Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 154 Kekhawatiran Mia


__ADS_3

Malam menjadi terasa lebih panjang bagi Arthur dan juga Inayah.


Keduanya seperti terkoneksi hati satu dengan yang lain.


Sama-sama gelisah, tidak bisa tidur.


Arthur maupun Inayah sama-sama resah dengan jiwa gundah gulana memendam rasa.


Keduanya bertahan untuk tidak menghubungi lebih dulu. Sama-sama bertahan menerima kenyataan kalau Mia, Emaknya Inayah menolak tegas Arthur tanpa tedeng aling-aling.


Dimata Mia, Arthur terlalu berani mengungkapkan rasa dan keinginannya yang terlihat jantan.


Tapi dimata Inayah, justru Arthur adalah pria yang selama ini diidamkannya. Berani dan gagah perkasa meminta Inayah langsung pada Emaknya. Inayah selalu memimpikan pangeran berkuda putih se-gentle Arthur.


Namun Inayah juga sedih. Arthur memang terlalu jomplang dengan dirinya yang hanya seorang perempuan sederhana.


Bagaimana bisa dirinya berdiri sejajar disamping Arthur yang seorang pria dewasa yang punya segalanya. Bahkan anak dari seorang Bapak yang tercatat sebagai konglomerat nomor lima belas di Indonesia.


Seketika percaya diri Inayah terhempas ke dasar bumi. Minder tingkat tinggi.


Arthur juga ternyata sama mindernya dengan Inayah.


Siapa sangka Don Yuan yang satu ini juga punya kecemasan yang besar untuk memperjuangkan Inayah.


Gadis imut itu ibarat daun muda baginya. Teramat muda tapi begitu memikat hati Arthur untuk segera memetik.


Ia khawatir ada pria lain yang datang dan Ia terlambat mengutarakan niat.

__ADS_1


Kecuali..., Inayah juga menolaknya. Baru lah ia berpasrah.


Rencana Arthur adalah memepet Mia terlebih dahulu. Setelah restu ditangan, baru Ia akan melakukan berbagai cara untuk meluluhkan hati Inayah agar mau menerimanya. Namun jika Inayah tak bergeming, Arthur akan mundur dan terima nasib kalau gadis itu bukan jodohnya.


Niat ikut agama Inayah hanyalah sebuah alasan saja. Baginya, agama bisa diatur. Agama manapun pastinya mengajarkan kebaikan. Begitu pula dengan agama Islam.


Walau Arthur tidak memiliki ketertarikan yang kuat untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa, tapi untuk jodoh, tekadnya cukup kuat.


Tapi sayang, belum berjuang hatinya sudah patah lebih dahulu.


Mia ternyata tidak semudah itu untuk Ia taklukkan menerima dirinya yang memiliki harta dan tahta yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


Arthur adalah putra tunggal seorang konglomerat. Putra tunggal seorang perempuan bangsawan Amerika Serikat.


Bahkan jika Arthur tidak memiliki production house sendiri pun, atau misalkan seorang pengangguran, uang orang tuanya tidak akan habis tujuh turunan.


Joko Handoko memiliki harta kekayaan dua kali lipat dari Bimo Aruan.


Arthur pikir, Mia pasti tahu itu. Amelia dan Lukman pastinya pernah membahas dirinya. Atau bisa jadi Fanny, Mamanya Lukman yang menceritakan tentang jati diri Arthur.


Arthur terlalu yakin sekali kalau Mia tahu siapa dirinya. Padahal justru kebalikannya.


Baik Inayah maupun Mia tidak peduli asal-usul Arthur dan keluarganya. Mereka hanya mendengar gosip miring Arthur yang disampaikan Fanny yang hanya selewat saja.


Tidak ada yang mencoba mencari tahu tentang dirinya sebesar itu. Kecuali Rama. Dan Rama pun hanya ingin mencari kebenaran tentang gosip hidup Arthur yang merebak di luaran seperti cerita Fanny tempo hari. Hanya ingin mengetahui sejauh mana kebandelan Arthur yang bisa membahayakan keluarganya. Itu saja.


Ternyata, rumor itu tidak semenakutkan yang Rama bayangkan. Hanya gosip, yang semakin digosok semakin sip.

__ADS_1


Rama juga menyadari, dunia seni bukanlah hal yang aneh untuk jadi sumber gosip. Sudah biasa. Bahkan gosip bisa jadi ladang penghasilan yang menggiurkan di dunia intertainment. Dan beberapa rumah produksi memiliki acara gosip hot para artis selebritis setiap harinya.


Inayah akhirnya memilih sholat malam karena tidurnya yang tidak bisa nyenyak.


Menangis di sepertiga malam, memohon ampunan Tuhan dan berdoa untuk keselamatan serta kebaikan dirinya di masa depan, menjadi jalan terakhir untuk menenangkan perasaan Inayah yang menggalau.


Hingga Mia yang kebetulan juga terbangun di pukul setengah tiga dini hari dan pergi ke dapur untuk ambil air minum melihat lampu kamar Inayah yang menyala.


Rasa penasaran Mia pada apa yang sedang Inayah lakukan membuatnya membuka pintu sang putri dengan sangat pelan.


Ada ketakutan yang besar dihatinya yang menyeruak. Takut kalau Arthur sedang menggoda putrinya yang memang masih bau kencur dan belum berpengalaman dalam urusan percintaan.


Mia tertegun.


Ia mendengar isak tangis Inayah disepanjang doa.


"Ya Allah...! Jika Engkau menginginkan hamba dekat dengannya, kumohon mudahkanlah. Jika Engkau tidak menginginkan kami lebih dekat, jauhkanlah. Dan tolong hilangkan rasa sedih di hati ini yang entah mengapa. Tolong..., buatkanlah hamba lupa dengan cara apapun jika Engkau memang tidak berkenan. Jangan biarkan hati hamba semakin larut dalam perasaan yang menyakitkan ini. Hik hiks..."


Inayah... Ternyata putriku memiliki perasaan yang istimewa pada pria itu. Diam-diam, Inayah memendam rasa pada si Arthur itu. Ya Allah...! Tolong hilangkan rasa was-was ku dari ketakutan yang besar ini. Jauhkanlah pria itu dari Inayah, ya Allah! Berilah putriku jodoh yang terbaik untuknya di masa depan!


Mia menahan nafas, kembali menutup rapat pintu kamar Inayah.


Hatinya kembali gamang.


Mia ingin sekali menemui Arthur dan memberinya ultimatum agar tidak lagi menghubungi Inayah dengan cara apapun.


Mia tidak ingin kuliah Inayah yang baru saja dimulai jadi terganggu karena Arthur.

__ADS_1


Ia memikirkan caranya agar bisa bertemu Arthur. Dan sudah ada di benak untuk dilakukan esok harinya.


BERSAMBUNG


__ADS_2