
Amelia duduk termenung di pinggir ranjang.
Lukman menembaknya. Adam juga mengungkapkan perasaannya.
Kedua pria itu secara bergantian mengatakan hal yang sama sekali tidak pernah Ia sangka-sangka.
Beruntung keduanya menerima perintah Amel agar segera pulang ke Ibukota karena Ia tidak akan pulang bersama salah satu diantara mereka karena belum kepikiran untuk hal lain selain mengurus tahlilan bapaknya.
Tia adiknya menggoda Amel dan mengacungkan dua ibu jari padanya seraya berkata 'hebat'.
"Apa sih, ish!"
Inayah dan Gaga juga mengomentari kedua pria yang menyukai kakaknya itu.
"Mas Lukman manis! Motor Aerox-nya lebih bagus dari motornya Bang Soleh tempo hari!" ujar Inayah.
"Gaga lebih suka mas Adam! Rapi dan wangi. Bawa mobil pula! Berarti orang kaya, Yu'!"
"Huss kalian! Ga boleh menilai orang seperti itu! Itu tidak sopan!" tukas Mia pada kedua anaknya.
Amelia tidak berkata apa-apa. Hatinya galau perasaannya gamang.
Ia bingung sekaligus pusing mendapatkan dua cinta sekaligus dari dua orang pria yang sama-sama selalu membantunya.
Alih-alih senang dan bahagia, Amelia justru merasa takut pada kenyataan yang ada setelah ini.
Ia tidak mau memutuskan salah satu diantara mereka.
Bukan bermaksud serakah, tetapi kedua pria itu sama berjasanya dalam mengubah hidup serta kisah di perjalanan hidupnya.
Jika Amel memilih salah satu diantara mereka, Amel takut akan menyakiti hati salah satunya. Amelia tidak ingin itu terjadi.
Ia sudah pernah dikecewakan oleh seorang pria. Dan semua berawal dari kekurangannya.
Amelia kembali sadar pada keadaan dirinya yang punya banyak kelemahan.
Ia hanya tamatan SMP. Gadis miskin dan satu lagi, belum tahu apakah benar dirinya memiliki kekurangan susah mendapatkan keturunan.
__ADS_1
Dalam hidup, harta, tahta dan kemampuan berproduksi adalah hal yang paling utama.
Setiap orang memiliki tingkatan strata pasangan ideal dalam hidup.
Dan Amelia menyadari dirinya jauh dari semua itu, hingga Ia tak mau terbawa perasaan dihujani kata cinta dari dua orang laki-laki secara bersamaan.
Ia hanya akan fokus pada niatnya mengubah nasib. Ingin lanjutkan perjuangan menaiki tingkatan hidup yang jauh lebih besar lagi.
Bukan saatnya untuk berfikir cinta-cintaan. Dan tidak ingin pula melangkah ke jalan yang salah.
Amel sudah pastikan, akan menjawab TIDAK kepada Lukman dan juga Adam setelah Ia kembali ke Ibukota.
Amelia lebih memilih pertemanan saja ketimbang percintaan.
Ia yakin, keduanya adalah pria dewasa yang bisa menerima keputusan yang Amel buat. Dan Amel tidak perlu merasa takut ada hati yang tersakiti karena Ia tidak memilih salah satu dari keduanya.
............
Juriah terkejut. Ia divonis dokter ahli kandungan menderita miom. Yaitu adanya daging tumbuh di dalam rahim. Meskipun tergolong non kanker dan kategori tumor jinak, tetapi jika tidak ditindaklanjuti cukup mengganggu hubungan rumah tangga Ia dan Soleh.
Rumah tangga yang mereka bangun sejatinya adalah inginkan kehadiran buah hati tercinta.
Bahkan Soleh sampai berani ambil keputusan menikah lagi karena ingin segera punya anak.
Juriah melanjutkan konsultasi dengan dokter ahli bedah yang memeriksa kondisi rahimnya.
Soleh mengantar sang istri dengan tenang padahal hatinya degdegan juga.
Manuver apa yang akan Ojan lakukan jika mengetahui kalau putrinya tidak hamil justru terdeteksi akan susah hamil.
Soleh khawatir Ojan akan kembali beringas membully dirinya yang tidak becus mengurus usaha yang Ojan rintis sebelum menjadi besar dan kaya raya.
"Mas..."
"Ya?!"
"Maaf ya, untuk saat ini aku belum bisa memberikan anak untuk Mas Soleh!"
__ADS_1
"Yang penting kita sudah berusaha, Yang! Semuanya lebih baik kita pasrahkan saja pada takdir Yang Maha Kuasa."
"Aku akan rutin berobat, Mas! Semoga Allah secepatnya memberikan kita anak!"
"Aamiin..."
Soleh berusaha tegar, tetapi hati kecilnya juga sesungguhnya amat resah.
Wajah manis Amelia seolah melayang-layang di pelupuk mata.
Seolah tertawakan dirinya yang masih belum juga diberikan keturunan meskipun telah menikah untuk yang kedua kali.
Dulu keluarganya mencemooh Amel. Mengatakan Amel gabug dan lain sebagainya. Kini Soleh sangat mengerti perasaan Amel dan merasa menyesal telah melepaskan perempuan hebat seperti Amel.
Ia kian bulat tekadnya ingin rujuk dengan Amel tanpa sepengetahuan Juriah.
Kali ini Soleh akan serius menangani permasalahan percintaan yang ia hadapi.
Ada seorang dukun terkenal yang Ia dapatkan informasinya dari karyawan bengkel milik Ojan.
Katanya dukun sakti itu bisa membuat perempuan yang benci kita berbalik menjadi cinta.
Dan sudah banyak pasangan yang beruntung disatukan dalam rumah tangga oleh dukun tersebut katanya.
Tentu saja cerita yang menarik yang membuat Soleh berfikir ingin pergi ke dukun itu secepatnya.
Ia ingin kembali menarik hati Amelia agar mau menerima dirinya kembali dan mereka menikah bahagia.
Juriah tidak lagi menarik dimatanya.
Selain Ojan yang menyebalkan, harta benda juragan angkot serta kontrakan itu sulit untuk Soleh kotak-kotak juga.
Soleh merasa hanya dijadikan sapi perah oleh Ojan dan juga Juriah. Karena pada dasarnya harta itu hanya berpindah nama kepada Juriah saja, bukan kepada dirinya. Kecuali satu, sertifikat tanah yang benar-benar telah berganti kepemilikan menjadi nama bapaknya. Itu saja.
Soleh mulai senewen dan berfikir macam-macam tentang Ojan sekeluarga.
BERSAMBUNG
__ADS_1