana pu. Tidaka akan mendekati toilet itu.


Bagas merogoh sakunya guna mencari ponsel, namun rupanya ponselnya ia tinggalkan di kelas dengan tas nya. Ia melihat lubang di bawahnya, dan akhirnya ia memutuskan untuk merangkak keluar dari lubang itu.


" Astaga! Siapa orang yang begitu tidak ada kerjaan mengunciku di dalam toilet." Gumamnya sambil merangkak.


Setelah keluar, Bagas justru melihat sepasang sepatu yang tadi berdiri di depan bilik toiletnya. Bagas perlahan mendongak keatas dan..


BUGH!!


Bagas hilang kesadaran karena kepalanya di pukul dengan tongkat bisbol. Terulur tangan yang putih dan besar mengecek apakah Bagas masih bernafas atau tidak, lalu kemudian sosok itu bangun dan pergi dari sana.


Nicholas dan Vaye telah sampai di kediaman Nichoals. Keduanya pun turun dari motir dan berjalan masuk ke dalam.


Terlihat Nely yang sedang duduk di taman belakang, Nicholas masuk ke kamarnya dan berganti pakaian yang serupa dengan milik Gama, tak lupa ia menggunakan lensa kontak.


" Apakah harus seperti itu untuk menemui mama mu?" Tanya Vaye.


" Hm.. Karena dia masih belum mau menerimaku, tapi dia sudah lebih baik.. Karena sesekali dia mengingat diriku." Ujar Nicholas dan Vaye mengangguk.


" Mama.." Ucap Nicholas.


" Gama.. Gama sudah pulang?" Tanya Nely.


" Ya, ma.. Kenalkan dia Vaye." Ujar Nicholas.


" Halo, apakah kamu teman nya Gama?" Tanya Nely.


" Ya tante, halo.. " Ujar Vaye.


" Astaga, kamu cantik sekali, sayang. Sini duduk, tante sedang mengupas kacang almond. Nicholas.. Nicholas.. " Ucap Nely memelan.


Tiba tiba Nely mengingat Nicholas, ia sudah sering mengalami itu, tiba tiba teringat dengan kesukaan Nicholas dan tanpa sadar membuat sesuatu yang berkaitan dengan Nicholas.


" Nicholas menyukai kacang almond." Ucap Nely tersenyum.


Tentu saja Vaye terkejut, Nely sudah mengalami banyak kemajuan.


" Tapi dia tidak kunjung pulang, tante merindukannya." Ujar Nely kemudian ia menangis.


Nicholas yang berdiri di sisi Nely ikut berkaca kaca, ia ingin sekali mengatakan oada mama nya bahwa ia ada disana, tapi dokter Abraham mengatakan untuk jangan dulu membuka identitasnya.


Dokter Abraham ingin agar Nely memiliki pikiran tentang Nicholas dan terus merindukan Nicholas, agar Nely kembali sadar bahwa Gama, sudah meninggal dan dia yang mengusir Nicholas.

__ADS_1


' Nicholas juga merindukan mama.' Batin Nicholas.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2