Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 213 Imbas Dari Kecelakaan Lalu Lintas


__ADS_3

Dengan wajah lebam bengkak dan tubuh lemas lunglai, Arthur memutuskan pulang di pukul sepuluh malam dari kediaman Amelia Lukman.


Fikirannya masih berkecamuk.


Ada kesal, marah, sedih dan kecewa. Campur aduk karena masalah yang tiba-tiba memblunder menghantam hidupnya tanpa aba-aba.


Hati dan jiwanya oleng. Apalagi mengingat Inayah yang terlihat sangat terguncang sampai spontanitas mengatakan hal yang diluar nalar.


Bagaimana kalau lusa pendiriannya masih sama, ingin tetap bercerai? Bagaimana? Ya Allah... ya Allah ya Tuhanku. Kumohon bukakan pintu hati dan pikiran istriku. Ini hanyalah salah faham saja. Semoga jiwa kekanak-kanakan Inayah segera berganti dengan kedewasaannya seperti biasa. Kedewasaan Inayah yang membuatku jatuh cinta padanya. Hhh...


Helaan panjang Arthur harap bisa melegakan hatinya.


Jalanan Ibukota mulai sepi. Tak sepadat beberapa jam lalu.


Kemacetan di ruas jalan kota Jakarta sudah menjadi makanan sehari-hari warganya. Itu sebabnya tingkat stres penduduk kota Jakarta jauh lebih tinggi di banding kota-kota besar lainnya di Indonesia.


Tririring tritririiiinggg...


Ponselnya berdering.


Pupil mata Arthur membesar membaca tulisan si penelpon.


...MY SWEET WIFE...


Senang bukan kepalang hati Arthur. Inayah menelponnya lebih dahulu.


Baru saja ia hendak menekan tombol JAWAB tiba-tiba,


Bruukk


Ponselnya jatuh ke lantai mobilnya.


Arthur memelankan laju mobilnya sedikit minggir ke jalur kiri dan berbungkuk mengambil ponselnya segera.


Senyumnya mengembang.


Tapi tiba-tiba,

__ADS_1


Tiiiiiinnnnn


Suara klakson yang keras dan panjang memekakkan telinga. Dan...


...........


...........


...........


Semuanya gelap. Hening dan senyap.


...🫒🫒🫒🫒🫒🫒...


Seminggu sudah Arthur terbaring koma di ranjang ruang ICCU rumah sakit XXX di kota Jakarta.


Bau obat yang menyengat membuat Inayah selalu mendekap maskernya yang tebal.


Air matanya selalu saja menetes tak terbendung mengingat betapa bodohnya dia yang kekanak-kanakan kabur dari rumah Arthur dan bertengkar cukup hebat dengan suaminya di rumah kakak pertamanya sampai berani ucapkan ingin cerai.


Ternyata Tuhan mengirimkannya karma kontan malam itu juga.


Kepalanya terbentur benda tumpul dan pingsan tak sadarkan diri sampai hari ini.


Berita kecelakaan lalu lintas itu dengan cepat menyebar seperti berita gosip yang menerpa sebelum kejadian kecelakaan.


Victor dan Juriah sudah membuat video klarifikasi di yutub mereka. Dan pria itu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memperkenalkan Juriah di kancah perfilman. Film terbarunya yang berjudul Kupu-kupu Malam langsung dibintangi oleh Siti Juriah yang kini memiliki nama beken Putri Fania.


Gosip yang merebak yang sempat menjatuhkan nama Arthur perlahan dilupakan orang.


Namun sang korban yang sempat dirusak namanya masih tergolek lemah tak berdaya di atas ranjang tidur rumah sakit yang dingin dan seram.


Tinggal Inayah yang selalu menangis menyesali perbuatannya menuduh Arthur yang bukan-bukan.


"Bunda... Kenapa Papa tak bangun-bangun?" tanya Pupu dengan polosnya membuat Inayah semakin merasa bersalah.


Inayah hanya bisa memeluk Putra Arthur Pangestu dengan hati hancur luluh lantah melihat suaminya masih koma dan hanya dibantu alat-alat rumah sakit sebagai penunjang hidup.

__ADS_1


"Mas... Mas Arthur bangunlah, Mas! Hiks hiks... Maafkan aku, maafkan semua kehilafanku padamu, Mas! Jangan pernah pergi dari aku. Jangan tinggalkan Aku! Hik hiks hiks... Aku salah. Aku salah. Tapi kumohon jangan hukum aku seperti ini, Mas! Ya Allah, kumohon kebaikan-Mu. Tolong sadarkan suamiku dari tidur panjangnya. Tolong sehatkan kembali Suamiku tercinta, ya Allah!"


Inayah menciumi punggung tangan Arthur yang dingin dengan nadi yang melemah.


Tiba-tiba, Inayah melihat pergerakan dari jari jemari Arthur hingga matanya membulat tak berkedip.


"Mas!?!"


"Suster, suster! Dokter, suami saya ada pergerakan!" Inayah segera beranjak mencari suster dan dokter jaga agar segera memeriksa kondisi Arthur Handoko.


"Sepertinya pasien sudah siuman!"


Inayah berdoa penuh pengharapan.


Ia mohon agar dirinya tidak sampai ditinggal Arthur apalagi untuk selama-lamanya.


Beberapa dokter melakukan observasi. Sementara Inayah diminta untuk menunggu di luar ruangan yang steril itu.


Hampir satu jam, Arthur dalam pengawasan. Membuat jantung Inayah berdegup sangat kencang. Was-was dan cemas. Takut akan kondisi kesehatan Arthur.


"Keluarga pak Arthur Handoko!"


"Ya, Suster. Saya istrinya!"


"Pasien sudah sadar. Ibu boleh menemui. Tapi, mohon untuk tidak terlalu banyak interaksi dulu ya Bu. Karena pasien koma selama tujuh hari, jadi kemungkinan besar mengalami delusi untuk beberapa saat. Jadi, Ibu kami harap jangan panik apalagi frontal menyikapinya."


"Baik, Suster!"


Inayah masuk ke ruangan steril perawatan Arthur.


Mata Arthur sudah terbuka. Tapi tatapannya kosong. Membuat Inayah nyaris lupa peringatan suster agar dirinya tidak lepas kontrol.


Butiran air mata segera disusutnya dan senyumnya mengembang menyambut kembalinya sang suami tercinta.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu siuman, Mas!" katanya dengan suara lembut sembari mendekat kepada Arthur.


"Kamu...siapa?"

__ADS_1


"Hah???"


BERSAMBUNG


__ADS_2