Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku
BAB 98 Semua Menggalau


__ADS_3

"Diki...! Diki kamu tahu kalau Lukman resign kerja?"


Diki menatap Amelia dengan lesu.


"Kamu ternyata tahu!?"


"Lukman bilang beberapa hari yang lalu, Mbak! Alasannya, dia gak bilang kenapa."


Amelia diam dengan pandangan bingung.


Sore itu Ia sengaja menunggu Diki pulang kerja untuk menanyakan kebenaran Lukman yang keluar kerja dari pabrik.


Ada apa? Kenapa dengan Lukman?


Treeet treeet treeet


Amelia mencoba menelpon nomor ponsel Lukman.


Treeet treeet treeet


Hanya memanggil, tidak berdering.


Amelia benar-benar gundah gulana. Lukman seperti sedang membalas dendam kepadanya yang lebih sering mengabaikan.


"Ayolah aktifkan nomormu, Lukman!" gumamnya pelan.


Tasya ikut resah. Amelia terlihat sangat cemas padahal hanya tidak direspon Lukman sekali ini saja.


"Ponselnya dari semalam ga aktif, Mbak!" tutur Diki semakin membuat Amelia panik.


"Terakhir dia bilang apa sama kamu, Dik?"


"Ga bilang apa-apa. Ya gitu aja. Katanya mau resign. Kalo gak salah, mau kerja sama bapaknya. Gitu dia bilang! Ga tau deh, kurang jelas juga ceritanya."


Amel menggigit bibirnya. Ia merasa separuh jiwanya kosong seharian ini tak ada kabar berita dari Lukman.


Beberapa pekerjaannya bahkan sampai salah. Sangrai ketumbar dan kemirinya gosong karena kebanyakan melamun.


Di pasar pun Amel seperti orang linglung.


Ia berharap melihat Lukman disekitarnya. Dengan garis wajah yang tegas dan rahang yang kuat, berharap Lukman tersenyum manis menatapnya.


Tapi semua itu hanyalah khayalan.


Amelia bahkan sampai tersedu menangis di sujud akhir sholat Maghrib ya.


Ia merindukan Lukman.


Merasakan betapa kemarin-kemarin hidupnya biasa saja tanpa Lukman. Tapi mengapa sekarang justru terasa hampa hingga tubuhnya serasa melayang ketika berjalan.

__ADS_1


Jatuh cintakah ini?


Amelia tidak tahu dan tidak mengerti.


Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Ia mengalami hal seperti ini.


Bersama Soleh dulu tidak seperti ini.


Soleh adalah pacar pertamanya, cinta pertama pula dan langsung menikah setelah hampir setahun menjalin hubungan.


Tapi ini yang pertama bagi Amelia merasakan hati yang kebat-kebit padahal mereka belum ada status hubungan.


Selama ini justru dirinya yang mengabaikan Lukman. Mencebik jika Lukman mencoba mencari perhatian dengan mengungkapkan rasa sayangnya pada Amel. Karena Amel menganggap Lukman seperti adiknya sendiri. Seperti Rama.


"Ya Allah, ada apa ini!? Kenapa Aku salah masukkan bumbu?" pekik Amel kesal pada dirinya sendiri.


Dua hari Lukman tiada kabar.


Nomor hapenya mati, susah dihubungi.


Hatinya semakin galau karena Lukman seperti menghilang tanpa jejak.


Berasa diberi harapan palsu, Amelia hanya bisa menggerutu dalam hati.


Jahatnya si Lukman! Setelah menebar pesona dengan setiap hari selalu menempelku kemana saja, sekarang justru Ia tak ada kabar sama sekali. Ada apa sih? Dimana dia sekarang? Kenapa melakukan hal seperti ini? Apa salahku? Padahal seingatku tak ada ucapanku yang menyakiti hatinya. Dulu-dulu justru Aku sering melontarkan kata-kata tanpa pikir panjang yang seringkali bahkan menyentil mungkin. Tapi dia tetap saja ndableg. Tetap setia dan konsisten mendekatiku. Sekarang, disaat Aku sudah merasa nyaman dan mulai ketergantungan kehadirannya, dia pergi dan menghilang. Ya Allah gustii... ada apa denganku ini!?


Tubuhnya lemas sampai memasak pun irit bicara.


Tasya dan Ziah bahkan sampai tak berani mengatakan apapun melihat raut wajah serius Amelia yang tampak menakutkan.


Kedua partner kerjanya itu sepertinya sudah mengetahui kegalauan Amel karena Lukman yang menghilang.


Tetapi tak mau mengungkapkan karena takut Amelia tersinggung.


Ditempat yang berbeda, Soleh juga sedang galau.


Juriah mulai masuk ruang operasi pengangkatan sel kista yang menyerang ovariumnya.


Ojan setia menunggu sedangkan Samsiah tidak hadir karena sakit.


Sudah dua hari Ojan memperlakukannya bak hewan demi mengeluarkan hasrat biologisnya pada Samsiah yang terkendala.


Habis seluruh tubuh Samsiah digigit Ojan. Bahkan papilla-nya seakan mau copot karena dijadikan mainan semalaman oleh suaminya yang kini seperti setan.


Samsiah hanya bisa menangis sesegukan.


Sementara Tito, berondongnya juga tidak masuk kerja setelah kematian putri tunggalnya, Cia.


Karena rumah tangga Tito juga sedang bermasalah dengan Lani.

__ADS_1


Lani bersikeras minta cerai.


Tito tidak bisa mengelak ketika Lani membuka kedoknya sebagai simpanan berondongnya Samsiah, Ibu mertuanya Soleh.


Lani bahkan mengancam Tito jika Ia tak kunjung di cerai, Lani akan mendatangi rumah Ojan dan membongkar kebobrokan Istri Ojan dengan suaminya itu.


Tentu saja Tito dilema.


Satu sisi ia sangat mencintai Lani dan tak ingin berpisah. Tapi disisi lain Ia juga tak ingin Samsiah ketahuan belangnya oleh Ojan. Dan urusan bakalan tambah panjang.


Tito masih mencoba meluluhkan hati Lani.


Ia bahkan sampai bersujud di ujung kaki sang istri untuk meminta maaf darinya.


Tito mengatakan kalau semua ini berasal dari Lani juga yang selalu meminta harta dan uang berlebihan padanya. Ditambah karena Lani juga, yang dengan seenaknya meminjam uang Ojan pada Juriah. Ternyata Samsiah turun tangan dan akhirnya terjadilah hubungan kerja terlarang antara Tito dengan Samsiah.


Lani tetap tak bergeming.


Hatinya sudah terpaut pada pria yang Ia temui di rumah sakit saat Cia dirawat.


Anton, duda yang seumuran dengannya itu menjanjikan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan juga kesetiaan.


Hatinya yang kadung terkhianati oleh Tito yang selingkuh dengan wanita paruh baya membuat Lani tak berpikir jernih.


Tito berhasil Lani usir tanpa ampun dari rumah besarnya karena kesalahannya sendiri.


Tito pasrah, pulang kembali ke rumah Nani dan Engkos setelah apa yang telah terjadi.


Ia hanya bisa menyesali nasibnya yang malang.


Engkos akhirnya memberikan izin pada Tito agar mencari pekerjaan sekaligus mengobati hatinya yang terluka karena perceraian ke kota lain.


Dulu, Ia dan Nani tak inginkan Tito keluar dari rumah apalagi kerja jauh dari tempat tinggal mereka.


Namun kali ini, mereka terpaksa melepaskan putra pertamanya untuk merantau ketika ada saudara yang mengajak Tito kerja.


Tito keluar dari rumah barunya bersama Lani yang dibangun hasil pinjaman uang Ojan, tanpa membawa harta satupun.


Bahkan motor bagusnya pemberian Samsiah ditinggalkan begitu saja.


Tito ingin pergi jauh.


Tito ingin melepas semua kesalahan di masa lalu. Terlebih kini tak ada lagi yang ia harapkan.


Cia, putri satu-satunya telah tiada. Lani juga bersikukuh minta cerai. Hidupnya benar-benar telah hancur kini. Tak ada yang tersisa kecuali harga diri yang terluka.


Membuat Tito benar-benar ingin merubah dirinya yang telah bobrok dan bertobat kepada Allah Ta'ala.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2